iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Universitas Muria Kudus (UMK) menjalin kerjasama dengan universitas di Filipina, Central Bicol State University Of Agriculture (CBSUA). Ada banyak hal yang dilakukan, namun saat pandemi Covid-19 saat ini, yang bisa dilakukan adalah joint webinar dan transfer kredit.

   Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Mutohhar, M.Pd mengatakan, sebelum menindaklanjuti kerjasama tersebut, pihaknya sudah melakukan kunjungan ke CBSUA di Filipina sebelum pandemi. "Setidaknya ada empat hal yang bisa dilaksanakan," katanya kemarin.

   Kerjasama yang bisa dikerjakan antara lain joint webinar, kegiatan ini akan dilakukan mulai Agustus sammpai Januari 2021. Nantinya akan dilaksanakan setiap akhir bulan, untuk narasumber akan diambilkan satu orang dari UMK dan CBSUA.

   Lalu ada transfer kredit, kegiatan ini memebrikan kesempatan bagi mahasiswa UMK untuk belajar di CBSUA, nantinya akan diakui dalam satuan kredit semester (SKS). Hal ini sesuai dengan kampus merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbud, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi lain, termasuk perguruan tinggi luar negeri.

   Biasanya, transfer kredit dilakukan di kampus yang bekerjasama langsung, namun karena adanya pandemi, kegiatan transfer kredit dilakukan secara daring. Nantinya mahasiswa UMK bisa belajar di CBSUA via online selama satu semester atau lebih, namun akan diakui SKSnya oleh UMK. ”Ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman lebih, terutama di luar negeri,” terangnya.

    Selain itu ada kegiatan joint research, kegiatan tersebut tak hanya dilakukan oleh dosen saja, namun mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan penelitian gabungan antara mahasiswa UMK dengan CBSUA. Untuk penelitian mahasiswa, salah satu pembimbing nantinya akan diambil dari CBSUA atau sebaliknya.

   Lalu ada pertukaran mahasiswa dan dosen, untuk pertukaran mahasiswa tahun ini akan ditarget lima orang, lima mahasiswa dari fakultas pendidikan. Selanjutnya akan dilakukan pertukaran mahasiswa dari fakultas lainnya. ”Untuk dosen juga ada, kami akan mengawali dengan menyamakan kurikulum, selanjutnya dosen UMK bisa mengajar di CBSUA dan sebaliknya,” jelasnya.

   Dengan kerjasama tersebut, pihaknya berharap agar antara UMK dan CBSUA berkembang dengan baik. Walaupun saat pandemi seperti saat ini, sektor pendidikan harus terus berupaya agar tetap berjalan maksimal. Tentunya dengan cara yang berbeda dengan biasanya. ”Kami harap akan berjalan lancar dan maksimal,” imbuhnya.(Humas-Linfokom)  

