iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Lima mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) tengah menjalani program transfer kredit dengan Central Bicol State University of Agrculture (CBSUA) Philipina. Program tersebut dijalankan selama satu semester, nantinya kuliah selama di CBSUA akan diakui satuan kredit semester (SKS)nya oleh UMK. Program tersebut sinkron dengan program merdeka belajar yang dicanangkan pemerintah.

Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMK Mutohhar, M.Pd mengatakan, program tersebut merupakan tindaklanjut dari kerjasama yang sebelumnya dilakukan.  Beberapa kerjasama lain juga sudah dijalankan. ”Namun saat pandemi seperti ini memang akhirnya dilakukan secara daring,” katanya kemarin.

Jika tidak di situasi pandemi, nantinya mahasiswa akan langsung ke CBSUA, tinggal di Philipina selama satu semester. Sehingga memang bisa merasakan budayanya langsung, karena langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat di Philipina.

Lima mahasiswa yang ikut dalam program tersebut yakni Singgalang Daffa Saifullah, Ulfa Istiana dan Millati Istifadah dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.Sementara untuk dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yakni Khansa Rofifatulal Rahmania dan Rahma Aulina. ”Lima mahasiswa CBSUA juga melakukan transfer kredit di UMK,” terangnya.

Dengan program tersebut,diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman berbeda, sehingga nantinya bisa menyebarkan kemahasiswa lain. Karena pengalaman belajar di luar negeri pasti berbeda, sehingga akan ada kelebihan dan kekurangan yang akan dirasakan mahasiswa.

Pihaknya juga sudah menyiapkan agar SKS mahasisa yang mengikuti program tersebut bisa diakui oleh UMK dan sebaliknya. Karena pihaknya sudah melakukan sinkronisasi dengan CBSUA, sehingga yang mengikuti program tersebut bisa terakui SKSnya.

Untuk kerjasama dengan CBSUA,selain transfer kredit, pertukaran dosen juga sudah dilakukan. Kali ini melalui webinar, karenamemang kondisi yang ada masih pandemi.(Humas-Linfokom)

 

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Program studi (Prodi) Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kerjasama dengan Polres Kudus. Kerjasama yang dilakukan berupa pembuatan website untuk kebutuhan informasi bagi masyarakat Kudus.

Bagian Humas Polres Kudus AKP Sardi mengatakan, untuk pembuatan website memang harus dilakukan dengan cara Kerjasama dengan instansi lain. Pihaknya memilih UMK karena memang memiliki jurusan yang konsen dalam teknologi tersebut. ”Kami tentu sangat berterimakasih atas kerjasama ini,” katanya saat penyerahan website Jumat (26/9/2020).

Dengan adanya website, diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat dengan maksimal. Apalagi saat ini mayoritas warga memegang smartphone, sehingga lebih mudah mengakses internet.

Kerjasama ini tentunya tidak akan ebrhenti di sini saja, diharapkan kedepan Kerjasama bisa tetap berlangsung. Sehingga bisa saling mendukung dalam pembangunan di Kabupaten Kudus.

Sementara itu, Kapogdi TI Ahmad Jazuli. M.Kom mengatakan, Kerjasama ini tentu sangat baik dilakukan. Karena bisa saling mendukung antara pihaknya dengan Polres Kudus dalam memberikan informasi.

Dalam proses pembuatan website, pihaknya juga melibatkan mahasiswa, dosen sebagai pembinanya. Karena memang mahasiswa sudah memiliki kemampuan untuk membuat website, namun tetap didampingi dosen agar hasilnya bisa maksimal.

Pihaknya juga menyiapkan mahasiswa tersebut selama satu bulan di Polres Kudus jika memang dibutuhkan. Nantinya mereka bertugas mengajari admin website dari Polres Kudus, sehingga fitur-fitur yang ada di website bisa dipahami maksimal. ”Mahasiswa siap mendampingi selama stau bulan,” terangnya.(Humas-Linfokom)

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Fakultas Hukum (FH) Universitas Muria Kudus (UMK) meneken kontrak kerjasama dengan Asosiasi Mediator Kudus. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dari masing-masing pihak diwakili oleh Hidayatullah selaku Dekan FH UMK, serta Sukresno selaku Ketua Asosiasi Mediator Kudus.

Dalam kesempatan itu, Hidayatullah mengungkapkan jika kedua belah pihak (FH UMK dan Asosiasi Mediator Kudus, red) telah sepakat untuk melakukan perjanjian kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pelaksanaan magang mahasiswa.

"Perjanjian kerja sama ini bertujuan untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi kedua belah pihak dalam rangka peningkatan pemahaman dan pemanfaatan bidang pendidikan, serta untuk memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki oleh kedua belah pihak ini untuk mendukung pelaksanaan program kerja kita masing-masing," paparnya.

Lebih lanjut, Hidayatullah membeberkan jika perjanjian kerjasama tersebut juga mencakup pelaksanaan magang dan praktikum mahasiswa. Selain itu, ruang lingkup kerjasama juga meliputi penyelenggaraan forum ilmiah dan penyebarluasan informasi dalam bentuk sosialisasi, seminar, lokakarya, kuliah umum, pelatihan dan workshop di bidang hukum.

