iden

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Sebanyak 347 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti sidang terbuka senat pelepasan wisudawan – wisudawati FKIP Kamis (10/10/2019). Mahasiswa yang mengikuti acara tersebut datang bersama kedua orang tuanya membuat suasana acara makin sakral.

Bahkan beberapa mahasiswa sempat menangis saat sesi renungan, dimana panitia mengingatkan perjuangan orang tua mendukung penuh dalam proses kuliah selama ini. ”Terimakasih kepada orang tua dan dosen yangs udah mendukung selama ini,” kata salah satu wisudawan terbaik Siti Solehah dari PBI UMK saat sambutan Kamis (10/10/2019).

Dirinya berharaps emua lulusan FKIP mendapatkan kesuksesan usai lulus dari UMK. Tentunya definisi kesuksesan masing-masing orang berbeda-beda, namun yang penting bisa bermanfaat bagi masyarakat dan membahagiakan orang tua.

Baginya, untuk meraih gelar sarjana bukanlah hal yang mudah, perlu perjuangan. Mulai dari proses kuliah hingga tahap akhir berupa skripsi. ”Kami harus ngejar dosen, perbaikan dari hasil koreksi dosen, mungkin ada seribu lembar kertas sebelum skripsi jadi,” kenangnya.

Uniknya, dia meminta kepada ornag tua agar tidak memaksa menikah dan lainnya, karena masih ada cita-cita yang harus dikejar. Dia juga meminta maaf kepada dosen apabila dalam proses kuliah ada kesalahan yang diperbuat.

Orang tua mahasiswa, Masluh yang mewakili sambutan menambahkan, semua mahasiswa yang lulus akan menghadapi kehidupan nyata. Bukan seperti saat masa kuliah, sehingga memang harus siap dalam menghadapinya. ”Kami yakin mampu menghadapi dunia nyata dengan ilmu yang didapat semasa kuliah,” terangnya.

Dirinya berharap, semua lulusan UMK menajdi generasi santun, cerdas dan berjiwa wirausaha seperti yang ditanamkan selama ini. Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada dosen yang telah mengajar anaknya selama ini.

Dekan FKIP Dr. Slamet Utomo menambahkan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa dan orang tuanya atau wali yang hadir dalam acara tersebut. Pihaknya juga meminta doa agar UMK bisa terus maju.

Dirinya juga menjelaskan beberapa keberhasilan FKIP, terutama terkait akreditasi program studi yang ada di FKIP. Karena akreditasi cukup bagus, terutama PBI dan PGSD yang mendapatkan akreditasi A.

Selain itu, prestasi dosen dan mahasiswa juga cukup bagus, ada yang mendapatkan emas dalam even inetrnasional di Malaysia, magang mengajar di luar negeri.  Selain itu ada juga dosen UMK yang mengajar Bahasa Indonesia di luar negeri. ”Saat ini FKIP juga memiliki tiga doctor baru, semakin bertambah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Sekar Dwi Ardianti, M.Pd mengatakan, untuk jumlah lulusan yang diwisuda pada Oktober 2019 sebanyak 347 mahasiswa. Terdiri dari S2 PGSD sebanyak 114 orang, Prodi Bimbingan Konseling (BK) sebanyak 30 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) sebanyak 67 orang dan Prodi S1 PGSD sebanyak 236 orang.

Sedangkan wisudawan terbaik yakni, Norhadi dari S2 Prodi PGSD dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96. Untuk Prodi BK ada Arianti Sagita dengan IPK 3,92, lalu wisudawan terbaik dari Prodi PBI yakni Siti Solehah dengan IPK 3,86. Terakhir S1 Prodi PGSD ada Tri Ina Nstainuka dengan IPK 3,96.(Linfokom-Humas)

 

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus bersama warga desa membersihkan hulu Sungai Gelis di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Selain itu Dinas Kehutanan Wilayah 2 Jawa Tengah juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan dilakukan menjelang musim penghujan tiba, ketika nantinya musim hujan tiba, kondisi sungai sudah bersih dari sampah, baik sampah plastik, rumah tangga maupun lainnya. ”Justru saat ini paling pas untuk memebrishkan, agar saat musin hujan tiba, sampah tidak menymbat aliran sungai,” kata Dosen Fakultas Pertania Hendy Hendro Srijono saat kegiatan berlangsung (7/10/2019).

Hulu Sungai Gelis sampahnya cukup banyak, untuk itu perlu perlu dilakukan permbersihan. Jika tidak diatasi dengan pemebrsihan, maka bisa terjadi banjir karena aliran sungai terhambat sampah. Belum lagi kondisi di hilir juga bisa menambah potensi banjir terjadi.

Sampah yang dikumpulkan dalam bersih-bersih, kurang lebih lima kuintal, itupun hanya sampah plastik. Belum sampah lainnya, sehingga perlu kesadaran bersama untuk melakukan pembersihan sungai, terutama dari warga sekitar aliran sungai.

