iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Mahasiswa strata 2 (S2) Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melakukan kuliah kerja lapangan (KKL) ke dua negara, Singapura dan Malaysia. Ada dua perguruan tinggi yang di kunjungi di Malaysia untuk belajar dalam pengembangan lembaga dan kompetensi mahasiswa.

Dosen Pendamping Lapangan Erik Aditia Ismaya, M.A. mengatakan, kegiatan KKL kali ini dilakukan pada Minggu sampai Rabu atau 3 – 6 Maret 2019. Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan terasebut sebanyak 58 mahasiswa S2 PGSD dan enam orang dosen. ”Ada dua perguruan tinggi yang kami kunjungi,” katanya kemarin.

Dua universitas tersebut berada di Malaysia, yakni Universiti Putra Malaysia dan Sekolah Kebangsaan Sultan Ibrahim Johor Bahru. Di dua perguruan tinggi malaysia itu semua peserta banyak mengambil banyak pelajar. Karena ada tukar pikiran mengenai perkembangan lembaga dan peningkatan kompetensi mahasiswa.

Sehingga mahasiswa diharapkan mampu bersaing pada level inetrnasional ketika mendapatkan pengalaman baru. Mahasiswa bisa mendapatkan gambaran pendidikan di luar Indonesia, sehingga nantinya diharapkan bisa terus mengembangkan diri.

Dalam KKL kali ini, di ketuai oleh Dr. Suad dan didampingi oleh Dr. Murtono, Dr. Achmad Hilal Madjdi, Dr. Sukirman, dan Dr. Santoso. ”Dengan kegiatan ini, tentunya akan menambah ilmu mahasiswa dan sekaligus membantu UMK agar terus lebih baik,” terangnya.

Selain berkunjung ke dua perguruan tinggi tersebut, ada juga kegiatan wisata di sela-sela kegiatan KKL. Yakni wisata ke Batu Cave, Genting Highland, Twin Tower, Bugis Juction, Universal Studio Singapura dan Taman Sentosa.(linfokom)

 

 

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Mendapatkan beasiswa bukanlah hal sulit, dengan catatan mengetahui strategi yang tepat. Sehingga beasiswa yang akan dikejar memang sesuai dengan kemampuan diri. Tentunya beasiswa bisa didapat ketika memang berani mendaftar, tidak hanya satu kali, tapi harus terus diulang-ulang hingga mendapatkan beasiswa.

Hal itu dikemukankan narasumber dalam seminar nasional dengan tema ‘Strategi Tembus Beasiswa Luar Negeri’ yang dilaksanakan Sabtu (2/3/2019). ”Kita harus tahu strategi dalam mendaftar beasiswa,” kata salah satu narasumber Dr. Eng, Nugroho Agung Pambudi, M. Eng.

Dalam seminar tersebut, dirinya menecritakan bagaimana keinginan kuatnya untuk kuliah di luar negeri. Saat itu dirinya masih studi D3, banyak teman yang menertawakannya, namun dia tetap fokus.

Kala itu dia memiliki keinginan untuk belajar di Jepang, namun baru terwujud setelah sepuluh tahun. Sebelumnya dia sudah mendapatkan beasiswa di beberapa negara ASEAN dan juga Finlandia.

Menurutnya, ketika ingin mendapatkan beasiswa, maka seseorang harus mengevaluasi dirinya sendiri, sehingga mengetahui kemampuan diri. Jangan sampai kemampuan belum seberapa ingin mendapatkan beasiswa ke unievrsitas bergengsi atau negara maju.

Sebelum sampai Jepang, dirinya sempat mendapatkan beasiswa di Vietnam hingga Taiwan. ”Selanjutnya ke beberapa negara lain hingga sampai Jepang yang menjadi target awal, semuanya dilakukan bertahap,” terangnya.

Dia menambahkan, semua beasiswa yang didapatkan semuanya dari prose skomuniaksi email. Dirinya mencari beasiswa, mulai dari negara maupun universitas, bahkan mengirim email ke profesor.

Karena beberapa universitas memberikan dana besar kepada profesor untuk penelitian dan dana tersebut bisa digunakan untuk memberikan beasiswa. Dengan catatan konsentrasi keilmuan atau penelitian cocok dengan peneletian profesor tersebut. ”Seperti saat di Jepang saya mengirimkan email bahwa tertarik dengan penelitian profesor Jepang terkait geothermal,” ujarnya.

Ada beberapa kendala internal yang kadang muncul dan menghambat, seperti pikiran tidak mungkin mendapatkan beasiswa luar negeri, tidka bisa berbahas Inggris, beasiswa luar negeri hanya untuk orang pintar dan lainnya.

Anggapan tersebut harus dihilangkan, dirinya juga pernah mengalami itu, tapi harus terus berusaha, misalnya bahasa Inggris. ”Saya harus belajar agar bisa Bahasa Inggris,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan beasiswa, pertama harus mencari universitas, jurusan, bidang studi, penelitian dan juga peluang. Ketika mendaftar beasiswa, pasti peluang itu ada. Termasuk juga memilih negara.