"Selanjutnya, poin-poin kerjasama kita ada penelitian kolaboratif, pengabdian masyarakat kolaboratif, serta pengiriman literatur baik berupa buku, jurnal, majalah maupun segala hal yang menunjang kegiatan akademik," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II FH UMK Anggit Wicaksono menambahkan, Asosiasi Mediator Kudus ini sudah di tunjuk oleh Pengadilan Agama (PA) Kudus untuk mrlakukan mediasi pada semua perkara yang masuk dalam PA. Sehingga, nantinya diharapkan mahasiswa yang mengikuti magang akan punya keterampilan khusus dalam melakukan mediasi, khususnya selaku mediator.

Terlebih, dari adanya hasil magang ini juga berkaitan nanti dengan kewajiban dalam kurikulum UMK bahwa mahasiswa itu harus mendapatkan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Mahasiswa yang mengikuti magang, nantinya dalam SKPI nya juga muncul bahwa mahasiswa ini telah mengikuti magang dalam kurun waktu tertentu sebagai mediator di PA.

"Lingkup kerjasamanya ini kan Tri Dharma, tentu ada poin khususnya, yaitu pada magang. Harapannya mahasiswa nanti ada kesempatan untuk magang mengikuti mediator dalam menyelesaikan kasus-kasus di PA. Sehingga nanti juga akan tertera dalam SKPI tiap mahasiswa yang mengikuti magang," pungkasnya.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan webinar dengan Central BicolState University of Agriculture (CBSUA) Philipina. Webinar terkait cara Pendidikan disaat pandemi ini, dari UMK juga mengenalkan budaya Kudus, dengan memakai baju khas Kudus, karena bertepatan dengan hari jadi Ke-471 Kota Kudus.
Dr. Ahmad Hilal Madjdi mengatakan, adanya pandemi covid-19 memang membuat banyak orang tidak siap dengan berbagai aktivitas, termasuk dalam dunia pendidikan. ”Dunia Pendidikan berubah, orang tua harus tanggap dalam menghadapinya,” katanya saat webinar kemarin (23/8/2020).
Akibat pandemi, kebiasaan belajar berubah, dulu konvensional, sekarang memanfaatkan teknologi yang ada dan dilakukan di rumah. Untuk itu orang tua harus terjun langsung dan intensitasnya harus lebih dibanding sebelumnya. Karena orang tua dan guru merupakan pendidik utama bagi anak.
Untuk itu, orang tua harus menyadari bahwa dirinya adalah pendidik utama, mereka bisa melakukan seperti yang guru lakukan. Seperti membuat anak nyaman belajar, mengontrol anak belajar, mengapresiasi pekerjaan rumahnya dan lainnya.
Dengan kondisi seperti saat ini, orang tua harus memiliki konsep baru tentang pembelajaran yang sukses seperti apa selama di rumah. Jika disekolah salahs atu ukuran sukses belajar adalah dengan nilai-nilai, maka Ketika pandemi seperti ini ini konsep sukses belajar harus dirubah. Seperti ketika anak sudah menguasai materi atau belajar sesuai jadwal yang ditentukan, bisa dikatakan sudah sukses, tidak harus dengan nilai.
Selain itu, menurutnya, untuk masa pandemi, sekolah harus memberikan izin kepada orang tua untuk menggunakan fasilitas sekolah. Selain itu sekolah juga harus bisa memastikan kepada orang tua bahwa pandemi ini akan ebrakhri walaupun belum tahu kapan waktunya.
Sementara itu, Narasumber dari CBSUA Philipina Dr. Cherry Love B. Montales mengatakan, untuk suksesnya pembelajaran di masa pandemic, orang tua memang harus memahami bahwa dirinya adalah pendidik utama selain guru. ”itu harus dijadikan pegangan terlebuh dahulu,” imbuhnya.
Selanjutnya baru membangun program yang bisa membuat jalinan relasi antara sekolah dan rumah atau orang tua bisa semakin kuat. Sehingga proses Pendidikan bisa berjalan maksimal karena ikatan relasi yang kuat sudah terbangun dengan baik.
Artinya, peran orang tua sangat penting, sehungga harus memberikan dukungan penuh kepada anak, memberikan atau mendukung kebutuhan anak dalam belajar. ”Memebrikan dukungan bukan berarti orang tua mengerjakan tugas sekolah anak, namun orang tua harus memberikan semangat kepada anak agar belajar dan menegrjakan tugasnya secara mandiri, orang tua mendampingi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KUI UMk Mutohhar mengatakan, webinar ini merupakan salah satu tindaklanjut Kerjasama yang sudah dilakukan. Saat ini karena pandemi memang harus dilakukan secara online, Ketika tidak pandemi biasanya program pertukaran dosen dilakukan secara langsung, dosen UMK mengajar di CBSUA dan sebaliknya.(Humas-Linfokom)

Page 2 of 388