iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan seminar internasional dengan mengundnag narasumber dari tiga negara, ada dari Rumania, Amerika Serikat, dan Malaysia. Banyak hal yang disampaikan, terutama tentang teknologi dan transformasi budaya untuk pengembangan Pendidikan.

Kegiatan tersebut bertajuk Internasional Conference Education Culture And Technology dan mengambil tema ‘education in the technological and cultural transformation to build tough generation’. ”Teknologi terus berkembang dan pembelajaran juga harus mengikutinya, salah satunya dengan system blanded learning,” kata Dr. Murtono dari UMK sebagai salah satu narasumber dalam seminar tersebut.

Di luar negeri, blanded learning sudah dilakukan sukup lama, sementara Indonesia saat pandemic seperti saat ini baru menyadari system blanded learning tersebut sangat dibutuhkan. Sehingga, sebagai pengajar memang harus memanfaatkan system tersebut agar bisa maksimal.

Ketika dalam pandemic seperti saat ini, system pembelajaran memang harus dipertimbangkan dengan baik, kekurangan dan kelebihannya. Pembelajaran face – to – face memang akan memudahkan pembelajar memahami materi yang disampaikan. Namun dari sisi lain tidak bisa mencegah penyebaran covd-19.

Sementara untuk pembelajaran online, sisi positifnya pembelajar bisa mendapatkan informasi lebih dan belajar teknologi, dan bisa mencegah penyebaran covid-19. Namun kelemahannya, pembelajar mungkin tidak mengetahui materinya dan mungkin pengajarnya juga tidak menguasai teknologi. Selain itu biaya online sebenarnya cukup tinggi.

Sehingga menurutnya, paling pas memang dilakukan secara blanded learning, ada face-to-face dan ada juga online. ”Tanpa adanya pandemic, blanded learning juga cukup efektif digunakan,” terangnya.

Sementara itu, Prof. Aurora Adina Colomeishi, Ph.D dari Stefan cel Mare University of Secuava, Rumania mengatakan, dalam pembelajaran pada masa covid-19 seperti saat ini memang dituntut semua orang dalam memahami aturan yang ada. Apapun aturan yang ada dari pemerintah harus dijalankan. ”Di sini kesadaran akan bahaya covid cukup bagus,” ujarnya.

Kesadaran sendiri ini harus muncul untuk mengatasi pandemic, sehingga untuk sementara pemeblajaran memang belum pulih seperti semula. Sehingga harus tetap menjalankan aturan yang ada.

Salah satu narasumber dari Malaysia, Prof. Madya. Dr. Ramlee bin Ismail dari Universiti Pendidikan Sultan Idris menyoroti dalam hal kewirausahaan. Dirinya menceritakan, di Malaysia memang membutuhkan orang berpengalaman dalam industri. Sehingga lulusan bisa langsung siap menghadapi dunia industri.

Sehingga, dalam sepuluh tahun terakhir, peguruan tinggi mengkombinasikan dosennya, ada yang dari latarbelakang akademisi dan industri. Karena memang kebutuhan tersebut sangat diperlukan saat ini. Sehingga diharapkan lulusannya bisa trampil dan juga meningkatkan entrepreneur.

Sementara untuk narasumber dari Amerika Serikat tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut karena perbedaan waktu yang cukup jauh. Sehingga tidak bisa mengikuti acara seminar internasional tersebut.(humas-Linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan seminar nasional bekerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kearifan lokal yang dimiliki Kudus dan sekitarnya sangat pas dijadikan untuk pembelajaran persatuan, seperti ajaran toleransi yang diajarkan oleh Sunan Kudus.

Wakil Ketua BPIP Prof.Hariyono mengataka, pancasila digali dari bumi Indonesia, salah satu aspeknya adalah kearifan lokal. Sehingga nilai-nilai kearifan lokal bisa digunakan untuk menguatkan pancasiladi masyarakat. ”Sehingga seminar kali ini, kami juga mengundang narasumber dari daerah Kudus dan sekitarnya,” katanya saat seminar nasional di Gedung J Lantai V UMK kemarin (16/9/2020).

 Kearifan lokal menjadi penting karena memang sangat bersentuhan dengan masyarakat, apalagi Kudus yang memiliki ajaran toleransi yang patut di contoh. Sehingga aspek kearifan lokal tersebut bisa menguatkan Pancasila.

