iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan visitasi akreditasi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus (UMK). Dengan proses akreditasi tersebut, diharapkan kualitas jurusan bisa semakin baik lagi.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, pihaknya menyambut baik tim asesor yang datang untuk proses akreditasi jurusan yang ada di UMK. Tentunya diharapkan kualitas  Jurusan Teknik Mesin semakin baik. ”Peningkatan kualitas terus kami lakukan dari tahun ke tahun,” katanya

Untuk laboratorium juga sudah disiapkan dengan baik, karena memang banyak praktik untuk jurusan Teknik Mesin. Sehingga dengan semua pengembangan yang dilakukan diharapkan kualitas bisa terus meningkat.

Salah satu tim asesor Prof. M. Yamin mengatakan, Jurusan Teknik Mesin sebenarnya sangat luas. Dirinyapun merasa bangga ada jurusan Teknik Mesin di daerah atau kabupaten, karena baisanya ada di daerah yang lebih perkotaan, setingkat ibukota provinsi. Namun ternyata di Kabupaten Kudus ada jurusan tersebut.

Jurusan Teknik Mesin sangatlah luas dalam hal pengembangannya. Apalagi sangat terkait dengan proses penyelesaian masalah, dengan temuan mesin bisa sangat berguna bagi kehdiupan manusia dalam bidang apapun, muali dari pendidikan hingga pertanian.

Kesan dirinya di Kudus cukup baik, terutama dari sisi kulinernya. Dia bersama tim asesor sempat mencoba soto Kudus, ternyata lebih enak, dagingnya lebih empuk dibanding soto Jakarta.

Sementara itu, Perwakilan yayasan pembina UMK Sukadi menambahkan, pengembangan memang mutlak diperlukan untuk menghadapi globalisasi. Tantangan zama semakin komoleks, sumebr daya manusia (SDM) tentu harus ditingkatkan terus.

Dia mengakui jika mungkin ada beberapa kekurangan nantinya, namun pihaknya juga terus semaksimal mungkin agar semua yang ada sesuai standar yang berlaku. ”Kami  di yayasan terus mendukung upaya pengembanagn agar terus lebih baik,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muria Kudus (UMK) membuka mini bank yang bekerjasama dengan Bank BNI 46 Syariah. Peresmian mini bank yang dilakukan kemarin (6/4/2019) bertujuan agar mahasiswa FEB bisa menambah pengetahuan tentang bank syariah.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kerjasama yang dijalin tentunya diharapkan akan berdampak positif kepada UMK, terutama mahasiswa FEB. Karena memang terkait erat dengan dunia perbankan. ”Kami harap mahasiswa nantinya bisa akrab dengan dunia perbankan,” katanya saat peresmian mini bank di Gdung J lantai 2 UMK keamrin (6/4/2019).

Kerjasama tersebut memang perlu dijalin, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman lebih baik. Sehingga lulusan FEB UMK bisa terserap di lembaga-lembaga keuangan, seperti perbankan, asuransi dan lainnya.

Selain itu juga diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk bersama membangun Indonesia lebih baik. ”Kami harap kerjasama ini berjalan dengan baik dan mahasiswa bisa memanfaatkannya secara maksimal,” terangnya.

Sementara itu, pewakilan pimpinan BNI 46 Syariah Roby Suhantha mengatakan, selama ini perbankan syariah memang belum terlalu dikenal oleh masyarakat. Berbeda dengan beberapa negara lain yang justru perbankan syariah berkembang cukup signifikan.

Di Indonesia, jika melihat market share perbankan syariah masih kecil, hanya enak persen saja. Sehingga memang harus perlu dilakukan sosialisasi terus untuk pengembangan perbankan syariah. Berbeda dengan negara lain seperti Malaysia dimana perbankan syariah berkembang baik.

Dekan FEB UMK Dr. H. Mochammad Edris menambahkan, kerjasama yang dilakukan tentunya akan sangat bermanfaat bagi pengembangan mahasiswa di UMK. Karena lebih mengenal perbankan syariah juga, bukan hanya perbankan konvensional yang mungkin selama ini lebih familiar.

Lulusan FEB UMK tentunya juga harus menguasai terkait perbankan syariah, sehingga kerjasama yang dilakyukan nantinya akan lebib bermanfaat. ”Kami beberapa kali juga menyelenggarakan kuliah umum dengan tema perbankan syariah,” jelasnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kudus melaksanakan pelatihan kepada sepuluh sekolah. Pelatihan ini dilaksanakan untuk membantu sekolah tersebut saat proses akreditasi perpustakaan.

Kepala UPT Perpustakaan UMK Noor Athiyah mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa membagi ilmu dengan pengelola perpustakaan sekolah. Karena memang untuk mengelola perpustakaan butuh sistem yang baik, harus ada standarnya. ”Beberapa komponen penting harus di kuasai,” katanya saat pelatihan di ruangan Waroeng Perancis 2 April 2019 lalu.

Ada enam instrumen yang harus dilengkapai dalam pengelolaan eprpustakaan yang  baik. Yakni koleksi buku, sarana dan prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan, dan komponen penguat.

