iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kudus- Bulan suci Ramadhan ini, dimanfaatkan banyak orang untuk berbru berkah. Tidak hanya dalam hal ibadah, tapi juga dalam berburu berkah mencari rizki di bulan suci ini.

Hal itu terlihat, setiap kali menjelang berbuka puasa, banyak para pedagang dadakan yang menjajakan dagangannya. Beragam es buah, dijual di pinggir-pinggir jalan. Penganan kecil ala kadarnya, tak lupa ditawarkan bagi para pejalan kaki, yang dipastikan terlambat pulang untuk berbuka bersama keluarga.

Simpang tujuh, menjadi salah satu tempat favorit masyarakat untuk ngabuburit bersama keluarga maupun teman, menunggu saat Bedug dan azan maghrib terdengar.

Keramaian tersebut, tak urung menjadi daya tarik masyarakat untuk berjualan dan mencari rizki sampingan di bulan suci ini. Sebagaimana dilakukan oleh Noor Qosim (32) dan teman-temannya, yang menjual aneka masakan dari Jamur.


User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Kudus- Rapi dan asri. Semilirnya angin yang sepoi-sepoi, menjadikan suasana menjadi indah, pagi ini. Beberapa anak berpeci, lewat. Namun sejurus kemudian, ia kembali lagi dan segera menuju kelas belajarnya.

Ya, ketenangan itu sangat nampak saat redaksi Portal UMK mengunjungi Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an, di Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pada bulan puasa ini, para santri calon penghafal Al-Qur'an tersebut, tetap tekun belajar.

Nama Yanbu'ul Qur'an sendiri, bagi masyarakat pesantren di Indonesia, tidaklah asing. Pendirinya, KH Arwani Amin, adalah salah satu ulama yang sangat dihormati dan segani. Di samping itu, beliau KH Arwani Amin, masih keturunan dari Pangeran Diponegoro.

Saat ini, pondok ini diasuh oleh dua bersaudara kakak beradik, yaitu KH Ulinnuha Arwani dan KH Ulil Albab Arwani. Sebelumnya, KH Muhammad Mansur, putera angkat KH Arwani, sebelum meninggal, juga membantu mengasuh pesantren ini.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KUDUS-Universitas Muria Kudus (UMK) mengukuhkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi (PT) bermutu di tingkat nasional. Sebab, berdasarkan release Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Perguruan Tinggi, UMK masuk dalam 68 PT di Indonesia yang menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Tim technical assistance quality assurance dan evaluasi implementasi SPMI dari Ditjen Dikti yang terdiri dari Prof Dr Johannes Gunawan, SH,LL.M (koordinator), Prof Dr Bernadette M Waluyo SH, MH,CN (sekretaris)

dan dianggotai Prof Bambang Suryatmono, Ph.D, Prof Dr Deni Djuanda, Prof Dr Hendra Gunawan, Prof Dr Ir Tirza Hanum, MS, Dr Satria Bijaksana, Dr Ir JP Gentur Stapa MSc, Ir Lilik Soetiarso M.Eng, Ph.D, Drs Soeprapto SU, A.F Elly Erawaty SH, LL.M, Ph.D, Dr Ir Edia Rahayuningsih MS, dan Dr Ing Singgih Hawibowo, menetapkan UMK lolos dalam proses site verification dan technical assistance bersama 67 PT lainnya secara nasional. Bahkan, dari PT yang lolos proses site verification dan technical assistance, itu UMK menempati ranking 21 berdasarkan skor nilai yang diraihnya.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KUDUS-Kampus Universitas Muria Kudus (UMK) yang memiliki visi culture university ini terus menggeliat menuju perubahan.

Tidak hanya kemegahan gedung-gedung berjajar, perubahan juga dilakukan di semua aspek yang menjadi kebutuhan para sivitas akademikan dan anggota masyarakat lain. Sehingga tampilan dan kinerja UMK saat ini tidak kalah jika dibanding dengan kampus-kampus di kota besar lainnya.

Karena itu, UMK merasa cukup berbangga hati, jika belakangan ini, mendapatkan apresiasi dari Direktorat Jendrak Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dalam mendapatkan dana dari Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) maupun Program Hibah Kompetisi (PHK)-A2.

Menurut penuturan Ir. Endang Dewi Murrinie MP, selaku pengelola program PHKI, untuk memperoleh program tersebut, UMK harus bersaing dengan 423 proposal lainnya dari PTN dan PTS di seluruh Indonesia. Setelah itu, lolos 143 proposal awal PTN dan PTS. Kemudian, setelah site visit, akhirnya dipillih 73 proposal perguruan tinggi yang dinyatakan berhasil lolos. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, ada 44 perguruan tinggi yang dinyatakan sebagai pemenang PHKI tahun 2008, termasuk di dalamnya UMK.