iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

   UMK - Universitas Muria Kudus membuat mesin pendukung produksi bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Terutama bagi UMKM yang memiliki potensi besar, namun terkendala peralatan yang belum dijual di pasaran. Seperti pembuatan abon jamur di Desa Rogomulyo, Kecamatan Kayen, Pati.
   Ketua Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMK Salman Alfarisi mengatakan, pihaknya memang memilih UMKM yang bergerak dibidang olahan jamur, apalagi ada yang fokus untuk abon, bukan hanya Keripik saja. "Dari awal UMKM yang didampingi memiliki potensi pasar besar, terutama abon jamur, namun tidak bisa memenuhi karena alat yang terbatas," katanya kemarin.
   Dalam prosesnya, pihaknya memberikan beberapa alat produksi hingga pengemasan. Namun tidak semua alat bisa dibeli dipasaran, ada yang harus dibuat sendiri oleh tim dengan melakukan observasi sebelumnya.
   Alat produksi abon jamur yang tidak tersedia dipasaran yakni alat untuk menyuwir jamur. Selama ini jamur hanya ditumbuk hingga hancur sesuai dengan kebutuhan abon. "Cara manual itu menjadi kendala utama dalam produksi abon jamur," terangnya.
   Akhirnya, pihaknya harus membuat alat sendiri sesuai dengan kebutuhan pembuatan abon jamur. Alat tersebutpun selesai dibuat dan bisa dimanfaatkan untuk pembuatan abon jamur. Rekayasa alat tersebut dilakukan karena memang belum dijual dipasaran.
   Selain rekayasa alat untuk UMKM, pihaknya juga melakukan pendampingan secara keseluruhan, termasuk pemasaran. Apalagi UMKM SBC Sultan Snack belum terfikirkan untuk membuat kemasan yang baik. Padahal kemasan menjadi penting dalam proses pemasaran. "Manajemen usaha juga masih jadi kendali saat awal pendampingan, kini sudah mulai tertata," jelasnya.
   Dengan program tersebut, tentunya diharapkan UMKM bisa memaksimalkan produksinya. Selain itu UMKM diharapkan mampu meningkatkan penjualan karena sudah melakukan pemasaran yang lebih maju dan produk juga makin berkualitas, baik dari sisi bahan hingga kemasan yang lebih menarik.
   Diharapkan, kedepan UMKM tersebut bisa menjadi contoh bagi UMKM lain untik berkembang. "Kamipun membuka konsultasi dengan UMKM jika masih menemui kendala," imbuhnya. (Linfokom - Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Media Group memberikan pelatihan kepada pegawai dan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK). Kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari, namun selama enam bulan usai pelatihan tiga hari selesai akan dilakukan pendampingan. Tujuannya untuk memastikan perkembangan pelatihan berjalan baik dan peserta pelatihan bisa membuat karya jurnalistik dengan benar.

Pemateri dari Media Indonesia Gantyo Koespradono mengatakan, kegiatan berlangsung selama tiga hari, tidak hanya teori saja, melainkan juga lebih banyak kepada praktek. Teori dilakukan pada hari pertama dan hari kedua lebih kepada praktek lapangan atau pembuatan majalah. "Kita beri tugas langsung, karena jika diberikan teori terus tentu akan membosankan," katanya kemarin.

Sebanyak 50 peserta dibagi menjadi tiga kelompok, satu kelompok fokus kepada cetak, kelompok kedua fokus kepada online dan kelompok ketiga fokus kepada broadcast.

Hari kedua semuanya diminta untuk praktek langsung, sementara hari ketiga nantinya akan dilakukan evaluasi. Pemateri langsung melakukan pendampingan dalam proses tersebut.

Setelah pelatihan selama tiga hari selesai, pihaknya akan melakukan pendampingan selama enam bulan usai pelatihan. Sehingga usai pelatihan, masih akan dilakukan evaluasi. "Pemateri tetap akan melakukan pendampingan sampai peserta menguasai materi, jadi tidak ditinggal begitu saja, masih didampingi terus," terangnya.

Salah satu peserta, Didik Prakoso mengatakan, untuk pelatihan jurnalistik hari kedua lebih kepada praktek pembuatan master desain untuk layout, selain itu ada juga praktek membuat paragraph style. Pemateri mendampingi langsung setelah sehari sebelumnya diberikan teori. Utuk hari ketiga lebih kepada evaluasi.

"Dengan perbanyak praktek tentu akan membuat kami lebih memahami bagaimana membuat desain layout yang baik, nantinya disesuaikan dengan buletin kami," ujarnya.

Sementara itu, peserta lain Epafras Fariz Kurniawan menambahkan, untuk kelas broadcast praktek dalam pembuatan Voice Over, Sound on Tape hingga Live on Tape. Sebelumnya juga diminta untuk membuat vlog.

Praktek tersebut memang sangat dibutuhkan ketika membuat berita video yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik, khususnya TV.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo, SH. MS mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang sudah dijalin dengan Media Group, termasuk kerjasama dalam pelatihan jurnalisitik. Harapannya peserta bisa memaksimalkan medianya masing-masing, baik website program studi maupun mahasiswa agar bisa lebih baik lagi.(Linfokom-Humas)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Tiga mahasiswa Universitas Muria Kudus mengikuti ajang bergengsi yang dilaksanakan Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2019. Tiga mahasiswa tersebut lolos ke ajang Pimnas 2019 berkat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul Troso Woves, pembuatan sepatu dari limbah kain troso khas Jepara.

