iden

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Penggunaan plastik yang memprihatinkan membuat mahasiswa Universitas Muria Kudus, kali ini mereka fokus untuk mengurangi sampah plastik dengan pembuatan totebag. Bahannya dari kain perca atau limbah kain yang digunakan untuk belanja sebagai pengganti kantong kresek atau plastik.

Ide tersebutpun menarik Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Dikti (Kemenristekdikti) melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Ide tersebut langsung mendapatkan pembiayaan yang berpotensi ikut dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). ”Kelompok kami ada tiga orang,” kata Ketua Tim Brian Priyangga kemarin.

Totebag yang dibuat tak hanya sekadar totebag, melainkan ada motif khas Kudus, yakni batik Kudus dan menara. Karena Kudus juga dikenal sebagai produsen batik, batik yang digunakan dari limbah atau kain perca.

Sehingga selain bertujuan untuk mendaur ulang, juga bertujuan untuk mengenalkan wisata di Kudus melalui totebag tersebut. ”Banyak tujuan yang ingin kami raih selain mencari keuntungan, mulai dari mengurangi sampah plastik dan kain, juga mengenalkan wisata Kudus,” terangnya.

Diri bersama dua anggotanya, Nurul Ummah dan Maulida Silva memang semula melihat banyaknya sampah plastik yang ada, terutama saat belanja di minimarket, took klontong, pasar atau lainnya. Dipastikan tempat belanja menggunakan plastik kresek, artinya akan menjadi sampah.

Padahal dengan menggunakan totebag bisa mengurangi penggunaan sampah, bahkan di took modern saat ini sudah dikenai biaya sekitar Rp 200 untuk plastik kreseknya. ”Dengan menggunakan totebag bisa digunakan terus menerus, tidak sekali pakai,” imbuhnya.

Totebag ini berbahan kanvas dan kain katun dan memiliki ukuran 35 x 25 cm, cukup besar. Totebag terdapat tambahan pegangan pada bagian atasnya. Bahan kanvas memang terkenal kuat dan bisa digunakan untuk membawa barang-barang belanjaan serta kebutuhan lainnya. Selain kuat, totebag ini mudah dicuci juga perawatannya mudah.

Tak hanya untuk mengangkat barang, totebag buatannya juga bisadifungsikan sebagai tempat tisu, sehingga memiliki dua fungsi. ”Biasanya tempat tisu juga dari plastik, kita inovasikan totebag ini bisa juga sebagai wadah tisu,” jelasnya.

Untuk penjualan, dilakukan secara online maupun offline, melalui marketplace yang sudah ada dan juga melalui media sosial. Sedangkan untuk offline, dirinya kerjasama dengan toko yang ada di sekitar tempat wisata di Kudus.

Selain itu juga dkerjasama dengan jasa travel, wedding orginiser (WO) dan agar bisadigunakan sebagai souvenir dalam sebuah even. ”Totebag ini sudah ada yang membeli, dari Kudus dan sekitarnya, kami jual Rp. 25.000,” imbuhnya.(Humas UMK)  

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – PT Hwaseung Indonesia di Kabupaten Jepara yang merupakan produsesn sepatu Adidas melakukan penjajakan kerjasama dengan Universitas Muria Kudus (UMK). Dalam waktu dekat kerjasama tersebut akan segera terealisasi, bulan ini kerjasama yang ditandatangani kedua belah pihak.

Kerjasama antara PT Hwaseung Indonesia (HWI) ini berupa manajemen trainee dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. ”UMK menjadi salah satu perguruan tinggi yang akan menjalin kerjasama,” kata Manajer HRD PT HWI Anjur Rumahorbo Selasa (18/9/2019).

Pemilihan UMK salah satunya karena sudah banyak alumni UMK yang bekerja di PT HWI, menurutnya kinerja alumni UMK cukup bagus. Sehingga pimpinan PT HWI meminta dilakukan kerjasama dengan UMK.

Kerjasama yang dilakukan nantinya berupa management trainee, karena pihaknya harus menyiapkan regenerasi, terutama unsur pimpinan, seperti manajer dan lainnya yang ada di perusahaan. Sehingga perusahaan bisa memunculkan karyawan yang memiliki jiwa leadership yang baik, salah satunya dengan adanya management trainee.

Untuk mereka yang ikut dalam program tersebut adalah alumni dari UMK, namun untuk fresh graduate. Pihaknya mencari alumni dari fakultas teknik dari berbagai program studi yang ada di UMK, yakni alumni Prodi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Informatika, dan Sistem Informasi.

Sementara itu, Wakil Rektor UMK Dr. Subarkah mengatakan, adanya kerjasama yang akan dilakukan dengan PT HWI tentu sangat positif, termasuk bagi UMK. Karena jalinan kerjasama tersebut sangat dibutuhkan, sehingga diharapkan bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Untuk yang berminat mengikuti program tersebut, bisa melakukan pendaftaran secara online mulai 18 – 25 Juni 2019. Selain kualifikasi fresh graduate dan dari Fakultas  Teknik, pendaftar harus memiliki IPK minimal 3,25. Lalu memiliki kemampuan leadership mampu bekerjasama, berpikir analitis,dan mampu berbahasa Inggris.

