iden

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Memperingati Dies Natalies Universitas Muria Kudus (UMK) ke-39, diselenggarakan Sejahtera Cup. Ada Empat pertandingan yang digelar, yakni futsal, bulutangkis, tenis meja, dan senam kreasi.

Wakil Rektor IV Dr. Subarkah mengatakan, kegiatan olahraga Sejahtera Cup ini diikuti oleh internal UMK, baik karyawan maupun dosen. ”Ini adalah olahraga rekreasi, karena bukan menacri prestasi bergengsi atau lainnya, yang paling penting adalah kekompakan semua elemen untuk kemajuan UMK,” katanya kemarin.

Walaupun olahraga rekreasi, namun tetap harus menjunjung tinggi sportifitas, sehingga berjalannya pertandingan bisa maksimal. Karena dilandasi dengan sportifitas masing-masing peserta yang ikut dalam pertandingan.

Kegiatan ini diikuti oleh setiap fakultas, badan, dan unit yang ada di UMK, sehingga diharapkan mampu merekatnya semua elemen tersebut. Selain itu juga untuk mengingatkan tentang pentingnya olahraga, ketika badan fit tentu kinerja akan ikut baik.

Ketua Panitia Sejahter Cup Mutohhar, M.Pd mengatakan, kegiatan ini dilakukan mulai dua sampai 6 Juli 2019, rinciannya untuk pertandingan futsal dimulai 2 sampai 5 Juli. Untuk pertandingan bulu tangkis dimulai pada 3 Juni, tenis meja dilakukan 4 Juli, dan Senam Kreasi pada 6 Juli.

Untuk Futsal memang dilakukan cukup lama, karena tidak mungkin dalam satu hari melakukan pertandingan sampai tiga kali. Sehingga harus dilakukan selama tiga hari sesuai dengan perhitungan panitia.

Sementara untuk lomba lain bisa diselesaikan dalam satu hari, karena tidak membutuhkan banyak tenaga seperti futsal. ”Semua jadwal pertandingan sudah disusun dengan baik,” terangnya.(Humas)

 

 

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Monitoring dan evaluasi (Monev) 19 Proposal Pekan Kretivitas Mahasiswa (PKM) sudah dilakukan, kini tinggal menunggu proposal mana saja yang mampu menembus pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Hasik Monev tersebut akan dilakukan kajian untuk menentukan layak tidaknya proposal yang sudah dibiayai Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk maju di Pimnas.

Dalam monev tersebut, semua tim ditanya banyak hal terkait proposal yang sudah dibiayai. Tujuannya tak lain untuk melihat berjalan tidaknya program yang sudah dibiayai, selain itu juga tingkat keberhasilannya.

Ada dua orang yang ditunjuk oleh Kemenristekdikti untuk monev tersebut, monev sendiri dilakukan di Universitas Muria Kudus (UMK). Sehingga dua penilai tersebut yang datang di UMK untuk melihat semua tim.

Semua tim melakukan persentasi terlebih dahulu terkait PKM yang sudah didanai, tentunya presentasi berbeda-beda. Karena tergantung dengan PKM yang sudah diusulkan masing-masing tim.

Dari 19 PKM yang diterima, paling banyak adalah PKM Kewirausahaan yang mencapai 13 PKM dengan berbagai judul. Mulai dari usaha pembuatan sepatu dari kain torso khas Jepara, lampu anyaman bamboo, tas dari limbah sampah, tote bag dari kain perca batik Kudus, pemanfaatan bonggol pisang, hingga jasa layanan belajar untuk anak disleksia.

Sementara untuk PKM Pengabdian Masyarakat ada dua PKM, yakni pelatihan pembuatan limbah plastik menajdi souvenir kepada para difabel. Selain itu juga pelatihan peningkatan skil pijat bagi tuna netra.

Sementara untuk PKM-PE ada dua, yakni Tasmipopanas sebagai media penejrnih minyak jelantah dan Triptowash, formulasi obat kumru dari buah parijotho. Untuk PKM -PSH yakni peran perempuan samin dalam menjaga lingkungan. Sedangkan PKM KC ada satu, yakni T-Smart ++, tempat sampah pintar dilengkapi fitur pendeteksi lokasi berbasis internet of things.(Humas UMK)

 

 

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Minum teh menjadi kegemaran masyarakat Indonesia, kebutuhan tehpun cukup banyak, akibatnya limbah atau ampas tehpun cukup banyak. Baik ampas teh rumahan, warung maupun perusahaan.

