iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Lembaga Akreditasi Perpustakaam Nasional Republik Indonesia melakukan visitasi akreditasi kepada UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK). Visitasi ini untuk melihat seberap baik Perpustakaan yang dimiliki UMK.

Dua asesor yang melakukan visitasi akreditasi dari Peprusnas RI, yakni Atikah, S.Sos, M.Si dan Arsi Suparni, S.Sos, M.Hum. Keduanya melakukan visitasi pada 19 November 2019. ”Saat ini banyak tuntutan untuk perpustakaan, sehingga harus ada standar yang harus dipenuhi,” katanya saat visitasi akreditasi.

Termasuk sumebr daya manusia (SDM) perpustakaan atau pustakawan, karena pustakawan tidak hanya penjaga buku, melainkan lebih dari itu. Pustakawan harus mampu menjadi sumber informasi. Bahkan siswa atau mahasiswa menuntut pustakawan seperti google.

Sehingga pustakawan memang harus terus melakukan update informasi untuk meningkatkan kemampuan diri. Apalagi tuntutan pustakawan semakin besar, tidak hanya sebagai penjaga buku semata.

Dalam visitasi tersebut, tidak hanya perpustakaan pusat saja yang dilihat, melainkan juga perpustakaan yang ada di setiap jurusan. Karena memang perpustakaan harus tersebar disetiap jurusan, bukan hanya perpustakaan pusat saja.

Ada yang unik di Perpustakaan UMK, yakni layanan kekudusan, layanan tersebut mempunyai koleksi khusus kekudusan, mengangkat budaya Kudus. ”Ini cukup menarik, bisa mengenalkan budaya Kudus,” terangnya.

Saat audiensi, enam komponen utama penilaian menjadi perhatian, yaitu aspek koleksi dengan bobot penilaian 20, sarana dan prasarana bobotnya 15 dan pelayanan perpustakaan bobotnya 25. Lalu  tenaga perpustakaan bobotnya 20, penyelenggaraan dan pengelolaan bobotnya 15, dan komponen penguat dengan bobot 5.

Usai melakukan visitasi di perpustakaan sesuai Intrumen yang ada, hasilnya akan disidangkan di Lembaga Akreditas Perpustakaan Nasional. Harapannya, mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. “Kalau dilihat dari isian borang, Perpustakaan UMK sudah bagus, semoga hasil visitasi kita ini nanti relevan dengan isian borang tersebut,” ujar Atikah.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo, SH. MS mengatakan, semoga nanti hasil dari visitasi UPT Perpustakaan hasilnya sesuai yang di harapkan dan Perpustakaan UMK bisa lebih maju lagi. Karena pihaknya juga sudah melakukan proses penyiapan perpustakaan yang ada di UMK agar sesuai standar yang ada.(linfokom-Humas)

 

 

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Dosen Universitas Muria Kudus (UMK) terus melakukan inovasi pembelajaran interaktif lewat pemanfaatan teknologi. Apalagi teknologi terus berkembang, pembelajaran juga harus dilakukan melalui daring agar lebih efektif.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK mengadakan kegiatan Best Practice Blended-Learning. Kegiatan itupun didukung penuh oleh kemenristek Dikti lewat program bantuan Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa Berbasis Teknologi Infomrasi (PBMBTI). ”Kami ingin teknologi yang ada bisa dimaksimalkan,” kata Ketua Pengarah Dr. Sri Sutachmi W. kemarin.

Walaupun dilakukan melalui daring, namun tetap ada failitasi dialog dan kolaborasi diantara mahasiswa, baik secara offline maupun online. Dengan kegiatan itu, diharapkan penyebarluasan informasi hasil kegiatan pembelajaran berpusat pada mahasiswa berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Untuk peserta pelatihan, tidak hanya dosen FKIP saja, melainkan juga mengundang dosen dari program studi lain yang ada di UMK. Sehingga semua dosen diharapkan bisa mengetahuinya.

Seentara metode pelaksanannya dilakukan dengan metode paparan dan diskusi. Salah satu pemanfaatan yang dilakukan seperti penggunaan website untuk tugas mahasiswa. Sehingga bisa diakses dimanapun dan kapanpun. ”Kami tentu berharap kedepan pemanfaatan teklogi untuk pembelajaran akan makin inovatif,” terangnya.

Pada abad ini, mahasiswa harus memiliki kecakapan informasi, media dan teknologi. Tujuannya untuk mengatasi arus globalisasi, salah satunya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan kegiatan Best Practice Blended-Learning teresebut, diharapkan terciptanya iklim pembelajaran yang semakin baik, dihasilkannya perangkat pembelajaran yang semakin berkualitas, dan meningkatnya prestasi belajar peserta didik atau mahasiswa. ”Dengan pembelajaran yang baik, maka kualitas lulusan juga semakin baik,” imbuhnya.

