iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 270 siswa mengikuti pelatihan penanggulangan bencana yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Muria Whira Shima Universitas Muria Kudus (UMK). Ratusan peserta tersebut nantinya akan mengikuti kegiatan selama empat kali yang diadakan setiap sabtu.

Pada 9 Februari 2019 merupakan awal pelatihan digelar, mereka nantinya akan mendapatkan materi tentang kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus. Selanjutnya baru dilakukan praktek dengan menggandeng beberapa pihak terkait.

Pembina UKM Racana Wira Shima Sucipto mengatakan,  kegiatan ini diikuti sekitar 270 penggalang dari 31 pangkalan yang ada di Kabupaten Kudus. Dengan pelatihan ini tentunya akan menambah wawasan peserta dalam hal kebencaanaan. ”Kita akan berlatih mengurangi risiko bencana,” katanya saat pembukaan pelatihan di Lapangan Basket UMK kemarin.

Peserta tentu diminta untuks erius dalam mengikuti pelatihan kali ini, karena akan banyak ilmu yang akan didapat. Tidak hanya soal pertolongan saat terajdi bencana, melainkan juga melatih diri untuk penyiapan logistik bagi korban bencana.

Selain belajar tentang faktor bencana dan penangaannya, mereka juga akan mendapatakan materi tentang penyiapan logistik atau makanan. Karena ketika terjadi bencana pasti ada pengungsi, sehingga kebutuhan pengungsi juga harus disiapkan, yakni dengan melatih membuat dan menjalankan dapur umum.

Jangan sampai pengungsi justru terkena kelaparan saat di pengungsian. ”Sehingga banyak hal yang akan dipelajari, semua siswa akan mendapatkan ilmu dan pengalaman baru,” terangnya.

Pihaknya juga meminta agar menikmati semua fasilitas yang sudah disiapkan oleh panitia. Dirinya juga meminta untuk menyampaikan salam dari pimpinan UMK ketika kembali lagi ke sekolah usai pelatihan tersebut.

Ketua UKM Racana Whira Shima UMK Fatkhurrohman mengatakan, untuk kegiatan memang berlangsung seminggu satu kali atau tiap sabtu. Nantinya dalam setiap pertemuan akan membahas hal yang bebeda namun masih terkait.

pertama pengurangan risiko bencana (PRB) Sabtu, 09 februari 2019. Kegiatan kedua masih sama dengan kegiatan pertama, karena memang penyamapiannya butuh waktu lebih lama, namun dilaksanakan pada Sabtu, 16 Februari 2019.

Untuk kegiatan ketiga yakni pelatihan penanganan kebakaran yang akan dilakukan Sabtu, 23 Februari 2019. Terakhir atau keempat yakni pelatihan Dapur Umum yang dilaksanakan pada sabtu, 2 Maret 2019.(linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sejumlah organisasi mahasiswa Universitas Muria Kudus di Februari dan Maret 2019 memiliki beberapa kegiatan yang sangat sayang dilewatkan. Mulai dari seminar yang membahas beasiswa, entrepreneur, broadcasting, graphology, kebencanaan hingga broadcasting.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMK mengadakan kegiatan berupa seminar yang membahas entrepreneur. Mereka mengambil tema ‘set up your mind to be a great youngpreneur’.

Kegiatan tersebut dilaksanakan 24 Februari 2019 di Auditorium UMK mulai pukul 08.00 sampai selesai. Untuk narasumber yakni CEO of Hulya.id, singer, make up artist dan brand abbasador Sahabat larissa Ulfi Sinta. Lalu ada Founder Sate Taichan Goreng, youtubers dan musisi, Niko Al Hakim, dan Owner Sidji Coffee, Valerie Yudsitira.

Selanjutnya Unit Kegiatam Mahasiswa (UKM) Broadcasting mengadakan talk show dan news presenter competition. Kegiatan tersebut dilakukan pada 16 Februari 2019 mulai pukul 07.00 sampai selesai di Auditorium UMK.

Ada dua narasumber yang akan mengisi acara tersebut, yakni presenter NET TV dan Annaouncer I-Radio Shafira Umm. Narasumber kedua yakni MC, announcer, founder kelassepik, standup comedy, Obin Robin.

Selanjutnya, BEM UMK juga mengadakan kegiatans eminar, kali ini membahas tentang beasiswa, mereka mengambil tema ‘Strategi Tembus Beasiswa Luar Negeri’. Kegiatan menarik ini akan dilaksanakan pada 2 Maret 2019 di Auditorium UMK mulai 07.30 sampai selesai.

Ada banyak narasumber berpengalaman yang akan mengisi, yakni penerima 22 beasiswa luar negeri, Dr. Eng. Nugroho Agung Pampudi, M. Eg. Lalu dan Founder Ydreamsway, Yohana Viriani S. I., S.Ked., CT,CPS. Lalu ada CEO Rumah Beasiswa Hening Astuti Rahayu dan Kukuh Mukti Wibowo yang pernah mendapatkan beberapa beasiswa luar negeri.

Selanjutnya BEM Psikologi UMK juga mengadakan seminar Graphology dengan tema ‘Mengetahui potensi diri, pola berfikir, dan kepribadian melalui analisis tulisan tangan’. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan 9 Maret 2019 di Hotel @hom mulai pukul 08.00 sampai selesai.

