iden

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Minum teh menjadi kegemaran masyarakat Indonesia, kebutuhan tehpun cukup banyak, akibatnya limbah atau ampas tehpun cukup banyak. Baik ampas teh rumahan, warung maupun perusahaan.

Karena alasan itu, akhirnya empat mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan yang memanfaatkan ampas teh. Untuk produk awal membuat celengan unik dari ampas teh. ”Di produknya kita buat motif batik khas Indonesia,” kata Ketua PKM Celengan Ampas Teh Batik Indonesia (Cantik) Fania Dwi Lestari kemarin.

Selain unik, celengan ampas teh ini juga memiliki berbagai macam bentuk. Namun yang paling penting juga adalah celengan ini celengan ramah lingkungan, karena menggunakan limbah atau ampas teh.

Tak hanya itu, selain berfungsi celengan juga bisa dimanfaakan untuk hiasan rumah dan aromatherapy, karena bau teh masih terasa. ”Kami juga ingin mengenalkan motif batik Indonesia melalui produk ini, agar memupuk rasa cinta kepada tanah air Indonesia,” jelasnya.

Dalam membuat poduk ini, dia membuat slogan ‘Rencanakan Keuangan Anda dengan Cantik’. Harapannya bisa melatih anak untuk belajar menabung sejak ini, belajar merencanakan keuangan agar bisa bermanfaat saat dewasa nanti.

Untuk pemasaran produk, dirinya juga memanfaatkan melalui media sosial maupun market place yang sudah ada. Di instagram lewat cantik_indo98dan shopee di faniadwilestari. Untuk harga dibandrolmulai dari Rp 35.000 sampai Rp 85.000.

Sementara kelompok PKM pencetus produk ini yakni Fania Dwi Lestari dari, Bevi Maulida Khasanah, Ismawatul Maula, dan Miya Rohsa dari Program Studi Akuntansi FEB, Sistem Informasi FT dan Manajemen FEB Universitas Muria Kudus.

Seperti diketahi sebelumnya, selain PKM-K ada juga program kreativitas lainnya yakni, PKM Penelitian, terdiri dari Eksakta (PKM-PE) dan Sosial Humaniora (PKM-PSH), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI).(humas)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Banyaknya tanaman pandan yang ada di sekitar pegunungan Muria membuat tiga mahasiswa untuk membuat kap lampu agar menaikkan nilai anyaman pandan. Apalagi saat ini banyak kafe yang muncul dan anyaman bantu dibutuhkan untuk menghias kafenya.

Ide wirausaha itupun mendapatkan pendanaan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam program Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Diharapkan nantinya bisa masuk dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).

Tiga mahasiswa yang memiliki ide tersebut yakni Ahmad Samikh, Sintya Diana dan M. Doni Suprastiyo. ”Usaha anyaman ini kami beri nama Kap Lampu Anyaman Pandan (Kuman,” kata Ketua PKM Ahmad Samikh.

Produk ini memiliki berbagai keunggulan diantaranya adalah bahannya yang selalu tersedia dan tidak mengenal musim sehingga kontinuitas bahan baku terjamin tentu saja akan sangat menjamin keberlanjutan usaha ini. Selain itu proses pembuatan produk anyaman juga lebih efektif dan efisien dalam hal tenaga, waktu, maupun biaya. Karena bahan baku daun pandannya didapatkan langsung dari lereng gunung Muria.

Selain itu, kap lampu anyaman ini tidak hanya terdiri dari anyaman daun pandan yang sudah kering saja. Namun juga didesain dengan sangat cantik, diberi warna-warna yang menarik dan calm dalam finishingnya. ”Sehingga cocok untuk dijadikan penghias ruangan,” terangnya.

Menurutnya, pengembangan kap lampu ini dinilai cukup memiliki peluang bagus. Apalagi saat ini pembangunan perumahan dan rumah juga cukup banyak, terutama di Kudus dan sekitarnya.

Selain itu banyak juga restoran maupun kafe yang muncul, sehingga ada peluang kap lampu masuk ke ranah tersebut untuk dijadikan sebagai penghias ruangan agar terlihat lebih bernuansa modern klasik, sehingga nampak indah. ”Bahan baku cukup banyak, jadi sangat aman,” ujarnya.(Humas)

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Penggunaan plastik yang memprihatinkan membuat mahasiswa Universitas Muria Kudus, kali ini mereka fokus untuk mengurangi sampah plastik dengan pembuatan totebag. Bahannya dari kain perca atau limbah kain yang digunakan untuk belanja sebagai pengganti kantong kresek atau plastik.

Ide tersebutpun menarik Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Dikti (Kemenristekdikti) melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Ide tersebut langsung mendapatkan pembiayaan yang berpotensi ikut dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). ”Kelompok kami ada tiga orang,” kata Ketua Tim Brian Priyangga kemarin.

