iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) memberikan motivasi dan outbond kepada 85 siswa SMA/SMK/MA yang ada di Kudus. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapai ujian nasional (UN).

Kaprodi FKIP UMK Nurainingsih, M.Pd mengatakan, kegiatan motivasi dan outbond dalam menghadapi UN memang sengaja dilakukan untuk membantu siswa. Karena diakui atau tidak amsih banyak siswa yang khawatir berlebihan ketika menghadapi UN. ”Padahal menghadapi UN harus tenang, jadi kami mencoba membantu agar siswa siap,” katanya Senin (25/2/2019).

Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan motivasi untuk mengeliminasi kepanikan dan stres sebelum menghadapi UN. Karena mau tidak mau siswa harus menghadapai UN, tidak bisa dihindari. Namun pada kenyataannya masih banyak yang mengalami stress.

Untuk itu, pihaknya memberikan motivasi, salah satunya dengan mempersiapkan psikologi siswa yang akan mengikuti UN, sehingga mereka usai kegiatan tersebut semakin mantap dalam menghadapi UN. ”Karena UN harus dihadapi, bukan dihindari, jadi siswa harus siap secara psikologi juga,” terangnya.

Ketika merasa terlalu khawatir atau psikologi siswa tidak siap, tentunya haris UN nantinya bisa jadi akan jelek. Akibatnya yang dirugikan justru siswa sendiri, karena akibat kecemasan berlebihan atau stres membuat hasil UN tak maksimal.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengenalkan prodi PBI FKIP UMK, harapannya mereka nantinya bisa mengetahui lebih banyak tentang Bahasa Inggris. Karena ada sebagian yang mengnaggap Baha Inggris adalah pelajaran yang susah, padahal cukup mengasyikkan.

Usai diberikan motivasi, siswa juga diajak untuk mengikuti outbond. Siswa diajak untuk berinteraksi dengan siswa lain dengan serangkaian permainan yangs udah disiapkan. ”Siswa diharapkan bisa enjoy, melepas stres sebelum UN, sehingga bisa lebih siap,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Universitas Muria Kudus (UMK) akhirnya ditentukan setelah mengikuti berbagai penilaian. Juara 1 dan peringkat dua dan tiga berhak mendapatkan penghargaan dan beasiswa luar negeri.

Wakil Rektor UMK Rohmad Winarso ST. MT mengatakan, proses pemilihan Mapres meliputi berbagai rangkaian. Terakhir berupa presentasi karya ilmiah dan diuji oleh juri Mapres. ”Serangkaian tes dilakukan untuk menentukan poin terbanyak,” katanya Sabtu (23/2/2019).

Aspek penilaian antara lain indek prestasi komulatif (IPK), karya ilmiah, organisasi, prestasi, kepribadian hingga bahasa asing atau Inggris. Untuk psicotest menjadi aspek paling penting dalam penentuan poin.  

Dari seluruh pendaftar, diambil sebanyak 10 mahasiswa untuk tahap selanjutnya. Sepuluh mahasiswa tersebut akan mendapatkan penghargaan. Setelah sepuluh orang tersebut diseleksi, akhirnya dipilih tiga mahasiswa.

Khusus juara pertama akan dikirim dalam kegiatan Mapres tingkat lanjut atau rayon LL Dikti 6 Jawa Tengah. Kali ini, tahap lanjutan akan semakin ketat karena juga bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi (PT) negeri. ”Tentunya kita tetap optimis mampu bersaing,” terangnya.

Sebenarnya pihaknya masih melakukan korodinasi agar mahasiswa yang ikut Mapres ditingkat rayon bisa lebih dari satu, namun sampai saat ini belum bisa dipastikan. Namun yang pasti juara 1 bisa mengikuti.

Khusus dari UMK, tiga mahasiswa yang terpilih tersebut akan mendapatkan penghargaan dan beasiswa ke luar negeri. Sehingga mereka akan mendapatkan pengalaman lebih untuk mengembangkan diri.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan kedepan semakian banyak mahasiswa mengikuti program Mapres tersebut. Karena semakin banyak peserta, maka kompetisi positif makin tinggi.

Tiga mahasiswa yang terpilih dalam program Mapres yakni Nailatul Izzah dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Brian Priyangga dari PGSD dan Amalia Murbawanti dari Pendidikan Bahasa Inggris.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 98 peserta lomba otocontest yang dilaksanakan himpunan mahasiswa program studi (Himapro) Mesin Universitas Muria Kudus berlangsung meriah. Peserta tidak hanya berasal dari Kudus dan sekitarnya saja, melainkan juga berasal dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ketua Panitia otocontest Eka Hardika Prasetya mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 98 peserta yang berasar dari Jawa Timur dan Jawa Tengah serta sebagian kecil dari Jawa barat. Antara lain dari Sidoarjo, Malang, Salatiga, Magelang serta Kudus dan sekitarnya. ”Jakarta juga ada,” katanya kemarin.

