iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Empat mahasiswa menciptakan alat pembelajaran matematika menarik, karena seperti permainan monopoli. Uniknya, selain berlajar materi matematika, juga bisa digunakan untuk mengenalkan budaya di Kabupaten Kudus. Karena gambar monopoli matematika berisi tentang budaya di Kabupaten Kudus.

Permainan yang diberi nama Monopoli Matematika (Politika), untuk materinya bisa disesuaikan dengan mata pelajarannya. Artinya bisa digunakan untuk anak usia sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP)dan sekolah menengah atas (SMA). "Cara bermain sama, tapi materinya bisa dirubah," kata Vany Diah Puspita Sarikemarin.

Permainan tersebut dibuat oleh empat orang mahasiswa sebagai tugas kuliah. Empat  orang tersebut yakni Vany Diah Puspita Sari, Miqdam Maulana, Shinta Herawati, dan Arung Nugroso Sumarno Putra.

Karena bisa dirubah, maka  permainan tersebut bisa lebih fleksibel digunakan, apalagi materinya dibuat sesuai keinginan. Bahkan sudah ada SD yang memesan Monopoli Matematika sebanyak tujuh buah untuk pembelajaran di sekolah.

SD tersebut tertarik membeli karena materi bisa digunakan untuk membantu proses belajar mengajar matematika, apalagi dengan cara bermain. "Menggunakan metode permainan ada keasyikan tersendiri bagi peserta didik, sehingga akan tertarik dan mudah untuk menerima, mengamati dan memahami pelajaran yang dipelajari," terangnya.

Permainan tersebut dibuat dari triplek dan dibentuk menjadi kotak, bagian atas terdapat gambar-gambar dan juga kartu. Ada tiga jenis kartu yang disiapkan, kartu dengan pertanyaan mudah, sedang dan berat.

Penentuan pertanyaan tersebut tergantung saat siswa melempar dua dadu yang disiapkan dalam permainan. Setelah dadu tersebut berhenti dan menunjukkan nilainya maka peserta didik memulai permainan dengan diawali dari start.

Setiap pemberhentian, peserta didik melihat level / hukuman / bebas berhenti,  yang terdapat dalam monopoli tersebut. Kemudian peserta didik mengambil soal yang sesuai dengan level yang didapatkan / mengambil hukuman jika pada nomor tersebut yang mendapatkan hukuman.

Jika peserta didik menjawab dengan benar, pada level 1 akan mendapatkan point 5, jika di level 2 akan mendapatkan point 10, dan jika menjawab benar di level 3 akan mendapatkan point 15. Jika peserta didik menjawab salah, maka point dikurangi 1.  "Kami buat semenarik mungkin, biar lebih enjoy, jadi belajarnya mengasikkan," ujarnya.

Dari permainan tersebut, banyak manfaat yang didapatkan, baik guru maupun siswa. Guru bisa mempermudah dalam penyampaian materi dan target pembelajaran bisa maksimal. Karena dengan permainan pembelajaran akan mduah dimengerti.

Sementara untuk siswa,  bisa untuk meningkatkan motivasi dan prestsi belahar peserta didik, meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah. Lalu meningkatkan kemandirian peserta didik dan menumbuhkan semangat dalam pembelajaran yang diebrikan oleh guru. "Kami membuat monopoli matematika memang melihat kondisi siswa, masih banyak yang kurang suka matematika karena dirasa sulit," imbuhnya.

Dosen Prodi Pendidikan Matematika Savitri Wanabuliandari, M.Pd mengakui jika ide membuat permainan matematika tersebut cuku menarik. Karena bisa membuat siswa lebih nyaman dalam belajar matematika.

