iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) kini memiliki satu lagi doktor, yakni Dr. Erik Aditya Ismaya, S.Pd. MA. Dengan bertambahnya dotor tentunya sebagai salah satu upaya untuk terus meningkatkan kualitas UMK.

 Dr. Erik Promosi Doktor Pendidikan, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 24 Februari 2020. Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK kini telah menyelesaikan Pendidikan S3 dengan baik.

UMK sendiri terus mendorong dosen untuk terus meningkatkan kapasitasnya dengan jenjang lanjutan. Karena masih banyak dosen S2, namun tiap tahunnya selalu ada dosen yang melanjutkan ke jenjang S3.

UMK sangat mendukung dosen yang melanjutkan jenjang S3, tujuannya tak lain untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, salah satunya melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Harapannya, dengan dengan terus bertambahnya jumlah dosen S3, maka kualitas perguruan tinggi semakin lebih baik. Selanjutnya kualitas lulusan bisa lebih baik lagi.(Linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus langsung merespon perubahan aturan yang dilakukan di era Menteri Nadiem Makarim. Perubahan mengarah kepada kampus merdeka dan merdeka belajar, salah satunya terkait mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah di luar program studi (Prodi).

Semua program studi langsung diminta melakukan pembahasan tersebut saat rapat kerja yang dilakukan di Hotel @Kaliurang, Kabupaten Sleman, Jogjakarta,”Banyak perubahan yang harus dilakukan, jadi kita jangan kaget, pada prinsipnya perubahan ini kearah yang lebih baik,” kata Ketua LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto,M.Pd.Kons Kamis (20/2/2020).

Salah perubahan yakni mahasiswa memiliki hak mengambil mata kuliah di luar prodi dan adanya perubahan definisi satuan kredit semester (SKS). Artinya, mahasiswa Prodi Manajemen butuh menambah skill Bahasa Inggris, maka bisa ikut kuliah di Prodi Bahasa Inggris.

Sesuai aturan yang ada, pembelajaran dalam Prodi lain dibagi empat, yakni Pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang sama. Kedua pembelajaran pembelajaran dalam Prodi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda. Ketiga pembelajaran dalam Prodi lain pada Perguruan Tinggi yang berbeda dan ketiga pembelajaran pada lembaga non Perguruan Tinggi.

Aturan tersebut tentunya harus direspon perguruan tinggi, sehingga perguruan tinggi harus melakukan perubahan dalam kurikulumnya. Sehingga bisa menyesuaikan dengan aturan terbaru agar bisa berjalan dengan baik.

Selain itu juga ada program magang yang menjadi perhatian utama, magang nantinya tidak hanya satu bulan atau dua bulan, melainkan bisa sampai setahun atau setara 40 SKS. ”Jadi, UMK harus menjalin kerjasama dengan perusahaan yang ada, terutama di Kudus,” terangnya.

Untuk perubahan tersebut memang ada penolakan sebelumnya, pernah ada yang menyatakan kuliah diprodi lain tidak efektif. Namun saat itu langsung dijawab Manteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem dengan meminta untuk menunjukkan bahwa mereka yang bekerja hanya membutuhkan satu aspek pendidikan saja.

Karena pada kenyataannya, ketika bekerja membutuhkan pelajaran lain, bukan hanya satu jurusan yang dipelajari selama kuliah. ”Perubahan ini tentu mengarah untuk lebih baik, namun tergantung kita meresponnya, karena kadang kita sudah nyaman ‘dijajah,” ujarnya.

Tak hanya itu, perubahan juga terkait dengan akreditasi, dimana re-akreditasi bersifat otomatis untuk seluruh peringkat. Lalu bersifat sukarela bagi perguruan tinggi  dan Prodi yang sudah siap naik peringkat.

Bagi yang ingin mengajukan Prodi baru, maka harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Misalnya, ingin mmbuat jurusan kopi, maka harus memiliki kerjasama dengan perusahaan kopi. Nantinya perguruan tinggi dan perusahaan kopi harus menyusun kurikulum bersama hingga lulusannya bisa diterima di perusahaan kopi tersebut.

Dia menambahkan, perguruan tinggi harus membangun sistem pendidikan yang mengutamakan kemerdekaan belajar. ”Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan, penuh tantangan, namun kita harus cepat meresponnya,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, dengan perubahan tersebut memang UMK harus meresponnya dengan cepat. Karena aturan yang baru harus disesuaikan agar tidak tertinggal dengan perubahan yang ada. Tentunya penataan internal harus dilakukan agar terus lebih baik.

Untuk pelayanan kepada mahasiswa juga akan terus ditingkatkan, apalagi jumlah mahasiswa terus bertambah. Sehingga pelayanan harus menyesuaikan agar pelayanan kepada mahasiswa bisa lebih baik.

Menciptakan kampus merdeka,maka akan difasilitasi untuk berbagai hal, termasuk perubahan kurikulum. Kerjasama dengan perguruan tinggi juga harus dilaksanakan secepatnya karena mengakomodir jika ada mahasiswa yang ingin belajar di kampus lain sesuai aturan terbaru. ”Kerjasama dengan perusahaan juga harus dilakukan dengan cepat,” imbuhnya.

