iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Ujian proposal untuk skripsi tetap bisa dilakukan, kali ini dengan online mengingat kondisi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Untuk teknisnya sama persis dengan ujian offline, hanya media saja yang berbeda, yakni menggunakan video call melalui aplikasi whatsapp.

Kepala Program Studi (Kaprogdi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) Nurainingsih, M.Pd mengatakan, untuk seminar proposal tetap dilakukan. ”Karena memang banyak mahasiswa yang sudah mengambil skripsi, sehingga langkah awal harus ada seminar proposal,” katanya kemarin.

Dalam prakteknya, setelah proposal disetujui oleh dosen, mahasiswa mendaftar seminar proposal di sec.online. selanjutnya dirinya yang akan melakukan penjadwalan untuk dua pembimbing dan satu dosen penguji.

Praktik tersebut selama ini sudah berjalan dan dirasa cukup baik, sehingga proses seminar proposal masih tetap bisa berlanjut dengan kondisi seperti saat ini. ”Kami memang harus cari cara agar tetap berjalan dan efisien,” terangnya.

Untuk proses seminar proposal online, pihaknya tidak memakai aplikasi yang rumit. Cukup pakai video call whatsapp, karena video call via whatsapp sudah mampu untuk berbicara dengan empat orang secara langsung.

Pemilihan aplikasi tersebut karena lebih simpel dan semua mahasiswa dipastikan memiliki dan familiar dengan aplikasi tersebut. Sehingga seminar proposal tidak banyak kendala teknis, karena mudah dalam pemakaiannya.

Dia menambahkan, kendalanya hanya satu Ketika melakukan seminar proposal online tersebut, yakni masalah jaringan internet. Ketika akses internet turun atau lemah, suara agak kurang jelas, sehingga komunikasi agak sedikit terganggu. ”Namun jarang kendala itu ada, karena rata-rata jangkauan jaringan internet sudah cukup luas,” ujarnya.

Dia berharap, mahasiswa bisa memanfaatkan cara tersebut, sehingga pengajuan seminar proposal  bisa tetap dilanjutkan. ”Kondisi seperti saat ini tentu ad acara yang ditempuh agar berjalan baik, namun diharapkan pandemic ini bisa seger selesai dan aktivitas belajar mengajar bisa normal kembali,” imbuhnya.(Linfokom-Humas)

 

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK–Sebagai bentuk kepedulian Universitas Muria Kudus (UMK) terhadap upaya pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), UMK kembali memberikan bantuan. Pada hari Kamis (30/4) UMK, melalui UMK Peduli memberikan bantuan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Pati (Dishub Kab. Pati) berupa alat bantu cuci tangan portable, faceshield dan masker.

Kedatangan rombongan Dishub Kab. Pati ke UMK dalam rangka penerimaan bantuan diterima Rektor UMK Dr. Suparnyo, S.H., M.S., yang didampingi Andy Prasetyo Utomo, S.Kom., M.T. (Kepala UPT Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L)), Ir. Masruki Kabib, M.T. (Dosen Prodi Teknik Mesin) serta Yuni Ratnasari, S.Si., M.Pd. (Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di Gedung Rektorat UMK.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMK menyerahkan langsung bantuan yang terdiri dari 2 set alat bantu cuci tangan portable, 25 buah faceshield dan 200 buah masker non medis kepada Bapak Andre S yang mewakili Kepala Dishub Kab. Pati beserta jajaran. Alat bantu cuci tangan portable dan faceshield yang diserahkan merupakan buatan dari Laboratorium Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMK. Faceshield dibuat sesuai standar kesehatan yang ditetapkan oleh WHO yang dikerjakan oleh dosen dan laboran serta karyawan di Laboratorium dan Bengkel Prodi Teknik Mesin.