Pihaknya juga melihat proses pembuatannya sudah cukup bagus, apalagi sejak awal memang terus melakukan korodiansi untuk penyempurnaannya. Sehingga saat ini sudah ada SD yang berminat karena dianggap cukup menarik dalam membantu pembelajaran matematika.(Humas - Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Produsen sepatu Adidas, PT Hwaseung Indonesia (HWI) bakal melakukan rekrutmen atau manajemen trainee bekerjasama dengan Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Universitas Muria Kudus (UMK). Kegiatan ini sudah berjalan untuk ketiga kalinya, karena lulusan UMK yang masuk ke PT HWI dianggap cukup baik, sehingga kerjasama terus berlanjut.
Ketua PKPA UMK Farid Nor Romadlon, M. Pd mengatakan, kerjasama yang dilakukan antara PKPA UMK dan PT HWI sudah berjalan baik. Bahkan rekrutmen yang dilakukan pada 14 Juli 2020 nanti sudah kali ketiga. "PT HWI mengakui kualitas lulusan UMK yang bekerja di PT HWI, kerjasamapun terus berlanjut," katanya kemarin.
Pada Juni 2019 lalu, pihaknya mengadakan rekrutmen bersama PT HWI, ada 40 peserta yang ikut. Setelah dilakukan serangkaian tes, ada 14 orang yang dinyatakan lolos dan bekerja di PT HWI. Saat ini, banyak dari mereka sudah menjadi staf senior karena kinerjanya cukup baik.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa lulusan UMK bisa bersaing di dunia kerja, karena dianggap baik, akhirnya kerjasama terus dilakukan. "Dari PT HWI puas dengan kinerja alumni UMK yang ada di sana," terangnya.
Untuk rekrutmen batch 3 akan dimulai pada 16 Juni 2020. untuk pendaftaran sudah dilakukan beberapa waktu lalu dan terakhir pada 13 Juli 2020. Pihaknya juga sudah memberikan pengumuman tersebut ke sejumlah alumni dan pengumuman dai media sosial.
Ada tiga tahap yang harus dilalui oleh peserta, yakni tes potensi akademik, psikotes dan interview. Dari sana nanti akan disaring, siapa yang lolos dan tidak pada tahap interview. Inetrveiw nantinya akan dilakukan langsung oleh PT HWI.
Manajer HRD Divisi Rekrutmen Anton mengakui jika lulusan UMK yang bekerja di tempatnya cukup baik. Sehingga pihaknya terus menjalin kerjasama ketika memang pihaknya membutuhkan karyawan. "Kinerjanya bagus, kuat dengan tekanan," ujarnya.
Pihaknya tentu berterimakasih dengan UMK atas jalinan kerjasama yang dilakukan selama ini. Sehingga kerjasama yang saling menguntungkan ini bisa berjalan baik kedepannya. "Untuk manajemen trainee kali ini baru dilakukan dengan UMK," imbuhnya.(Humas-Linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Lulusan Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Muria Kudus (UMK) akan mendapatkan dua gelar, S.Kom.,MTA. Microsoft Technology Associate (MTA) merupakan program sertifikasi internasioal. Artinya, lulusan Prodi SI yang mengikuti program tersebut menandakan memilki kemampuan teknologi informasi (IT) sesuai standar internasional.

Direktur Centrol IT Unit Sertifikasi Kompetensi (USK) Prodi SI UMK, Dr. Eko Darmanto mengatakan, program MTA merupakan program sertifikasi dari Microsoft. Jadi, mahasiswa Prodi SI tidak hanya belajar teori, tapi juga praktek.  ”Ini merupakan cara kami dalam menghadapi perkembangan IT di era industri 4.0,” katanya kemarin.

Pihaknyapun sudah mendirikan USK CentrolIT sejak 2019, lembaga tersebut mengelola ujian kompetensi mahasiswa dibidang IT. Program awal yakni program sertifikasi internasional dari microsoft tersebut, MTA.

Mahasiswa bisa mengikuti beberapa skema ujian sesuai keinginannya, ada tiga paket sekama. Yakni Database Fundamentals, Software Development, HTML5 Application Development. ”Jadi ujian sertifikasi MTA diperuntukkan bagi yang memiliki tiga kemampuan tersebut, karena ujiannya banyak diisi dengan pertanyaan praktis,” terangnya.

Mereka yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi dari Microsoft dan titel MTA bisa disematkan di belakang namanya. Sehingga ketika yang lulus ujian adalah mahasiswa Prodi SI UMK, maka akan mendapatkan gelar S.Kom., MTA. Titel yang disematkan berlaku secara internasioal dan seumur hidup, jadi ada keuntungan lebih ketika kuliah di Prodi SI UMK.

Dia menambahkan, sertifikasi ini bukan program wajib bagi mahasiswa, diserahkan mahasiswa ingin mengikutinya atau tidak. Namun ketika melihat manfaatnya, tentu akan bermanfaat besar bagi mahasiswa. Apalagi sertifikasi berstandar internasional, namun biayanya sangat terjangkau.

Pada angkatan pertama atau batch-1, program MTA diikui 28 orang, baik dari dalam kampus UMK maupun dari luar. Untuk peserta tidak hanya dari Prodi SI saja, lain prodi juga diperbolehkan. ”Bahkan ada praktisi di Kudus yang telah lama berkecimpung dibidang TI juga ikut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Prodi SI UMK, Pratomo Setiaji, M.Kom mengatakan, adanya program MTA tersebut, menunjukkan kesiapan Prodi SI dalam menghadapi persaingan global. Hal itu sesuai dengan konsep visi dari UMK, yakni berdaya saing global.

