iden

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

    UMK - Tiga mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) membuat inovasi berupa tempat sampah berbasis internet of things (IOT). Tempat sampah yang diberinama T-Smart++ bisa dibuka otomatis dan bisa mengirimkan notifikasi pemberitahuan ketika tempat sampah tersebut sudah penuh dan lokasi sampahnya. Selanjutnya petugas sampah bisa mengambil sampahnya, artinya pengambilan sampahnya sangat selektif dan tidak menumpuk.
   Tiga mahasiswa yang menemukan T-Smart++ yakni Novi Arimukti dan Arsya Yoga Pratama, keduanya mahsiswa jurusan Sistem Informasi (SI) dan Bagus Utomo yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro. Inovasi ciptaannya mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti dalam program pekan kreatifitas mahasiswa (PKM).
   Bagus Utomo mengatakan, temuan T-Smart++ berawal keresahan dirinya bersama kedua temannya saat melihat sampah yang menumpuk. penumpukan itu dikarenakan ada tempat sampah yang penuh, namun belum diambil karena tidak tahu lokasi mana saja tempat sampah yang sudah penuh. "Bahkan terkadang justru tempat sampah yang belum penuh diambil, sementara yang penuh belum diambil, akibatnya sampah semakin berbau menyengat," katanya.
   Dari keresahan itulah akhirnya muncul ide untuk membuat tempat sampah tersebut. Selama sebulan, akhirnya konsep sampah yang diinginkan terwujud, lalu dilakukan pembuatannya yang juga memakan waktu selama sebulan.
   Tempat sampah pintar berbasis IOT ini memiliki beberapa kelebihan, yakni ketika sudah penuh tempat sampah akan mengunci, selanjutnya memberikan notifikasi melalui HP android petugas sampah yang berisi tentang peringatan sampah penuh dan titik lokasinya. Sehingga memdahkan petugas sampah untuk mengetahui tempat sampah yang sudah penuh, sehingga bisa diprioritaskan untuk pengambilannya.
   Ada beberapa alat utama yang digunakan, yakni sensor jarak  HC SR04, sensor ini digunakan untuk membaca benda yang berada didepannya, selanjutnya mengirimkan ke motor servo untuk membuka dan menutup tempat sampah. Untuk membuka tempat sampah ketika penuh menggunakan kartu khusus agar bisa diambil sampahnya.
   Selanjutnya ada DF Player untuk mengeluarkan suara, ketika memasukkan sampah, langsung ada ucapan 'terimakasih telah membuang sampah ditempatnya'. Selain itu,ketika sampah penuh, ada ucapan 'maaf, tempat sampah sudah penuh' dan tutup tempat sampah tidak terbuka.
   Lalu ada komponen NodeMCU esp8266 yang berfungsi untuk mengimkan sinyal ke internet yang akan dihubungkan ke smartphone android. "Komponen paling penting adalah Arduino Nano yang berfungsi sebagai otak atau CPU yang digunakan untuk memasang seluruh komponen yang ada," terangnya.
   Dia berharap, dengan inovasi tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa digunakan pemerintah daerah, perusahaan dan lainnya dalam pengelolaan sampah. Sehingga diharapkan lingkungan bisa semakin bersih, tentunya diharapkan masyarakat bisa membaung sampah pada tempatnya.
   Sementara itu, Wakil Rektor III UMK Rohmad Winarso, ST. MT menambahkan, inovasi mahasiswa ini sudah lolos dalam program PKM Karya Cipta (KC). Pihaknya memang mendorong agar banyak mahasiswa mengikuti ajang bergengsi berupa PKM tersebut. Apalagi temuan dari mahasiswa sangat bermanfaat bagi masyarakat.
   Inovasi ini memang belum bisa dikatakan sempurna, namun inovasi ini menjadi awal, karena potensi untuk dikembangkan sangat besar. "Pihaknya juga sudah meminta agar inovasi tersebut dipatenkan," jelasnya. (Linfokom)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Sebanyak 19 kelompok mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yang berhasil lolos dalam program kereatifitas mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia. Penilaian internal sudah dilakukan agar pelaksanaan PKM bisa maksimal.

