iden

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Mapala Arga Dahana Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar climbing competition yang diikuti peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Jogjakarta. Kegiatan dalam rangka ulang tahun ke-25 Mapala Arga Dahana UMK juga diikuti anak usia Sekolah dasar (SD).

Ketua Panitia Isnaini Nitasari mengatakan, sebenarnya climbing competition ini semula untuk peserta Eks-Karesidenan Pati, namun ternyata peminatnya cukup banyak. Sehingga ada peserta dari Semarang hingga Jogjakarta. ”Peserta akhirnya bertambah, namun kami cukup senang karena peminatnya ternyata bagus,” katanya.

Kegiatannya sendiri dilaksanakan selama dua hari, 27 dan 28 Februari, untuk kategorinya ada dua, kategori umum dan pelajar. Untuk kategori umum ada lead umum putra dan lead umum putri. Untuk pelajar juga dibagi, pelajar putra dan putri, untuk pelajar, pesertanya juga ada yang dari siswa sekolah dasar (SD).

Untuk total peserta yang mengikuti climbing competition sebanyak 55 orang, paling banyak memang dari Eks-Karesidenan Pati. ”Lomba ini kami laksanakan juga karena kami sudah memiliki wall climbing baru yang lebih menantang,” terangnya.

Dirinya berharap, dengan kegiatan tersebut olahraga climbing bisa semakin diminati. Olahraga tersebut memang tergolong olahraga ektrem, namun ketika juga memahami seluk beluknya, sebenarnya tidak terlalu ektrem juga, justru malah menarik.

Peserta yang mengikuti rata-rata memang sudah ikut dalam organisasi yang salah satunya fokus di olahraga climbing. Seperti Forum Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Mapala beberapa universitas, club young talent dan lainnya.

Sementara itu, salah satu peserta Izzul Haq dari Blora mengakui kondisi wall climbing kali ini cukup menantang. Sehingga dirinya tidak bisa sampai finish, karena sudah kehabisan tenaga akibat trek yang cukup sulit. ”Saya finish kurang sedikit, tapi akhirnya lepas karena kehabisan tenaga, treknya ada yang cukup curam juga,” imbuhnya.

Pria yang menekuni olahraga calimbing sejak SD tersebut mengaku cukup senang dengan mengikuti loma. Karena bisa terus mengasah kemampuannya, apalagi akan bertemu orang-orang baru, sehingga bisa terus memotivasi kemampuannya.

Selain climbing competition, kegiatan lain juga diselenggarakan, seperti donos darah, dan music contest. Semua kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati ulang tahun Mapal Arga Dahana.(linfokom-Humas) 

 

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya sah melakukan kerjasama dalam program magang mahasiswa bersertifikat (PMMB). PMMB ini dilakukan untuk mensinergikan antara dunia usaha dengan dunia pendidikan, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman lebih sebelum lulus kuliah.

Ketua Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Farid Nor Romadlon, M.Pd mengatakan, untuk jumlah mahasiswa UMK yang magang di PT KAI paling banyak dibnding dengan Sembilan perguruan tinggi lainnya. ”Mahasiswa kami yang lolos magang PMMB sebanyak 12 orang,” katanya saat tandatangan kerjasama di Bandung kemarin.

Mahasiswa yang mengikuti PMMB berasal dari berbagai program studi (Prodi) yang ada di UMK, seperti Prodi Manajemen, Teknik Informatika, Hukum dan Elektro. Tentunya mereka akan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan di PT KAI dengan melihat prodi masing-masing.

Sehingga mereka akan mendapatkan pengalaman lebih, karena program ini bukan magang biasa. Namun memang akan mempelajari banyak hal, sehingga butuh waktu selama enam bulan. ”Bukan hanya untuk fotokopi saja, tapi akan belajar banyak hal, mereka juga akan ‘digaji’ oleh PT KAI,” terangnya.

Untuk total perguruan tinggi yang ikut dalam PMMB kali ini sebanyak sepuluh perguruan tinggi, total mahasiswanya sebanyak 39 orang. ”Beberapa alumni UMK juga ada yang bekerja di PT KAI, bahkan ada yang jadi masinis,” imbuhnya.

PMMB sendiri merupakan upaya untuk melakukan sinergi saling menguntungkan. Karena mahasiswa magang nantinya bisa menjadi salah satu kekuatan bagi BUMN, karena ada peluang besar untuk direkrut.

Sementara untuk perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini akan mendapat manfaat berupa peningkatan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga menyiapkan lulusan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.

Rektor UMK Dr Suparnyo menambahkan, kerjasama yang sudah ditandatangani rencananya ada tindaklanjut lagi antara UMK dan PT KAI. Salah satunya yakni Campus Hiring PT KAI di UMK. Nantinya PT KAI akan melakukan rekrutmen pegawai di UMK, artinya alumni UMK akan memiliki kesempatan besar bekerja di PT KAI.

Pihaknya juga melakukan kerjasama lain dengan berbagai perusahaan untuk rekrutmen di UMK melalui PKPA. Sehingga informasi lowongan kerja bisa lebih cepat tersampaikan ke alumni UMK, karena memang PKPA memprioritaskan alumni UMK.

Sementara itu, Direktur Diklat PT KAI Wawan Ariyanto mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama PMMB tersebut. Baik magang enam bulan maupun tiga bulan, pihaknya siap melaksanakan Bersama dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Bahkan pihaknya membuka kesempatan untuk melaksanakan campus hiring di UMK. ”Untuk rekrutmen di UMK, sangat memungkinkan,” jelasnya.

