iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan rekrutmen pegawai beberapa perusahaan yang ada di Kudus. Kegiatan yang dilakukan PKPA bertujuan untuk memfasilitasi pencari kerja, terutama alumni (UMK).

Kepala PKPA UMK Farid Noor Romadlon mengatakan, ada tiga perusahaan yang bekerjasama untuk kegiatan on campus recruitment. Yakni PT Bura Barutama, BFI Finance, dan Best Agro International. ”Beberapa sudah dilakukan,” katanya kemarin.

Mereka yang mendaftar memang tidak hanya lulusan dari UMK ssaja, melainkan juga lulusan dari perguruan tinggi lain. Namun untuk lulusan UMK menjadi prioritas, karena sejak awal memang untuk memfasilitasi lulusan UMK.

Dengan kerjasama tersebut, pihaknya bisa mengetahui kebutuhan dari perusahaan, sehingga bisa diinformasikan kepada lulusan UMK. Apalagi ketika memang kebutuhan karyawan sesuai dengan jurusan yang yang ada di UMK.

Untuk PT Pura Barutama ada kebutuhan karyawan untuk ditempatkan di beberapa bagian, staf IT, staf elektronik, smartcard programmer, staf human resource, supervisor produksi hingga bagian admin.

Untuk PT Pura Barutama, ada 351 pendaftar, setelah dilakukan seleksi administrasi, sebanyak 90 peserta dipanggil untuk mengikuti wawancara. ”Proses wawancara dilakukan di kampus langsung,” terangnya.

Sementara untuk BFI Finance, ada 39 pendaftar yang mengajukan. Untuk semua pendaftar sudah dilakukan proses tahapan rekrutmen.

Sementara untuk Best Agro International akan dilakukan proses seleksi pada 20 April 2019. Sampai saat ini sudah ada 54 pelamar yang memasukkan berkasnya. ”Untuk pendaftar memang dibatasi, sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang ada,” imbuhnya.

Dengan proses tersebut, diharapkan mampu menjadi jembatan bagi alumni UMK maupun perusahaan dalam memenuhi kebutuhan karyawan. Alumni UMK yang mungkin belum memiliki pekerjaan juga bisa terserap di dunia kerja.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Tujuh gagasan digital marketing untuk memasarkan potensi Kabupaten Kudus dilombakan. Gagasan yang dilombakan sangat cocok ketika ingin menjual Kabupaten Kudus dengan berbagai potensinya, baik dari sisi food, fashion, dan vacation.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Himpinan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (UMK). Ada empat universitasyang mengikuti kegiatan lomba Marketing Plan Competition tersebut.

Ketua HMJ Manajemen Bayu Kumara mengatakan, kegiatan ini memang diselenggarakan untuk mengenalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Kudus. Sehingga tema yang ditentukan lebih kepada digital marketing dengan sub tema food, fashion, vacation in Kudus. ”Potensi Kudus besar, pemasaran juga harus support, apalagi ditengah era digital seperti saat ini,” katanya saat kegiatan lomba yang diadakan di gedung rektorat lantai IV kemarin (13/4).

Pemilihan food, fashion, dan vacation memang karena Kabupaten Kudus sangat menonjol di tiga bidang tersebut. Kuliner khas Kudus cukup banyak, mulai dari soto, sate kerbau, lentog hingga kopi.

Selain itu untuk fashion, Kudus juga memiliki batik yang sudah mulai dikenal, masih ada bordir dan kini banyak berkembang brand hijab asal Kudus yang juga cukup dikenal di masyarakat. Untuk vacation Kudus sudah dikenal sebagai kota wisata religi dengan keberadaan Sunan Kudus dan Muria, namun juga memiliki destiansi wisata lain, baik wisata alam maupun purbakala.

Dengan kegiatan ini, pihaknya ingin mengenalkan potensi yang dimiliki lebih luas lagi. Terutama melalui digital marketing yang memang membutuhkan kretifitas, sehingga pemerintah, pengusaha, masyarakat bisa terbantu dengan gagasan yang ditungkan peserta lomba ketika memang dirasa cocok.

Ada empat universitas yang mengikuti lomba ini, yakni Universitas Negeri Semarang mengirimkan tiga tim, Universitas Diponegoro mengirimkan satu tim, Universitas Teknologi Yogyakarta mengirimkan satu tim dan UMK mengirimkan dua tim.

Dari Unnes membuat judul ,Kopi Jetak, Mencari Teman Kretek yang Menggugah’, lalu Spesial Triks Millenial Sebagai Strategi Marketing Alammu’ dan For Creative Future (Batik Kudus) With Programatic Digital Marketing’.