Sosialisasi Pancasila memang perlu dilakukan terus, karena selama 75 Indonesia merdeka,masih ada kelompok inteloran yang muncul, bahkan muncul kelompok yang akan mengganti Pancasila atau negara. ”Pancasila harus disosialisasikan bersama,” terangnya.

Ketika muncul kelompok intoleran atau kelompok anti pancasila,dipastikan wilayah tersebut tidak aman.Artinya, nantinya yang merasakan tentu dari masyarakat sekitar, sehinggapancasila yang terus didengungkan, salah satunya melalui kearifan lokal yang ada.

Di PanturaTimur, khususnya Kudus memiliki wali,nilai-nilai budaya yang beragam tentu sudah muncul sejak lama. Bagaimana menyatukan keberagaman tersebuttentu sudah diajarkan, terutama wali songo yang menanamkan sikap toleransi. ”Jadi kearifan lokalharus bisa diemukan dengan aspek global, pancasila juga tidak perlu dipertentangkan dengan aspek lokal,”imbuhnya.

Ditanya terkait penusukan ulama baru-baru ini, pihaknya mengaku belum bisa menyimpulkan terlebih dahulu, apakah itu dari kelompok intoleran atau tidak. Sehingga pihaknya berharap penegak hukumbia mengusut hal tersebut sampai tuntas.

Apalagi saat ni,media sosial sudah muncul banyakgambar, ada yang menggambarkan foto dengan bendera komunis dan ada yang menggambar dengan bendera khilafah, artinya sudah ada yang mengadu domba. Sehingga perlu dilakukan penyelidikan terlebih dahulu sampai tuntas, agar mengetahui latar belakang penusukan tersebut.  

Sementara itu, Wakil Rektor IV Dr. Subarkah mengatakan, kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Magister Ilmu Hukum (MIH) UMK. Misi UMK memang sejak awal salah satunya mengembangkan kearifan lokal. ”Sehingga diharapkan meminimalisir intoleransi dan radikalmisme melalui seminar yang dilakukan,” jelasnya.

Kearifan lokal yang ada di Kudus banyak yang bisa diambil, salah satunya sikap toleransi, sehingga siapa saja yang menjalankan pancasila, tentu akan memiliki sikap tersebut. ”Pancasila harusdijadikan ruang pertemuan,” imbuhnya.

Maksudnya, perbedaan agama, suku, busaya dan lainnya tidak perlu dipertentangkan, pancasila justru dijadikan raung pertemuan perbedaan tersebut. Selanjutnya mengarah kepada keadilan sosial.

Sehingga, dengan kerjasama yang dijalin dengan BPIP, pihaknya siapmenjadi ujung tombak di Pantura Timur dalam mensosialisasikan Pancasila.”Pancasila sebagai ruang pertemuan sebaga perbedaan,” terangnya.

Beberapa narasumber lain yang hadir yakni Tokoh Agama Prof Dr.Muslim A Kadir, lalu IPDA Subkhan,Mhdari Polres Kudus,M. Akbar Hadi Praboo,MH sebagai Direktur Sosialisasi BPIP, Suharno M.Hum sebagai KepalaBiro Hukum BPIP, Dr. Ani Purwanti sebagai PltDeputi Bidang HukumAdvokasidan Pengawasan Regulasi dan Dr. Muhammad Adnan sebagai Keua Penanganan Radikalisme dan Intoleransi Undip. (Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Masa pengenalan mahasiswa baru (Sapamaba) Universitas Muria Kudus (UMK) tahun ini berbeda dari sebelumnya. Karena adanya pandemi corona virus disease(Covid) 19, sekitar 2.400 mahasiswa baru UMK akhirnya mengikuti Sapamaba melalui virtual atau daring.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, dalam pelaksanaan Sapamaba kali ini memang berbeda, karena pandemi. Maka dilakukan penyesuaian agar kegiatan Sapamaba tetap terlaksanakan walaupun masih kondisi pandemi seperti saat ini. ”Kemarin wisuda kita adakan drive thrue,untuk sapamaba kita laksanakan secara daring,” katanya kemarin.

Kegiatan Sapamabapun tidak mengurangi esensi, karena sudah dilakukan persiapan dengan baik. Kekurangan tentu masih ada, apalagi baru dilaksanakan kali pertama, namun persiapan sudah dilakukan secara maksimal.

