iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia (BI). Tak hanya beasiswa, mereka juga akan mendapatkan berbagai pelatihan dan kegiatan untuk meningkatkan softskill mahasiswa. Nantinya akan tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI).
Kepastian beasiswa tersebut setelah dilakukan penandatangan di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah kemarin. Penandatanganan langsung dilakukan oleh Rektor UMK Dr. Suparnyo, SH. MS dan Kepala Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo.
Rektor UMK Dr. Suparnyo, SH. MS mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada BI terkait kerjasama tersebut. Apalagi kerjasama berupa pemberian beasiswa sangat membantu mahasiswa. ”Tidak hanya sekadar mendapatkan beasiswa berupa uang, melainkan juga berbagai kegiatan positif kepada mahasiswa,” katanya kemarin.
Pihaknya mendapatkan jatah sebanyak 50 mahasiswa, akkhirnya harus dilakukan seleksi terlebih dahulu. Secara internal, sudah dilakukan screening, karena memang harus sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh BI.
Mereka yang mendapatkan beasiswa tersebut akan mendapatkan Rp 1 juta setiap bulannya. Selain itu juga masuk dalam GenBI yang akan ada banyak kegiatan positif. Mereka nantinya akan menjadi front liner yang mengkomunikasikan kelembagaan dan berbagai kebijakan BI kepada semua mahasiswa dan masyarakat umum.
Lalu dari GenBI diadakan berbagai pelatihan guna mencetak pemimpin muda diberbagai bidang dan tingkatan dan mereka juga harus menjadi role model dikalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat.   ”UMK akan membuat komisariat GenBI,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jateng Soekowardojo mengatakan, beasiswa yang dilakkukan oleh BI merupakan bentuk keberpihakan kepada dunia pendidikan. Sudah ada sekitar 19.000 mahasiswa yang sudah mendapatkan beasiswa BI seluruh Indonesia. ”Tahun ini kami perluas,” jelasnya.
Ada tambahan dua universitas di Jawa Tengah yang mendapatkan beasiswa BI, yakni UMK dan Universitas Tidar. Masing-masing universitas tersebut mendapatkan jatah 50 mahasiswa, nantinya setiap bulan akan mendapatkan Rp 1 juta. Beasiswa ini berjalan dalam satu tahun.
Untuk mendapatkan beasiswa saat ini memang banyak pilihannya, namun beasiswa BI memiliki kegiatan positif lain, ada wadah bagi penerima beasiswa BI, yakni GenBI. ”Banyak kegiatan sosial nantinya yang juga melibatkan GenBI,” ungkapnya.
Mereka juga memiliki kesempatan untuk bekerja di BI, karena pihaknya memang akan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi. Mereka yang diterima di BI tentunya dengan catatan memiliki kompetensi dan mau bekerja di BI. (Linfokom – Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam program magang mahasiswa bersertifikat (PMMB). Ada empat mahasiswa yang akan magang di PT PLN selama enam bulan, pihak PT PLN mewanti-wanti mahasiswa agar serius saat magang, jika tidak maka sertifikat kompetensi tidak akan diberikan.
General Manager Corporate PT PLN Badrul Musthofa mengatakan, jalinan kerjasama yang dilakukan dengan UMK dalam PMMB tentu sangat positif. Karena bisa menyiapkan mahasiswa ketika lulus dalam menghadapi dunia industri. ”Kami ingin menyiapkan mahasiswa siap kerja,” katanya saat pendatangan kerjasama di gedung Psdiklat PLN, Jakarta Selatan kemarin.
Dirinya mengingatkan kepada mahasiswa agar mengikuti PMMB dengan baik, jangan sampai nantinya gagal mendapatkan sertifikat kompetensi. Karena PMMB ini bukanlah kegiatan formalitas saja.
Sebelumnya, ada mahasiswa yang tidak optimal dalam mengikuti kegiatan, dua orang bahkan tidak diperbolehkan ikut uji kompetensi. Sementara satu orang lainnya dinyatakan tidak lulus dalam uji kompetensi. ”Program ini harus diikuti dengan baik, ini menyangkut kompetensi, kami berikan penilaian sesuai kriteria unjuk kerja,” terangnya.
Dia mengakui jika nantinya mendaftar bekerja ke PT PLN, tentunya potensi diterima akan lebih besar. Karena dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki, menajdi bekal penting dalam mendaftar. Ketika menerima pekerja baru, ada program yang harus dilalui sesuai kemampuannya, namun dengan sertifikat yang dimiliki peserta PMMB, maka sudah dinyatakan siap kerja.
Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyi, SH. MS mengatakan, untuk PMMB batch 2 2019, UMK bisa mengirimkan empat mahasiswa untuk magang di PT PLN. Nantinya tiga mahasiswa akan ditempatkan di PT Indonesia Power Semarang dan satu mahasiswa di PT Indonesia Power di bandung. ”Magang dimulai 16 September 2019 sampai Februari 2020,” jelasnya.
Dengan magang tersebut, mahasiswa akan memiliki tambahan ilmu, karena lebih banyak praktek, apalagi magang dilakukan enam bulan. Mereka juga dianggap sebagai pekerja lainnya, tentunya sesuai batasan yang ditentukan perusahaan.
Dirinya berharap, mahasiswa akan mendapatkan softskill, bukan hanya hardskill saja. Sehingga mereka akan memiliki nilai lebih dibanding lainnya, karena sudah memiliki pengalaman kerja. ”Mereka bisa menjadi sarjana plus,” imbuhnya.
Selain PT PLN, pihaknya juga sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan milik negara lainnya, mulai dari PT BTN, PT Angkasa Pura, PT. Bank Mandiri, PT, jasa Marga, PT. BNI, PT Baratha Indonesia hingga Perum Perusahaan Pengangkutan Darat.(Linfokom - Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