Untuk narasumber, yakni penulis buku graphology dengan judul ‘Menyingkap Kepribadian Lewat Tulisan Tangan’, yaknu Siswanto, S. Psi., M.Psi. Kegiatan tersebut dibatasi, sehingga yang berminat bisa segera mendaftarkan diri.(linfokom)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Universitas Muria Kudus bekerjasama dengan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Kerjasama tersebut dalam program Sahabat Daya Universitas (SDU), dari program tersebut nantinya mahasiswa bisa mempraktekkan ilmu yang didapat di kampus ke usaha mikro di Kudus. Karena ada pendampingan bagi pengusaha mikro dari nasabah BTPN.

Salah satu pejabat BTPN Dea mengatakan, program tersebut nantinya akan mengasah kemampuan mahasiswa. Karena nantinya mereka akan mempratekkan apa yang didapatkan selama kuliah. ”Banyak manfaat yang akan mereka dapatkan,” katanya kemarin.

Mahasiswa yang bergabung dalam program tersebut nantinya akan melakukan pendampingan kepada penguhasa mikro yang merupakan nasabah dari BTPN. Sehingga diharapkan nantinya pengusaha mikro tersebut bisa berkembang dengan usaha yang sudah dijalaninya.

Mereka akan fokus pendampingan, salah satunya fokus dari sisi pengelolaan keuangan dan diversifikasi usaha. ”Mereka nantinya akan mendampingi ibu-ibu yang tengah merintis usahanya agar terus berkembang,” terangnya.

Dari proses tersebut, mahasiswa yang bergabung tentu akan mendapatkan pengalaman baru karena tidak hanya sekedar teori saja, tapi juga praktek. Maka, program tersebut bisa menajdi semacam laboratorium mahasiswa untuk melakukan aplikasi teori yang didapat saat kuliah.

Untuk programnya dijalankan mulai Februari – Mei, dalam prosesnya nanti akan ada evaluasi bersama dari apa yang didapatkan di lapangan. Sehingga bisa dilakukan monitoring terkait kendala dan solusi yang ditemukan.

 Dengan program tersebut, tentunya akan sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak, baik mahasiswa maupun dari pengusaha usaha mikro sendiri. Karena meang untuk usaha mikro pasti akan ditemukan beberapa kendala, padahal potensi berkembang selalu ada.

Selain itu, mahasiswa juga bisa memiliki akses ke perbankan, apalagi beberapa memang sudah memiliki usaha kecil. ”Sebelum diterjunkan, kami berikan pelatihan dua hari, 7 – 8 Februari 2019,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

  UMK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) bersama Mapsicare UMK melakukan kegiatan trauma healing kepada korban banjir. Kebanyakan fokus kepada anak-anak yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.

Presiden BEM Fakultas Psikologi UMK Gilar Bagus Permana mengatakan, setidaknya sudah empat hari pihaknya melakukan proses trauma healing kepada pengungsi korban banjir tersebut. ”Kami siap terjun kapan saja ketika memang dibutuhkan,” katanya kemarin.

Namun dari informasi yang didapat, kemarin memang sudah banyak pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing. Sehingga untuk proses kegiatan trauma healing tidak dilakukan karena sudah mulai kembali ke rumah. Tapi pihaknya siap melakukan kegiatans erupa ketika masih membutuhkan.

Kegiatan trauma healing paling banyak dilakukan pada 30 Januari sampai 2 Februari, untuk Minggu memang libur. Empat hari tersebut merupakan waktu dimana masih banyak korban banjir yang berada di lokasi pengungsian. ”Sehingga pihaknya melakukan trauma healing saat posisi puncak pengungsi,” terangnya.

Namun pihaknya masih melakukan koordinasi, ketika memang dibutuhkan tentunya akan langsung terjun ke loaksi pengungsian kembali. Untuk trauma healing memang lebih banyak fokus kepada anak-anak. Sementara untuk orang tua juga ada mini konseling.

Dalam proses trauma healing tersebut, ada sekitar 50 – 55 anak korban banjir yang mengikuti proses kegiatan tersebut setiap harinya. Tentunya yang ikut adalah anak yang sudah bisa diajak komunikasi dengan mudah. ”Sementara untuk personil kami, sekitar delapan sampai 15 orang setiap harinya,” jelasnya.

Untuk kegiatan trauma healing yang dilakukan beragam, lebih banyak ke permainan anak. Misalnya melakukan kegiatan menggambar dan mewarnai, membuat origami, membuat wayang dari tanaman singkong, dan membuat kolase atau gambar yang dibuat dari potongan-potongan kertas kecil.

Dari kegiatan itu, antusies anak cukup banyak, mereka juga terlihat menikmati permainan sehingga dampak kepada anak dari bencana banjir bisa diminimalisir. ”Tiap hari permainan berubah agar anak tidak bosan,” ujarnya.

Dengan kegiatan trauma healing tersebut, pihaknya berharap bisa membantu meringankan beban korban bencana banjir. ”Kami ucapkan kepada semua pihak terkait sehingga kegiatan bisa berlangsung lancar,” imbuhnya.(linfokom)

Page 10 of 349