PIC PMMB PT KAI Ari Sugiharto menambakan, untuk PMMB di PT KAI tidak hanya bagi daerah tertentu saja, namun memebrikan kesempatan bagi kesempatan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Mulai dari Jawa, Kalimantan Sumatera dan lainnya.  (Linfokom-Humas)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) kini memiliki satu lagi doktor, yakni Dr. Erik Aditya Ismaya, S.Pd. MA. Dengan bertambahnya dotor tentunya sebagai salah satu upaya untuk terus meningkatkan kualitas UMK.

 Dr. Erik Promosi Doktor Pendidikan, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 24 Februari 2020. Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK kini telah menyelesaikan Pendidikan S3 dengan baik.

UMK sendiri terus mendorong dosen untuk terus meningkatkan kapasitasnya dengan jenjang lanjutan. Karena masih banyak dosen S2, namun tiap tahunnya selalu ada dosen yang melanjutkan ke jenjang S3.

UMK sangat mendukung dosen yang melanjutkan jenjang S3, tujuannya tak lain untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, salah satunya melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Harapannya, dengan dengan terus bertambahnya jumlah dosen S3, maka kualitas perguruan tinggi semakin lebih baik. Selanjutnya kualitas lulusan bisa lebih baik lagi.(Linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus langsung merespon perubahan aturan yang dilakukan di era Menteri Nadiem Makarim. Perubahan mengarah kepada kampus merdeka dan merdeka belajar, salah satunya terkait mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah di luar program studi (Prodi).

Semua program studi langsung diminta melakukan pembahasan tersebut saat rapat kerja yang dilakukan di Hotel @Kaliurang, Kabupaten Sleman, Jogjakarta,”Banyak perubahan yang harus dilakukan, jadi kita jangan kaget, pada prinsipnya perubahan ini kearah yang lebih baik,” kata Ketua LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto,M.Pd.Kons Kamis (20/2/2020).

Salah perubahan yakni mahasiswa memiliki hak mengambil mata kuliah di luar prodi dan adanya perubahan definisi satuan kredit semester (SKS). Artinya, mahasiswa Prodi Manajemen butuh menambah skill Bahasa Inggris, maka bisa ikut kuliah di Prodi Bahasa Inggris.

Sesuai aturan yang ada, pembelajaran dalam Prodi lain dibagi empat, yakni Pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang sama. Kedua pembelajaran pembelajaran dalam Prodi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda. Ketiga pembelajaran dalam Prodi lain pada Perguruan Tinggi yang berbeda dan ketiga pembelajaran pada lembaga non Perguruan Tinggi.

Aturan tersebut tentunya harus direspon perguruan tinggi, sehingga perguruan tinggi harus melakukan perubahan dalam kurikulumnya. Sehingga bisa menyesuaikan dengan aturan terbaru agar bisa berjalan dengan baik.

Selain itu juga ada program magang yang menjadi perhatian utama, magang nantinya tidak hanya satu bulan atau dua bulan, melainkan bisa sampai setahun atau setara 40 SKS. ”Jadi, UMK harus menjalin kerjasama dengan perusahaan yang ada, terutama di Kudus,” terangnya.

Untuk perubahan tersebut memang ada penolakan sebelumnya, pernah ada yang menyatakan kuliah diprodi lain tidak efektif. Namun saat itu langsung dijawab Manteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem dengan meminta untuk menunjukkan bahwa mereka yang bekerja hanya membutuhkan satu aspek pendidikan saja.

Karena pada kenyataannya, ketika bekerja membutuhkan pelajaran lain, bukan hanya satu jurusan yang dipelajari selama kuliah. ”Perubahan ini tentu mengarah untuk lebih baik, namun tergantung kita meresponnya, karena kadang kita sudah nyaman ‘dijajah,” ujarnya.

Tak hanya itu, perubahan juga terkait dengan akreditasi, dimana re-akreditasi bersifat otomatis untuk seluruh peringkat. Lalu bersifat sukarela bagi perguruan tinggi  dan Prodi yang sudah siap naik peringkat.

Bagi yang ingin mengajukan Prodi baru, maka harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Misalnya, ingin mmbuat jurusan kopi, maka harus memiliki kerjasama dengan perusahaan kopi. Nantinya perguruan tinggi dan perusahaan kopi harus menyusun kurikulum bersama hingga lulusannya bisa diterima di perusahaan kopi tersebut.

Dia menambahkan, perguruan tinggi harus membangun sistem pendidikan yang mengutamakan kemerdekaan belajar. ”Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan, penuh tantangan, namun kita harus cepat meresponnya,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, dengan perubahan tersebut memang UMK harus meresponnya dengan cepat. Karena aturan yang baru harus disesuaikan agar tidak tertinggal dengan perubahan yang ada. Tentunya penataan internal harus dilakukan agar terus lebih baik.

Untuk pelayanan kepada mahasiswa juga akan terus ditingkatkan, apalagi jumlah mahasiswa terus bertambah. Sehingga pelayanan harus menyesuaikan agar pelayanan kepada mahasiswa bisa lebih baik.

Menciptakan kampus merdeka,maka akan difasilitasi untuk berbagai hal, termasuk perubahan kurikulum. Kerjasama dengan perguruan tinggi juga harus dilaksanakan secepatnya karena mengakomodir jika ada mahasiswa yang ingin belajar di kampus lain sesuai aturan terbaru. ”Kerjasama dengan perusahaan juga harus dilakukan dengan cepat,” imbuhnya.

Dalam rapat kerja yang dilakukan juga fokus membahas perubahan tersebut, sehingga setiap fakultas atau Prodi membuat perencanaan menyesuaikan aturan terbaru. Sehingga bisa langsung beradaptasi.(Linfokom-Humas)

 

 

 

Page 2 of 372