Dari Undip membuat judul Aplikasi ‘Dolan Kudus’ Sebagai Sarana Pengenalan Wisatadi Kudus. Dari UTY menyampaikan paparan dengan judul Otomatisasi Notifikasi SistemCerdas dan Augmented Reality’.

Sementara UMK memaparkan lomba dengan judul ‘Startegi Marketing Pada Kopi Muria’ dan Pemanfaatan Kopi Muria Sebagai Coffe Bean Parfume dan Shoescare’. ”Juri yang kita undang ada dari dinas, pengusaha Kudus dan juga dosen,” imbuhnya.

Dengan kegiatan ini, dirinya berharap mampu merangsang generasi muda untuk terus berinovasidalam berbagai bidang. Termasuk dalam hal marketing, karena sebagus apapun produk ketika tidak mengetahui cara memaarkan, tentu sulit terserap pasar.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Pengajian bertajuk UMK Bersolawat berlangsung sangat meriah, lokasi pengajian terlihat penuh. Semuanya mengikuti alunan solawat yang dibawakan oleh grup hadrah Syubbanul Muslimin dari Probolinggo.

Sejak pukul 07.00, masyarakat terutama anak muda mulai berdatangan di lokasi pengajian, yakni di Depan Masjid Darul Ilmu Universitas Muria Kudus (UMK). Mereka yang hadir dalam pengajian terlihat tidak beranjak dari tempat duduknya hingga selesai.

Kebanyakan yang hadir memang dari anak muda, merekapun datang dari berbagai kota di sekitar Kudus, ada yang dari Pati, Rembang, Jepara hingga Grobogan. Mereka yang datang ada yang pakai kendaraan roda dua, bus hingga truk.

Semuanya dilakukan untuk mengikuti pengajian UMK Bersholawat, apalagi ada grup hadrah Syubbanul Muslimin yang sudah memiliki fans di beberapa kota di tanah air. Sehingga banyak yang datang untuk mengikuti pengajian. Kegiatan yang dilaksanakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Formi UMK ini bersifat umum, tidak hanya bagi mahasiswa UMK saja, melainkan juga masyarakat umum.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kegiatan UMK Bersholawat merupakan salah satu agenda besar di UMK. Sehingga kedepan akan diupayakan bisa berlangsung kembali, apalagi berupa pengajian dan sholawat.

Kegiatan ini memang dilaksanakan untuk mendapatkan kebaikan, baik bagiperkembangan mahasiswa, UMK maupun masyarakat secara umum. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 56 yang artinya ‘Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya’.

Atas dasar itulah akhirnya kegiatan UMK Bersholawat dilaksanakan. ”Kami ucapkan terimakasih kepada kiai, habib dan hadirin yang datang dalam kegiatan ini,” terangnya.

Sementara itu, Habib Muhammad Bin Husein Al-Habsyi saat berceramah mengatakan, sebagai manusia harus bermanfaat bagi manusia lainnya. Teramsuk bagi mahasiswa UMK yang baru menumph pendidikan. ”Belajarlah dengan serius, manfaatkan ilmumu untuk membantu sesama,” jelasnya.

Misalnya,bagi yang belajar ekonomi, fokuslah dalam belajar, nantinya ilmumu untuk membantu mereka yang kesusahan dalam ekonomi. Bagi yang belajar hukum, pelajari yang mendalam agar ilmumu nanti bisa digunakan untuk membela yang lemah.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Muhammad Bin Husein juga memberikan ijazah berupa amalan solawat.  Setiap salah subuh dan magrib sebelum berbicara membaca solawat seratus kali.

Maka akan dikabulkan hajat atau keinginannya seratus keinginnan, 30 keinginan akan disegerakan dikabulkan didunia. ”Ijazah ini saya dapatkan dari Habib Andullah Bin Attas Al Habsyi saat di Jeddah, sekarang saya ijazahkan ke yang hadir,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 552 mahasiswa Universitas Muria Kudus diwisuda pada 10 April 2019, termasuk mahasiswa bidik misi. Beasiswa bidik misi sangat membantu mahasiswa kurang mampu untuk meraih cita-citanya dalam melanjutkan studi.

Seperti yang dialami Farid Hidayat mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling (BK) yang berpidato mewakili wisudawan. Farid Hidayat cukup bahagia bisa melanjutkan kuliah, karena saat lulus SMA dirinya tidak berpikir akan mampu kuliah. ”Saya anak seorang sopir,” katanya saat sambutan dalam wisuda ke-62 Universitas Muria Kudus di Auditorium UMK kemarin (10/4).

