iden

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Universitas Muria Kudus bekerjasama dengan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Kerjasama tersebut dalam program Sahabat Daya Universitas (SDU), dari program tersebut nantinya mahasiswa bisa mempraktekkan ilmu yang didapat di kampus ke usaha mikro di Kudus. Karena ada pendampingan bagi pengusaha mikro dari nasabah BTPN.

Salah satu pejabat BTPN Dea mengatakan, program tersebut nantinya akan mengasah kemampuan mahasiswa. Karena nantinya mereka akan mempratekkan apa yang didapatkan selama kuliah. ”Banyak manfaat yang akan mereka dapatkan,” katanya kemarin.

Mahasiswa yang bergabung dalam program tersebut nantinya akan melakukan pendampingan kepada penguhasa mikro yang merupakan nasabah dari BTPN. Sehingga diharapkan nantinya pengusaha mikro tersebut bisa berkembang dengan usaha yang sudah dijalaninya.

Mereka akan fokus pendampingan, salah satunya fokus dari sisi pengelolaan keuangan dan diversifikasi usaha. ”Mereka nantinya akan mendampingi ibu-ibu yang tengah merintis usahanya agar terus berkembang,” terangnya.

Dari proses tersebut, mahasiswa yang bergabung tentu akan mendapatkan pengalaman baru karena tidak hanya sekedar teori saja, tapi juga praktek. Maka, program tersebut bisa menajdi semacam laboratorium mahasiswa untuk melakukan aplikasi teori yang didapat saat kuliah.

Untuk programnya dijalankan mulai Februari – Mei, dalam prosesnya nanti akan ada evaluasi bersama dari apa yang didapatkan di lapangan. Sehingga bisa dilakukan monitoring terkait kendala dan solusi yang ditemukan.

 Dengan program tersebut, tentunya akan sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak, baik mahasiswa maupun dari pengusaha usaha mikro sendiri. Karena meang untuk usaha mikro pasti akan ditemukan beberapa kendala, padahal potensi berkembang selalu ada.

Selain itu, mahasiswa juga bisa memiliki akses ke perbankan, apalagi beberapa memang sudah memiliki usaha kecil. ”Sebelum diterjunkan, kami berikan pelatihan dua hari, 7 – 8 Februari 2019,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

  UMK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) bersama Mapsicare UMK melakukan kegiatan trauma healing kepada korban banjir. Kebanyakan fokus kepada anak-anak yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.

Presiden BEM Fakultas Psikologi UMK Gilar Bagus Permana mengatakan, setidaknya sudah empat hari pihaknya melakukan proses trauma healing kepada pengungsi korban banjir tersebut. ”Kami siap terjun kapan saja ketika memang dibutuhkan,” katanya kemarin.

Namun dari informasi yang didapat, kemarin memang sudah banyak pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing. Sehingga untuk proses kegiatan trauma healing tidak dilakukan karena sudah mulai kembali ke rumah. Tapi pihaknya siap melakukan kegiatans erupa ketika masih membutuhkan.

Kegiatan trauma healing paling banyak dilakukan pada 30 Januari sampai 2 Februari, untuk Minggu memang libur. Empat hari tersebut merupakan waktu dimana masih banyak korban banjir yang berada di lokasi pengungsian. ”Sehingga pihaknya melakukan trauma healing saat posisi puncak pengungsi,” terangnya.

Namun pihaknya masih melakukan koordinasi, ketika memang dibutuhkan tentunya akan langsung terjun ke loaksi pengungsian kembali. Untuk trauma healing memang lebih banyak fokus kepada anak-anak. Sementara untuk orang tua juga ada mini konseling.

Dalam proses trauma healing tersebut, ada sekitar 50 – 55 anak korban banjir yang mengikuti proses kegiatan tersebut setiap harinya. Tentunya yang ikut adalah anak yang sudah bisa diajak komunikasi dengan mudah. ”Sementara untuk personil kami, sekitar delapan sampai 15 orang setiap harinya,” jelasnya.

Untuk kegiatan trauma healing yang dilakukan beragam, lebih banyak ke permainan anak. Misalnya melakukan kegiatan menggambar dan mewarnai, membuat origami, membuat wayang dari tanaman singkong, dan membuat kolase atau gambar yang dibuat dari potongan-potongan kertas kecil.

Dari kegiatan itu, antusies anak cukup banyak, mereka juga terlihat menikmati permainan sehingga dampak kepada anak dari bencana banjir bisa diminimalisir. ”Tiap hari permainan berubah agar anak tidak bosan,” ujarnya.

Dengan kegiatan trauma healing tersebut, pihaknya berharap bisa membantu meringankan beban korban bencana banjir. ”Kami ucapkan kepada semua pihak terkait sehingga kegiatan bisa berlangsung lancar,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Muria Whira Shima Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan kegiatan. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan Latihan Rutin Pengabdian Masyarakat 2019.

Kegiatan berlangsung selama sekitar satu bulan dengan setidaknya empat kegiatan. Untuk peserta berasal dari Pramuka Penegak ke- Kwarscab Kudus, satuan karya (Saka) Se-Kwarcab Kudus dan Pramuka Penegak Umum di luar Kwarcab Kudus. ”Untuk atas nama pribadi juga dipersilahkan jika memang berminat,” kata Salah Satu Panitia Kegiatan Risma Amaliya Fitriani.