Karena alasan itu, akhirnya empat mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan yang memanfaatkan ampas teh. Untuk produk awal membuat celengan unik dari ampas teh. ”Di produknya kita buat motif batik khas Indonesia,” kata Ketua PKM Celengan Ampas Teh Batik Indonesia (Cantik) Fania Dwi Lestari kemarin.

Selain unik, celengan ampas teh ini juga memiliki berbagai macam bentuk. Namun yang paling penting juga adalah celengan ini celengan ramah lingkungan, karena menggunakan limbah atau ampas teh.

Tak hanya itu, selain berfungsi celengan juga bisa dimanfaakan untuk hiasan rumah dan aromatherapy, karena bau teh masih terasa. ”Kami juga ingin mengenalkan motif batik Indonesia melalui produk ini, agar memupuk rasa cinta kepada tanah air Indonesia,” jelasnya.

Dalam membuat poduk ini, dia membuat slogan ‘Rencanakan Keuangan Anda dengan Cantik’. Harapannya bisa melatih anak untuk belajar menabung sejak ini, belajar merencanakan keuangan agar bisa bermanfaat saat dewasa nanti.

Untuk pemasaran produk, dirinya juga memanfaatkan melalui media sosial maupun market place yang sudah ada. Di instagram lewat cantik_indo98dan shopee di faniadwilestari. Untuk harga dibandrolmulai dari Rp 35.000 sampai Rp 85.000.

Sementara kelompok PKM pencetus produk ini yakni Fania Dwi Lestari dari, Bevi Maulida Khasanah, Ismawatul Maula, dan Miya Rohsa dari Program Studi Akuntansi FEB, Sistem Informasi FT dan Manajemen FEB Universitas Muria Kudus.

Seperti diketahi sebelumnya, selain PKM-K ada juga program kreativitas lainnya yakni, PKM Penelitian, terdiri dari Eksakta (PKM-PE) dan Sosial Humaniora (PKM-PSH), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI).(humas)

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Banyaknya tanaman pandan yang ada di sekitar pegunungan Muria membuat tiga mahasiswa untuk membuat kap lampu agar menaikkan nilai anyaman pandan. Apalagi saat ini banyak kafe yang muncul dan anyaman bantu dibutuhkan untuk menghias kafenya.

Ide wirausaha itupun mendapatkan pendanaan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam program Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Diharapkan nantinya bisa masuk dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).

Tiga mahasiswa yang memiliki ide tersebut yakni Ahmad Samikh, Sintya Diana dan M. Doni Suprastiyo. ”Usaha anyaman ini kami beri nama Kap Lampu Anyaman Pandan (Kuman,” kata Ketua PKM Ahmad Samikh.

Produk ini memiliki berbagai keunggulan diantaranya adalah bahannya yang selalu tersedia dan tidak mengenal musim sehingga kontinuitas bahan baku terjamin tentu saja akan sangat menjamin keberlanjutan usaha ini. Selain itu proses pembuatan produk anyaman juga lebih efektif dan efisien dalam hal tenaga, waktu, maupun biaya. Karena bahan baku daun pandannya didapatkan langsung dari lereng gunung Muria.

Selain itu, kap lampu anyaman ini tidak hanya terdiri dari anyaman daun pandan yang sudah kering saja. Namun juga didesain dengan sangat cantik, diberi warna-warna yang menarik dan calm dalam finishingnya. ”Sehingga cocok untuk dijadikan penghias ruangan,” terangnya.

Menurutnya, pengembangan kap lampu ini dinilai cukup memiliki peluang bagus. Apalagi saat ini pembangunan perumahan dan rumah juga cukup banyak, terutama di Kudus dan sekitarnya.

Selain itu banyak juga restoran maupun kafe yang muncul, sehingga ada peluang kap lampu masuk ke ranah tersebut untuk dijadikan sebagai penghias ruangan agar terlihat lebih bernuansa modern klasik, sehingga nampak indah. ”Bahan baku cukup banyak, jadi sangat aman,” ujarnya.(Humas)

 

 

Page 7 of 362