Dirinya anak kedua dari lima bersaudara, pendapatan yang diperoleh ayahnya sebagai sopir hanya cukup untuk mengisi perut keluarga. Untuk melanjutkan kuliah, dipastikan ayahnya tidak mampu untuk membiayai.

Walaupun ibunya selama ini juga ikut mencari tambahan nafkah bagi keluarga, itupun tidak akan cukup untuk biaya kuliah. Sehingga dirinya saat itu tidak yakin bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sehingga cita-citanya sebagai dosen, memiliki ribuan buku dan membanggakan orang tua jauh dari angannya. Namun karena mimpu yang terus dipupuk olehnya, ternyata dirinya mendapatkan jalan untuk melanjutkan pendidikan dengan mendapatkan beasiswa bidikmisi. ”Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan doa saya dan lulus 3,5 tahun dengan predikat cumlaude,” terangnya.

Dirinyapun bertekad kuat untuk meraih cita-citanya menjadi dosen, tentunya dia masih harus berjuang kembali untuk mewujudkannya. ”Sayapun bertekad untuk memebrikan perubahan di masyarakat dan akan kami buktikan bahwa lulusan UMK adalah lulusan berkualitas,” ungkapnya dihadapan wisudawan diikuti tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, setelah diwisuda tentunya dituntut untuk berbagi ilmu adan bermanfaat bagi orang lain. Tentunya dengan mengamalkan secara santun dan bertanggungjawab.

Wisudawan harus memiliki hard skill dan soft skill yang berjalan beriringan, karena keduanya sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja atau lainnya. ”Moral baik, passion, motivasi, kerjasama tim, etos kerja, leadership, kreatifitas hingga kemampuan berkomunikasi harus dimiliki untuk meniti karir di amsa depan,” jelasnya.

Wisudawan juga harus mampu melihat tantangan kedepan, terutama adanya revolusi inddustri 4.0. dari ahsil penelitian, pekerjaan di Indonesia akan banyak etrgantikan dengan mesin. Di dunia, 60 persen akan tergantikan dengan mesin dan 30 persen pekerjaan digantikan teknologi tinggi.

Bupati Kudus Ir. Muhammad Tamzil, M.T mengatakan, melihat dan menyaksikan wisudawan yang ada menandakan adanya kesungguhan dan semangat dari UMK, baik yayasan maupun rektorat bersama-sama memajukan UMK. ”Saat ini banyak perguruan tinggi, namun saya yakin UMK bisa semakin eksis,” imbuhnya.

Dia menambahkan, selain mencetak sarjana, UMK juga mencetak wirausaha baru, sesuai dengan kearifan lokl yang menajdi dasar UMK, santun, cerdas dan berjiwa wirausaha. Artinya, lulusan UMK juga harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. Usai wisuda, diharapkan langsung bergerak untuk menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd., Kons menambahkan, lulusan UMK yang merupakan universitas swasta tidak ada bedanya dengan universitas negeri. Karena kualitas perguruan tinggi ditentukan oleh akreditasi dan skil lulusannya.

Dunia kerja tidak membutuhkan lulusan perguruan tinggi bergengsi, melainkan membutuhkan lulusan yang memiliki kecakapan, tidak melihat lulusan dari perguruan tinggi negeri atau swasta. ”Kalian akan menghadapi universitas baru, yakni dunia kerja,” imbuhnya.

Dia menambahkan, lulusan yang menganggur bukan karena ilmunya rendah, bukan karena tidak ada pekerjaan yang bisa diekrjakan, melainkan karena mental penumpang. Artinya hanya duduk dibelakang dan melihat driver sukses didepan.

Selain itu, dia mengingatkan agar lulusan UMK jangan hanya sebagai penonton. Penonton biasanya hanya bisa berteriak, bertepuk tangan, berkeringat melihat kesuksesan orang lain. ”Harus mampu jadi pemimpin,” tandasnya.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Pembina UMK Anis Aminuddin, SE, mengatakan, pengurus yayasan mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran rektorat, dosen sehingga kegiatan wisuda bisa terlaksana.

Selain itu juga berterimakasih kepada orang tua wisudawan yang mempercayakan anaknya di UMK untuk melanjutkan pendidikan. ”Wisudawan adalah generasi bangsa yang harus berperan dalam pembangunan bangsa, cinta NKRI harus terus dipupuk,” terangnya.(linfokom)

 

 

 

Page 9 of 357