Perwakilan Dishub Kab. Pati menyampaikan bahwa 2 set alat bantu cuci tangan tersebut nantinya akan ditempatkan di Terminal bus Juwana dan di Tempat Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kab. Pati. “Kami merasa senang sekali dan berterima kasih kepada UMK yang telah meberikan bantuan kepada Dishub Pati. Nanti 1 set alat bantu cuci tangan akan kami tempatkan di Terminal Juwana karena di daerah tersebut berdekatan dengan pasar dan ramai orang berkegiatan. Kemudian yang 1 set lagi akan ditempatkan di Tempat Uji KIR karena banyak orang antri & menunggu di tempat itu,” terangnya.

Kedua pihak juga berharap wabah virus corona ini segera berakhir dan teratasi sehingga aktivitas kembali berjalan normal, tidak ada rasa ketakutan lagi. (Linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) melalui UMK Peduli kembali menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk paramedis dalam menghadapi penyebaran pandemik Corona Virus Disease (Covid-19). Pada kesempatan ini, bantuan APD diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang.

Kepala UPT Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) UMK, Andy Prasetyo Utomo, S.Kom., M.T., mengatakan bahwa bantuan APD yang diberikan kepada DKK Rembang terdiri 175 Faceshield dan 500 masker non medis. ”Kami berharap bisa sedikit membantu dalam penanganan virus,” katanya kemarin.

Pihaknya memberikan bantuan secara langsung kepada Kepala DKK Rembang, dr. Ali Syofii, di kantornya. Faceshield yang diberikan merupakan hasil produksi dari dosen dan karyawan UMK menggunakan peralatan yang dimiliki Laboratorium Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UMK.

Sehingga pembuatan Faceshield bisa cukup mudah, selain itu juga ada modifikasi agar lebih nyaman digunakan. ”Faceshield yang dibuat tentunya sudah sesuai dengan standar, sehingga selain aman, juga nyaman digunakan,” terangnya.

Dengan bantuan yang diberikan, diharapkan mampu membantu tenaga medis yang ada di Kabupaten Rembang. Sehingga diharapkan persoalan wabah bisa segera teratasi dan semuanya dapat kembali normal. (Humas – Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) melalui UMK Peduli terus melakukan pemberian bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Termasuk alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan oleh rumah sakit untuk penanganan virus corona.

Tak hanya di Kabupaten Kudus saja, permintaan bantuan juga datang dari rumah sakit yang ada di sekitar Kabupaten Kudus, seperti Jepara, Rembang, Pati dan Grobogan. UMK Peduli pun menyalurkan bantuan berupa hazmat dan face shield yang selama ini diproduksi secara mandiri. Tentunya pembuatan dilakukan sesuai dengan standar.

Bantuan yang diberikan tersebut merupakan upaya dari civitas akademika UMK, karena dana yang digunakan berasal dari donasi seluruh dosen dan karyawan yang ada di UMK. Baik melalui sumbangan berupa pemotongan gaji hingga donasi secara mandiri.

Ketua UPT Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) UMK Andy Prasetyo Utomo mengatakan bahwa sampai saat ini UMK sudah melakukan distribusi ke beberapa pihak yang memang membutuhkan.

Tak hanya APD, pihaknya juga sudah melakukan distribusi berupa tempat cuci tangan, UMK Peduli menyerahkan ke PMI Kabupaten Kudus. Dari PMI diberikan kepada beberapa yang membutuhkan, seperti Dishub Kudus untuk ditempatkan di Terminal Induk Jati Kudus. Tujuannya tak lain agar mereka yang turun dari bus bisa langsung mencuci tangan sehingga diharapkan bisa meminimalisir penyebaran virus corona.

Kerjasama dilakukan dengan PMI dan IDI Kudus untuk pendistribusian bantuan karena dianggap paling mengetahui kebutuhan di lapangan. ”Ada juga yang datang ke UMK langsung untuk mengambil bantuannya,” terangnya. Harapannya distribusi bisa lebih tepat sasaran, karena saat ini memang ada kesulitan mendapatkan APD, sehingga pihaknya bisa fokus dalam produksi dan penyediaannya. Selain itu, pihaknya juga menyumbangkan masker dan hand sanitaizer. (Linfokom-UMK)

Page 5 of 378