iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Puluhan tahun silam, hadir seorang wanita Indonesia yang berani memperjuangkan tujuan dan misinya kaumnya. Dengan tekad bulat, ia melewati rintangan maupun hambatan akan dilema adat untuk mengangkat derajat kaum wanita. Dialah Raden Ajeng (RA) Kartini. Wanita jelita kelahiran 21 April 1879 dengan multi talenta dan bakat besar. Perjuangannya begitu diingat, hingga akhirnya membawa pengaruh besar bagi perkembangan bangsa Indonesia, khususnya para wanita. Kini, telah lahir ratusan bahkan ribuan Kartini-Kartini modern yang siap menabrak tatanan gender di mana pria yang lebih berkuasa. Kartini-Kartini inilah yang siap dibanggakan.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Kontribusi wanita dalam perkembangan sejarah bangsa sangat besar. Perjuangan wanita tidak bisa dilepaskan dari sosok Raden Ajeng (RA) Kartini yang. Perjuangan yang dilakukan RA Kartini semata-mata untuk mencapai kesetaraan gender.

Menurut Dra. Farida Yuliani, Msi, Ketua Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Muria Kudus (UMK), saat Kartini masih hidup hak-hak wanita masih terbatasi oleh budaya. “Bayangkan, umur dua belas tahun sudah dipingit, kan tidak bisa memperoleh pendidikan tinggi, apalagi berpolitik,” kata Farida.

Bagi Farida, para wanita Indonesia harus mengingat sejarah perjuangan Kartini dalam membela hak-hak wanita. “Ini sangat penting, agar semangat peran kewanitaan tumbuh pada setiap wanita,” jelas ibu berkerudung ini.

Ketika tercapai kesetaraan gender, maka wanita mampu mengemukakan pendapat, bekerja, memperoleh pendidikan bahkan hingga berpolitik. “Semua itu bisa kita lakukan saat ini. Berbeda saat Kartini, sehingga kita patut berterimakasih atas jasa Kartni,” tambah Farida.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Semakin lama lingkungan semakin rusak. Hal ini membutuhkan penanggulangan segera dari seluruh lapisan masyarakat. Tanpa lingkungan yang baik, kehidupan manusia pun akan terganggu. Dari alasan itulah, Masyitotun Nafi’ah selaku ketua Racana Muria Shima Universitas Muria Kudus (UMK) tergugah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan.

Sebagai wanita, Dia sedikit banyak terinspirasi oleh Kartini yang mencoba untuk mencerdaskan kaum perempuan di masanya.

“Kalau Kartini di bidang Pendidikan, saya peduli Lingkungan,” ungkap Masyitotun.

Bersama Racana, Masyitotun selalu mendorong masyarakat agar sadar akan lingkungan di sekitar mereka, sehingga tercetus ide untuk membuat Kudus Zero Waste. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat di ikuti oleh masyarakat di sekitar Kudus bahkan nasional,” tambah Masyitotun.

Menurut Masyitotun, dalam menjaga lingkungan, perlu adanya generasi yang sadar lingkungan. Bagi Masyitotun yang lahir di Pati ini, selalu mengadakan kegiatan yang berkaitan lingkungan dengan anak sekolah tingkat MA/SMA. “Ini kami lakukan untuk memotong generasi yang tidak sadar lingkungan,” jelasnya.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KUDUS-Universitas Muria Kudus (UMK) Rabu (14/04) menggelar acara wisuda ke-44 untuk jenjang Pasca Sarjana (S2) Sarjana (S1) dan Diploma (D3). Adapun mahasiswa yang ikut wisuda sebanyak 245. Jumlah itu dari berbagai disiplin ilmu yang ada di UMK.

Menurut Humas UMK, Zamhuri, 245 mahasiswa yang akan diwisuda hari ini adalah dari Fakultas Ekonomi sebanyak 74, terdiri dari 21 berasal dari program studi (progdi) Manajemen (S2), 50 progdi Manajemen (S1) dan 3 mahasiswa dari progdi Akuntasi (D3); Fakultas Hukum progdi Ilmu Hukum ada 20 mahasiswa; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, terdiri dari 14 mahasiswa dari progdi Bimbingan dan Konseling dan 46 mahasiswa dari progdi pendidikan Bahasa Inggris; Fakultas Pertanian dari progdi Agroteknologi ada 3 mahasiswa; Fakultas Teknik ada 82 mahasiswa, terdiri dari 50 mahasiswa dari progdi Sistem Informasi (S1), 8 mahasiswa dari progdi Teknik Mesin (D3), dan 24 mahasiswa dari progdi Teknik Elektronika (D3); dan Fakultas Psikologi (S1) ada 6 mahasiswa yang ikut wisuda.