iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK, Kudus – Begitu ditugasi menjadi Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), Prof. Dr. Ir. Darsono M.Si, mencanangkan program mapan kelembagaan, sehat anggaran, dan tangguh dalam persaingan. Program unggulannya menyiapkan guru yang unggul, dan kuliah industri memanfaatkan potensi industri-industri besar yang ada di Kudus. UMK juga akan mengembangkan filsafat kultural masyarakat Kudus yakni Gusjigang, bagus ngaji dan pintar berdagang. Prinsip itu sebenarnya sudah digunakan dalam mengelola pendidikan tinggi secara global, yakni dengan prinsip good scholarship, dan good entrepreneurship. (Linfokom: Lembaga Informasi, Komunikasi & Kerjasama)

Sumber: VIDEO CHANEL INSPIRASI UNTUK BANGSA

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK, Kudus – Universtias Muria Kudus (UMK) mulai mempersiapkan kurikulum belajar kampus merdeka. Nantinya, kurikulum tersebut akan menginisiasi sebuah penggalian lokal indigenous. Dengan menginisiasi dua hal utama, yakni mengembangkan guru unggul dan kuliah industri.

Diungkapkan Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., pihaknya akan berkolaborasi dengan sekolah dasar dan menengah untuk mewujudkan guru unggulan. Kurikulum kampus merdeka akan memberikan keleluasaan bagi mahasiswa dalam memperoleh bahan ajar.

“Untuk kekayaan soft skill untuk calon guru yang kuliah di sini. Berbasis digital dan multitalenta. Jadi harus dipersiapkan perkuliahan dan praktiknya,” terang Warga Jaten, Karanganyar itu.

Kemudian, untuk kuliah industri dalam konteks kampus merdeka, UMK tidak hanya mengambil sumber ajar di kampus, tetapi juga di luar kampus. Menurutnya, mahasiswa perlu berkecimpung langsung dengan situasi nyata di sektor industri saat ini.

Baca juga: Kudus Rawan Bencana, UMK Bikin Crisis Center Kebencanaan

“Nantinya akan mengambil sumber belajar di sektor nyata luar kampus. Agar mengetahui situasi nyata di sektor industri. Juga diajar mentor profesional di sektor industri,” kata Guru Besar Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu, Rabu (17/2/2021).

Ia juga menambahkan, bahwa kurikulum tersebut mengenal instrumen baru yang akan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Karena pernah terjun langsung dan memiliki pengalaman dalam dunia industri.

“Kami juga merasa diuntungkan karena secara tidak langsung memiliki laboratorium yang komprehensif. Dari sisi industri juga diuntungkan dengan adanya keringanan pajak,” bebernya.

Pria yang sekarang tinggal di Perumahan Muria Indah itu menilai, jika pemagangan sebelumnya dianggap kurang efektif dan harus diperbaiki. Dia ingin mencontoh pemagangan di Jepang. Meski magang, akan tetap mendapat gaji seperti pekerja pada umumnya.

“Rencana ingin dibuat seperti itu. Tapi kami coba komunikasikan dan menyesuaikan dengan kondisi industri di sini,” tutupnya. (Reposted: Linfokom)

 

Sumber: BETANEWS.ID - UMK akan Gaet Sekolah dan Industri untuk Merdeka Belajar

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK, Kudus – Sejak akhir tahun 2020, Kabupaten Kudus dilanda sejumlah bencana banjir dan tanah longsor. Hal tersebut mendasari terbentuknya Crisis Center Kebencanaan Universitas Muria Kudus (UMK).

Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., Rektor UMK periode 2021-2025 mengungkapkan, pihaknya membawa nama Muria sudah seharusnya ikut berperan aktif dalam pelestarian Gunung Muria. Selain itu, ia juga merasa jika UMK merupakan kawasan risiko bencana.

