iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) ‘mengeluarkan’ subsidi kuota bagi mahasiswa aktif UMK sampai dengan Rp 2 miliar. Keputusan tersebut diambil guna meringankan mahasiswa saat penerapan kuliah online. Selain itu UMK juga membantu dengan paket edukasi yang bekerjasama dengan Indosat.

Tujuannya tak lain untuk memudahkan mahasiswa dalam proses belajar online selama pandemi corona. ”Jadi kita ada subsidi kuota Rp 200.000 tiap mahasiswa dan ada paket edukasi yang juga bisa diakses semua mahasiswa,” Kata Rektor UMK Dr. Suparnyo.

Dua program tersebut berbeda, jadi bukan Rp 200.000 untuk pembelian paket subsidi tersebut, mahasiswa dapat dua-duanya. Dia menyadari bahwa mahasiswa akan mengeluarkan pembelian kuota selama pembelajaran online.

Sehingga munculnya subsidi kuota, intinya pihaknya akan mengganti kebutuhan kuota mahasiswa dengan cara pemotongan biaya SPP pada semester gasal 2020/2021. Artinya UMK akan mengeluarkan sekitar Rp 2 miliar untuk kebutuhan subsidi kuota tersebut.

Pihaknya memilih mekanisme memotong biaya SPP untuk kebijakan subsidi kuota karena dianggap paling bisa dilakukan. Jika melakukan transfer ke semua mahasiswa, tentu butuh waktu untuk meminta dan mengumpulkan semua rekening mahasiswa.

Lalu jika semua mahasiswa diminta untuk mengambil secara tunai ke kampus, itu juga tidak mungkin. Karena akan menimbulkan kerumunan, padahal selama pandemi corona diharuskan menjaga jarak. Sehingga opsi pemotongan SPP yang sangat mungkin dilakukan.

Pihaknya berharap mahasiswa memahami kondisi tersebut, pihaknya memahami jika akan ada biaya pembelian kuota yang akan dikeluarkan mahasiswa untuk pembelajaran online. Namun pihaknya akan menggantinya dengan cara pemotongan SPP pada semester gasal 2020/2021.

Dia menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah mengajukan kerjasama dengan Telkomsel, namun sampai saat ini pengajuan dari UMK belum deal. Karena Telkomsel memprioritaskan daerah yang statusnya zona merah, sementara Kudus saat pengajuan tidak masuk zona merah, sampai sekarang. Namun pihaknya terus melakukan komunikasi agar bisa terealisasi.

Angka subsidi kuota tersebut dirasa cukup besar dibandingkan dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah. Sehingga diharapkan bisa meringankan kebutuhan mahasiswa dalam pembelian kuota untuk pembelajaran online.(Linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) Peduli membuat face shield yang akan diberikan gratis kepada tenaga medis dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). Tak hanya itu, UMK Peduli juga sedang menyiapkan masker, coverall hazmat, disinfektan dan lainnya kepada yang membutuhkan, terutama tenaga medis.
Ketua Unit Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) UMK Andy Prasetyo Utomo mengatakan, pihaknya sudah melakukan penghimpunan dana, terutama dari civitas akademika UMK. ”Ada sumbangan pribadi yang masuk dan pemotongan gaji dosen dan karyawan sebanyak 2,5 persen,” katanya kemarin.
Namun dari diskusi yang dilakukan, bantuan yang diberikan tidak semua berupa uang, tapi berbentuk barang. Seperti disinfektan, alat pelindung diri (APD), coverall hazmat, masker, hingga face shield yang dibuat dosen dan karyawan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UMK yang bekerjasama dengan Cimeds UGM.
Bantuan berbentuk barang juga diakibatkan susahnya mendapatkan APD, sehingga pihaknya menilai akan lebih efektif jika bantuan berupa barang. Apalagi tenaga medis merupakan garda depan dalam penanganan virus corona. ”Kami bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), untuk mengecek barang yang dibuat atau diberikan sudah sesuai standar atau tidak,” terangnya.
Untuk face shield yang dibuat sudah diberikan kepada IDI untuk dicek, dan hasilnya sudah sesuai standar. Apalagi pihaknya juga sudah kerjasama dengan Cimeds UGM yang memang focus dalam pembuatan alat medis.
Bantuan akan diberikan kepada beberapa rumah sakit yang ada di Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Namun direncanakan diberikan kepada IDI Kudus, karena mereka yang mengetahui detail kebutuhan masing-masing rumah sakit.
Sementara itu, Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, UMK Sugeng Selamet menambahkan. Untuk pembuatan face shield tahap pertama ini memang kerjasama dengan Cimeds UGM. Sementara untuk tahap kedua, jika memang masih dibutuhkan tentu bisa dibuat sendiri atau UMK Peduli.
Dalam pembuatannya, untuk desain ada pengembangan, salah satunya sepertinya tidak adanya engsel, saat ini sudah dibuakan engsel. Sehingga Face shield bisa dibua tutup ketika dibutuhkan. ”Ada pengembangan, namun paling utama sudah sesuai standar,” imbuhnya.
Face shield yang dibuat menggunakan plastik mika dengan ketebalan 0,3 milimeter. Untuk panjangnya 32 sentimeter dan lebarnya 38 sentimeter. Plastik mika yang digunakan cukup bening, sehingga tidak mengganggu penglihatan tenaga medis saat penanganan.
Pembuatan face shield dilakukan sesuai kemampuan, karena tenaga juga terbatas. Pihaknya memilih membuat barang karena melihat kondisi saat ini, barang-barang tersebut sulit didapatkan. Sehingga ada uang belum tentu ada barangnya.(Linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Universitas Muria Kudus melakukan kerjasama dengan Polres Kudus. Kerjasama yang dilakukan terkait dengan survei pelayanan publik yang ada di Polres Kudus.
Wakil Rektor UMK IV Dr. Subarkah mengatakan, jalinan kerjasama ini dilakukan untuk melihat kondisi pelayanan publik yang ada selama ini. "Tujuannya tak lain untuk mengetahui pelayanan selama ini seperti apa," katanya kemarin.
Dari survei itu nantinya akan diketahui kekurangan dan kelebihan pelayanan publik yang dilakukan oleh Polres Kudus. Hasil tersebut juga dijadikan bahan atau landasan kebijakan oleh Polres Kudus dalam meningkatkan pelayanan publik.
Sehingga pelayanan publik yang dilakukan bisa terus lebih baik. "Kami tentu menyambut baik kerjasama ini, karena bisa memberikan masukan demi kemajuan bersama, apalagi terkait pelayanan publik," terangnya.
Kerjasama tersebut langsung ditandatangani oleh Rektor UMK Dr. Suparnyo dan Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi. Harapannya, dengan kerjasama tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat Kudus. (Linfokom-Humas)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mendapatkan akreditas A, hal itu menarik Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) untuk studi banding. Ada tiga kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan tersebut.

