iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Universitas Muria Kudus (UMK) Rabu (28/10) menggelar acara wisuda ke-43 untuk jenjang S1 dan D3 (Diploma). Adapun mahasiswa yang ikut wisuda sebanyak 427. Jumlah itu dari berbagai disiplin ilmu yang ada di UMK.

Menurut Humas UMK, Zamhuri, 427 mahasiswa yang akan diwisuda hari ini adalah dari Fakultas Ekonomi sebanyak 156, terdiri dari 111 berasal dari program studi Manajemen (S1) dan 45 mahasiswa dari program studi Akuntasi (D3); Fakultas Hukum program studi ilmu hukum ada 38 mahasiswa; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, terdiri dari 61 mahasiswa dari program studi Bimbingan dan Konseling dan 99 mahasiswa dari program studi pendidikan Bahasa Inggris; Fakultas Pertanian dari program studi Agroteknologi ada 7 mahasiswa; Fakultas Teknik ada 62 mahasiswa, terdiri dari 43 mahasiswa dari program sutudi Sistem Informasi (S1), 10 mahasiswa dari program studi Teknik Mesin (D3), dan 9 mahasiswa dari program studi Teknik Elektronika (D3); dan Fakultas Psikologi (S1) ada 4 mahasiswa yang ikut wisuda.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Hindari Sebagai Ajang Korupsi, CSR Harus Dikemas Kreatif
Salah satu ruang lantai III Gedung Pasca Sarjana Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (27/10) mendadak ramai oleh mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi Jawa Tengah. Selain para mahasiswa UMK sendiri, di situ terlihat pula mahasiswa yang bukan dari UMK tampak dari atribut yang dipakai di antaranya mahasiswa Undip, Untag, Universitas Semarang, dan Unisbank. Mereka berdebat sengit dengan Suparnyo SH,MS, Sumono SH, (Dosen Fakultas Hukum UMK) dan Safitri (mahasiswa dari Fakultas Hukum UMK).

Itulah sekilas gambaran Diskusi Mahasiswa Jawa Tengah yang difasilitasi dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah, dengan tema Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Pendidikan. Tiga narasumber yang dihadirkan, masing-masing Suparnyo SH,MS, Sumono SH, dan Safitri, menanggapi dengan cermat setiap pertanyaan yang dilontarkan para mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Jawa Tengah tersebut.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Masyarakat Kudus, khususnya petani, kebanyakan masih bergantung pada pestisida kimia. Padahal, pupuk ini bisa berpengaruh negatif pada lingkungan. Tapi, petani kini tak perlu resah, sebab mahasiswa UMK berhasil membuat pestisida dan pupuk hayati yang ramah lingkungan, yakni dengan memanfaatkan tanaman mamba (Azadirachta indica A.Juss).

Adalah Heni Agustningtiyas, Nova Laili Wisuda, dan Kridho Wahyu Maulana, mahasiswa Fakultas Pertanian, yang meneliti tanaman mimba sebagai pestisida dan pupuk hayati. Tanaman mimba ini dapat menyuburkan tumbuhan karena mengandung bahan aktif azadirachtin, meliantriol, salanin, nimbin dan nimbidin. Tanaman ini sendiri sangat mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Waspadai Arus Globalisasi

UMK- Kabinet Susilo Bambang Yudoyono (SBY) jilid II baru saja dilantik. Berbagai pro dan kontra muncul menanggapi komposisi kabinet tersebut. Ada yang optimistis, tapi banyak pula yang pesimistis. Lalu bagaimana mahasiswa UMK menanggapi persoalan itu?

Dimas, mahasiwa Fakultas Ekonomi, mengaku tak menaruh harapan muluk-muluk terhadap kabinet SBY. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat yang masih tertatih-tatih, mustahil mampu bisa diselesaikan dalam jangka waktu lima tahun. Lebih-lebih seratus hari, jelas itu mustahil. Yang perlu diwaspadai saat ini justru ancaman globalisasi, tegasnya.