iden

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – English For Young Learner (EYL) milik Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) membuat program open house. Program ini memebrikan kesempatan kepada siswa sekolah dasar (SD) dan gurunya untuk datang ke UMK dan akan diberikan cara pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan.

Pengelola EYL Center Rusiana, M.Pd mengatakan, kegiatan yang dilakukan EYL Center selama ini memang banyak dengan mendatangi ke sekolah-sekolah. Namun kini dibuat program dimana sekolah bisa datang ke EYL Center di Gedung FKIP UMK. ”Banyak hal yang akan diberikan kepada mereka yang datang, baik siswa maupun guru,” katanya kemarin.

Dengan datang ke EYL center, maka guru dan siswa akan mendapatkan pengalaman belajar dan mengajar yang baru. Karena dari sisi ruangan juga dibuat desain sedemikian rupa menyesuaikan anak-anak, ada gambar kartun hingga replika pohon yang menarik anak-anak.

Dalam pembelajaran juga dilakukan dengan cara-cara menyenangkan, termasuk memberikan materi melalui game. Pihaknya memiliki banyak game yang siap diaplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Dengam kehadiran guru bertujuan agar guru mendapatkan referensi cara mengajar yang berbeda dari biasanya. Karena diakui atau tidak, pelajaran Bahasa Inggris masih dianggap pelajaran yang susah, namun ketika disampaikand engan cara menarik tentu akan berbeda. ”Saat kegiatan di EYL center, anak-anak terlihat enjoy dan mudah menerima pelajaran,” terangnya.

Selain untuk menambah pengalaman guru dan siswa dalam proses belajar mengajar, pihaknya juga melibatkan mahasiswa PBI UMK. Tujuannya tak lain untuk menambah ilmu berupa praktek langsung dengan mengajar ke anak.

Apalagi untuk mengajar anak SD memang membutuhkan trik khusus agar mudah dipahami, paling mudah memang dengan menggunakan game. Karena akan menarik bagi siswa SD. ”Pelibatan mahasiswa jelas dilakukan, agar kedepan mereka menjadi guru yang memang mengetahui bagimana cara mengajar yang baik,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus melakukan pelatihan dan pendampingan kepada wanita difabel untuk membuka peluang usaha yang memanfaatkan limbah plastik. Tak hanya soal pembuatan, pemasarannya juga didampingi karena harus memanfaatkan e-commerce yang belum dipahami atau dimaksimalkan.

Empat mahasiswa tersebut tergabung dalam Pekan Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM M) yang dibuat Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi.

Tiga mahasiswa tersebut adalah Ismawatul Maula, Yusiana Rahma, Arsya Yoga Pratama, dan Fania Dwi Lestari. Mereka membuat program Recycling Plastic Glass Lip Waste (Respect) untuk Meningkatkan Kemandirian dan Entrepreneurship pada Anggota Himpunan Disabilitas Indoensia (WHDI) Kudus.

Empat mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Universitas Muria Kudus (UMK). Sehingga pelatihan untuk pemanfaatan e-commerce akan difokuskan, tentunya diimbangi dengan produk yang berkualitas. ”Kami juga memberikan peralatan pendukung untuk pembuatan kerajinan dari limbah plastik,” kata Ketua PKM Ismawatul Maula kemarin.

Kegiatan ini tercetus ketika melihat banyaknya sampah plastik, padahal bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai kerajinan yang bisa dijual. Sementara sasarannya adalah difabel agar tetap produktif.

Ada lima tahapan yang dilakukan, pertama dilakukan sosialisasi, pihaknya melakukan sosialisasi tentang limbah plastik, terutama gelas plastik yang bisa dibuat berbagai produk kerajinan.

Selanjutnya dilakukan pelatihan, pelatihan pengelolaan limbah bibir gelas yang bisa dijadikan berbagai bentuk kerajinan, mulai dari gantungan kerudung, tas, hingga songkok. ”Pelatihan pertama sudah kami lakukan awal bulan ini,” terangnya.

Sesuai jadwal, akan dilakukan evaluasi kembali usai Lebaran, sehingga pelatihan tidak hanya dilakukan sekali saja, melainkan juga dilakukan beberapa tahap. Sebelum evaluasi nantinya pendampingan tetap dilakukan.

Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan bantuan penunjang kepada HWDI Kudus berupa alat produksi. Sehingga memiliki alat bantu atau peralatan yang memadai untuk pembuatan kerajinan tersebut.

Untuk pendampingan tidak hanya berupa pelatihan saja, melainkan juga cara pemasarannya. Karena sebaik apapun produknya ketika pemasarannya lemah, produk tidak bisa terserap pasar.