Ada sepuluh kategori yang dilombakan, yakni the best club, the best fusturet moto, the best innovation, the best rookies novice pure lokal, the best UMK pick, the best painting art, the best motortrend setter, the best dare to be different, dan the best custom engine.

Salah satu yang cukup dikenal saat ini memang motor custom seperti yang ditunggangi oleh presiden RI Jowo Widodo. Peminat kelas atau kategori tersebut cukup banyak, teramsuk di Kudus dan sekitarnya. ”Kami mencoba menampung semuanya agar bisa ikut dalam even kami,” terangnya.

Selain untuk memfasilitasi para pecinta modifikasi motor, pihaknya juga memiliki tujuan untuk mengenalkan Prodi Mesin UMK kepada masyarakat. Sehingga dengan kegiatan yang cukup menarik seperti otocontest bisa menarik minat siswa untuk mengembangkan ilmunya di UMK.

Dalam kegiatan tersebut, ternyata cukup menarik minat kaum millenial, terbukti dengan cukup banyaknya pengunjung. Mereka datang memang untuk menikmati langsung hasil modifikasi dari peserta lomba.

Sementara itu, peserta otocontest asal Kabupaten Demak, Kusmanto mengaku sudah hobi motor cukup lama. Sehingga sudah mengenal modifikasi motor, dirinya untuk melakukan modifikasi motor memang butuh uang cukup banyak, dirinya habis sekitar 25 juta.

Bahkan biaya modifikasi dengan harga motor lebih mahal biaya modifikasi. ”Memang lebih mahal biaya modifikasi, tapi gimana ya, sudah jadi hobi,” jelasnya.

Dirinya berharap, even seperti itu tidak hanya dilakukan satu tahun sekali saja, dirinya berharap bisa dilakukan dua kali dalam setahun. Sehingga peserta akan semakin tertantang ketika ada even untuk berkreasi dalam modifikasi motor.(linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kerjasama dengan PT Jasa Marga kemarin (22/2/2019). Kerjasama untuk mahasiswa magang ditandatangani langsung oleh Rektor UMK Dr Suparnyo. Nantinya akan bermanfaat bagi mahasiswa, mereka akan mengaplikasikan ilmu yang didapat di perusahaan milik negara tersebut.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kerjasama yang ditandangai dengan PT Jasa Marga untuk program magang mahasiswa bersertifikat (PMMB). Beberapa universitas lain juga melakukan kerjasama. ”Namun UMK mendapatkan porsi paling banyak dibanding yang lain, ada empat mahasiswa yang diterima magang,” katanya kemarin.

Secara total, ada 50 mahasiswa yang diterima magang di PT Jasa Marga dari 25 perguruan tinggi. Rinciannya lima perguruan tinggi negeri dan 25 perguruan tinggi swasta. Mahasiswa magang tersebut akan memulai pada 1 Maret sampai 31 Agustus 2019.

Dengan program tersebut, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman penting selama enam bulan kedepan. Karena mereka akan langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat, sehingga mahasiswa bisa mengukur ilmu yang didapat selama ini selama di kampus. ”Dengan ikut PMMB memang lulusnya agak mundur, namun akan mendapatkan pengalaman berharga untuk meraih sukses di masa depan,” terangnya.

Selain itu, mahasiswa harus mampu belajar memadukan hard skill dan soft skill yang diperoleh dari UMK dengan PT Jasa Marga. Sehingga ketika selesai magang, mahasiswa akan lebih memahami kebutuhan kerja atau kebutuhan perusahaan.

Sementara itu, Kepala Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) UMK Farid Nor Romadhon, M.Pd mengatakan, kerjasama ini merupakan kerjasama kesekian kalinya setelah dilakukan kerjasama dengan perusahaan nasional lain. ”Untuk PT Jasa Marga, mahasiswa UMK lolos paling banyak dibanding yang lain,” jelasnya.

Kerjasama ini merupakan kerjasama kali pertama yang dilakukan UMK dibanding yang lain. sehingga adanya empat mahasiswa yang diterima merupakan capaian cukup baik bagi UMK.

Ditambah dalam proses kerjasama tersebut, rektor UMK mewakili penandatanganan kerjasama dari 25 perguruan tinggi. Bahkan mahasiswa UMK juga diminta memberikan testimoni tentang PMMB 2019 di hadapan puluhan mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

Kerjasama ini akan terus dilakukan kedepannya, apalagi sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Selain untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama di UMK, juga agar mahasiswa mengetahui kondisi kebutuhan kerja di lapangan. ”Ini pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri,”.

Penandatangan kerjasama tersebut dilakukan dengan Kepala Jasa Marga Learning Instutute Group Imam Zaky Mubarak dan Direktur Human Capital PT Jasa Marga Alex Denmi.(linfokom)

 

 

Page 8 of 349