Pihaknya memahami untuk sekolah memang ada beberapa kendala yang harus dihadapi untuk memenuhi enam komponen tersebut. Tentunya harus dicarikan solusi bersama di internal institusi itu sendiri agar perpustakaan bisa beroperasi maksimal.

Sementara itu, Pustakawan dari IAIN Kudus Radiya Wira Buana menambahkan, enam kompoten tersebut idealnya memang harus dipenuhi. Namun berdasarkan pengalamannya dalam melakukan akreditasi perpustakaan ada instrumen yang jadi kendala. Yakni terkait anggaran perpustakaan yang amsih jauh dari instrument tersebut.

Pengelola perpustakaan sekolah,  Dinar Rahmawati mengaku senang dengan pelatihan tersebut. Karena dirinya sudah mendapatkan kekurangan dan kelebihan eprpustakaannya untuk mengahadapi akreditasi.

Sehingga pihaknya memiliki gambaran mana yang harus dilengkapi untuk menutupi kekruangan yang ada. ”Kami jadi bisa membayangkan apa yang harus dipersiapkan,” terangnya.

Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah Abdul Rokhim berharap dengan pelatihan tersebut perpustakaan-perpustakaan yang sudah di tunjuk untuk mengikuti akreditasi perpustakaan bisa mendapatkan hasil makasimal. Tentunya dengan bekerja maksimal usai pelatihan yang dilakukan.

Sekolah yang mengikuti pelatihan untuk akreditasi perustakaan adalah  SD 3 terban, SD Cahaya Nur, SDIT Al Islam, SD 1 Bae, SD 2 Wergu Wetan, SMP 2 Kudus, SMP 2 Gebog, MAN 2 Kudus, SMP Keluarga, SMA 1 Kudus, SMA 1 Bae.(linfokom) 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus melakukan kerjasama terkait proses input perolehan pemilu pada 17 April 2019 nanti. KPU membutuhkan personil untuk proses input hasil perolehan suara ke sistem yang sudah dimiliki KPU Kudus.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan, kerjasama yang dilakukan memang untuk proses input data perolehan suara. Karena ada lima jenis yang dihitung, pihaknya membutuhkan tambahan personil. ”Untuk personil KPU sendiri tentu tidak mampu, sehingga butuh dari luar, kami memilih mahasiswa,” katanya kemarin.

Pihaknya membutuhkan 20 mahasiswa untuk proses input data perolehan suara tersebut. Sistem yang digunakan nantinya yakni sistem informasi penghitungan suara (Situng), sehingga nantinya sebanyak 20 mahasiswa tersebut akan mendapatkan pelatihan sebelumnya.

Rencananya pada 10 April mereka akan dilibatkan karena sudah ada uji coba Situng secara nasional. Sehingga 20 mahasiswa tersebut bisa mengetahui secara langsung proses input data dalam situng.

Tentu ada beberapa hal yang disepakati dalam kerjasama tersebut, beberapa hal yang penting antara lain mahasiswa yang ikut tidak boleh memiliki afiliasi dengan parpol atau partisipan pemilu hingga menjaga kerahasiaan hasil. ”Syarat tersebut mutlak diperlukan, jadi memang harus selektif, dan itu sudah tertuang dalam kerjasama,” terangnya.

Dengan input Situng secara langsung, maka masyarakat nantinya bisa memantau perolehan suara kapanpun dan dimanapun. Namun untuk hasil resmi tentu menunggu hasil penghitungan manual yang dilakukan KPU.

Kerjasama dengan UMK tentunya diharapkan mendapatkan hasil yang baik, apalagi UMK memang memiliki jurusan yang terkait erat dengan teknologi informasi, sehingga tidak akan sulit dalam menjalankan Situng. ”Sesuai aturan, maksimal input lima hari, namun untuk Kudus kemungkinan besar kruang dari lima hari,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi KPU yang memilih UMK untuk bekerjasama dalam proses input data Situng. Pihaknya sudah menyiapkan mahasiswa yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan KPU.

Apalagi di UMK memang ada jurusan Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informatika (SI), sehingga mahasiswa nantinya tidak asing dengan Situng. Karena sistem tersebut memang hanya dimiliki KPU, mahasiswa akan dilakukan pelatihan terlebih dahulu dari KPU. ”Tentu mahasiswa nantinya sudah menguasai komputer dan internet,” jelasnya.

Dengan kerjasama ini, diharapkan mampu membantu KPU dalam menjalankan pemilu lebih baik lagi. Pihaknyapun berterimkasih karena bisa berpertisipasi untuk turut serta dalam menyukseskan pemilu sesuai kapasitasnya, dalam hal ini membantu input data perolehan suara sebagai operator Situng.

Sehingga masyarakat nantinya bisa memantau langsung perolehan suara dalam pemilu 2019 nanti. ”Kami tentu berharap pemilu 2019 bisa berjalan dengan sukses tanpa ekses,” imbuhnya.(linfokom)

 

Page 10 of 357