Ketiga mahasiswa yang akan mengikuti Pimnas 2019 di Universitas Udayana, Bali pada 27 – 31 Agustus 2019 yakni Agus Ulin Nuha, Miftahul Jannah, dan Revi Bretania Kurniawati. Ketiganyapun langsung mendapatkan arahan rektor UMK sebelum berangkat ke Bali.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kegiatan Pimnas 2019 merupakan ajang bergengsi, mahasiswa dipacu untuk melakukan kreasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Tentunya mereka akan bersaing dengan mahasiswa dari universitas lain. ”Semoga mendapatkan ahsil terbaik, bisa mendapatkan medali,” katanya kemarin.

Pihaknya juga berpesan kepada  tim kontingen UMK untuk mempersiapkan segala sesuatunya secara baik. Para peserta diminta untuk mengikuti aturan main yang telah ditentukan panitia. Sehingga diharapkan bisa mendapatkan hasil maksimal.

Wakil Rektor III Rochmad Winarso, M.T menambahkan, persiapan kontingen Pimnas UMK sudah maksimal, mulai dari poster dan presentasi sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. ”Persiapan sudah kami lakukan pendampingan, memang kami memantau langsung, mengecek persiapannya agar bisa maksimal saat pelaksanaan,” terangnya.

Pihkanya juga sudah memberikan informasi dan menyiapkan segala kebutuhan, diantaranya pemberitahuan jadwal keberangkatan dan kepulangan, ruangan presentasi dan pembagian kamar. Dalam sambutannya, Rochmad juga menyampaikan, “Ini saatnya mahasiswa UMK untuk menjadi juara. Mudah-mudahan kontingen UMK dapat mempersiapkan dengan baik.” Jelasnya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada dosen pendamping karena sudah mendampingi semua mahasiswa yang lolos PKM, termasuk yang lolos diajang Pimnas 2019. Harapannya tentu mendapatkan hasil yang terbaik.(Linfokom-Humas)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) untuk Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB). Program magang ini memang berbeda dengan lainnya, karena memang mahasiswa yang magang menghabiskan waktu enam bulan dan juga mendapatkan ‘gaji’ dari PT BTN.

Department Head Learning Center Division PT BTN M. Takdir Munir mengatakan, sepuluh mahasiswa UMK yang akan ikut PMMB masuk dalam batch dua, sementara batch satu akan selesai besok. ”Senin depan sepuluh mahasiswa sudah mulai proses magang,” katanya kemarin.

Program PMMB ini memang program magang yang berbeda, karena dilakukan selama enam bulan. Artinya mahasiswa akan mendapatkan pengalaman lebih, apalagi akan diperlakukan seperti karyawan.

Sehingga akan mengetahui seluk-beluk tentang kondisi kerja secara langsung di dunia perbankan, terutama di PT BTN. ”Jadi mahasiswa magang tidak hanya kirim surat dan fotocopy saja, tapi akan mengetahui secara detail kondisi kerja seperti apa,” terangnya.

Karena rentang waktu enam bulan, maka diharapkan mahasiswa yang ikut PMMB akan mendapatkan pengalaman dunia kerja. Selanjutnya akan diberikan sertifikat, sertifikat yang diberikan bukan sertidikat biasa, tapi sertifikat yang kelasnya industri.

Selain itu, mereka yang magang juga berpotensi bekerja di PT BTN, ketika ada lowongan dieprsilahkan mendaftar. Karena lebih baik menerima orang yangs udah memiliki pengalaman dibanding harus mengajari dari awal. ”Ada cabang yang sampai meminta tidak usah menarik mahasiswa magang ketika sudah selesai enam bulan, karena kinerjanya baik, tapi karena aturannya harus ditarik, ya ditarik,” imbuhnya.

Dia menambahkan, mahasiswa nantinya akan mendapatkan uang saku sekitar Rp 1,6 juta tiap bulannya. Uang saku tersebut memang dialokasikan untuk biaya hidup selama magang, tidak bisa untuk ditabung.

Namun dirinya mengingatkan, janan melihat uang sakunya, namun yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang tidak didapatkan selama kuliah. ”Ketika magang hanya satu sampai dua bulan, pengalaman yang didapat sangat minim, namun ketika enam bulan, ilmu dan pengalaman yang didapat akan banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMK Dr. Subarkah mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada PT BTN. Karena sudah memebrikan kesempatan kepada sepuluh mahasiswa untuk magang. Sehingga mendapatkan pengalaman dalam dunia usaha secara langsung.

Untuk mahasiswa yang ikut PMMB, dari internal UMK sudah melakukan penyaringan terlebih dahulu. Sehingga mereka yang magang memang yang sudah lolos standar yang sudah ditetapkan secara internal.

Pihaknya berharap, kerjasama yang dilakukan tidak berhenti, namun tetap berlanjut dikemudian hari. Sehingga bisa memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan maupun dunia usaha. ”Sebelumnya kami sudah kerjasama dengan belasan perusahaan BUMN untuk PMMB,” imbuhnya. (linfokom-Humas)

Page 2 of 362