iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Penipuan yang mengatasnamakan beberapa pejabat Universitas Muria Kudus (UMK) terjadi. Penipu menyasar calon mahasiswa yang akan mendaftar di UMK. Masyarakat, terutama calon mahasiswa diminta waspada.
Modus pelaku penipun dengan menghubungi calon mahasiswa via aplikasi whatsapp dan menelpon nomor yang disasar pelaku penipuan. Selanjutnya membuat calon mahasiswa panik dengan mengatakan jika jurusan yang dituju akan penuh.
Sehingga pelaku penipun meminta untuk segera melakukan pelunasan dengan melakukan trasnfer ke nomor rekening BRI dengan nomor rekening 2021-01-0009761-50 dan rekening mandiri dengan nomor rekening 157-000-724-310-9, keduanya atas nama Sara Amelia.
Sementara pelaku menggunakan nomor telpon 0823-3393-4157 dan 0816-253-446 memakai nama bapak Sularno dan bapak Dr. Joko Utomo. Masyarakat diharapkan waspada ketika dihubungi kedua nomor tersebut.
Untuk pelunasan pembayaran, UMK tidak pernah memberikan nomor rekening ke calon mahasiswa. Calon mahasiswa melakukan pembayaran menggunakan nomor tes CBT, SJR, dan SBT. Pembayaran juga hanya dilakukan di BNI 46, Bank Syariah Mandiri dan Bank Jateng.
Pembayaran bisa dilakukan di mobil layanan gerak atau bus layanan milik bank di kampus UMK. Jika menemui kendala atau hal yang perlu ditanyakan terkait pembayaran, bisa menghubungi BAU dengan nomor 08152010120 atau menghubungi hotline penerimaan mahasiswa baru (PMB) degan nomor 081226000555.(Linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus melakukan Kerjasama dengan Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Kudus. Kerjasama yang dijalin ini diharapkan bisa saling menguntungkan antara UMK maupun guru PBG.

Ketua PBG Kabupaten Kudus Imam Santoso mengatakan, Kerjasama yang dilakukan dengan UMK tentu akan berdampak positif bagi guru. Karena pihaknya memang mebutuhkan mitra yang bisa untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) guru. ”Kita berharap bisa menimba ilmu lagi dengan UMK,” katanya Jumat (05/03/2021).

Pihaknya memang ingin bisa disandingkan dengan dosen, sehingga akan banyak hal yang bisa dilakukan, terutama peningkatan SDM. Apalagi dunia Pendidikan memang terus berkembang, metode-metode pengajaran juga berkembang.

Apalagi saat pandemi seperti saat ini, butuh inovasi dalam proses belajar dan mengajar. Sehingga sinergi antara UMK dan PBD Kudus melalui Kerjasama yang disepatai bisa memacu pengembangan dunia Pendidikan di Kabupaten Kudus. ”Apalagi UMK memiliki fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan, jadi sangat pas,” terangnya.

Rektor UMK Prof. Darsono, M.si mengatakan, guru  menjadi hal esensial, sehingga pihaknya ingin bersinergi agar bisa bersama-sama membangun dunia pendidikan. Apalagi UMK memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Sinergi dengan PBG merupakans alah satu yang yang positif, apalagi anggotanya berasal dari guru tingkat pendidikan paling bawah hingga atas. Sehingga diharapkan sinergi ini bisa meningkatkan kualiats guru, termasuk lulusan FKIP UMK jauh lebih baik.

Pihaknya menginginkan agar kerjasama yang sudah diteken tidak sekadar simbolis saja, melainkan akan ada tindaklanjut yang realistis. ”Kami tidak bisa besar sendiri, butuh sinergi banyak pihak untuk bersama-sama menajdi besar,” ujarnya.

Setelah kerjasama ini, pihaknya akan menyiapkan diri agar kerjasama bisa dijalankan oleh jajarannya, terutama prodi terkait. Sehingga tindaklanjut atas kerjasama ini bisa segera direalisasikan dengan baik.(Linfokom – Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus Kembali melaksanakan pertukaran pelajar atau transfer kredit dengan Central Bicol State University of Agriculture (CBSUA) Phillipina. Ada sembilan mahasiswa UMK yang akan diajar oleh dosen CBSUA dan sembilan mahasiswa CBSUA akan diajar oleh dosen UMK.

Dalam kegiatan kredit transfer tahap kedua tersebut, dibuka langsung oleh Rektor UMK Prof. Dr. Darsono, M.Si dan Presiden CBSUA Alberto N. Naperi, DPA.

Rektor UMK Prof. Darsono mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik erjasama dengan CBSUA yang sudah terjalin dan sudah dilaksanakan, salah satunya kegiatan transfer kredit. Karena mahasiswa bisa kuliah di kampus lain di luar negeri. ”Ini salah satu wujud Kampus Merdeka yang dicanangkan pemerintah,” katanya kemarin.

