iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muria Kudus tahun akademik 2021/2022 resmi dibuka tanggal 04 Januari 2020, dengan berbagai pilihan Program Studi dan Beasiswa yang ditawarkan di Universitas Muria Kudus. Untuk mendaftar di UMK calon mahasiswa baru bisa mendaftar dari rumah atau dengan mengisi formulir pendaftaran secara Online 24 Jam, lalu mengumpulkan berkas dan transaksi pembayaran pendaftaran bisa dilakukan di Kantor Penerimaan Mahasiswa baru (PMB). Untuk informasi atau brosur dapat diunduh di website umk.ac.id

-linfokom-

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Berikut tiga nama calon rektor Universitas Muria Kudus 2021 -2025

1.

Nama

Prof.Dr.Ir. DARSONO, M.Si.

NIDN/NUP

0011066606

Agama

Islam

Tempat Tgl Lahir

Grobogan, 11 Juni 1966

Perguruan Tinggi

Universitas Sebelas Maret

Program Studi

Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat S-3

Jenis Kelamin

Laki-laki

Jabatan Fungsional

PROFESOR

Pendidikan Tertinggi

S-3

Status Ikatan Kerja

DOSEN TETAP

Alamat rumah

Jl. Arimbi A.1 Griya Mukti Sejahtera, Jaten Karanganyar

 

2.

Nama

Dr. MURTONO, M.Pd.

NIDN/NUP

0007126601

Agama

Islam

Tempat Tgl Lahir

Pati, 7 Desember 1966

Perguruan Tinggi

Universitas Muria Kudus

Program Studi

Pendidikan Guru Sekolah Dasar S-1

Jenis Kelamin

Laki-laki

Jabatan Fungsional

LEKTOR KEPALA

Pendidikan Tertinggi

S-3

Status Ikatan Kerja

DOSEN PNS DPK

Alamat rumah

Perum Muria Indah Blok E 135 Gondang Manis Bae Kudus

 

3.

Nama

Dr., Drs. SLAMET UTOMO, M.Pd.

NIDN/NUP

0019126201

Agama

Islam

Tempat Tgl Lahir

Kendal, 19 Desember 1963

Perguruan Tinggi

Universitas Muria Kudus

Program Studi

Pendidikan Bahasa Inggris S-1

Jenis Kelamin

Laki-laki

Jabatan Fungsional

LEKTOR

Pendidikan Tertinggi

S-3

Status Ikatan Kerja

DOSEN PNS DPK

Alamat rumah

Jl. Nusa Indah Botomulyo Cepiring Kendal

 

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK - Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) berhasil meraih medali emas dan perak. Medali tersebut diraih dalam ajang World Invention And Exhibition (WICE) 2020. Dua tim yang ikut dalam ajang internasional itu mampu meraih hasil yang cukup memuaskan.
   Tim pertama yang meraih medali emas yakni Fraksaskia Cindy Dewanti, mahasiswa PBSI dan Eko Adi Wicaksono dari PBI. Keduanya membuat Smart Braille, inovasi pembelajaran jarak jauh untuk sis was tuna netra dalam mempelajari alfabet. "Kami tak menyangka bisa meraih emas, karena melihat produk inovasi dari negara lain," Kata Cindy.
   Namun dirinya tetap percaya diri bahwa inovasinya juga mampu bersaing. Hasilnyapun cukup memuaskan, diluar perkiraannya, karena mampu menyabet medali emas. Namun yang paling utama, dirinya berharap inovasi tersebut bisa bermanfaat.
  Sementara itu, tim lain yang mengikuti  ajang yang sama, ternyata mampu meraih hasil cukup bagus, medali perak. Dua mahasiswa yang berhasil meraih medali perak tersebut yakni Khoirin Mida Fitria dari PMAT dan Fatimatul Zahro dari SI.
   Keduanya memperoleh medali tersebut setelah membuat aplikasi 'Ethno-Geometry'. Aplikasi itu merupakan aplikasi pembelajaran mamatematika bangun ruang untuk siswa SMP yang dikaitkan dengan budaya yang ada di Indonesia. "Jadi siswa tak hanya belajar matematika, tapi juga belajar budaya, karena budaya salah satu jati diri bangsa," terang Nida.
   Dia menambahkan, kompetisi internasional yang dilakukan kali ini cukup berbeda dengan sebelumnya. Karena pelaksanaan kali ini dilakukan secara virtual, mengingat kondisi pandemi yang terjadi saat proses kompetisi.
  Kompetisi ini dilaksanakan secara virtual pada 12-13 September 2020 yang diselenggarakan oleh IYSA dan SEGi College Subang Jaya Malaysia. Ada 14 negara yang mengikuti kompetisi tersebut.
   Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMK Rohmad Winarso mengapresiasi tim yang meraih juara dalam kompetisi internasional tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa lainnya diharapkan dapat menjadi juara diberbagai di kompetisi lainnya.
   Karena banyak ajang yang bisa diikuti, sehingga mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman lebih dibanding lainnya. Apalagi terkait inovasi yang bermanfaat bagi kehidupan, tentu akan sangat penting. (Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Masa pandemi tak menyurutkan Universitas Muria Kudus (UMK) untuk terus melakukan pengembangan, salah satunya kerjasama. Kali ini kerjasama dilakukan dengan Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Philipina. Berbagai program akan dijalankan, mulai dari pertukaran dosen hingga mahasiswa.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kerjasama terus dilakukan, walaupun dalamkondisi pandemi saat ini. Karena memang pendidikan harus terus berkembang, termasuk UMK harus terus berkembang. ”Sehingga jalinan kerjasama dengan universitas luar negeri terus kami lakukan,” katanya kemarin.

Karena dengan kerjasama tersebut, tentu akan banyak manfaat, karena tantangan kedepan membutuhkan banyak sinegi, termasuk lewat kerjasama ini. Kerjasama dengan NEUST merupakan salah satu kerjasama dengan universitas di Philipina, karena sudah ada kerjasama dengan universitas di Philipinan sebelumnya.

Dia menambahkan, kerjasama ini tentu sangat penting dalam rangka kolaborasi, tentunya untuk meningkatkan kualitas masing-masing universitas. Karena akan ada kegiatan yang akan dilakukan antara kedua universitas, tentunya kegiatan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Sementara itu, Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMK Mutohhar, M.Pd mengatakan, pihaknya tentu menyambut baik kerjasama ini. Mengingat banyak manfaat yang akan didapatkan dengan adanya tindaklanjut kedepan.

Seperti pelaksanaan webinar, pertukaran dosen, pertukaran pelajar hingga penelitian gabungan. Untuk waktu dekat,pelaksanaan kegiatan memang masih berbasis online mengingat pandemi yang masih berlangsung.

Namun ketika kondisi sudah normal, tentunya kerjasama yang akan dijalankan akan lebih maksimal. Misalnya mahasiswa UMK bisa belajar satu semester di NEUST dan sebalikny. Sehingga mahasiswa juga bisa mengenal budaya masih-masing negara. ”Selain ilmu yang diajarkan di universitas masing-masing, mahasiswa juga bisa mengetahui bahasa dan budaya lokalnya,” imbuhnya.

Selain kerjasama dengan universitas di kawasan ASEAN, pihaknya juga tengah menjajaki kerjasama dengan universitas di Eropa, termasuk Rusia.Komunikasi sudah dilakukan dan diharapkan dalam waktu dekat kerjasama tersebut bisa segera terealisir.(Humas-Linfokom)

Page 10 of 397