iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Badan Ekesekuitif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan Techno Camp 2019. Ada lima kegiatan yang dilaksanakan mulai 22 hingga 26 April 2019.

Ketua BEM Fakultas Teknik UMK Hasan mengatakan, techno camp merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihaknya. Kali ini ada lima kegiatan yang dilakukan, tentunya melibatkan banyak pihak. ”Kami ingin mengenalkan Fakultas Teknik khususnya dan UMK secara umum kepada masyarakat,” katanya kemarin.

Lima kegiatan yang diselenggarakan antara lain, expo dan pameran yang dilaksanakan 22 – 26 April. Lalu ada seminar nasional yang dilaksanakan pada 22 April dan workshop printer 3D yang dilaksanakan pada 24 April .

Selain itu ada juga service motor yang dilaksanakan pada 23 – 24 April dan ada donor darah yang dilaksanakan pada 23 April. Untuk inagurasi dilaksanakan pada 26 April di Auditorium UMK. ”Kami akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan yang cukup positif. Apalagi adanya kegiatan seminar yang bias untuk menambah wawasan mahasiswa.

Apalagi kini dunia sudah bergerak dalam revolusi industri 4.0, artinya semua orang, terutama mahasiswa harus menyiapkan diri dengan baik. Jangans ampai nantinya mahasiswa tidak bias mengantisipasi perubahan yang ada.

Untuk itu, kedepan mahasiswa harus mampu melakukan perubahan, beradaptasi dengan perkembangan zaman. ”Karena kedepan akan banyak perubahan,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Arga Dahana Universitas Muria Kudus (UMK) menanam 6.500 tanaman mangrove di pantai di Desa Pohijo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. UKM Mapala Arga Dahana UMK jug menggandeng komunitas dan pemuda sekitar dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Eva Yuliana mengatakan, kegiatan tanam mangrove dilakukan karena melihat kondisi pantai yang mengalami abrasi. Melihat kondisi tersebut akhirnya muncul ide untuk tanam mangrove di lokasi yang dianggap membutuhkan. ”Selain tanam mangrove, kami juga ada sosialisasi,” katanya kemarin (21/4).

Banyak manfaat yang didapat dari penanaman mangrove, antara lain mencegah intrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai, sebagai pencegah dan penyaring alami hingga berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir. Sehingga pihaknya memilih tanam mangrove untuk tahun ini melihat banyaknya manfaat tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga menggandeng komunitas lingkungan dan juga masyarakat di Desa Pohijo. Sebelum tanam mangrove, pihaknya melakukan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan, terutama dengan penanaman mangrove tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan kegiatan bersih-bersih pantai, karena kondisi pantai kurang terawat. Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan komunitas lingkungan dan masyarakat sekitar, termasuk pemuda karang taruna desa setempat. 

Untuk komunitas yang diundang dalam kegiatan tersebut sekitar 20 komunitas, mayoritas komunitas dari Kabupaten Pati. Pelibatan banyak komunitas juga sebagai ajang silaturrahim dan sharing dalam menjaga lingkungan. Karena untuk menjaga lingkungan harus melibatkan banyak pihak.

Dengan melibatkan masyarakat sekitar, tujuannya bisa turut serta dalam proses perawatan tanaman mangrove yang ditanam. Karena mereka yang paling dekat dengan lokasi, sehingga bisa memonitor setap saat. ”Kamipun juga akan melakukan perawatan hingga tumbuh baik, dengan pelibatan masyarakat sekitar akan lebih maksimal,” terangnya.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan mampu memberikan manfaat kepada lingkungan dan berdampak positif kepada masyarakat. Selain itu yang paling penting bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama tanaman mangrove.(linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Nasional Rayon 1 Jawa Tengah Cabor Tenis Meja rampung digelar. Mendali emas dari pertandingan tesebut diraih Universitas Muria Kudus (UMK) dan Universitas Semarang (USM).

Ketua Panitia POM Rayon 1 Jawa Tengah Cabor Tenis Meja, Hendy Hendro Hadi Srijono. M,Si mengatakan, pertandingan tenis meja ini diikuti oleh 16 perguruan tinggi(PT), lima PT negeri dan 11 PT swasta. ”Total ada 90 atlet yang ikut pertandingan tenis meja kali ini,” katanya kemarin (20/4/2019).

Dalam cabor tenis meja, dibagi menjadi lima kelas. Yakni tunggal putra sebanyak 20 peserta, tunggal putri sebanyak tujuh peserta. Sementara itu ada juga ganda putra yang diikuti 13 peserta dan ganda putri sebanyak tujuh peserta. Sedangkan untuk ganda campuran diikuti tujuh peserta.

