iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Bulan puasa hampir tiba, Takmir Masjid Darul Ilmu Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan pengajian dialogis seputar puasa dan zakat bekerjasama dengan Aswaja Center Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kudus. Dalam kegiatan tersebut, Aswaja Center juga memberikan buku yang berisi tentang puasa dan zakat.

Takmir Masjid Darul Ilmu UMK Agung Dwi Nur Cahyo, M.Pd mengatakan, pengajian dialogis yang dilakukan sangatlah bermanfaat, apalagi dilakukan jelang Ramadhan. ”Ini sangat baik, menambah ilmu untuk bekal puasa nanti,” katanya saat pengajian dialogis Jumat (26/4/2019).

Dirinya juga sangat berterimakasih kepada Aswaja center GP Ansor Kudus, karena narasumber atau kiai muda sebagai narasumber memebrikan ilmu tentang puasa dan zakat. Selain itu ada buku yang diberikan sehingga bisa dibuat pegangan dalam menjalankan ibadah puasa.

Ketua PCNU Kudus H Asyrofi mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan Aswaja Center berupa pengajian dialogis sudah dilakukan di banyak tempat. ”Ini dilakukan oleh kiai-kiai muda,” terangnya.

Tentunya kiai-kiai muda yang menjadi narasumber dalam pengajian sudah mumpuni dalam hal keilmuan fiqih dan lainnya. Sehingga dalam penyampaian juga tidak asal, melainkan memiliki dasar yang kuat.

Dirinya juga berharap jangan sampai perguruan tinggi terkena paham radikal, karena paham radikal akan merusak negara. Untuk itu perlu kajian-kajian yang memang bermanfaat bagi semua komponen di perguruan tinggi, seperti yang dilakukan Aswaja Center.

KH. Sa’aduddin Annasih. Lc menambahkan, pihaknya memang menyiapkan buku agar bisa menjadi pegangan yang hadir. Buku tersebut akan bermanfaat, karena ada juga materi tentang syarat puasa hingga yang membatalkan puasa. Bahkan ada materi tentang zakat juga.

Sesuai dengan hadis qudsi, puasa, terutama puasa Ramadhan adalah milik Allah SWT, artinya ada keistimewaan yang diberikan. ”Sehingga perlu diketahui seluk beluk tentang puasa,” ujarnya.

Untuk pengajian dialogis tersebut bisa disaksikan secara lengkap di channel youtube Universitas Muria Kudus.(linfokom)

 

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK - Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) berhasil meraih Silver Medal pada ajang bergengsi Indonesia International Invention Festival (I3F) 2019 di Universitas Ma Chung Malang, Jawa Timur. Raihan tersebut didapat oleh Nailatul Izzah dan Fitri Rachmawati dengan penemuannya dalam bidang Pendidikan.

Keduanya membuat penemuan dengan judul  “MODIV (Monopoli Edukatif) As A Development Of Character Education Media With Local Wisdom-Oriented In The Disruption Technology Era”. Ide tersebut muncul didasarkan atas keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak Indonesia yang saat ini banyak yang terindikasi melakukan tindakan intoleransi, ujaran kebencian dan menyebarkan HOAX.

Dari situlah muncul ide bagaimana membuat sebuah media untuk meminimalisir agar anak-anak tidak melakukan tindakan negatif. ”Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal didaerahnya masing-masing,” katanya.

Sebagai tim yang mewakili UMK, Nailatul Izzah menuturkan kompetisi ini sangat ketat dalam penjuriannya dengan metode judging booth dan oral presentation. Menjadi tantangan bagi mereka berdua untuk dapat mempertahankan hasil karyanya.

Event seperti ini menurutnya sangat bagus diikuti, karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali potensi, mengembangkan ide dan kreatifitas. ”Terus Belajar dan jangan selalu berada di zona nyaman kampus, jika ingin berhasil maka harus memiliki optimisme tinggi dan jangan pernah takut dengan kegagalan”. Pesannya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMK, Rochmad Winarso, S.T., M.T. sangat bangga dengan mahasiswa yang berhasil meraih medali perak di ajang I3F 2019. ”Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi UMK, semoga bisa memotivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi di tingkat Internasional,” terangnya.

Acara tersebut berlangsung mulai 22 – 25 April 2019, dengan beragam agenda menarik seperti Pameran Display dan Judging, Presentasi Lisan, Amazing Race, Penampilan Budaya dan Malam Penganugerahan Penghargaan. Acara ini tidak hanya diikuti peserta dari Indonesia, tetapi juga negara lain seperti Afrika Selatan, Taiwan, Malaysia dan Romania.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – English For Young Learner (EYL) Center Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muria Kudus memulai program open house. Program ini mengundang siswa dan guru sekolah dasar (SD) untuk datang ke EYL Center, ada beberapa cara pengajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan yang mungkin bias menginspirasi guru.