   UMK - Universitas Muria Kudus membuat mesin pendukung produksi bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Terutama bagi UMKM yang memiliki potensi besar, namun terkendala peralatan yang belum dijual di pasaran. Seperti pembuatan abon jamur di Desa Rogomulyo, Kecamatan Kayen, Pati.
   Ketua Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMK Salman Alfarisi mengatakan, pihaknya memang memilih UMKM yang bergerak dibidang olahan jamur, apalagi ada yang fokus untuk abon, bukan hanya Keripik saja. "Dari awal UMKM yang didampingi memiliki potensi pasar besar, terutama abon jamur, namun tidak bisa memenuhi karena alat yang terbatas," katanya kemarin.
   Dalam prosesnya, pihaknya memberikan beberapa alat produksi hingga pengemasan. Namun tidak semua alat bisa dibeli dipasaran, ada yang harus dibuat sendiri oleh tim dengan melakukan observasi sebelumnya.
   Alat produksi abon jamur yang tidak tersedia dipasaran yakni alat untuk menyuwir jamur. Selama ini jamur hanya ditumbuk hingga hancur sesuai dengan kebutuhan abon. "Cara manual itu menjadi kendala utama dalam produksi abon jamur," terangnya.
   Akhirnya, pihaknya harus membuat alat sendiri sesuai dengan kebutuhan pembuatan abon jamur. Alat tersebutpun selesai dibuat dan bisa dimanfaatkan untuk pembuatan abon jamur. Rekayasa alat tersebut dilakukan karena memang belum dijual dipasaran.
   Selain rekayasa alat untuk UMKM, pihaknya juga melakukan pendampingan secara keseluruhan, termasuk pemasaran. Apalagi UMKM SBC Sultan Snack belum terfikirkan untuk membuat kemasan yang baik. Padahal kemasan menjadi penting dalam proses pemasaran. "Manajemen usaha juga masih jadi kendali saat awal pendampingan, kini sudah mulai tertata," jelasnya.
   Dengan program tersebut, tentunya diharapkan UMKM bisa memaksimalkan produksinya. Selain itu UMKM diharapkan mampu meningkatkan penjualan karena sudah melakukan pemasaran yang lebih maju dan produk juga makin berkualitas, baik dari sisi bahan hingga kemasan yang lebih menarik.
   Diharapkan, kedepan UMKM tersebut bisa menjadi contoh bagi UMKM lain untik berkembang. "Kamipun membuka konsultasi dengan UMKM jika masih menemui kendala," imbuhnya. (Linfokom - Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Media Group memberikan pelatihan kepada pegawai dan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK). Kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari, namun selama enam bulan usai pelatihan tiga hari selesai akan dilakukan pendampingan. Tujuannya untuk memastikan perkembangan pelatihan berjalan baik dan peserta pelatihan bisa membuat karya jurnalistik dengan benar.

Pemateri dari Media Indonesia Gantyo Koespradono mengatakan, kegiatan berlangsung selama tiga hari, tidak hanya teori saja, melainkan juga lebih banyak kepada praktek. Teori dilakukan pada hari pertama dan hari kedua lebih kepada praktek lapangan atau pembuatan majalah. "Kita beri tugas langsung, karena jika diberikan teori terus tentu akan membosankan," katanya kemarin.

Sebanyak 50 peserta dibagi menjadi tiga kelompok, satu kelompok fokus kepada cetak, kelompok kedua fokus kepada online dan kelompok ketiga fokus kepada broadcast.

Hari kedua semuanya diminta untuk praktek langsung, sementara hari ketiga nantinya akan dilakukan evaluasi. Pemateri langsung melakukan pendampingan dalam proses tersebut.

Setelah pelatihan selama tiga hari selesai, pihaknya akan melakukan pendampingan selama enam bulan usai pelatihan. Sehingga usai pelatihan, masih akan dilakukan evaluasi. "Pemateri tetap akan melakukan pendampingan sampai peserta menguasai materi, jadi tidak ditinggal begitu saja, masih didampingi terus," terangnya.

Salah satu peserta, Didik Prakoso mengatakan, untuk pelatihan jurnalistik hari kedua lebih kepada praktek pembuatan master desain untuk layout, selain itu ada juga praktek membuat paragraph style. Pemateri mendampingi langsung setelah sehari sebelumnya diberikan teori. Utuk hari ketiga lebih kepada evaluasi.

"Dengan perbanyak praktek tentu akan membuat kami lebih memahami bagaimana membuat desain layout yang baik, nantinya disesuaikan dengan buletin kami," ujarnya.

Sementara itu, peserta lain Epafras Fariz Kurniawan menambahkan, untuk kelas broadcast praktek dalam pembuatan Voice Over, Sound on Tape hingga Live on Tape. Sebelumnya juga diminta untuk membuat vlog.

Praktek tersebut memang sangat dibutuhkan ketika membuat berita video yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik, khususnya TV.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo, SH. MS mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang sudah dijalin dengan Media Group, termasuk kerjasama dalam pelatihan jurnalisitik. Harapannya peserta bisa memaksimalkan medianya masing-masing, baik website program studi maupun mahasiswa agar bisa lebih baik lagi.(Linfokom-Humas)

Page 10 of 370