Pembersihan yang dilakukan sebelum hujan ini dilakukans ebagai langkah antisipasi, sehingga saat hujan turun sampah yang ada bisa diminimalisir. Karena banjir bisa diantisipasi ketika aliran sungainya lancer, tidak tersumbat sampah. ”kalau tersumbat, potensi banjir semakin besar,” terangnya.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 2 Jawa Tengah Puji Hartini mengatakan, Desa Rahtawu banyak objek wisata yang bermunculan. Artinya banyak sampah juga ditinggalkan oleh wisatawan yang datang. ”Ada wisata alam maupun religi yang ada di desa ini. Akhirnya kami putuskan datang untuk kegiatan resik-resik bersama warga,” jelasnya.

Dengan kondisi masih kemarau, maka sampah plastik yang ada di sungai bisa mudah diambil, teramsuk yang terselip dibatu. Berbeda ketika musim hujan sudah datang, justru akan sulti diambil , sehingga sangat pas ketika kegiatan ini dilakukan menjelang musim hujan.(Linfokom-Humas)

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Nasional untuk pengembangan perpustakaan UMK. Banyak kerjasama yang akan dijalankan, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) hingga pengembangan pangkalan data dan repository digital.

Ketua Perpustakaan UMK Noor Atiyah mengatakan, kerjasama yang dilakukan dengan Perpustakaan Nasional tentunya diharapkan mampu untuk mengembangkan perpustakaan UMK lebih baik kedepannya. ”Ini awal yang baik, nantinya akan ditindaklanjuti bersama,” katanya saat penandatanganan kerjasama di Hoten Novotel Lampung Kamis (3/10/2019).

Kerjasama yang dilakukan selain untuk pengembangan SDM yakni pengembangan dan pemanfaatan aplikasi otomasi perpustakaan inlislite. Lalu ada pengembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang perpusdokinfo dan perluasan jejaring perpustakaan melalui pengembangan pangkalan data dan repository digital, Indonesia OneSearch (IOS), iPusnas, dan publikasi ilmiah.

Selanjutnya ada pengembangan dan pemanfaatan bersama koleksi perpustakaan, ada juga pertemuan ilmiah, peneletian, dan publikasi bersama dalam bidang perpustakaan. Selain itu ada penghimpunan dan pelestarian karya cetak karya rekam (KCKR) dan pelaksanaan promosi perpustakaan dan pengembangan budaya baca.

Semua ruang lingkup kerjasama tersebut nantinya akan digarap bersama, sehingga diharapan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan UMK bisa semakin baik. Apalagi perpustakaan fungsinya sangat penting dalam sebuah perguruan tinggi. ”Kami terus berupaya agar bisa lebih baik, termasuk dengan adanya kerjasama dengan Perpustakaan Nasional,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Syarif Bando mengatakan, perguruan tinggi yang ikut dalam ekrjasama akan diprioritaskan mengikuti sosialisasi E-resources pada 2020 mendatang. E-resources terdapat koleksi elektronik dan tersedia online, buku, jurnal, majalah, korabn, ensiklopedia, handout, manual, arsip, naskah kuno bentuk digital dan lainnya.

Dia menambahkan, perguruan tinggi harus menyiapkan lulusan yang kompetitif. Keberhasilan tersebut diawalid engan banyak membaca. Sehingga lulusan perguruan tinggi bisa merubah paradigamnya dari mental penumpang menjadi mental driver.(Linfokom-Humas)

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Belum akuratnya data alumni perguruan tinggi menjadi perhatian khusus, padahal data tersebut sangat penting. Salah satunya bisa digunakan untuk mengetahui pemetaan lulusan dan dunia kerja yang ada saat ini.

Melihat kenyataan tersebut, akhirnya Kemenristek Dikti menyelenggarakan Diseminasi Pengelolaan Tracer Study bagi Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Grand Wahid Salatiga.

Salah satu narasumber dari Universitas Muria Kudus (UMK) Muhammad Arifin, M.Kom mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 perguruan tinggi dari 80 perguruan tinggi yang mendapatkan undangan. ”Antusies peserta cukup bagus,” katanya.

Kegiatan ini lebih difokuskan kepada praktik pengisian atau upload kuesioner Dikti. Karena berdasarkan surat dari Ristekdikti nomor B/286/B.B3/KM.11.00/19 dari 125 perguruan tinggi negeri (PTN), yg mempunyai pusat karir 76. Sementara dan yg memasukkan data tracer study (TS) baru 22 PTN.

Lalu dari 153 perguruan tinggi swasta (PTS)  di Jawa Tengah yang menginput baru 93 PTS,  Itupun tidak lengkap. Artinya 160 PTS belum input. ”Ini baru data dari lldikti wilayah 6, belum wilayah lain Se-Indonesia,” terangnya.

Persoalan tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi dan banyak PT yang memandang kebutuhan tracer study belum begitu penting. Padahal sekarang masuk ke pemeringkatan, Simkatmawa dan akreditasi tentunya.

Artinya, sosialisasi harus diperbanyak dan kesadaran akan pentingnya pusat karir dan tracer study juga harus ditingkatkan. ”Jika anggapan pusat karir dan tracer study tidak penting, maka akan sulit,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut sendiri bertujuan untuk memperoleh data nasional yang akurat mengenai situasi hubungan pendidikan tinggi dan dunia kerja dan system pengembangan pusat karir perguruan tinggi, khusunya tracer study. Sehingga terkait erat dengan banyak hal.(Linfokom-Humas).

 

 

Page 5 of 368