Wakil Rektor III UMK Rochmad Winarso mengatakan, PKM yang didapatkan oleh UMK bisa dikatakan cukup banyak, karena ada universitas yang lebih besar justru PKM yang diterima dibawah UMK. ”Kami selama ini memang terus mendorong mahasiswa untuk mengikuti PKM,” katanya kemarin.

Karena PKM bisa merangsang agar mahasiswa mengeluarkan ide-ide kreatifnya yang bisa diaplikasikan di masyarakat. Sehingga bisa memberikan manfaat positif kepada mahasiswa dan tentunya masyarakat.

Ada tujuh jenis PKM yang bisa diikuti mahasiswa, PKM Penelitian, teridir dari Eksakta (PKM-PE) dan Sosial Humaniora (PKM-PSH) PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI).

Monev internal juga dilakukan dengan mengunjungi lokasi kegiatan atau produksi, sehingga bisa memastikan PKM dijalankan dengan baik. Karena nantinya ketika dinilai baik oleh pihak penyelenggara, maka lolos tingkat nasional.

Dari 19 PKM yang diterima, paling banyak adalah PKM Kewirausahaan yang mencapai 13 PKM dengan berbagai judul. Mulai dari usaha pembuatan sepatu dari kain torso khas Jepara, lampu anyaman bamboo, tas dari limbah sampah, tote bag dari kain perca batik Kudus, pemanfaatan bonggol pisang, hingga jasa layanan belajar untuk anak disleksia.

Sementara untuk PKM Pengabdian Masyarakat ada dua PKM, yakni pelatihan pembuatan limbah plastik menajdi souvenir kepada para difabel. Selain itu juga pelatihan peningkatan skil pijat bagi tuna netra.

Sementara untuk PKM-PE ada dua, yakni Tasmipopanas sebagai media penejrnih minyak jelantah dan Triptowash, formulasi obat kumru dari buah parijotho. Untuk PKM -PSH yakni peran perempuan samin dalam menjaga lingkungan. Sedangkan PKM KC ada satu, yakni T-Smart ++, tempat sampah pintar dilengkapi fitur pendeteksi lokasi berbasis internet of things.(Humas UMK)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan pendampingan kepada tuna netra dalam meningkatkan kemandirian dan keahlian pijat. Selama ini keahlian pijat masih standar dan dari segi promosi juga masih biasa. Kerjasama juga dijalin dengan pihak terkait untuk mengisi posko lebaran mendatang.

Ketua Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM M) Siti Diah Ismiati mengatakan, dalam waktu dekat memang ada rencana untuk memberdayakan tuna netra yang memiliki keahlian memijat ke posko-posko lebaran. ”Koordinasi sudah kami lakukan, semoga bisa,” katanya kemarin.

 Pemebrdayaan di posko lebaran memang menjadi salahs atu promosi yang dilakukan, sehingga bisa mendapatkan penghasilan lebih dengan memanfaatkan momen lebaran tersebut. Selain momen tersebut, pihaknya juga melakukan promosi via media social.

Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan medsos, teramsuk Instagram dengan nama gelora_pertunikudus. Selama ini tuna netra yang memiliki keahlian memijat belum melakukannya, karena memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus difasilitasi orang lain. ”Kami ingin jangkauan lebih luas, salah satunya promosi lewat medsos, kami juga membuat brosur yang disebar,” terangnya.

Dalam pengabdian yang dilakukannya, juga dilakukan peningkatan skil memijat. Selama ini tuna netra hanya memiliki keahlian pijat capek. Pihaknya ingin meningkatkan skil pijat agar mampu bersaing dengan yang tidak tuna netra, sehingga bisa menambah kesejahteraan penyandang tuna netra.

