iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Gejala destruktif siswa yang cendurung berkurang karakter ke-Indonesiannya menjadi perhatian serius. Persoalan tersebut menjadai pembahasan utama dalam seminar nasional di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dengan salah satu narasumbernya Dr. Susilo Rahardjo dari Universitas Muria Kudus.

Kegiatan yang dilaksanakan Senin, 18 Maret 2018 di Auditorium Undiksha tersebut membahas persoalan tersebut. Penyelenggara dari Jurusan BK UMK dan BK Undiksha. Ada tiga narasumber yang dihadrikan, selain dari UMK ada juga Prof. I Ketut Dharsana dan Dr. Kadek Suranata dari Undiksha.

Susilo Rahardjo, M.Pd mengatakan, karakter ke-Indonesian di siswa perlu dilakukan penanganan karena meperlihatkan gejala perilaku distruktif siswa. Karena akan berdampak luas jika tidak diperhatikan. ”Pendidikan karakter untuk generasi milenial perlu perhatikan,” katanya.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah semakin berkembangnya teknologi yang mereduksi nilai-nilai kemanusian. Sehingga perlu diarahkan dalam penggunaan teknologi agar tidak mereduksi nilai-nilai kemanusiaan siswa.

Dalam kegiatan tersebut, peserta berasal dari dua universitas dan guru yang ada di Provinsi Bali. Karena untuk menumbuhkan karakter generasi millenial salah satunya tergantung kepada guru.

Selain mengisi seminar nasional, usai kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara UMK dengan Undiksha. Tujuan kerjasama tersebut untuk menunjang pelaksanaan tugas dan menghasilkan sumber daya manusia yang relevan dengan peningkatan ilmu dan teknologi bidang bimbingan dan konseling.

Semoga dengan kerjasama tersebut, mampu memberikan dampak positif dalam pengembangan kelimuan. Sehingga bisa bermanfaat bagi kedua perguruan tinggi.(linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Munculnya aliran atau faham yang merasa paling benar membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Padahal kebenaran adalah relatif, semua memiliki dasar sendiri-sendiri, sehingga ketika muncul faham yang merasa paling benar akan membuat kisruh.

Pesan itulah yang muncul saat dilaksanakan ‘Ngaji Kebangsaan’ yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) Sabtu (16/03/2019).

KH. Amin Maulana Budi Harjono mengatakan, munculnya aliran atau isme yang ada memang dari hasil pemikirn manusia. Namun paham atau isme akan berbahaya ketika memiliki ciri-ciri mengaku paling benar. ”Ketika muncul paham yang merasa paling benar, akan membuat kisruh,” katanya.

Karena bagi yang tidak sepaham akan dianggap musuh karena selain kelompoknya dianggap tidak benar. Sehingga persoalan tersebut harus dipahami oleh mahasiswa, jangan sampai mengikuti isme yang merasa paling benar.

Bahkan kelompok tersebut memusuhi negara, padahal Indonesia merupakan negara yang begitu indah. Mulai dari kebudayaan yang beragam hingga bahasa yang beragam, pembedaan tersebut justru menjadi kekuatan penting yang dibingkai dalam persatuan.

Narasumber lain Pengasuh Maiyah Kidung Syafaat, Ilyan, M.Pd mengatakan, memang untuk kebenaran adalah relatif. Kebenaran tergantung dari pandangan dan latarbelakang masing-masing, namun yang paling penting adalah saling menghormati.

Dalam segi beribadah salat saja, ada beberapa perbedaan, tentunya perbedaan tersebut memiliki dasar. Sehingga tidak perlu merasa paling benar dan yang tidak sama disalahkan membabibuta. ”Kita tidak tahu mana yang betul-betul benar, serahkan saja kepada Allah SWT,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam menjalani kehidupan, yang penting saling menghormati antar manusia satu dengan lainnya. Karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMK Dr. Subarkah mengatakan, di Indonesia, budaya berbeda-beda, namun ternyata bisa saling memahami. Karena memang perbedaan itulah yang menjadi kekuatan, dengan catatan bisa saling memehami.

Sehingga sifat merasa benar dan menganggap yang lain salah harus dihindari. ”Negara ini memiliki potensi yang besar, jangan sampai persatuan yang sudah dirajut oleh pahlawan dirusak,” imbuhnya.

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Bahkan di masa lalu bangsa eropa melirik Indonesia sebagai tujuan berdagang, karena rempah-rempah yang melimpah.

Namun karena saking kayanya Indonesia dan pedagang dari Belanda menikmatinya, hingga memunculkan kolonialisme. Namun semua sudah disatukan dalam NKRI, sehingga lebih kuat dan harus terus dijaga.(linfokom)

 

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Istiqomah atau konsistensi menjadi modal penting bagi youtuber atau content creator untuk terus mengembangkan channel youtubenya. Tanpa konsistensi dipastikan tidak akan bisa berkembang, konsistensi membutuhkan ketekunan dan kesabaran serta kreativitas untuk membuat konten-konten yang menarik.

Hal itu terungkap saat dilaksanakan workshop youtube adsense yang diadakan Himpunan Mahasiswa Proram Studi (Himapro) Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muria Kuus di gedung rektorat ruang seminar lantai IV kemarin.

