iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KOTA – Sebanyak 25 mahasiswa dari beberapa negara ASEAN, Eropa dan Afrika akan belajar budaya di Universitas Muria Kudus (UMK). Nantinya mahasiswa asing tersebut akan diajak melihat berbagai kebudayaan, khususnya di Kudus.

Kegiatan tersebut masuk dalam program Cultural Visit ‘Living In Asia’ (LISIA) 2019. ”Untuk mahasiswa dari negara-negara ASEAN sudah fix, untuk mahasiswa Afrika dan Eropa masih dalam proses,” kata Ketua Kantor Urusan Internasional UMK Mutohhat, M.Pd kemarin.

Dengan kegiatan tersebut, pihaknya bertujuan agar UMK bisa dikenal masyarakat inetrnasional, terutama mahasiswa internasional. Sehingga mereka memahami keunggulan yang dimiliki oleh UMK.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dilakukan mulai 16 sampai 20 Januari 2019. Semua rangkaian acara sudah dipersiapkan, mulai kegiatan membatik, muria adventure, kunjungan kebun kopi, mengunjungi Menara Kudus, bermain gamelan dan tari kretek hingga diberikan materi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).

Sampai saat ini, sudah ada 23 mahasiswa asing yang berminat dalam program LISIA tersebut. Pihaknya sejak awal memang memebrikan batas maksimal sebanyak 25 orang mahasiswa asing. ”Mahasiswa asing yang belajar di UMK sudah ada banyak dengan berbagai program yang ada,” terangnya.

Dari data yang ada, mahasiswa asing yang sudah positif mengikuti program LISIA dari Vietnam, Thailand, Philipina dan Malaysia. Pihaknya juga sudah melakukan persiapan matang dan melakukan korodinasi dengan beberapa pihak terkait.(Linfokom) 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) bakal memaksimalkan layanan turnitin. Yakni aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui adanya indikasi plagiasi. Semua mahasiswa dan dosesn sudah diwajibkan menggunakan aplikasi tersebut.

Hal tersebut menajdi salah satu bagian hasil rapat yang dilakukan UPT Perpustakaan UMK pada rapat kerja 2018 untuk program kerja 2019 – 2020 pada tanggal 28 dan 28 Desember 2018.

Kepalan UPT Perpustakaan UMK Noor Athiyah mengatakan, turnitin menyajikan fitur yang bisa digunakan untuk mengecek kesamaan antara satu artikel dengan berbagai sumber online di internet. Kesamaan ini kemudian diartikan adanya indikasi plagiasi.

Namun perlu diperhatikan, bahwa kesamaan adalah indikasi, artinya belum tentu plagiasi. Dengan aplikasi tersebut, diharapkan semua karya mahasiswa dan dosen memang orisinil dan juga bisa mengetahui karya mahasiswa dan dosen diplagiasi atau tidak.

Selain itu, UPT Perpustakaan UMK terus meningkatkan pengembangan teknologi informasi tentang sistem Radio Frequency Identification (RFID). ”Dengan sistem tersebut nantinya civitas UMK akan lebih mudah melakukan transaksi permintaan mandiri dan pengembalian mandiri,” katanya.

Tak hanya itu, juga menyiapkan perubahan desain ruangan multimedia dan ruang skripsi, sehingga pengunjung bisa merasakan kenyamanan. ”Intinya semua untuk pengembangan pelayanan untuk pemustaka dan pengembangan TI untuk UPT Perpustakaan,” terangnya.

Dengan adanya raker ini diharapkan pustakawan nanti mampu meningkatkan kualitas layanan UPT Perpustakaan UMK dengan lebih baik. Selanjutnya pustakawan juga harus bisa memberikan inovasi-inovasi terbaru untuk kemajuan UPT Perpustakaan UMK. (Erizt/Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai The 686th World’s Sustainable University. Penghargaan tersebut diberikan dalam program UI GreenMetric yang digagas oleh Universitas Indonesia.

Dari hasil rangking tersebut, UMK masuk peringkat 60 tingkat nasional dari univesitas yang ada di Indonesia yang mengikuti UI GreenMetric. Capain tersebut cukup baik dan akan terus ditingkatkan.

UI GrrenMetric kini telah diikuti 719 universitas dari 76 negara. Pengumuman tersebut dilakukan pada 11 Desember 2017 di kampu UI dan disaksikan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset dan Teknologi RI Muhammad Dimyati, Rektor UI Muhammad Anis dan Ketua UI GreenMetric Riri Fitri Sari.