  Sebenarnya, sejak 2012 UMK sudah mengubah metode pembelajaran teacher-centered menjadi student-centered. Mulai tahun tersebut pula UMK mengimplementasikan e-learning. UMK telah memfasilitasi Learning Management System (LMS) yang memungkinkan dosen dan mahasiswa berinteraksi di luar kelas. UMK menerapkan e-learning UMK yang disebut SUNAN kepanjangan dari ”Sinau Temenanan”.

Direktorat Pembelajaran Kemenristekdikti ternyata juga cocok, pada 2019 akhirnya ada program bantuan inovasi pembelajaran Student Centered Learning (SCL) bagi perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan, memanfaatkan fasilitas TIK untuk mengoptimalkan pembelajaran yang interaktif.(Linfokom-Humas)

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Himpunan program studi mahasiswa teknik dari perguruan tinggi di Jawa Tengah bagian utara berkumpul di Universitas Muria Kudus (UMK), banyak penemuan yang muncul. Temuan yang muncul tersebut dilombakan dalam kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).

Ketua Himapro Teknik UMK M. Najib Zaenal Afthoni mengatakan, pertemuan mahasiswa jurusan teknik ini memang sudah dilakukan rutin. Salah satu agendanya antara lain LKTI. Tujuannya tak lain agar bisa menemukan inovasi yang bermanfaat bagi manusia yang terkait dengan teknik. ”Banyak ide muncul dalam LKTI,” katanya kemarin.

Untuk LKTI, ada 12 peserta yang berasal dari beberapa perguruan tinggi. Ide yang muncul sangat variatif, yang jelas sangat beragam dan fokus dalam mencari solusi persoalan di masyarakat. Untuk LKTI mengambil tema Inovasi Teknologi Keteknikan dalam Menyongsong Visi Indonesia Maju Tahun 2016 dengan sub tema energi terbarukan dan lingkungan.

Misalnya ada dari Universitas Pancasakti, Tegal yang membuat alat penyulingan limbah plastik menajdi bahan bakar minyak dengan metode penyulingan sederhana. Sehingga masyarakatpun bisa membuat alat tersebut.

Selain itu ada dari UMK yang mebuat inovasi pemanfaatan energy harvesting berbasis piezoelectric pada lahan parker. Inivasi ini memanfaatkan getaran kendaraan yang melewati alat yang ditanam di lahan parkir untuk diubah menjadi tenaga listrik. ”Temuan-temuan itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas,” terangnya.

Selain itu ada jugapermainan edukatif otomotif magnetic untuk pendidikan usia dini. Pendidikan juga membutuhkan dukungan dari bidang teknik agar metode pembelajaran bisa lebih menarik. Karena ide dari mahasiswa Universitas PGRI Semarang itu muncul dari keinginan mahasiswa keguruan yang ingin membuat wahana belajar yang menarik.

Selain itu banyak inovasi yang muncul, mulai dari pemanfaatan teknologi untuk energy ramah bagi rumah, ketahanan energy dengan memanfaatkan energy solar apung, pemanfaatan teknologi matahari di atas danau. ”Banyak ide muncul, ini sebagai langkah kami untuk merangsang temuan-temuan yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain LKTI, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 18 sampai 20 November tersebut ada juga kunjungan industry ke PT Djarum. Lalu ada juga kuliah tamu yang mengambil narasumber dari PT Pura. (Linfokom-Humas)

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) menandatangani kerjasama dengan PT Pegadaian di Hoten Pesonna Semarang Rabu (13/11/2019). Kerjasama yang dijalin nantinya akan bermanfaat bagi pengembangan UMK kedepannya.

Dirut PT Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, ada 41 mitra PT Pegadaian yang hadir dalam acara bertajuk ‘Sinergi dalam Harmoni’. ”Kerjasama ini dijalin dengan banyak pihak, diharapkan akan saling menguntungkan,” katanya.

Tak hanya universitas saja kerjasama ini dijalin, melainkan instansi lain atau perusahaan. Karena diharapkan ekrjasama ini bisa meningkatkan pendidikan, penelitian dan inklusi keuangan.

Dengan banyaknya kerjasama dengan instansi di Jawa Tengah dan Jogjakarta, diharapkan semakin sinergi. Apalagi banyak produk yang bisa dishare ke mitra, intinya bisa saling menguntungkan.

Wakil Rektor 4 UMK, Dr. Subarkah mengatakan, kerjasama yang dilakukan tentunya disambut baik. Kedepan diharapkan bisa bermanfaat untuk pengembangan universitas dari banyak sisi.

Karena banyak hal yang bisa dikerjasamakan, apalagi PT Pegadaian merupakan perusahaan milik Negara. Sehingga bisa saling membantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar terus lebih baik lagi. (Linfokom-Humas)

Page 6 of 372