iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Program Studi (Prodi) Peendidikan Bahasa Inggris Universitas Muia Kudus (UMK) melakukan pelatihan kepada puluhan siswa SMA Pecangaan, Kabupaten Jepara. Tujuan pelatihan untuk mempersiapkan siswa saat mengikuti lomba-lomba yang sering diadakan, terutama yang dilakukan di kota ukir.

Kaprogdi PBI FKIP UMK Nuraeningsih, M.Pd mengatakan, pihaknya diundang oleh pihak sekolah untuk memberikan pendidikan dan pelatihan Bahasa Inggris. ”Kami tentu menyambut baik dan mengirimkan dosen, termasuk saya untuk diklat tersebut,” katanya kemarin (12/3/2019).

Pendidikan dan pelatihan tesebut tidak berlangsung satu hari saja, Sabtu (15/3/2019) akan dilanjutkan kembali. Karena untuk lomba Bahasa Inggris cukup banyakjenisnya, tidak hanya satu saja. Seperti lomba news reading, story telling, hingga debat dengan Bahasa Inggris.

Mereka yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 27 siswa, tidak semua mengikuti kegiatan tersebut. Karena memang hanya siswa yang memiliki minat di Bahasa Inggris yang mengikutinya.

Beberapa kegiatan lomba yang sering dilakukan yakni peringatan Hari Kartini. Kabupaten Jepara merupakan tempat kelahiran Kartini, sehingga even tersebut cukupbesar, salah satunya lomba terkait dunia pendidikan, salah satunya Bahasa Inggris.

Dengan diklat tersebut, diharapkan siswa lebih memahami Bahasa Inggris dengan baik, terutama untuk kebutuhan lomba. ”Dengan kegiatan ini sekaligus bisa mengenalkan Prodi PBI ke siswa,” imbuhnya.(linfokom)  

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Kompetisi Debat Ekonomi diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa. Ada peminat dari perguruan tinggi di Bali, namun akhirnya sementara ditolak karena memang fokus di Jawa dulu. Lomba ini memang untuk mengasah kemampuan dalam menanggapi isu-isu ekonomi yang ada saat ini.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria (UMK) Kudus Cintya Anggun Purwanti mengatakan, ada tiga kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya. ”Salah satunya debat terkait ekonomi yang mengundang perguruan tinggi lain,” katanya kemarin (12/3/2019).

Kegiatan yang kali pertama dilakukan ini ternyata mampu menyedot minat mahasiswa dari perguruan tinggi lain untuk ikut. Terbukti ada 16 kelompok dari sebelas perguruan tinggi yang ikut dalam kompetisi tersebut.

Dengan kegiatan ini, tentunya diharapkan mahasiswa bisa memiliki nilai kritis dalam melihat perkembangan ekonomi yang ada. Sehingga bisa turut memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan ekonomi yang ada.

Peserta yang berasal dari perguruan lain antara lain Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo, IAIN Salatiga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jogjakarta, dan Universitas Sebelas Maret. Selain itu ada UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, STIE Surakarta, dan Universitas Siliwangi.

Selain economic debate competition, HMJA juga melaksanakan kegiatan accounting smart competition. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekolah menengah atas (SMA) dari Kudus dan sekitarnya. ”Kedua lomba itu diadakan hari ini (12/3/2019), terakhir ada seminar nasional,” terangnya.

Untuk seminar ansional mengambil tema ‘jiwa muda yang kreatif dan inovatif’. Nantinya akan mengundang beberapa narasumber, dengan berbagai latar belakang, ada founder, akademisi, youtuber dan digitalpreneur. Untuk seminar dilakukan pada 23 Maret 2019.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Mochamad Edris mengatakan, selama ini akuntansi dianggap momok, padahal sebenarnya menyenangkan. Apalagi akuntansi perannya cukup penting dalam pengelolaan keuangan. ”Memang banyak hitung-hitungan, tapis ebenarnya menyenangkan,” jelasnya.