Kampus merdeka memungkinkan mahasiswa untuk bebas memilih program studi lain atau universitas lain. Seperti transfer kredit atau pertukaran pelajar yang dilakukan antara UMK dengan CBSUA.

Untuk itu, pihaknya saat ini masih terus berusaha untuk mendesain dan berinovasi dalam kegiatan pertukaran pelajar agar terus lebih baik. Karena dengan program ini, mahasiswa akan mendapatkan suasana baru dan tambahan baru ketika belajar di kampus lain, apalagi beda negara yang memiliki budaya dan bahasa yang berbeda.

Sementara itu, Presiden CBSUA Alberto N. Naperi, DPA mengatakan, dalam masa pandemi ini, masih ada peluang untuk melakukan inovasi. Sehingga program transfer kredit tetap bisa dijalankan, walaupun secara daring.

Dirinya mengaku senang dengan adanya pelaksanaan kegiatan internasional tersebut bisa berjalan, bahkan bisa berlanjut ke batch dua walaupun masih pandemi. ”Kami senang ini tetap berjalan, persiapan sudah komplit,” terangnya.

Selama pandemi, memang harus terus bergerak, butuh inovasi dan tidak boleh berhenti bermimpi untuk mahasiswa. Usai pandemi, dirinya berharap program ini amsih terus berjalan dan bisa dilaksanakan secara tatap muka, agar mahasiswa juga bisa merasakan suasana dan budaya Indonesia maupun Philipina.

Ketua Kantor urusan Internasional (KUI) UMK Mutohhar, M.Pd mengatakan, mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dua prodi tersebut tentunya menyesuaikan dari pihak CBSUA.

Untuk mahassiwa yang mengikuti transfer kredit di Prodi PBI dari UMK yakni Fadhilah Alfatikhah, Selvi Rahmawati, Oky Adinda, Alfina Hidayati, dan Nurani Ayu Febriana. Sementara mahasiswa dari CBSUA yang ikut Prodi PBI yakni Czarina J. Zaldua, Ricky Aala, Rica Mae Bacinal, Jimel nacario, dan Katrina Loi Yu.

Sementara yang mengikuti transfer kredit di Prodi PGSD dari UMK yakni Hanik Nurisa, Desma Candrasari, Qonitat Qurrotaayyun, dan Anggun Rizqi Wijayanti. Sementara dari CBSUA yakni Rizalyn P. Borja, Mark Gil J. B. Bustarga, John Llyod R. Casin, dan Carolyn C. Arpon.(Linfokom-Humas)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Sebanyak 13 mahasiswa akan mengikuti program mahasiswa magang bersertifikat (PMMB) di enam badan usaha milik negara (BUMN). Program tersebut untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Selain itu juga berpeluang untuk bekerja di BUMN karena ada sertifikat yang dikeluarkan BUMN.

Ketua Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Farid Nor Raomadlon mengatakan, sebanyak 13 orang mahasiswa akan mengikuti PMMB untuk batch I 2021. Seleksi internal sudah dilakukan sebelumnya. ”Mereka yang ikut program ini dari berbagai program studi,” katanya kemarin.

Untuk program magang ini berbeda dengan magang lainnya, karena dilakukan selama enam bulan. Ketika mahasiswa dinyatakan lulus, maka akan diberikan sertifikat yang menunjukkan kompetensi mahasiswa selama magang. Mereka jugaa akan mendapatkan uang saku selama magang.

PMMB sendiri merupakan upaya untuk melakukan sinergi saling menguntungkan. Karena mahasiswa magang nantinya bisa menjadi salah satu kekuatan bagi BUMN, karena ada peluang besar untuk direkrut.

Sementara untuk perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini akan mendapat manfaat berupa peningkatan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga menyiapkan lulusan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.

BUMN yang menjadi tujuan PMMB batch I 2021 yakni PT Pegadaian di Tegal, PT PLN di Muara Tawar Bekasi dan Pulo Gadung. Lalu ada Bank BTN dan Mandiri Kudus, PT. KAI di Yogyakarta dan PT. Semen Gresik. ”Tahun lalu ada 32 mahasiswa UMK yang ikut PMMB di delapan perusahaan BUMN,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UMK Profesor Darsono mengatakan, semua mahasiswa yang mengikuti magang tersebut harus menjaga nama baik UMK. Harus melaksanakan tugasnya dengan baik, jangan sampai kesempatan magang ini disia-siakan.

Dengan program ini, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman banyak, apalagi ada sertifikat yang diberikan. Sertifikat tersebut bukan sertifikat biasa, bisa menunjukkan kecakapan mahasiswa dalam dunia kerja.

Dirinya mengingatkan, saat magang nantinya harus tetap menjalankan protokol Kesehatan (Prokes) dengan baik. Selama ini UMK sudah dikenal sebagai perguruan tinggi yang menjalankan prokes dengan baik. ”Jika di luar nanti saat magang, menjalankan prokesnya harus lebih ketat lagi,” imbuhnya.(Humas)

Page 6 of 397