Dalam rapat kerja yang dilakukan juga fokus membahas perubahan tersebut, sehingga setiap fakultas atau Prodi membuat perencanaan menyesuaikan aturan terbaru. Sehingga bisa langsung beradaptasi.(Linfokom-Humas)

 

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) per 10 Februari 2020 diterima magang di enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemungkinan besar bertambah, karena PT jasa Marga masih belum memberikan kepastian berapa mahasiswa UMK yang akan diterima magang.

Anggota Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) UMK Muhammad Arifin, M.Kom mengatakan, untuk tahun ini, sampai dengan awal Februari 2020 memang baru 28 mahasiswa yang sudah penempatan ke lokasi magang. ”Terakhir penandatanganan kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN),” katanya kemarin.

Penandatanganan kerjasama antara UMK dengan PT BTN dilakukan Kamis, 6 Februari 2020 di Gedung Menara BTN lt 3 Jl. Gajahmada No 1 Jakarta Pusat. Ada tiga mahasiswa UMK yang akhirnya ikut program PMMB di PT BTN.

Selain PT BTN, ada juga satu mahasiswa yang magang di PT Pembangunan Perumahan Demak. Lalu ada PT Semen Gresik yang menerima tiga mahasiswa UMK. Selanjutnya ada juga PT BNI Surabaya yang menerima enam mahasiswa UMK untuk magang.

Sementara paling banyak ada di PT KAI Bandung, ada sebanyak 12 mahasiswa UMK yang ikut PMMB. Lalu di PT PLN ada tiga mahasiswa. ”Sementara untuk PT Jasa Marga masih belum ada konfirmasi, kemungkinan ada,” terangnya.

Untuk total sampai saat ini, ada 28 mahasiswa yang ikut PMBB di sejumlah BUMN yang ada di Indonesia. Jumlah ini mengalami kenaikan disbanding sebelumnya, pada 2019 ada 20 peserta.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada BUMN yang sudah menerima mahasiswa UMK dalam program PMMB. Tentunya PMMB ini harus dimanfaatkan mahasiswa dengan baik.

Karena sertifikat yang didapat peserta magang akan menjadi salah satu poin penting, apalagi ketika melamar pekerjaan di BUMN. Karena sertifikat yang diberikan memiliki bobot tersendiri.(Linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Pemilihan Mahasiswa Beprestasi (Pilmapres) mengukuhkan Alfiana Mega Susanti dari program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) sebagai mahasiswa berprestasi (mapres) utama.  Dalam grand final Pilmapres, banyak ide yang dituangkan oleh sepuluh peserta saat pemaparan dihadapan juri.

Dalam prosesnya, Pilmapres 2020 ini dikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai prodi. Sete;ah pendaftaran, lalu ada proses seleksi administrasi, hasilnya 26 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi tahap pertama tersebut.

Lalu untuk seleksi Bahasa Inggris, akhirnya sepuluh mahasiswa dinyatakan lolos dan mengikuti psikotes dan masuk dalam grand final. Dalam grand final, sepuluh mahasiswa tersebut diminta mempresentasikan ide-ide yang dimiliki dihadapan tiga juri.

Sepuluh nama yang amsuk grand final yakni Achda Subchiya Hanum yang memiliki ide berjudul (Sanggar Menggambar Anak Tunarungu) sebagai Aktualisasi Ekspresi Peduli Sosial. Lalu ada Alexsa Alrasyid Asmara dengan gagasan berjudul Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Upaya Optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini.

Selanjutnya ada Alfiana Mega Susanti dengan ide berjudul KUDUS HUNTER Sebagai Solusi untuk Meminimalisir Culture Shock dalam literasi bagi Warga Negara Asing (WNA). Lalu ada Dwy Damayanti dengan gagasan berjudul Portal dunia matematika: Upaya Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Berbasis Teknologi Guna Mewujudkan SDGs 2030 di Indonesia.

Mahasiswa lainnya yakni Ema Elyana yang menuangkan ide berjudul Kalender Edukasi Keuangan Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan Anak SD Di Era Revolusi 4.0. ada juga Fatimatul Zahro dengan ide berjudul Strategi Penanggulangan Bencana Kebakaran Lahan Tebu Dan Pola Pemanfaatan Limbah Tebu Di Kabupaten Kudus.

Selanjutnya ada Ilham Fajar Sidqi dengan judul Pengembangan Akuaponik Pintar Berbasis Internet Of Things (IOT) Sebagai Upaya Efisiensi Lahan Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Masih ada lagi yakni Khansa Rofifah S dengan idenya berjudul Program SANUBARI  (Saya Toleran untuk Keberagaman Negeri) dalam Upaya Penanaman  Sikap Toleransi pada Anak.

Khoirin Nida Fitria memiliki gagasan Ethnomathematics Apps Pada Model Pembelajaran Superitem Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Karakter Cinta Tanah Air. Lalu Nanda Eria Mellyana dengan gagasannya "Law Snakes And Ladders” (Ular Tangga Berbasis Hukum Sebagai Wujud Kontribusi Mahasiswa Fakultas Hukum Dalam Mendukung SDG'S).

Usai grand final terlaksana, mapres utama UMK diraih Alfina Mega Susanti sekaligus Mapres terbaik Angkatan 2017. Selanjutnya mapres terbaik Angkatan 2018 diraih Khansa Rofifah Salsabila dari prodi PGSD dan Mapres terbaik Angkatan 2019 diraih Dwy Damayanti dari PMTK.(Linfokom-Humas)

 

Page 8 of 378