iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Semburat pagi menapakkan diri hangatkan langkah 41 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK), untuk memecahkan teka-teki rahasia garis tangan manusia. Meski harus menaiki anak-anak tangga yang tertata rapi di depan mata, tak menyurutkan langkah mereka saat memasuki gedung Rektorat UMK untuk mencapai ruang pelatihan yang berada di lantai tiga gedung itu belum lama ini.


Satu persatu dari mereka disambut dengan semilir AC, kala memasuki ruangan dimana acara yang mereka sukai selama ini dilaksanakan. Terlihat rapi, dengan kursi-kursi berjajar menghadap ke timur kearah white board. Setelah regrestasi, mereka pun memilih tempat duduk yang mereka anggap nyaman untuk menerima rahasia tanda-tanda garis tangan yang akan diberikan praktisi.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Sosok satu ini mungkin tak asing lagi di lingkungan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK). Penampilannya kalem dan murah senyum. Dialah Slamet Riyadi, Presiden BEM (Badan Ekskutif Mahasiswa) UMK periode 2009-2010, yang Rabu (25/11) lalu baru saja dilantik. Mahasiswa Fakultas Hukum semester 9 ini, mengaku siap mengemban amanat yang dipikulkan dipundaknya.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Proses modernisasi dan globalisasi berpengaruh sangat cepat terhadap struktur masyarakat. Proses tersebut, disamping membawa dampak positif, juga berdampak kepada eksistensi moralitas dan karakter bangsa. Dalam sejarah modern, pemuda terutama mahasiswa, selalu tampil sebagai kelompok terdepan dalam gerakan sosial demokrasi. Mahasiswa sering menjadi pelopor perubahan.

Demikian benang merah Seminar Nasional yang diselenggarakan dalam rangka pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus pada Rabu (25/11). Hadir sebagai pembicara Maskuri Abdillah, salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (Watimpres).


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Prof.Dr.H Maskuri Abdillah MA, wakil rektor UIN Syarif Hidayatullah mengungkapkan, pemuda adalah civil society (warga masyarakat). Namun, dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, muncul gejala kurangnya semangat berjuang dan pengorbanan untuk bangsa dan negara, serta rendahnya wawasan kebangsaan, solidaritas dan kejujuran. Krisis moralitas dan karakter ini menjadi lebih serius jika dikaitkan dengan penilaian sebagian pengamat, bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang memiliki etika lemah (soft ethic), sementara penegakan hukum kini masih belum terwujud sebelumnya.

Maskuri menandaskan, jika memang negeri ini mau bangkit dari keterpurukan itu, pemuda yang memiliki fungsi sebagai pelaksana (penggerak) dan calon pemimpin di masa depan, hendaknya memperkuat diri dengan etika sosial politik (moralitas) yang bagus. “Setidaknya ada tiga hal untuk mewujudkan itu, yakni pemuda harus memiliki akhlak (karakter) kuat, pengetahuan yang mumpuni, dan ketrampilan yang memadai,kata Maskuri saat menjadi nara sumber pada Seminar Nasional dalam rangka pelantikan Presiden BEM UMK periode 2009-2010 di Lantai IV Gedung Rektorat UMK.