Untuk tema, pihaknya mengambil tema ‘Pramuka Sadar Bencana, Siap untuk Selamat’. Dalam pelaksanaannya, pihaknya menggandeng intruktur dari instansi yang memang sangat profesional dalam kebencanaan.

 Empat kegiatan tersebut pertama pengurangan risiko bencana (PRB) Sabtu, 09 februari 2019. Kegiatan kedua masih sama dengan kegiatan pertama, karena memang penyamapiannya butuh waktu lebih lama, namun dilaksanakan pada Sabtu, 16 Februari 2019.

Untuk kegiatan ketiga yakni pelatihan penanganan kebakaran yang akan dilakukan Sabtu, 23 Februari 2019. Terakhir atau keempat yakni pelatihan Dapur Umum yang dilaksanakan pada sabtu, 2 Maret 2019. ”Jika dihitung waktu kegiatan memang ada satu bulan,” terangnya.

Kegiatan ini memang dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan pengurangan risiko bencana, terutama bagi pramuka penegak. Apalagi di Kudus memang sering terjadi bencana, terutama saat musim penghujan tiba, bencana banjir dan longsor.

Selain itu, tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan skill kerelawanan bagi pramuka penegak, memberikan wadah pengembangan minat dan bakat dalam bidang search and rescue. ”Selain itu juga sebagai wadah silaturrahim antara SMA/SMK/MA,” imbuhnya.

Untuk kegiatan tersebut, pihaknya melakukan kerjasama dengan beberapa pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kudus, Dinas Sosial Kudus hingga UPT Pemadam Kebakaran Pemkab Kudus dan lainnya.

Sedangkan bagi peserta, selain mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten, juga mendapatkan sertifikat. Pihaknya sudah melakukan semua persiapan tersebut dan sudah siap dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.(linfokom)

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebelas mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti program magang magang mahasiswa bersertifikat (PMMB) di tujuh perusahaan negara. Mereka akan magang selama enam bulan mulai Februari 2019. Selama magang mereka mendapatkan gaji dan memiliki kesempatan menjadi karyawan.

Ketua Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Farid Romadhon, M.Pd mengatakan, program PMMB menjadi salah satu program PKPA. Pihaknya melakukan kerjasama dan negosiasi melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan Indonesia Career Center Network (ICCN).

ICCN merupakan penanggungjawab program magang tersebut di perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) di seleuruh Indonesia. ”Melalui upaya yang ada, UMK akhirnya bisa masuk,” katanya saat pelepasan mahasiswa magang di ruang VIP Gedung Rektorat UMK kemarin (30/1/2019).

Setelah ada kerjasama tersebut, akhirnya dilakukan seleksi di internal UMK oleh PKPA. Akhirnya ada 130 mahasiswa yang mendaftar untuk seleksi, setelah melalui pskotes dan wawancara, sebanyak 16 mahsisiswa dinyatakan lolos.

Namun selanjutnya hanya sebelas mahasiswa yang bisa mengikuti PMMB di BUMN. ”Sebelas mahasiswa tersebut berasal dari berbeda jurusan,” terangnya.

Nantinya mereka akan magang tujuh BUMN, yakni PT. Jasa Marga, PT. Kereta Api Indonesia (KAI), PT. Angkasa Pura I, PT. Hutama Karya, PT. Amartha Karya, dan PT. Jamkrindo.

Setelah meagang enam bulan, nantinya akan mendapatkan sertifikat magang industri atau magang kompetensi dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BSNP). ”Diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman baru, menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja atau industri,” imbuhnya.

Salah satu mahasiswa magang Dwi Astuti mengatakan, kesempatan magang di perusahaan negara menjadi pengalaman baru baginya. Dirinya sangat tertarik karena bisa mendapatkan pengalaman baru, pengalaman kerja.

Dirinya tentu berharap kedepan atau usai lulus mampu bersaingd engan lulusan universitas lain dengan pengalaman magang tersebut. Karena tidak semua memiliki kesempatan magang di perusahaan negara, apalagi enam bulan magang. Karena magangnya benar-benar seperti karyawan resmi.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. H. Suparnyo mengatakan, semua mahssiswa magang harus memiliki karakter kuat. Karena mereka juga membawa nama baik UMK dan juga diri mereka sendiri.

Dirinya juga mengingatkan untuk bekerja secara profesional dan memiliki komitmen tinggi. Mereka harus mampu menyesuaiakn diri dengan kultur perusahaan nantinya, karena pasti akan menajdi pengalaman baru bagi mereka.

Dia menambahkan, jika melihat nilai akademik siswa yang magang, sangat baik. Untuk itu, mereka dalam proses magang juga harus memiliki kienrja yang baik, jangan sampai tidak sinkron dengan nilai akademiknya. ”Antara nilai akademik dan kienrja saat di BUMN haraus seimbang,” jelasnya.

Usai pelepasan tersebut, sebelas mahasiswa diberikan pembekalan oleh Wakil Rektor III UMK Rohmad Winarso, MT. Selain itu pembelakan juga diberikan oleh tim PKPA.(linfokom)

 

Page 3 of 342