Totebag yang dibuat tak hanya sekadar totebag, melainkan ada motif khas Kudus, yakni batik Kudus dan menara. Karena Kudus juga dikenal sebagai produsen batik, batik yang digunakan dari limbah atau kain perca.

Sehingga selain bertujuan untuk mendaur ulang, juga bertujuan untuk mengenalkan wisata di Kudus melalui totebag tersebut. ”Banyak tujuan yang ingin kami raih selain mencari keuntungan, mulai dari mengurangi sampah plastik dan kain, juga mengenalkan wisata Kudus,” terangnya.

Diri bersama dua anggotanya, Nurul Ummah dan Maulida Silva memang semula melihat banyaknya sampah plastik yang ada, terutama saat belanja di minimarket, took klontong, pasar atau lainnya. Dipastikan tempat belanja menggunakan plastik kresek, artinya akan menjadi sampah.

Padahal dengan menggunakan totebag bisa mengurangi penggunaan sampah, bahkan di took modern saat ini sudah dikenai biaya sekitar Rp 200 untuk plastik kreseknya. ”Dengan menggunakan totebag bisa digunakan terus menerus, tidak sekali pakai,” imbuhnya.

Totebag ini berbahan kanvas dan kain katun dan memiliki ukuran 35 x 25 cm, cukup besar. Totebag terdapat tambahan pegangan pada bagian atasnya. Bahan kanvas memang terkenal kuat dan bisa digunakan untuk membawa barang-barang belanjaan serta kebutuhan lainnya. Selain kuat, totebag ini mudah dicuci juga perawatannya mudah.

Tak hanya untuk mengangkat barang, totebag buatannya juga bisadifungsikan sebagai tempat tisu, sehingga memiliki dua fungsi. ”Biasanya tempat tisu juga dari plastik, kita inovasikan totebag ini bisa juga sebagai wadah tisu,” jelasnya.

Untuk penjualan, dilakukan secara online maupun offline, melalui marketplace yang sudah ada dan juga melalui media sosial. Sedangkan untuk offline, dirinya kerjasama dengan toko yang ada di sekitar tempat wisata di Kudus.

Selain itu juga dkerjasama dengan jasa travel, wedding orginiser (WO) dan agar bisadigunakan sebagai souvenir dalam sebuah even. ”Totebag ini sudah ada yang membeli, dari Kudus dan sekitarnya, kami jual Rp. 25.000,” imbuhnya.(Humas UMK)  

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – PT Hwaseung Indonesia di Kabupaten Jepara yang merupakan produsesn sepatu Adidas melakukan penjajakan kerjasama dengan Universitas Muria Kudus (UMK). Dalam waktu dekat kerjasama tersebut akan segera terealisasi, bulan ini kerjasama yang ditandatangani kedua belah pihak.

Kerjasama antara PT Hwaseung Indonesia (HWI) ini berupa manajemen trainee dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. ”UMK menjadi salah satu perguruan tinggi yang akan menjalin kerjasama,” kata Manajer HRD PT HWI Anjur Rumahorbo Selasa (18/9/2019).

Pemilihan UMK salah satunya karena sudah banyak alumni UMK yang bekerja di PT HWI, menurutnya kinerja alumni UMK cukup bagus. Sehingga pimpinan PT HWI meminta dilakukan kerjasama dengan UMK.

Kerjasama yang dilakukan nantinya berupa management trainee, karena pihaknya harus menyiapkan regenerasi, terutama unsur pimpinan, seperti manajer dan lainnya yang ada di perusahaan. Sehingga perusahaan bisa memunculkan karyawan yang memiliki jiwa leadership yang baik, salah satunya dengan adanya management trainee.

Untuk mereka yang ikut dalam program tersebut adalah alumni dari UMK, namun untuk fresh graduate. Pihaknya mencari alumni dari fakultas teknik dari berbagai program studi yang ada di UMK, yakni alumni Prodi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Informatika, dan Sistem Informasi.

Sementara itu, Wakil Rektor UMK Dr. Subarkah mengatakan, adanya kerjasama yang akan dilakukan dengan PT HWI tentu sangat positif, termasuk bagi UMK. Karena jalinan kerjasama tersebut sangat dibutuhkan, sehingga diharapkan bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Untuk yang berminat mengikuti program tersebut, bisa melakukan pendaftaran secara online mulai 18 – 25 Juni 2019. Selain kualifikasi fresh graduate dan dari Fakultas  Teknik, pendaftar harus memiliki IPK minimal 3,25. Lalu memiliki kemampuan leadership mampu bekerjasama, berpikir analitis,dan mampu berbahasa Inggris.

Sedangkan untuk persyaratan, surat lamaran kerja, CV, FC ijazah dan transkrip nilai, foto ukuran 4x6, FC KTP, FC SKCK, dan SDertifikat TOEFL. Usai penutupan, akan mendapatkan pengarahan pada 26 Juni 2019 di Gedung J lantai V UMK, saat pengarahan wajib hadir.(linfokom)

Page 3 of 357