“Kami peduli dengan hal-hal seperti itu, karena kami memangku nama identitas Gunung Muria. UMK merupakan universitas yang berada di kawasan risiko bencana. Jadi harus berpartisipasi tanggap bencana,” jelasnya saat ditemui di Ruang VIP Gedung Rektorat UMK, Rabu (17/2/2021).

Katanya, Crisis Center Kebencanaan UMK sudah ada sejak Januari 2021. Mereka menampung masyarakat yang peduli bencana dengan menyediakan rekening dan tim relawan.

“Dalam hal ini, kami juga melibatkan para mahasiswa yang aktif di organisasi. Rencana ke depan akan dikembangkan menjadi Tim SAR dan pusat kajian juga,” beber pria kelahiran Purwodadi itu.

Menurutnya, saat ini sudah ada pusat kajian skala kecil di UMK. Crisis Center tersebut akan menjadi rintisan hingga terciptanya pusat kajian dan tim SAR.

“Harapan kami dengan adanya Crisis Center ini juga bisa menjadi wadah bagi masyarakat yang peduli akan bencana,” tambah Ketua Pengurus Pusat Bidang Pengembangan Organisasi Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) itu. (Reposted: Linfokom)

 

Sumber: BETANEWS.ID - Kudus Rawan Bencana, UMK Bikin Crisis Center Kebencanaan

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) memberikan pelatihan pembuatan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 2021 Jumat (19/2/2021). Tujuannya agar PKM yang dibiayai makin meningkat dan juga PKM yang lolos pekan ilmiah nasional (Pimnas) bisa bertambah banyak.

Narasumber pelatihan daring Dr. Sugeng Santoso mengatakan, untuk membuat  PKM berkualitas memang butuh banyak persiapan. Mulai dari memahami syarat administrasinya hingga konten atau kualitas PKM itu sendiri. ”Pedoman atau panduan yang ada tiap tahun harus betul-betul di perhatikan,” katanya yang juga pernah menjadi juri Pimnas.

Pihaknya mengingatkan, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh mahasiswa dan itu harus dihindari ketika ingin lolos pendanaan.  Kesalahan umum proposal PKM antara lain mengunggah halaman cover atau lembar pengesahan, padahal itu tidak diperlukan. Lalu penomoran halaman, penulisan judul bab dan lampiran tidak lengkap.

Selain itu, kesalahan lain yang terjadi yakni  Tandatangan biodata tim atau dosen pendamping hasil tempelan, bidang PKM dalam biodata mahasiswa tidak sesuai dengan bidang yang diusulkan. Lalu tanggal dalam biodata sebelum surat permintaan proposal dari Belmawa. ”Kesalahan itu jangan sampai terjadi lagi,” terangnya.

Sementara untuk tema, ketika memang ada tema yang diulang atau sudah eprnah ada sebelumnya, maka dipastikan tidak akan lolos. Karena dengan keterulangan tema, menunjukkan kreatifitas yang tidak menonjol.

Juri atau reviewer biasanya memiliki data judul-judul PKM yang ada sebelumnya, sehingga tema yang lama akan bisa diketahui. Sehingga mahasiswa memang dituntut dengan tema yang baru agar lebih kreatif.

Dirinya juga meminta memperhatikan beberapa perubahan, antara lain harus menyebutkan metode, full daring atau blended dan penggunaan anggaran dan luaran harus sesuai metode yang digunakan. ”Harus detail semua, jadi dipelajari dulu dengan baik pedomannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UMK Prof. Sudarsono mengatakan, dengan adanya pelatihan yang dilakukan kali ini, tidak hanya membuat konten PKM nantinya makin berkualitas, namun juga meningkatkan spirit dan kesukacitaan mahasiswa dan dosen dalam berpartisipasi di PKM. ”Mari singsingkan lengan baju untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap mahasiswa dan dosen harus bersemangat dalam mempersiapkan PKM. Pihaknya juga akan mempersiapkan reward bagi pemenang.

 

Untuk detail pelatihan daring proposal PKM, bisa klik : https://www.youtube.com/watch?v=Fbr0uPNbS64

Page 8 of 397