iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Mahasiswa sebagai agen perubahan mempunyai peran penting dalam mengembangkan kondisi masyarakat yang aman dan kondusif. Potensi mahasiswa ini ditangkap oleh Polda Jateng sebagai sarana pengembangan pengamanan masyarakat.

Melalui Surat Keputusan Kapolri Skep/737/X/2005 tentang Kebijakan dan Strategi Penerapan Model Perpolisian Masyarakat dalam Penyelenggaraan Tugas Polri, maka Polisi Masyarakat (Polmas) dibentuk. Untuk daerah Jateng, unsur mahasiswa diberikan porsi sejajar dengan masyarakat. Sehingga nantinya mahasiswa menjadi terlibat secara langsung dalam konsep community policing/polmas.

Ada lima universitas di Jateng yang jadi mitra, yakni Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muria Kudus (UMK), dan rencana di Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jenderal Soedirman.UMK merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di Jateng yang diganteng dalam program ini.

Menurut Kabag Bina Penertiban Penyuluhan (Bintibluh) Biro Bina Mitra Polda Jateng Sri Indra Sakti, program ini untuk memanfaatkan potensi kampus dan mahasiswa dalam sumbangsihnya terhadap perkembangan masyarakat.

”Mahasiswa memiliki peranan yang strategis dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, sebagai pencegah, penangkal dan penanggulangan gangguan,” kata Indra, panggilan akrabnya, dalam sosialiasi program tersebut di UMK, belum lama ini di UMK.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Ada suatu ungkapan yang berbunyi ”Seorang Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Itulah paragraf pertama yang merupakan pengantar materi workshop mendongeng sebagai media pembelajaran, yang diselenggarakan Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus, Senin kemarin (09/08).
”Kalau seorang guru bisa bercerita atau mendongeng, berarti dia memiliki kedekatan emosional dengan anak didiknya”, Kata Kak Bimo, seorang pendongeng yang mengembangkan konsep dongeng edukatif. Dengan bercerita seorang pendidik akan terasa mudah dalam memasukkan nilai positif pada diri anak didik, sebagai instalasi benteng pertahanannya terhadap virus-virus yang tidak baik disekitar lingkungan anak tersebut.
”Bercerita kepada anak-anak memiliki beberapa fungsi yang amat penting”, Ujar pencipta dua rekor MURI melalui dongeng itu. Selain kedekatan antara pendidik dengan anak, mendongeng juga memiliki fungsi media penyampai pesan nilai moral dan agama yang efektif, pendidikan imajinasi atau fantasi, menyalurkan dan mengembangkan emosi, membantu proses peniruan perbuatan baik terhadap tokoh dalam cerita, memberikan dan memperkaya pengalaman batin, sarana hiburan dan penarik perhatian, menggugah minat baca, dan sarana membangun watak mulia.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Sejumlah 225 anak yatim berkumpul di Masjid Darul ‘Ilmi Universitas Muria Kudus, Sabtu (14/8). Mereka tak ubahnya dengan anak-anak lainnya, hanya yang membedakan orang tua mereka telah tiada. Susah memang menjadi anak yatim, tapi menurut penceramah dalam acara itu, KH Asnawi Latif, lebih susah lagi orang yatim saat ini.

Susahnya lebih besar, karena orang yatim saat ini adalah mereka yang tak punya ilmu dan akhlak. “Susah orang yatim saat ini tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Panutan mereka tidak ditaati, sehingga disebut yatim,” kata kiai muda ini.
 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Pagi itu (4/08) jam lima empat puluh lima menit Muflikhah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) telah berada di kampus, guna mengikuti Kuliah Kunjungan Lapangan (KKL). “Saya pikir saya yang terakhir, dan telah ditunggu banyak orang, rencananya pemberangkatannya kan jam 6, e..ternyata jam 6:30 ”, kata Mahasiswi semester empat itu merasa khawatir jika terlambat.
Setelah ke 28 peserta berkumpul, rombongan KKL pun diberangkatkan dan mulai perlahan meninggalkan kampus UMK tepat pada pukul enam tiga puluh menit. Sesampainya di Semarang, tibalah pada kunjungan pertama mereka di Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang.
“Disana saya merasa senang, karena dari awal saya ingin mengetahui peranan psikologi klinis terhadap mereka yang berkebutuhan khusus”, tutur Muf, sembari tersenyum saat di wawancarai portal UMK. Sebelumnya Muf beranggapan bahwa bocah yang memiliki kebutuhan khusus itu susah untuk menanganinya, namun anggapannya itu terbatahkan ketika melihat anak-anak tersebut menunjukkan bakatnya yang luar biasa.
“Mereka ada yang pandai menggambar kartun jepang hanya dalam waktu satu menit, ada pula yang pandai bermain musik, menari, dan menyanyi”, kata Pak Ari Wakil Kepala Sekolah SLB N Semarang. Bahkan kemampuan mereka, sebut saja Kharisma, yang memiliki bakat menyanyi itu pun sempat menjadi bintang tamu pada acara Kick Andy-Metro TV.