Dari lima kelas tersebut, hanya enam PT yang mampu meraih medali, khusus untuk medali emas diraih USM dan UMK. Rinciannya, USM mendapatkan tujuh medali dengan rincian medali emas empat buah, perak tiga buah.

Sementara UMK mendapatkan tiga medali, rinciannya satu medali emas didapat dari ganda putra oleh Trio W dan Andi. Sementara medali perunggu meraih dua medali, yakni kelas ganda putri  oleh Nurul Auliani dan Khintan PA. Lalu kelas ganda campuran oleh Trio W dan Khintan PA.

Untuk Undip mendapatkan lima medali, dua medali perak dan tiga medali perunggu. Untuk UIN Walisongo mendapatkn tiga medali, semuanya medali perunggu. Sementara UPGRIS mendapatkan satu medali, yakni perunggu dan Unimus juga mendapatkan satu medali, medali perunggu.

 Mereka yang mendapatkan juara, nantinya memiliki kesempatan untuk bertanding di level nasional mewakili Jawa Tengah. Sehingga diharapkan bisa mendapatkan prestasi di level lebih tinggi untuk cabor tenis meja.

Kegiatan ini juga bertujuan unuk ajang silaturrahim antar perguruan tinggi, khususnya Rayon 1 Jateng. ”Persiapan sudah kami lakukan maksimal dan peserta juga bertanding penuh sportivitas, kami ucapkan terimakasih,” imbuhnya.

Dirinya juga berharap agar kedepan cabor tenis meja kedepan bisa lebih dikenal lebih luas di masyaraat. Sehingga akan muncul atlit-atlit baruyang siap bertanding ditingkat nasional, bahkan internasional.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 15 tim dari 15 universitas masuk finalis grand final lomba Muria Scientific Competition yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Mahasiswa Kreatif (KMK) Universitas Muria Kudus (UMK). Sebelumnya, ada 116 paper dari 36 universitas untuk mengikuti lomba tersebut.

Setelah dilakukan seleksi oleh juri, akhirnya 15 paper dari peserta dinyatakan lolos menjadi finalis grand final lomba Muria Scientific Competition. Sebelumnya, peserta mengirimkan paper atau ide yang akan diikutsertakan. ”Juri langsung melakukan seleksi,” kata Ketua UKM KMK Kudus Nailatul Izzah saat lomba di ruang seminar lantai 4 UMK kemarin (20/4/2019).

Setelah dilakukan seleksi, dipilih 15 paper yang terbaik untuk melakukan paparan di UMK, dihadapan juri langsung. Selanjutnya baru dilakukan penentuan siapa yang berhak menajdi juara setelah diuji oleh juri.

Beberap judul lomba antara lain, dari Universitas Diponegoro berjudul portable milk can refrigerator (picar): Teknologi penyimpanan susu sapi Moeria Kudus menggunakan Thermoeletric Cooler) dengan kontroler pid terintegrasi lampu UV sebagai antibakteri bertenaga surya.

Lalu ada dari IPB yang membuat judul ‘Koncokelas: aplikasi video pembelajaran berbasis animasi untuk tuna rungu dalam mewujudkan sustainable education di Indonesia’. Ada lagi dari Poltekkes Kemenkes Tanungpinang dengan judul ‘Pengabdian masyarakat tentang pembangunan septic tank inovasi dua cincin ukuran berbeda di daerah Kampung Bulang, Kota Tanjungpinang.

Sementara perwakilan mahasiswa UMK membuat paper dengan judul ‘Bandeng Smart Feeder: alat pemberi makan ikan bandeng otomatis berbasis lot (Internet of things) menggunakan sel surya guna meningkatkan produksi hasil tambak ikan bandeng di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati’. ”Ide-ide lain juga cukup menarik, bersentuhan langsung dengan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMK Rohmad Winarso mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Sesuai dengan UMK yang memegang tegush kearifan lokal yang diajarkan Sunan Kudus, yakni Gusjigang.

Bagus budi pekerti, mengaji dan berdagang, di UMK menjadi santun, cerdas dan berjiwa wirausaha. ”Kegiatan lomba ini tentu berupaya menajdi ornag cerdas dengan berbagai ide dan penemuan,” jelasnya.

Apalagi ide yang diterlurkan sangat bermanfaat bagi masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Sehingga ketika memang ebrhasil diterapkan, sangat ebrmanfaat bagi masyarakat.(linfokom)

  

Page 8 of 357