Mahasiswa UMK secara keilmuan di bekali teori dan praktek, untuk mata kuliah kontennya juga di sesuaikan dengan standar internasional, sehingga ujian sertifikasi MTA bisa diikuti mahasiswa.

Dia menambahkan, untuk meningkatkan kompetensi Prodi SI UMK, semua dosennya wajib mengikuti ujian sertifikasi kompetensi. Saat ini sudah ada sembilan dosen yang dinyatakan lulus ujian sertifikasi MTA. ”Empat dosen diantaranya telah mengikuti Training of Trainer (ToT) program sertifikasi MTA ini,” ungkapnya.

Rencananya, untuk meningkatkan jejaring dan kualitas lulusan, kerjasama sertifikasi internasional tidak hanya terpaku pada satu vendor saja yaitu Microsoft. Pihaknya sudah berencana untuk mengandeng vendor lain.

Bahkan juga kerjasama dengan program sertifikasi dibidang manajemen dan tatakelola IT. Sehingga lulusan Prodi SI UMK tidak hanya memiliki kompetensi secara teknis, tapi juga memiliki kompetensi dari segi penerapan IT di lingkungan bisnis.

Dia menambahkan, saat ini telah dibuka program sertifikasi MTA angkatan kedua. Namun akan sedikit berbeda dalam pelaksanaannya karena pandemi Covid-19. Pelaksanaan harus mengikuti protokol kesehatan dan jumlah peserta juga dibatasi,karena harus physical distancing.

Sementara itu, lulusan program sertifikasi MTA Soma Setiawan mengakui mendapat banyak manfaat dariadanya ujian sertifikasi MTA tersebut. Apalagi titelnya resmi dan berstandar internasional.

Direktur salah satu perusahaan IT di Kudus tersebut mengikuti program sertifikasi MTA karena memang adanya tuntutan dalam pekerjaannya. ”Dengan memiliki titel MTA, menandakan kemampuan dibidang IT, apalagi berstandar internasional sehingga lebih menyakinkan calon konsumen ketika bertransaksi,” jelasnya.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) tengah mencetak wirausahawan baru melalui Progam  Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Saat ini sudah ada sekiar 84 mahasiswa yang mengikuti tahap awal. Targetnya, muncul pengusaha baru di berbagai bidang dari UMK.

Ketua PPK FKIP UMK Nuraeningsih,M.Pd mengatakan, kegiatan PPK FKIP ini merupakan tahun kedua, tahun pertama sudah memunculkan pengusaha baru. Ada yang bergerak dibidang makanan, minuman, budidaya jamur hingga budidaya tanaman hias. ”Tahun kedua ini kami harap yang berhasil jauh lebih besar,” katanya kemarin.

PPK memang didesain untuk mendampingi mahasiswa yang berminat untuk berwirausaha, baik yang sudah berjalan atau baru sekedar memiliki ide. Bagi yang sudah berjalan tentu akan lebih mudah, sementara yang sebatas ide harus disupport lebih hingga ideanya bisa di realisasikan.

Untuk tahap pertama, pihaknya sudah melakukan pelatihan, karena masih masa pandemi Covid-19, pelatihan dilakukan secara online. Pihaknya menggandeng pihak ketiga yang memang memiliki keahlian dalam bidang marketing. ”Mahasiswa yang ikut untuk PPK tahun kedua ini cukup banyak, ada 84 orang,” terangnya.

Pelaksanaan PPK FKIP ini memiliki lima tahap, pertama, tahap persiapan yang terdiri dari sosialisasi & rekruitmen. Lalu tahap awal berupa pelatihan teknis dan manajemen secara online dan membuat business plan.

Selanjutnya tahap pengembangan berupa pendirian awal dan market test, sementara tahap akhir berupa grand opening, promosi dan pameran serta pameran. Untuk tahap pasca berupa pelepasan tenant. ”Estimasi kami, setahun mereka yang mengikuti ini bisaberjalan usahanya,” ujarnya.

Pihaknya optimis jika pelaksanaan PPK FKIP ini bisa berjalan maksimal, apalagi pihaknya juga didukung pendanaannya oleh Kementrian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristekbrin).

 Mahasiswa salah satu peserta PPK FKIP Fatihah Nor Romadlon mengaku sangat terbantu dengan PPK FKIP, karena banyak ilmu yang didapat untuk mengembangkan usahanya. ”Saat berjualan minuman kopi siap minum, dikemas di botol, inginnya kedepan bisa punya kafe,” ungkapnya.

Sejak mengikuti PPK, dirinya langsung merealisasikan ide usaha yang dimiliki. Pelatihan yang diikui juga cukup menarik baginya, karena pelatihan marketing online jelas sangat bermanfaat untuk memperluas atau mengenalkan produk secara luas.(Humas-Linfokom)

Page 8 of 386