iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Semakin lama lingkungan semakin rusak. Hal ini membutuhkan penanggulangan segera dari seluruh lapisan masyarakat. Tanpa lingkungan yang baik, kehidupan manusia pun akan terganggu. Dari alasan itulah, Masyitotun Nafi’ah selaku ketua Racana Muria Shima Universitas Muria Kudus (UMK) tergugah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan.

Sebagai wanita, Dia sedikit banyak terinspirasi oleh Kartini yang mencoba untuk mencerdaskan kaum perempuan di masanya.

“Kalau Kartini di bidang Pendidikan, saya peduli Lingkungan,” ungkap Masyitotun.

Bersama Racana, Masyitotun selalu mendorong masyarakat agar sadar akan lingkungan di sekitar mereka, sehingga tercetus ide untuk membuat Kudus Zero Waste. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat di ikuti oleh masyarakat di sekitar Kudus bahkan nasional,” tambah Masyitotun.

Menurut Masyitotun, dalam menjaga lingkungan, perlu adanya generasi yang sadar lingkungan. Bagi Masyitotun yang lahir di Pati ini, selalu mengadakan kegiatan yang berkaitan lingkungan dengan anak sekolah tingkat MA/SMA. “Ini kami lakukan untuk memotong generasi yang tidak sadar lingkungan,” jelasnya.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KUDUS-Universitas Muria Kudus (UMK) Rabu (14/04) menggelar acara wisuda ke-44 untuk jenjang Pasca Sarjana (S2) Sarjana (S1) dan Diploma (D3). Adapun mahasiswa yang ikut wisuda sebanyak 245. Jumlah itu dari berbagai disiplin ilmu yang ada di UMK.

Menurut Humas UMK, Zamhuri, 245 mahasiswa yang akan diwisuda hari ini adalah dari Fakultas Ekonomi sebanyak 74, terdiri dari 21 berasal dari program studi (progdi) Manajemen (S2), 50 progdi Manajemen (S1) dan 3 mahasiswa dari progdi Akuntasi (D3); Fakultas Hukum progdi Ilmu Hukum ada 20 mahasiswa; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, terdiri dari 14 mahasiswa dari progdi Bimbingan dan Konseling dan 46 mahasiswa dari progdi pendidikan Bahasa Inggris; Fakultas Pertanian dari progdi Agroteknologi ada 3 mahasiswa; Fakultas Teknik ada 82 mahasiswa, terdiri dari 50 mahasiswa dari progdi Sistem Informasi (S1), 8 mahasiswa dari progdi Teknik Mesin (D3), dan 24 mahasiswa dari progdi Teknik Elektronika (D3); dan Fakultas Psikologi (S1) ada 6 mahasiswa yang ikut wisuda.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Penataan parkir terus mengalami dilema. Tiap tahun volume kendaraan yang hilir mudik ke kampus semakin bertambah. Sementara lahan (area) parkir terbatas. Untuk mengatasi problem parkir memang tidak mudah. Tentu, di kemudian hari tidak semua kendaraan dapat tertampung, jika volumenya terus bertambah karena lahan parkir terbatas.

”Tidak mudah mengatur areal khusus parkir di Universitas Muria Kudus (UMK), karena kendaraan tiap tahun selalu bertambah seiring bertambahnya jumlah mahasiswa,” kata Khoriul Adib, petugas parkir di UMK. Keluhan Adib, tidaklah mengada-ngada, apalagi jika melihat kondisi di lapangan, para pengguna parkir acapkali tidak disiplin. Mereka lebih memilih lokasi yang dekat dengan tempat kegiatan. Akibatnya lahan parkir menjadi meluas ke seluruh sudut kampus. ”Padahal lahan khusus parkir sebetulnya masih bisa menampung,” tambah Adib.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Muria Kudus (UMK) terus melakukan dorongan pada civitas akademika, terutama para dosen. Penelitian tidak hanya bermanfaat mengupas persoalan, tapi menambah keilmuan dan dapat memperdalam analisis para pengajar.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Penelitian, Drs. Taufik, SE saat ditemui Portal UMK di kantornya. Menurut Taufiq, dengan meneliti staf pengajar dapat menjalin kerjasama serta menambah kesejahteraan. Sebenarnya, anggaran dana atau pagu biaya penelitian dari eksternal sangat besar dan terbuka lebar. Dari program DP2M DIKTI, Kopertis dan lainnya semua itu dapat diakses para dosen. “Sifatnya kompetitif,” jelas Tauqiq.

Melalui Lemlit, UMK mampu merebut kesempatan peluang bergengsi di mata perguruan tinggi (PT) nasional. Beberapa program penelitian eksternal di antaranya, High Link DIKTI biaya penelitian sebesar 250 juta. Strategi Nasional (Stranas) juga pagu yang diberikan sekitar 26 juta.

Selanjutnya, program Hibah Pekerti yang menjalin kerjasama antar perguruan tinggi. Mitra kerja ini terdiri dari Tenaga Pemberi Managemen (TPM) yang biasanya dari PT yang sudah maju dan profesional. Sedangkan Tenaga Pelaksana Penelitian (TPP), PT yang belum memiliki spesialisasi kajian tertentu. Ada juga program Fundamental Bidang Keilmuan, dan masih banyak lagi.