Dengan kegiatan yang dilakukan kali ini, tentunya akan berdampak positif. Karena akuntansi yang selama ini dianggap susah ternyata sebenarnya menyenangkan, buktinya banyak peserta yang mengikuti kegiatan lomba kali ini.

Kegiatan yang dilakukan kali ini mungkin ada beberapa kekurangan, apalagi untuk debat isu ekonomi baru kali pertama dilakukan. Sehingga kekurangan tersebut akan dijadikan evaluasi agar kedepan bisa lebih baik lagi.(linfokom)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Sekitar 142 alumni Jurusan Pendidikan Guru Sekolah dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIUP) Universitas Muria Kudus (UMK) diterima sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk rekrutmen CPNS 2018 lalu. Artinya, alumni UMK juga mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.

Pada rekrutmen CPNS 2018 formasi paling banyak adalah formasi guru, formasi guru yang paling banyak ada di formasi guru SD. Sehingga peluang besar bagi alumni PGSD UMK untuk masuk dalam dunia pendidikan sebagai PNS.

Dengan banyaknya alumni PGSD yang lolos, menandakan bahwa kualitas mereka cukup baik, sehingga bisa bersaing dengan alumni universitas lainnya. Apalagi persaingan dalam rekrutmen CPNS cukup berat.

Kepala Prodi PGSD UMK Ika Oktavianti, M.Pd mengatakan, untuk alumni PGSD yang lolos CPNS 2018 terus dilakukan pendataan. Informasinya memang ada 142 orang, saat ini amsih dicarikan datanya secara detail.

Sampai saat ini, pihaknya baru menemukan 103 alumni PGSD UMK yang lolos, data tersebut menyangkut nama, angkatan hingga alamat. Untuk sisanya masih dilakukan proses pencarian data. ”Yang baru terdeteksi memang baru 103 orang, yang lain masih dicari,” katanya kemarin.

Banyaknya guru SD yang dibutuhkan dalam rekrutmen CPNS karena memang ada kekurangan guru. Karena pemerintah daerah sudah melakukan pemetaan kebutuhan guru, ternyata memang paling banyak adalah guru SD.

Kedepan, pihaknya tentu akan terus meningkatkan proses pembelajaran agar lebih baik. Sehingga mampu memberikan manfaat besar kepada mahasiswa dan masyarakat. Saat ini jurusan PGSD ada Strata 1 dan Strasa 2 (S2).(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (UMK) terpilih sebagai koordinator wilayah 3 ikatan BEM Pertanian Indonesia (Ibempi). Artinya BEM Fakultas Pertanian membawahi lima BEM fakultas Pertanian.

Presiden BEM Pertanian UMK Miftahuddin mengatakan, dengan menjadi koordinator wilayah 3, maka Bem Fakultas Pertanian UMK membawahi Bem Fakultas Pertanian dari Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tunas Pembangunan, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Slamet Riyadi.

Adanya koordinasi tersebut memang sangat membantu dalam pengembangan organisasi. Karena banyak kegiatan yang dilakukan, terutama yang membahas isu pertanian dan bina desa.

Isu pertanian ini tentunya harus diikuti, karena perkembangannya juga cukup cepat. Selain itu juga untuk memunculkan generasi muda yang bergerak dalam pertanian, karena diakui atau tidak saat ini petani banyak yang sudah berusia tua.

Padahal potensi prtanian sangat besar dan menjadi salah satu penopang hidup. ”Isu-isu pertanian terus dibahas, sehingga diharapkan bisa berkontribusi agar dunia pertanian kedepan bisa terus lebih baik,” imbuhnya.

Selain kegiatan per wilayah, kegiatan nasional juga sering dilakukan. Mulai dari Bendesnas, LKMM nasional, musyawarah ansional hingga rapat kerja nasional.(linfokom)  

 

Page 6 of 349