Ketua Komunitas Youtuber Pati Albert Kiss mengatakan, saat ini youtuber itu lebih idetik dengan reupload, saat ini lebih baik menyebutnya adalah content creator. ”Saat ini konten yang baik yang akan bertahan, bukan hanya sekadar reupload saja,” katanya kemarin.

Karena aturan terbaru, konten yang terindikasi reupload tidak akan bisa di monetize, kebijakan baru dari youtube tersebut sebenarnya tidak mempersulit, justru mempermudah. Karena bagi content creator bisa lebih dihargai atau diprioritaskan.

Sehingga bagi youtuber ketika membuat konten dituntut kreatif, harus ada visual dan tidak sekadar slideshow. Bahkan menurutnya tidak boleh menggunakan google voice, karena tidak akan demonetize oleh youtube sesuai aturan baru, lebih baik menggunakan suara sendiri.

Bagi pemula yang bermain youtube diawal, biasanya berpikir konten yang high class, padahal membuat konten juga bisa memanfaatkan lingkungan sekitar. Sehingga dituntut untuk menemukan ide-ide kreatif. ”Youtuber atau content creator harus cerdas, jangan pernah bilang kehabisan ide,” terangnya.

Dirinya juga memberikan trik agar konten yang dibuat bisa dikenal lebih banyak,salah satunya dengan mengupload saat primetime, yakni pukul 06.30 sampai pukul 21.00. Pada jam tersebut ketika di televisi, harga iklannya sangat tinggi, karena waktu tersebut waktu orang sednag istirahat. ”Jadi kita upload juga meniru televisi, waktu primetime kita upload,” imbuhnya.

Ketika sudah di upload, selang stau jam baru dilakukan share ke media social yang dimiliki youtuber. Jika perlu buat video sekitar 30 menit dimedsos lalu diarahkan ke channelyoutubenya.

Selain itu, dirinya juga menyarankan agar youtuber memiliki ciri khas, seperti yang dilakukan Mael Lee. Dia sering memaki rambut gimbal, padahal rambut gimbal yang dipakai adalah rambut palsu. ”Judul dan deskripsi perlu dibuat menarik,” jelasnya.

Dalam workshop tersebut, banyak pertanyaan yang diberikan, salah satunya youtuber atau content creator dari Kuus, Galih Manunggal. Dia sudah memiliki puluhan ribu subscriber ini mengaku masih perlu banyak belajar untuk mengembangkan channel yang dimilikinya.

Dirinyapun menyampaikan beberapa pertanyaan terkait aktivitas youtube yang selama ini dilakukannya. ”Cukup menarik kegiatan ini, beberapa persoalan yang saya alami juga saya tanyakan,” ungkapnya.(linfokom)

 

 

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Banyak pengangguran yang mencari kerja, sementara perusahaan sulit mendapatkan karyawan kompeten. Artinya, mereka yang ingin mencari kerja termasuk mahasiswa harus memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

 Itulah yang terungkap dalam workshop carrier yang dilaksanakan Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) Sabtu (16/3/2019).

Kepala HRD PT. Hartono Istana Teknologi (HIT) atau Polytron, Tjahyono Pamudji mengatakan, kita banyak melihat ramainya orang datang ketika ada jobfair. Sementara perusahaan justru kesulitan mencari karyawan berkompeten. ”Bahkan ketika ada seratus orang pelamar, bisa jadi semuanya tidak diterima,” katanya kemarin.

Karena bagi perusahaan, hanya memilih mereka yang memiliki kompetensi, bukan dilihat dari IPK tinggi atau tidak. Biasanya, mereka akan menetapkan pilihan ketika tes wawancara, karena tes psikologi juga tidak banyak berpengaruh dalam penentuan.

Bagi perusahaan, yang terpenting adalah interpersonal skill dan intrapersonal skill. Selain itu yang terpenting adalah mereka yang ingin terus belajar. ”Karena pendidikan atau belajar tidak ada habisnya,” terangnya.

Selain itu, attitude and behaviour juga menjadi hal penting dalam sebuah perushaan, ketika karyawan memiliki attitude and behaviour yang baik, tentu akan membantu perusahaan untuk berkembang. Sehingga ketika mencari karyawan, aspek tersebut akan menjadi pertimbangan.

Dia menambahkan, di perusahaan gelar tidak terlalu penting, karena yang terpenting adalah bagimana bekerjadan berkarir dengan baik. Karir dalam hal ini adalah apa yang diahsilkan karaywan akan membawa dampak baik bagi perusahaan. ”Kuliah itu penting, untuk menambah knowledge, namun yang terpenting mau terus belajar, termasuk ketika sudah bekerja,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UMK Rohmad Winarso, M.T mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa nantinya lebih siap memasuki dunia kerja. Karena dalam dunia kerja tentu akan berbeda, karena memang mahasiswa yang belum pernah merasakan bekerja di sebuah perusahaan akan kaget.

Namun dengan pembekalan ini, diharapkan mahasiswa mengetahui apa yang harus dilakukan saat di dunia kerja. Mahasiswa bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan diri masing-masing. ”Namun yang terpenting adalah syukuri pekerjaan anda dan cintai pekerjaan anda,” imbuhnya.(linfokom)

Page 5 of 349