Pihaknya mengundang pelatih pijat profesional untuk menambah skil pijat tuna netra, yakni pijat refleksi, pijat sport, dan pijat segmen. ”Kami melatih tuna netra yang tergabung dalam Pertuni Kudus dengan mengundang pemijat profesional,” jelasnya.

Ada dua pelatih yang diundang, keduanya memiliki keahlian khusus pijat refleksi, sport, dan segmen. Pijat refleksi mempelajari ilmu pijat di titik-titik tertentu, pijat sport pijat untuk orang sehat, salah satunya untuk mengendurkan dan meregangkan otot, terutama olehragawan. Selain itu pijat segmen untuk membantu kelainan fisik yang disebabkan oleh penyakit tertentu.

Dengan pelatihan tersebut, semuanya bertujuan untuk meningkatkan skill pijat tuina netra, sehingga diharapkan akan banyak pelanggan. Sehingga mampu meningkatkan taraf hidupnya, bisa semakin mandiri.

Ada empat mahasiswa yang melakukan pengabdian tersebut Bersama Pertnu Kudus. Selain Siti Diah Ismiati juga ada Deny Fery Irawan, Miftahul Jannah dan Arsya Yoga.(humas UMK)

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Banyak keistimewaan yang ada pada Bulan Ramadhan, salah satunya adalah turunnya ayat Alquran pertama kali atau yang sering disebut Nuzulul Quran. Jadi rumah yang baik adalah rumah yang tidak sepi dari bacaan Alquran.

Hal itu muncul saat tausiyah dari Habib Umar Mutohar dalam acara peringatan Nuzulul Quran di Masjid Darul Ilmu Universitas Muria Kudus (UMK) pada Senin 13 Mei 2019.  Dalam kegiatan itu juga dilakukan santunan anak yatim sdari beberapa panti asuhan di Kabupaten Kudus.

Dalah ceramahnya, Habib Umar mengatakan bahwa Al Quran diturunkan kali pertama pada Ramadhan, bulan istimewa dan pada malam yang istimewa juga. Tak hanya itu, wahyu pertama kali itu juga dibawa oleh malaikat istimewa, malaikat Jibril.

Malaikat Jibril istimewa karena hanya bertugas menyampaikan wahyu saja, sehingga Jibril tidak mengenal manusia karena hanya berusan dengan wahyu saja. Berbeda dengan malaikat izroil yang bertugas mencabut nyawa. ”Izroil kenal kita, karena yang nanti mencabut nyawa kita,” katanya.

Tak hanya itu, Al Quran juga diturunkan di kota istimewa, yakni kota Mekah Al Mukarromah. Seluruh umat Islam pasti merindukan kota suci Mekan, karena untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Untuk itu, Habib umar mengingatkan agar rajin membaca Al Quran, walaupun ada yang belum fasih. Kalau belum fasih tetap harus membaca dan belajar, tetep mendapatkan pahala, tapi tidak boleh mengajarkan, nanti bisa keliru semua. ”Membaca Al Quran akan membuat rumah menjadi istimewa,” terangnya.

Selain Nuzul Quran, Habib Umar juga mengingatkan pentingnya bersedekah, apalagi kepada anak yatim atau yatim piatu, karena Nabi Muhammad SAW menaruh perhatian besar kepada anak yatim.

Habib Umar memberikan sebuah pedoman, pager mangkok luweh kuat tinimbang pager tembok (pagar mangkok lebih kuat dari pagar tembok). Mangkok disini diibaratkan dengan sedekah, artinya sedekah yang dikeluarkan akan melindungi dari banyak hal yang berbahaya yang tidak bisa dilakukan oleh tembok, misalnya menghindarkan dari sakit dan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, semua pimpinan UMK, dosen, karyawan dan pengurus Yayasan Pembina UMK juga hadir. Mereka memberikan langsung santunan kepada anak yang hadir, mereka juga mengelus kepala anak yang diberikan santunan.(linfokom).

 

 

Page 9 of 362