Pihaknya melatih untuk pemasaran dengan memanfaatkan e-commerce yangs udah ada, sehingga bisa menjangkau seluruh Indonesia. Tentunya ada pelatihan pemasaran khusus melalui e-commerce, karena masih banyak yang belum akrab dengan pemasaran lewat e-commerce. ”Terakhir kami lakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari produk hingga pemasarannya, kami berharap program ini bisa mewujudkan anggota HWDI lebih mandiri dan menjadi entrepreneur,” imbuhnya.(linfokom)

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferrari). Kerjasama yang dilakukan nantinya akan bermanfaat bagikedua belah pihak, terutama bagi mahasiswa.

Ketua DPP Ferrari Dr. Teguh Samudera mengatakan, pihaknya sudah banyak melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi. Kali ini kerjasama dilakukan  dengan UMK yang memiliki jurusan ilmu hukum, baik strata 1 maupun strata 2. ”Kerjasama ini tentu menjadi titik awal untuk membangun Bersama,” katanya Jumat (3/5/2019).

Banyak hal yang bisa dilakukan dalam kerjasama tersebut, salah satunya bisa menjadi tempat praktek mahasiswa hukum. Sehingga bisa mendapatkan pengalaman lebih untuk menambah wawasan mahasiswa hukum.

Pihaknya juga sangat siap dengan berbagai kegiatan kedepan yang bisa dilakukan untuk menunjang dua belah pihak kearah yang lebih baik. Sehingga memberikan manfaat positif kepada kedua belah pihak. ”nanti kita bisa adakan praktek peradilan semua atau untuk menambah pengalaman mahasiswa,” terangnya.

   Sementara itu, Wakil Rektor IV UMK Dr. Suparnyo mengatakan, pihaknya tentu menyambut baik kerjasama yang sudah dilakukan ini. Apalagi nantinya bisa bermanfaat bagi mahasiswa UMK, khususnya jurusan ilmu hukum.

Selanjutnya, kerjasama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih detail, terutama yang terkait dengan Pendidikan. Sehingga kerjasama yang dilakukan bisa lebih maksimal, baik bagi UMK maupun Ferrari.(linfokom)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK - Empat tahun sudah Gedung J Universitas Muria Kudus dijadikan loaksi untuk melihat hilal, namun untuk rukyah dalam rangka penentuan awal Ramadhan yang dilakukan, ternyata hilal tidak terlihat. Namun untuk melihat hilal memang ada syarat yang dibutuhkan, paling sulit memang karena disebabkan cuaca.

Kepala Kemenag Kudus H. Noor Badi, MM mengatakan, pihaknya sudah melakukan proses rukyah di UMK selama empat tahun terakhir, karena lokasinya memang dianggap paling pas. ”Kami tentu mengucapkan terimakasih kepada rektor yang sudah memfalitasi kami,” katanya Senin (6/5/2019).

Untuk rukyah yang dilakukan kali ini memang belum bisa melihat hilal, karena memang ada beberapa faktor. Ada tiga faktor pendukung keberhasilan rukyah, pertama dari hitungan atau hisab sudah memenuhi kriteria.

Kedua cuaca alam di loaksi operukyah dan daerah yang dilalui saat merukyah hilal tidak terhalang, tidak mendung, tidak hujan, dan tidak ada penghalang lainnya. Ketiga perukyah mengetahui posisi hilal sebenarnya.

Dari ketiga syarat tersebut, ternyata perukyah tidak bisa melihat hilal dikarena kondisi cuaca, di lokasi perukyah atau sekitar UMK memang cerah, namun di daerah yang dilintasi mendung, seeprtinya saat rukyah melintasi lokasi yang cuacanya mendung, walaupun tipis.

Dalam kegiatan rukyah tersebut, tidak hanya dihadiri oleh Kemenag Kudus saja, melainkan juga dari Pemkab Kudus, Pengadilan Agama Kudus, dosen IAIN Kudus, santri pondok pesantren, Lajnah Falakiyah NU Kudus, mahasiswa dan komunitas astronomi yang ada di Kudus.

Sementara itu, Rektor UMK Kudus Dr. Suparnyo mengatakan, dengan menjadikan UMK sebagai tempat rukyah, pihaknya tentu senang, karena bisa ikut berkontribusi dalam proses rukyah. Apalagi rukyah sangat terkait dengan ibadah, karena penentuan awal Ramdhan atau bahkan Idul Fitri.

Sebenarnya, rukyah yang dilakukan di UMK setiap tahunnya tidak hanya satu kali saja, melainkan dilakukan tiga kali. Selain menentukan awal Ramadhan, rukyah juga dilakukan untuk penentuan 1 syawal atau Idul Fitri dan Dzul Hijjah.(linfokom)

 

 

Page 10 of 362