Karena banyak negara yang menyiapkan beasiswa, untuk mendapatkannya bisa dilihat informasinya. Kadang belum banyak yang mendapatkan informasi adanya beasiswa, sehingga peluang mendapatkan beasiswa cukup besar. ”Seperti beasiswa di Slovakia, banyak yang belum tahu,” jelasnya.

Karena proses pendaftaran beasiswa melalui formulir, maka yang paling penting adalah curriculum vitae (CV). Maka CV harus dibuat nendang, jika tidak nendang maka harus dibuat nendang. ”Paling penting dalam CV, bisa menjelaskan penelitian yang pernah dilakukan,” imbuhnya.

Untuk lebih jelasnya, pihaknya membuat Rumah Beasiswa untuk mendapatkan berbagai informasi tentang beasiswa. Sehingga semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama, tentunya dengan syarat harus gigih. Karena ada yang mendaftar beasiswa dua puluh kali, baru dietrima du beasiswanya.(linfokom)

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) kini memiliki dua doktor baru, yakni Dr. Mohammad Kanzunnudin dan Dr. Irfai Fathurrohman. Keduanya melakukan ujian terbuka doktoral di Universitas Negeri Semanarang (Unnes) pada Kamis (28/2/2019).

 Keduanya merupakan dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK, khususnya di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Sehingga kini jurusan PBSI resmi memiliki dua doktor yang akan mengajar mahasiswa.

Untuk disertasi Dr. Mohammad Kanzunuddin berjudul Struktur, Nilai, dan Fungsi Cerita Rakyat Pesisir Timur Jawa Tengah. Pesisir timur sendiri meliputi Rembang, Pati, Kudus, dan Jepara.

Beberapa prosa rakyat yang diteliti ada 32, mulai yang terkait dnegan desa, tokoh dan lainnya. Seperti cerita tentang Desa Singorojo, Desa Pamotan, hingga Desa Teluk Awur. Selain itu ada Dewi Nawangsih dan Bagus Rinangku, Dewi Siti Sarijati,  Kiai Telingsing hingga Sultan Hadirin.

Ada juga tentang Perang Obor, Seni Barongan Kudus, bahkan hingga Pantangan Menanam Kedelai, Talas, dan Ketan Hitam. Semua cerita rakyat pesisir timur jawa tersebut selanutnya memunculkan kearifan lokal, pendidikan dan uga fungsi. Nantinya akan muncuk sebuah nilai kepemimpinan, pengabdian, tradisi, kebudayaan hingga sosial.

Selain itu juga terkaitd engan nilai etika atau moral, budi pekerti, keteladanan dan kepahlawanan serta nilai relijius. Cerita rakyat yang ada juga memiliki fungsi untuk pendidikan, penyebaran kebaikan, kritik, pembentukan karakter hingga hiburan.

Semua hal tersebut dipaparkan dengan apik dalam disertasi tersebut, sehingga akan banyak manfaat yang dihasilkan dari disertasi tersebut.

Sementara untuk Dr. Irfai Fatrurohman membuat disertasi dengan judul Eksistensialisme Puisi Mbeling Karya Remi Sylado. Dalam puisi tersebut banyak hal yang dibahas, termasuk latar belakang kondisi kala itu.

Dengan diraihnya gelar doktor tersebut, maka UMK kini memiliki tambahan dua doktor lagi. Beberapa dosen UMK juga masih ada yang menempuh S3 di beberapa universitas. Sehingga diharapkan mampu membawa UMK semakin lebih baik.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korp Sukarela (KSR) Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) pada Selasa (27/2/2019). Dalam kegiatan donor darah tersebut, tidak semua yang berniat mendonorkan darahnya diperbolehkan.

Ketua UKM KSR UMK Adzan Sabdo Mulyo mengatakan, memang tidak semua dinyatakan lolos untuk donor darah, karena sebelum diperbolehkan donor harus dicek terlebih dahulu, seperti tensi darah dan lainnya. ”Dari kegiatan itu, ada 30 orang yang dinyatakan tidak lolos atau tidak diperkenankan donor darah,” katanya.

Sementara untuk total yang dinyatakan lolos mencapai 98 orang, artinya ada 98 kantong darah yang bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan. Untuk pendonor memang berasal dari mahasiswa UMK.

Untuk kegiatan donor darah merupakan keiatan rutin, untuk UKM KSR melakukannya tiga bulan sekali bersama PMI. Sehingga setiap mendapatkan jatah tersebut, pihaknya selalu melakukan sosialisasi, untuk anggota UKM KSR tentu yang pertamaakan melakukan donor.

Donor darah yang dilakukan tentunya sangat penting karena membantu mereka yang membutuhkan. Karena terkadang masih kesulitan mencari pendonor, sehingga banyak yang mencari ke PMI sebagai organisasi yang memang salah satunya focus dalam penyediaan darah.

Dirinya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pendonor yang sudah mendonorkan darahnya untuk mereka yang membutuhkan. Sehingga diharapkan kedepan bisa semakin banyak yang melakukan donor darah.

Karena diakui atau tidak, kebutuhan darah cukup tinggi dan PMI erring kehabisan. Sehingga PMI harus bekerjasama dengan banyak pihak, mulai dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan hingga organisasi mahasiswa.(linfokom)

Page 7 of 349