iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Fakultas Psikologi (F Psi) Universitas Muria Kudus (UMK) yang berdiri pada 28 Maret 2002, kini telah berusia sewindu (8 tahun). Dalam usia yang masih belia, keberadaan FPsi UMK, yang sudah terakreditasi pada 30 Oktober 2008 dengan SK: 027/BAN-PT/Ak-XI/S1/X/2008, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan akademik. Hal ini karena tantangan dan tuntutan masyarakat terhadap keberadaan Sarjana Psikologi semakin komplek dan kompetitif.

Apalagi bila mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, Pasal 6 Ayat 6, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, menyebutkan bahwa untuk menjadi guru pada satuan pendidikan TK atau RA atau TKLB atau bentuk lain yang sederajat dan pada satuan pendidikan SD atau MI atau SDLB atau bentuk lain yang sederajat, bisa dari Sarjana Psikologi.

Hal ini berarti Sarjana Psikologi harus bisa memenuhi kualifikasi dan kompetensi standar profesi guru yang dibutuhkan. Karena itu, jauh-jauh hari FPsi UMK telah merancang kompetensi lulusan Sarjana Psikologi UMK yang unggul dalam menyelenggarakan, mengembangkan dan menerapkan ilmu psikologi berdasarkan nilai-nilai profesionalitas, moral dan kearifan lokal (local wisdom).

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Suara kalkulator terdengar begitu cepat ketika masuk di Kegiatan “Accounting Fair” (AF) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akutansi Universitas Muria Kudus (UMK). AF kali ini diperuntukkan bagi pelajar SMA/Sederajat di eks Karisedenan Pati. Kegiatan ini bertempat di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Rektorat UMK.

“Kegiatan AF merupakan kegiatan rutin Program Studi Akutansi sebagai ajang kompetisi bagi pelajar SMA/Sederajat tetutama mereka yang senang dengan Akutansi. Selain itu kegiatan ini merupakan kegiatan untuk menyambut Dies Natalis UMK ”ujar Faruq, ketua HMJ Akutansi.

Kegiatan AF diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari SMK/Sederajat dari Kudus, Jepara, Pati, dan Rembang. Para peserta AF diberi pertanyaan teori berupa pilihan ganda yang harus diselesaikan pada sesi pertama dan dilanjutkan pertanyaan aplikatif mengenai akutansi. Selanjutnya dipilih lima peserta terbaik untuk merebutkan tiga besar. Kelima peserta tersebut akan diadu dalam cerdas cermat akutansi.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Sifat ”Prajurit” Mengembalikan Karakter Bangsa

UMK- Perguruan Tinggi (PT), termasuk di dalamnya para pendidik (dosen atau karyawan) harus memiliki sikap ”prajurit”. Kata prajurit merupakan akronim dari prasaja (bersahaja), jujur, dan irit (hemat). Tanpa memiliki sifat prajurit, maka pendidikan yang diselenggarakan akan kehilangan karakternya. Demikian benang merah dari kegiatan ”Sarasehan dan Dialog” dalam rangka memeringati 3 dasarwarsa (30 tahun) berdirinya Universitas Muria Kudus. Sarasehan diikuti oleh unsur Muspida Kabupaten Kudus, Pengusaha, Pimpinan Yayasan dan Rektorat serta sivitas akademika tersebut berlangsung pada Sabtu (12/6/10) di Lanlai 1 Gedung Islamic Centre UMK. Sarasehan yang mengankat tema ”Mengembangkan Perguruan Tinggi dalam Membangun Karakter Bangsa berlangsung ganyeng dan meriah.

Pada kesempatan tersebut Rektor UMK, Prof. Sarjadi menguraikan tentang kampus kebudayaan yang harus dicerminkan dengan perilaku dari sivitas akademika, terutama yang terdapat dalam slogan UMK yaitu ”Cerdas dan Santun”. Dua kata tersebut merupakan cermi dari penerapan kampus berbudaya,” jelas Prof. Sardjadi.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Guru profesional adalah guru yang senantiasa melakukan refleksi atas apa yang telah direncanakan dan dilakukannya serta mengambil tindakan yang tepat berdasarkan hasil refleksi tersebut. Begitulah penuturan Prof. DR Joko Nurkamto selaku pembicara seminar yang diadakan oleh Progdi Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus (UMK) di ruang seminar UMK. Selasa (01/06).
Seminar dengan tema Teacher Researcher : Toward A Better English language Teaching In Indonesia ini bertujuan untuk melatih guru dan calon guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). “Dari hasil penelitian tersebut nantinya berguna dalam meningkatkan kemampuan siswa dan juga pengembangan ilmu pengetahuan,” tambah dosen Universitas Sebelas Maret Surakarta ini.
PTK merupakan penelitian tentang situasi kelas yang dilakukan secara sistemik dengan mengikuti prosedur tertentu. PTK sendiri dodorong oleh permasalahan dalam kelas yang dirasakan oleh seorang guru yang bertugas memberi pelajaran kepada siswa. Sehingga, PTK bertujuan unttuk memecahkan masalah yang timbul dalam kelas atau meningkatkan kualitas siswa.