Pelaksanaan Sapamaba dilakukan selamatiga hari, mulai dari 14 – 16 September 2020. Hari pertama berisi tentang akademik,mulai dari visi misi UMK, penjelasan akademik dan program merdeka belajar, pengenalan fakultas dan prodi, pelayanan sistem IT hingga kegiatan akademik dan non akademik pada skala internasional.

Untuk hari kedua, lebih kepada pembekalan kepada mahasiswa terkait kebencanaan atau mitigasi bencana, belanegara dan gerakan anti radikal, penanggulangan narkobahingga pendidikan anti korupsi, terakhir terkait dengan pendidikan anti korupsi.

Sementara untuk hari ketiga berisi tentang kemahasiswaan. Hari ketiga nantinya mahasiswa akan dikenalkan tentang organisasi kampus, baik badan eksekutif mahasiswa (BEM) hingga unit kegiatan mahasiswa (UKM). ”Dari sana mahasiswa bisa memilih sesuai bakat atau keinginannya ketika hendak berorganisasi di kampus,” terangnya.

Pada hari ketiga juga akan dijelaskan tentang program apa yang bisa diikuti mahasiswa. Baik program terkait kompetisi atau lomba hingga beasiswa apa yang bisa diakses oleh mahasiswa selama di UMK.

 Rektor UMK Dr Suparnyo menambahkan, mahasiswa harus sudah mempersiapkan diri sejak awal, harus memiliki target atau cita-cita apa yang akan hendak diraih. ”Harus di siapkan sedari awal, ingin jadi bupati, menteri, pengusaha atau bahkan presiden, harus disiapkan sejak awal,” ujarnya.

Dirinya juga meminta agar mahasiswa bersyukur, karena tidak semua lulusan SMA memiliki kesempatan menjadi mahasiswa. Sehingga dalam belajar harus memiliki tekad kuat, harus menjadi mahasiswa yang kreatif, inovatif, berprestasi dan terus berkompetisi secara jujur.

Dirinya juga berharap agar mahasiswa bisa lulus tepat waktu, jangan sampai molor terlalu lama, harus tepat waktu. Karena orang tua juga bangga ketika melihat anaknya bisa lulus tepat waktu. ”Kesempatan menajdi mahasiswaadalah kesempatan yang berharga, jadi manfaatkan dengan baik,” imbuhnya.(Humas-Linfokom)    

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Universitas Muria Kudus menyumbangkan 1 emas dan tiga perunggu dalam even Arubalympics 2020. Berkah sumbangan tersebut, Jawa Tengah masuk dalam kategori terbaik dalam even tersebut.

Kepala UPT Komputer Endang Supriyati, M.Kom mengatakan, peserta even tersebut berasal dari 34 provinsi dengan 350 kampus. Untuk Jawa Tengah akhirnya meraih peringkat terbaik terbaik “Artinya UMK merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik dari 33 perguruan tinggi di Jateng dalam even terebut,” katanya.

Dalam even tersebut, Jawa Tengah memeproleh emas sebanyak 16, perak sebanyak 12 dan perunggu mendapatkan 29. UMK sendiri mampu menyumbangkan satu emas dan tiga perunggu. Sehingga capain tersebut cukup menggembirakan.

Arubalympics sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh asosiasi perguruan tinggi komputer (Aptikom), Aruba Network dan Ekoji Academy. Even tersebut bagian dari program lonk and match antara perguruan tinggi dan dunia industry berbasis e-learning dan e-competition. Sehingge even tersebut memang even bergengsi.

Dari UMK sendiri mengirimkan kontingen yang terdiri dari dua dosen pembimbing dan empat mahasiswa. Karena Jateng terbaik, maka ada 29 kampus yang akan mendapatkan training gratis lagi.

Harapannya, dengan pelatihan lanjutan tersebut, bisa menambah banyak ilmu dan wawasan, apalagi perkembangan teknologi saat ini terus bergerak cepat. Sehingga memang harus segera ditangkap agar bisa mengikuti perkembangan yang ada.

Bagi yang mengikuti even itu, maka mendapatkan sertifikat. Sertifikat yang diperolehpun bersifat internasional dan bisa digunakan untuk surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). ”Sehingga sangat bermanfaat bagi mahassiswa, banyak hal yang bermanfaat diterima,” terangnya.(humas-Linfokom)

Page 3 of 388