Dosen Jurusan PBI UMK Rusiana, M.Pd mengatakan, untuk program dari EYL Center ada beberapa program, salah satunya siswa dan guru dating ke EYL Center Jurusan PBI UMK. Biasanya mahasiswa atau dosen yang datang ke sekolah. ”Program open house ini diadakan karena dirasa akan lebih maksimal dalam pembelajaran Bahasa Inggris,” katanya kemarin ( 29/42019).

Dalam kegiatan tersebut, pembelajaran dilakukan dengan cara menarik, karena banyak game yang digunakan untuk pembelajaran. Sehingga siswa akan lebih tertarik dengan pembalajarn Bahasa Inggris.

Sehingga siswa mendapatkan pengalaman baru dalam pembelajaran, karena bias dilakukan dengan cara menarik. Game yang digunakan seperti siswa diberikan gambar, lalu mencocokkan dengan tulsian yang telah di tempel di beberapa titik secara terpencar.

Misalnya, gambar tentang sepakbola, maka siswa harus mencari kata ‘football’ yang ditempel terpisah. Artinya siswa akan bergerak untuk mencarinya, sehingga pembelajaran akan semakin menarik. ”Siswa akan mendapatkan hal berbeda, guru juga bisa melihat cara pembelajaran agar lebih menarik dan diharapkan bisa dipraktikkan,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga melibatkan mahasiswa, tujuannya tak lain agar mahasiswa juga mengetahui cara menarik untuk mengajar Bahasa Inggris kepada siswa, terutama yang masih SD.

Karena diakui atau tidak, pelajaran Bahasa Inggris masih dianggap momok, dianggap pelajaran yang susah. Namun dengan cara yang tepat, akan lebih mudah dipahami oleh siswa. ”Kami ingin mahasiswa memahami EYL dengan baik, sehingga dalam mengajar nantinya bisa mudah dipahami, tentunya dengan cara yang tepat,” jelasnya.

Dirinya berharap, EYL Center yang dimiliki Jurusan PBI FKIP UMK ini bias memberikan manfaat kepada siswa ataupun guru. Karena untuk sistem pembalajaran memang butuh terus dilakukan update, sehingga siswa bias menangkap materi dengan baik.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus kedatangan dua asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Tujuannya untuk melihat secara langsung kondisi jurusan dalam rangka akreditasi.

Akreditas yang dilakukan merupakan kegiatan berkala untuk melihat sejauh mana perkembangan jurusan, tentunya hal tersebut menunjukkan kualiats sebuah jurusan. Karena ada tujuh standar yang harus dilengkapi oleh jurusan. ”Jadi kedatangan kami tidak perlu ditakuti,” kata asesor Profesor Maria G Endang Sumiarni saat visitasi akreditasi Jumat (26/4/2019).

Ada dua asesor yang melakukan visitasi akreditasi Jurusan Ilmu Hukum, selain Profesor Maria G Endang Sumiarni, ada juga asesor lain yakni Profesor Mohammad Arifin.

Adanya visitasi akreditasi yang dilakukan, berarti program studi ilmu hokum sudah lolos tahap pertama. Sehingga visitasi akreditas merupakan kegiatan lanjutan ketika sebuah jurusan dinyatakan lolos tahap pertama.

Kedatangannya di sini bertujuan untuk melihat secara langsung tujuh komponen akreditasi sudah terpenuhi atau tidak. Sehingga pihaknya akan melihat data, tanya jawab, termasuk tanya jawab dengan mahasiswa.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, pihaknya mengucapkan selamat datang kepada dua asesor. Semua data atau yang dibutuhkan sudah dipersiapkan dengan baik, sehingga diharapkan nantinya bias mendapatkan hasil maksimal.

Untuk visitasi akreditasi untuk UMK dalam minggu ini sudah ada dua, sebelum jurusan ilmu hokum ada jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) yang sebelumnya juga ada visitasi akreditasi. Dengan kegiatan ini tentu diharapkan kualitas jurusan bisa mendapatkan hasil maksimal.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina UMK J. Wahyu Wardhana, M.Si., Akt mengatakan, proses akreditasi tentu terus didukung oleh pihaknya. Karena memang menajdi salah satu bagian penting dalam kemajuan jurusan.

Pihaknya tentu berharap banyak, asesor bias memebrikan masukan kepada pihaknya untuk mengetahui kekurangan yang mungkin ditemukan dalam proses visitasi akreditasi. Sehingga nantinya bias dilakukan tindaklanjut untuk menutup kekurangan yang ada. ”Karena kami memiliki semangat untuk maju, kami butuh masukan juga dari asesor,” jelasnya.(linfokom)

Page 7 of 357