iden

UMK – Tiga mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti program pertukaran magang mengajar di Filipina. Dengan program tersebut ketiga mahasiswa akan mendapatkan banyak pengalaman.

Tiga mahasiswa UMK yang magang bernama Anggraeni Inayah, Mohammad Askhabul Kahfi, dan Brian Priyangga. Ketiganya sudah dipersiapkan dengan baik semua kebutuhannya untuk menuju Filipina. ”Ini merupakan kesekian kalinya mahasiswa UMK ke luar negeri dari berbagai program yang ada,” kata Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UMK Muotahhar, M.Pd kemarin.

  Ketiga mahasiswa tersebut tidak berada di satu universitas saja, melainkan akan ada di dua universitas. Yakni Central Bicol State University dan University of San Jose – Recoletos, Filipina.

Dengan keikutsertaan dalam program tersebut, tentunya diharapkan akan mendapatkan banyak pelajaran dari negara lain. Mahasiswa mendapatkan pengalaman lebih yang nantinya bisa dimanfaatkan ketika kembali ke Indonesia.

Tentunya diharapkan bisa mengajarkan ilmu yang didapatkannya dari negara lain, sehingga mahasiswa lain juga mendapatkan informasi terkait sistem mengajar di Filipina. ”Pengalaman sangat penting untuk pengembangan diri, termasuk dalam mengajar,” terangnya.

Adanya program tersebut merupakan kerjasama yang sudah dilakukan dengan berbagai instansi terkait, terutama kampus-kampus luar negeri. Kerjasama yang dilakukan tak lain untuk mengenalkan UMK lebih luas, tidak hanya ditingkat nasional saja, melainkan juga internasional.

Selain itu juga ingin mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke luar negeri. Apalagi budaya Indonesia cukup banyak dan memiliki ciri khas.(linfokom)

UMK – Siswa SMA 1 Jekulo menggruduk Universitas Muria Kudus (UMK), sebanyak 32 siswa tersebut mendatangi UMK untuk mendaftar sebagai mahasiswa baru Selasa (8/1/2019). Karena pendaftaran mahasiswa baru UMK sudah mulai dibuka.

Puluhan siswa tersebut sesampainya di UMK langsung menuju ke kantor pendaftaran mahasiswa baru (PMB). Karena banyaknya siswa yang akan mendaftar, akhirnya harus antri dan diberikan nomor antrian.

Selanjutnya, satu persatu mereka dipanggil untuk melakukan pendaftaran sebagai calon mahasiswa UMK.  Mereka langsung mengisi semua dokumen pendaftaran, petugas pendaftaran juga melakukan pelayanan yang maksimal.

Sebenarnya, tidak hanya 32 siswa saja yang seharusnya mendaftar, namun masih ada beberapa yang nantinya menyusul karena tidak bisa mendaftar kemarin. Pihaknya tentu akan menunggu siswa lainnya hingga pendaftaran tutup.

Ada beberapa alasan mereka yang mendaftar ke UMK, mulai dari jarak yang dekat, adanya jurusan yang diminati hingga akreditasi jurusan yang baik. Apalagi UMK juga sudah dikenal dibanding universitas lain.

Salah satu siswa Fitriana mengatakan, pertimbangan selain lebih dekat dengan rumah juga karena adanya jurusan yang ingin dia ambil. Yakni Jurusan Hukum, sehingga dirinya lebih memilih untuk mendaftar di UMK.

Karena baginya, UMK juga sudah dikenal dan memiliki fasilitas cukup baik. Menurutnya kualitas UMK juga sudah cukup bersaing, sehingga dirinya berharap bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman saat kuliah nanti.

Karena dia menyadari jika untuk menjadi orang sukses selain memilih univesrsitas yang baik, juga tergantung diri sendiri. ”Saya memilih UMK karena saya ingin suskes meraih cita-cita saya,” terangnya.(linfokom)

UMK – Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan reuni Minggu (6/1/2019). Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti semua angkatan, terutama angkatan 2000 keeatas.

Dalam reuni tersebut, ada beberapa alumni yang diminta untuk menceritakan kegiatannya usai lulus, ada yang menjadi entrepreneur dan juga guru. Keduanya bercerita bahwa lulusan UMK juga mampu bersaing ketika memang memiliki keinginan kuat.

Farichah Hamim yang dikenal dengan Bunda Hanim memang tidak menjadi guru, namun kini menjadi entrepreneur, pemilik Hijab Arrafi. Lilusan UMK angkatan 2003 tersebut membangun bisnis hijab ketika pemasaran online mulai marak.