UI GreenMetric World University Ranking merupakan pemeringkatan perguruan tinggi dunia dalam hal kampus hijau dan berkelanjutan (green & sustainable campus). Dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan antusiasme peserta perguruan tinggi di dunia untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan kampus terhijau ini.

Untuk penilainnya, ada enam indikator. Setting and infrastructure (SI) atau pengaturan lahan dan infrastruktur, lalu ada energy dan climate change (EC) atau energi dan perubahan iklim. Selanjutnya ada waste (WS) atau sampah, water (WR) atau transportation (TR) atau transportasi dan Education (ED) atau edukasi.

Semua enam indikator tersebut dilakukan penilaian sesuai dengan standar UI GreenMetric. Hasilnya, UMK mendapatkan peringkat 60 tingkat nasional dari perguruan tinggi yang dinilai oleh UI GreenMetric.

Tentunya, penilaian tersebut menjadi penyemangat agar UMK terus berbenah diri. Sehingga kedepan bisa terus meingkat dan jauh lebih baik.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kerjasama dengan komunitas Senayan Library Management System (SLiMS) melaksanakan pelatihan apliaksi SLiMS. Peserta yang hadir kebanyakan dari sekolah dan peserta tidak hanya dari Kuus saja, melainkan dari luar Kudus.

SLiMS merupakan aplikasi perpustakaan yang berbasis web dan dikembangkan oleh salah satu pustakawan dari kemendikbud. Aplikasi SLiMS sudah banyak digunakan oleh perpustakaan perguruan tinggi, sekolah, maupun perpustakaan daerah.

Aplikasi tersebut bisa diunduh gratis, sehingga SLiMS menajdi salah satu apliaksi yang diminati. Karena sudah sangat mumpuni untuk pengelolaan perpustakaan, apalagi untuk sekolah.

Ketua Panitia Suwarni mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan 22 Desember 2018 tersebut dihadiri berbagai perpustakaan dari perguruan tinggi maupun perpustakaan sekolah se-indonesia. Menurut data peserta yang hadir dalam pelatihan ada yang dari Depok, Surabaya, Magelang, Semarang, Gorontalo, Madura, Jepara, Demak, Pati, dan Kudus.

Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan pengelolaan perpustakaan bisa terotomasi dan tidak menggunakan sistem manual. ”Yang hadir sudah ada yang menggunakan SLiMS, jadi bisa dikatakan pelatihan lanjutan,” katanya.

Pelatihan tersebut dibagi dua sesi. Pertama tentang Pengenalan SLiMS, Instalasi SLiMS, dan Input Bibliografi dengan CSV. Sesi kedua tentang input data anggota dengan CSV dan Praktek Sistem Layanan Sirkulasi dan Penjelasan Tentang Pelaporan.

Salah satu peserta pelatihan, Mufid mengaku sangat bermanfaat mengikuti pelatihan tersebut. Karena bisa mengetahui penerapan aplikasi perpustakaan lebih detail, apalagi aplikasi ini diberikan gratis. ”Saya juga bisa belajar dengan komunitas SLiMS tentang perpustakaan walapun saya sendiri bukan berlatang belakang pustakawan,” terangnya.

Peserta lainnya dari Kabupaten Bojonegoro, Dwi Puspita Sari mengatakan, dirinya sudah lama menggunakan Aplikasi SLiMS. Namun akhir-akhir ini dia mengalami masalah, karena aplikasi SLiMS sering eror.

Dengan pelatihan tersebut, dirinya mengutarakan masalah yang dialami dan bisa terselesaikan. Sistem eror di apliaksi sudah bisa diselesaikan dalam pelatihan. ”Alhamdulillah bisa beres masalahnya, dengan pelatihan ini saya mendapatkan ilmu baru yang belum saya dapatkan saat kuliah di jurusan ilmu perpustakaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UMK Noor Atiyah mengucapkan terimakasih atas kehadiran peserta pelatihan. Pihaknya memfasilitasi daam pelatihan tersebut agar pengelolaan perpustakaan, terutama sekolah bisa lebih baik.

Sehingga semua peserta pelatihan bisa memaksimalkan apliaksi SLiMS untuk pengelolaan perpustakaan instansi amsing-masing. Apalagi SLiMS juga sudah sangat baik dan tidak hanya di gunakan instansi Indonesia saja, tapi sudah diguanakn oleh instansi luar Indonesia.(erizt/linfokom)

Page 8 of 342