Sedangkan untuk persyaratan, surat lamaran kerja, CV, FC ijazah dan transkrip nilai, foto ukuran 4x6, FC KTP, FC SKCK, dan SDertifikat TOEFL. Usai penutupan, akan mendapatkan pengarahan pada 26 Juni 2019 di Gedung J lantai V UMK, saat pengarahan wajib hadir.(linfokom)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Ikatan Alumni  (IKA) Universitas Muria Kudus mengadakan kegiatan wayangan, wayangan tersebut mengangkat cerita dengan judul Wahyu Ketentreman. Dalang wayang langsung dari Ketua IKA UMK, Dr. Sunardi yang juga menjabat sebagai Asisten Ahli Bupati Kudus.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, keberadaan alumni yang terorganisir dengan baik sangat penting. Sehingga komunikasi bisa terus terjalin dengan universitas, karena sumbangsih alumni juga sangat penting bagi perkembangan universitas. ”Pemberdayaan alumni perlu dilakukan,” katanya saat memberikan sambutan Jumat (14/6/2019).

 Alumni juga perlu dimanfaatkan untuk pengembangan universitas, karena masukan dan lainnya sangat penting. Sehingga pertemuan alumni seperti yang dilakukan kali ini sangatlah positif.

Dirinya berharap, kepengurusan alumni bisa dibentuk di setiap kota, sehingga korodinasi akan lebih mudah. Nantinya juga bisa dijadikan ajang silaturrahim, bertukar ide, gagasan agar bisa saling membantu bagi alumni yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua IKA UMK Dr. Sunardi mengatakan, kegiatan ini memang dilakukan cukup mendadak, namun bisa dikatakan berjalan cukup baik. Tentunya berkat korodinasi dengan internal UMK.

Karena pihak universitas juga memberikan dukungan penuh dengan memfasiliatsi kegiatan tersebut sehingga berjalan lancar. Sehingga alumni UMK juga banyak yang datang dari berbagai fakultas atau jurusan.

Alumni yang hadir tidak hanya dari kalangan anak muda saja, namun yangs udah lulus lama juga turut hadir. ”Kami tentu berterimakasih atas kehadiran semua alumni, semoga kedepan bisa terus bersinergi,” terangnya.(linfokom)

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Universitas Muria Kudus melakukan kegiatan Halal Bi Halal usai libur Lebaran, kali ini kegiatan juga dibarengi dengan rapat tebuka senat dies natalis UMK Ke-39. Banyak hal yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, termasuk peringkat UMK semakin baik yang dinilai oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggin (Kemenristekdikti).

Rector UMK Dr. Suparnyo, SH. MS mengatakan, momentum dies natalis merupakan momen yang harus disyukuri dan momen dimana harus terus bekerja keras. Tentunya untuk memajukan UMK agar terus lebih baik. ”Visi misi yang dimiliki harus dijalankan dengan baik,” katanya Kamis (13/6/2019).

Peringkat UMK secara nasional juga semakin baik, hal tersebut sesuai dengan pemeringkatan yang dilakukan Kemenristekdikti. Pada 2016 UMK menduduki peringkat 222, pada 2017 merosot ke peringkat 248 dan pada 2018 naik kembali diperingkat 151.

Pada 2017 mengalami penurunan peringkat, karena saat itu banyak program studi baru yang baru berjalan. Sehingga proses akreditasi masih belum selesai, sehingga peringkat di kemenristekdikti mengalami penurunan.

Ketua Yayasan Pembina UMk Wahyu Wardhana, SE. MSi., Akt mengatakan, dalam momentum halal bihalal, dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran rektorat, prodi dan lainnya yang berjuang hingga UMK tetap eksis sampai saat ini. ”Semoga koordinasi dan komunikasi semakin terjalin dengan baik,” terangnya.

Pihaknya juga membuka ruang diskusi selebar-lebarnya bagi semua unsur yang ada di UMK. Sehingga diharapkan banyak masukan kepada yayasan, tentunya semuanya bertujuan untuk memajukan UMK.

Sementara itu, KH. Dr. In'amuzzahidin, M.Ag dalam mauidoh khasanahnya mengatakan, orang beribadah bukan karena untuk mendapatkan surga, namun beribadah memang karena cinta. Sehingga ketika ada dosen atau karyawan yang bekerja hanya memikirkan akan mendapatkan apa ketika melakukan sesuatu, jelas tidak tepat. ”Itu dosen awam,” ujarnya.

Menurutnya, kinerja bukan hanya masalah gaji saja, melainkan untuk membangun UMK, karena UMK adalah rumah bagi semua yang ada di UMK. Sehingga harus dijaga bersama agar bisa maju bersama.

Dia mengakui kesibukan menjadi dosen, apalagi yang memiliki jabatan, mulai dari ngurusi akreditasi, mengajar dan lainnya. Sehingga harus memiliki kesabaran, namun jangan sampai berpikir mau melakukan sesuatu ketika ada uangnya. ”UMK rumah bersama, harus terus bekerja maksimal agar semakin baik,” imbuhnya.(linfokom)

Page 8 of 362