Pertama yakni seminar dengan narasumber dosen Prodi PGSD UMK dengan peserta mahasiswa Undiksha. Lalu seminar dengan narasumber dari Undiksha dengan peserta mahasiswa UMK.

Lalu ada kunjungan ke laboratorium milik PGSD, selain itu ada juga penandatangan kerjasama yang dilakukan antara prodi PGSD UMK dengan  Undiksha. Sehingga nantinya kerjasama tersebut bisa ditindaklanjuti dengan baik untuk kemajuan masing-masing.

Untuk seminar, Dosen prodi PGSD UMK yang menjadi narasumber yakni Ika Oktaviani, M.Pd. dalam kesempatan tersebut dia menjelaskan tentang ‘Kontruksi Etnopedagogi untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar’.

Praktik Pendidikan berbasis kearifan local dan berusumber dari nilai budaya suatu etnis dan menjadi standar perilaku merupakan etnopedagogi. Sehingga memang diperlukan pengkajian kearifan local kelompok budaya tertentu untuk mendorong perkembangan dalam bidang Pendidikan dan penelitian.

Sehingga bisa dimanfaatkan untuk proses pembelajaran dengan baik, apalagi kearifan local sangat erat dengan masyarakat atau siswa. Untuk Dimensi kearifan lokal antara lain pengetahun lokal, nilai, keterampilam, sumber daya, mekanisme pengambilan keputusan dan solidaritas kelompok lokal.

Untuk itu, siswa perlu dikenalkan melalui permainan tradisional, penggunaan produk lokal, budaya lokal hingga mengenalkan cerita rakyat nusantara. ”Permainan bisa dibuat sendiri sesuai dengan kearifan lokal yang ada, memang harus inovatif, mahasiswa harus mampu membuatnya,” terangnya.

Produk alat peraga edukatif yang sudah dibuat seperti  ‘jelajah kekayaan Kota Kretek’ berbentuk ular tangga. Di sana nanti ada penjelasan apa saja yang menajdi keunggulan Kabupaten Kudus. Lalu ada ‘Cubeecraft Si Unyil yang digunakan untuk membantu siswa membangun konsep jarring-jaring kubus, selain itu juga ada keteladatan karakter jujur, disiplin dan tanggungjawab.

Ada lagi Marionette Tangan, alat peraga ini bisa digunakan untuk belajar pengenalan bangun datar dan sifat-sifatnya, pengenalan budaya dan menumbuhkan karakter relijius dan disiplin. Lalu ada juga ‘Monopoli Engklek’, alat peraga ini untuk menggali dan menemukan konsep dan menggali materi yang dipelajari.(Linfokom-Humas)

 

 

 

Page 6 of 378