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active


UMK - Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta melakukan studi banding dan kerjasama ke Universitas Muria Kudus (UMK). Kedatangan rombongan tersebut untuk mengetahui pengembangan perpustakaan di UMK, karena UPT Perpustakaan UMK mendapatkan akreditasi A.
Kepala UPT Perpustakaan UMK Noor Athiyah, M.Hum mengatakan, kedatangan rombongan dari UTp Surakarta tentunya disambut baik. Karena bisa sharing antar dua perguruan tinggi, sehingga bisa memberikan hal positif, terutama dalam hal pengelolaan perpustakaan. "Kami berterimakasih atas kunjungannya, menjadikan UMK sebagai lokasi studi banding," katanya kemarin.
Untuk Perputakaan UMK memang sudah terakreditasi A, sehingga semua komponen standar penilaian sudah terpenuhi semua. Pihaknya tentu sudah menyiapkan sarana prasarana dan lainnya hingga memenuhi standar tersebut sehingga mendapatkan akreditasi A.
Dalam proses akreditasi, ada enam komponen utama yang harus dipenuhi, aspek koleksi dengan bobot penilaian 20, sarana dan prasarana bobotnya 15 dan pelayanan perpustakaan bobotnya 25. Lalu tenaga perpustakaan bobotnya 20, penyelenggaraan dan pengelolaan bobotnya 15, dan komponen penguat dengan bobot 5.
Dr. Achmad Fatchul Aziz, MP mengatakan, kunjungan ke UMK karena ingin belajar tentang pengelolaan perpustakaan, selain itu juga diskusi serta kerjasama. "Kami tentu ingin ada jalinan kerjasama antara UTP dan UMK," jelasnya.
Banyak hal yang perlu dipelajari untuk pengembangan pengelolaan perpustakaan, pihaknya memilih UMK karena memang sudah terakreditasi A. Sehingga akan banyak hal yang dipelajari, karena bsia mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada di perpustakaan UTP.
Tentunya, dengan kunjungan tersebut dapat menajdi jembatan agar pengelolaan perpustakaan semakin baik. Karena memang pihaknya butuh banyak referensi sehingga pengembangan perpustakaan bisa maksimal.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Universitas Muria Kudus (UMK) memberikan subsidi berupa potongan saat her registrasi semester gasal 2020/2021 kepada seluruh mahasiswa, total sampai sekitar Rp 5 miliar. Keputusan tersebut diambil untuk meringankan mahasiswa karena adanya kondisi pandemi seperti saat ini. Sebelumnya untuk mahasiswa kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19 juga sudah diberikan bantuan, sebanyak 93 mahasiswa.
Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, untuk potongan her registrasi sebelumnya sudah dilakukan untuk mahasiswa yang aktif semester genap 2019/2020 dengan potongan Rp 200.000. "Setelah dilakukan pembahasan kembali antara pimpinan universitas dengan Yayasan Pembina UMK, akhirnya ada keputusan potongan lagi untuk semester gasal 2020/2021," katanya kemarin.
Sehingga, total potongan her registrasi mencapai Rp 500.000 untuk setiap mahasiswa. Ketika ditotal semua dengan sekitar 10.000 mahasiswa UMK, maka jumlah potongan tersebut mencapai Rp 5 miliar. Tentunya potongan tersebut sangat besar dan merupakan komitmen universitas dalam meringankan biaya perkuliahan.
Potongan tersebut tidak diberlakukan kepada penerima beasiswa yang aktif pada tahun akademik tersebut. Selain itu juga tidak diperuntukkan bagi penerima bantuan UKT tahun akademik 2020/2021 dan mahasiswa S2.
Dengan adanya program tersebut, pihaknya berharap bisa membantu mahasiswa dalam meringankan biaya kuliahnya. Pihaknya terus memperhatikan kondisi mahasiswa, aspirasi yang disampaikan juga menajdi perhatian pihaknya.
Tak hanya soal biaya kuliah, proses pembelajaran juga sudah dilakukan antisipasi ketika pandemi masih belum selesai. Apalagi sebelumnya ada audiensi dengan mahasiswa terkait banyak hal, teramsuk masukan terkait pembelajaran.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Universitas Muria Kudus memberikan bantuan kepada 93 mahasiswa dengan kategori kurang mampu atau yang mengalami kendala finansial akibat pandemi corona virus disease (Covid-19). Mahasiswa tersebut nantinya kan bebas membayar biaya kuliah selama satu semester.
Untuk mahasiswa yang memegang kartu Indonesia pintar (KIP) dari keluarga peserta program keluarga harapan (PKH), keluarga pemegang kartu keluarga sejahtera (KKS) menjadi prioritas. "Bantuan ini diberikan oleh Kemendikbud, ketika kurang akan dibiayai universitas sendiri," kata Rektor UMK Dr. Suparnyo kemarin.
Sebetulnya ada 100 yang diusulkan, namun ternyata pihak Kemendikbud menyetujui 93 mahasiswa saja. Namun menurutnya bantuan tersebut sangat membantu mahasiswa, apalagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan terdampak Covid-19.
Bantuan tersebut juga tidak diperbolehkan bagi mahasiswa yang sudan menerima beasiswa, seperti beasiswa Bidikmisi, hafidz, beasiswa unggulan, beasiswa Bank Indonesia atau program beasiswa lainnya yang membiayai UKT/SPP baik secara penuh atau sebagian.
Calon penerima bantuan tersebut juga sudah ada, mereka berasal dari seluruh program studi yang ada di UMK. Sehingga pemberian bantuan tersebut dilakukan secara merata, sehingga semua mahasiswa prodi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan bisa mendapatkannya.
Pihaknya berharap, untuk bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan sampai kuliahnya tidak serius. Karena kondisi seperti saat ini memang membutuhkan tekad kuat agar bisa terus berjalan. "Tentu kami harap pandemi inis egera berakhir, sehingga aktivitas bisa berjalan normal," terangnya.(HUmas-Linfokom)

 

Page 5 of 388