Semula dia berjualan offline di Pasar Kliwon, namun ketika berjualan offline ternyata dianggap tidak terlalu menguntungkan. Akhirnya dia membuat brand hijab sendiri saat tren hijab mulai booming dan pemasaran online marak. ”Saya melihat celah tersebut, dan ternyata cukup baik,” katanya.

Sebelum fokus mengembangkan brand hijabnya, dia sempat memutuskan menjual semua dagangan offlinenya. Saat itu laku sekitar Rp 70 juta, lalu dia juga menjual mobil untuk memulai usaha hijab Arrafi dan fokus pemasaran lewat online.

Ternyata keputusannya memang tepat, sehingga kini terus berkembang dan justru ada kawan seangkatannya yang kini menjadi agennya. ”Memang butuh keuletan untuk membangun usaha,” terangnya.

Dia berharap agar mahasiswa ikut aktif dalam kegiatan kampus, tidak hanya pergi dan pulang saja. Karena sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman. Dulu, saat kuliah dirinya tidak aktif dalam kegiatan, padahal sangat bermanfaat.

”Usai lulus dan menjalani usaha, saya menyesal tidak aktif dalam kegiatan kampus saat kuliah, padahal sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman,” kenangnya.

Alumi lainnya, guru SMP 1 Kudus Nurul Azkiya mengatakan, memang dulu banyak yang meremehkan lulusan UMK. Bahkan dialami oleh dirinya, namun dirinya terus membuktikan.

Alhasil, dirinya lolos diterima menjadi PNS, dari situ membuktikan bahwa lulusan UMK mampu bersaing dengan lulusan universitas lain. saat mengajar, dirinya juga terus membuktikan diri bahkan akhirnya pernah diminta untuk mengajari semua guru untuk mengajar Bahasa Inggris.

Artinya, lulusan UMK memiliki kemampuan untuk bersaing dengan yang lain, tentunya dengan catatan harus bekerja keras dan cerdas untuk mencapai cita-citanya. ”Saya dari keluarga pas-pasan, jadi saya harus belajar keras dan berusaha keras,” imbuhnya.

Untuk dunia entreprenuer, dia mengakui memang tidak memiliki bakat. Dia memang lebih suka dengan dunia mengajar. Namun baginya, apapun profesinya harus dijalankan dengan baik, karena setiap orang memiliki potensi masing-masing.

Sementara itu, Kaporgdi PBI UMK Nuraningsih mengucapkan terimakasih kepada alumni yang hadir. Diharapkan dengan kegiatan tersebut bisa memebrikan motivasi untuk terus berkembang.

Selain itu bisa sharing dengan sesama alumni yang kini bekerja di berbagai bidang, mulai dari guru hingga entrepreneur. Selain itu, dirinya juga menyampaikan berbagai pengembangan di PBI, termasuk PBI mendapatkan akreditasi A.

Dalam kegiatan tersebut, juga disediakan tenda-tenda dimana yang berjualan adalah alumni. Sehingga dengan berbagai jualan tersebut, diharapkan nantinya alumni lintas angkatan bisa saling mengenal dan bisa memebrikan manfaat satu sama lainnya.(linfokom).

UMK – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Arga Dahana Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan penanaman pohon di dua ruas jalan yang dianggap kurang hijau. Tujuannya tak lain untuk penghijauan dan membantu menyerap polusi asap kendaraan.

Ketua UKM Mapala Arga Dahana UMK Lutfi Aditya mengatakan, penanaman pohon yang dilakukan memang untuk penghijauan, tapi memilih menanam di pinggir ruas jalan. ”Karena berfungsi mengurangi polusi juga,” katanya kemarin.

Ada empat jenis tanaman yang ditanam, yakni pohon kupu-kupu, trembesi, saga, dan randu. Untuk trembesi dan randu memang sudah banyak ditemukan dipinggir-pinggir jalan yang ada di Kudus.

Dengan langkah tersebut, pihaknya berharap bisa membantu dalam upaya penghijauan dan pengurangan dampak polusi. ”Kami ingin berkontribusi, tentunya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kami,” terangnya.

Dengan kegiatan tersebut, pihaknya juga berharap agar penghijauan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat akan lingkungan, terutama di internal organisasinya. Karena penghijauan harus terus dilakukan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan perawatan lubang biopori yang ada di kampus UMK. Lubang biopori yang ada beberapa ada yang kemasukan sampah dan lainnya sehingga fungsinya tidak optimal.

Sehingga perlu dilakukan perawatan lubang biopori agar fungsinya bisa maksimal. Lubang biopori sendiri berfungsi sebagai resapan air ketika terjadi genangan.(linfokom)

Page 3 of 338