iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Sebanyak sepuluh pelajar dan mahasiswa bersaing dalam ajang Indonesian Welding Competition (IWC) 2010, yang diadakan Kementerian Perindustrian RI. Rabu (27/10/10). Dari sepuluh peserta yang telah disaring dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut. Akhirnya Universitas Muria Kudus (UMK) yang diwakili Ahmad Priyono menyabet juara satu nasional untuk kategori pelajar dan mahasiswa.

Sebelum melangkah ketingkat nasional, Priyono harus menyisihkan 40 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY. Di tingkat Jateng dan DIY, Priyono juga menyabet juara satu untuk kategori yang sama.

“Cukup sulit untuk melangkah ke tingkat nasional,” tutur mahasiswa jurusan mesin Fakultas Teknik ini.

Persiapan dalam acara welding (mengelas) ini memang diakui Priyono cukup sulit. Pasalnya, perlu berbagai peralatan yang berstandar internasional yang beberapa masih belum dimiliki UMK. “Sehingga kami meminjam peralatan yang belum dimiliki UMK,” tambah mahasiswa yang pernah magang bekerja mengelas di Jepang selama tiga tahun ini.

Dia menambahkan, mempersiapkan mental merupakan hal yang terpenting. Mengingat banyaknya saingan yang lebih baik, baik dalam materi dan peralatan yang memadai.

Penilaian dalam IWC meliputi teori dan praktek. Teori merupakan hal tersulit bagi priyono. Sehingga nilai dalam teori dia mendapatkan nilai 12. Sedangkan praktek mendapatkan hasil yang memuaskan, 98,28, dan jumlah total 110. “Saya menyisihkan lawan dari wilayah Jatim, Bali dan NTB yang mendapatkan nilai 85,” jelas mahasiswa semester satu ini.

Kesulitan dalam tes teori terletak di bahasa yang digunakan, karena menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar soal dan jawaban. “Kami harap mahasiswa FT ditekankan dalam penguasaan bahasa Inggris karena kedepan semua akan merujuk secara internasional, termasuk bahasa,” tambahnya.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Para mahasiswa terlihat memegang kain putih yang terbentang, tangan kanan memegang canting dan menuliskannya dengan serius di selembar kain putih tersebut. Beberapa saat terlihatlah motif yang agaknya tak aneh bagi masyarakat Indonesia. Ya, begitulah proses latihan membatik yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (27/10).

Menurut Riza Zauharotul Muniroh selaku ketua panitia, kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati sumpah pemuda ini memang berbeda. BEM FKIP mencoba mengenalkan budaya membatik kepada para mahasiswa (sebagai generasi muda) agar lebih mencintai budayanya.

Kegiatan tersebut bertema “Aksi Membatik Bersama, Menjadi Pemuda Berbudaya Membangun Karakter Bangsa” . Kebudayaan yang dilestarikan tidak akan terwujud tanpa tindakan nyata. Bagi Riza, salah satu tindakan nyata memaknai sumpah pemuda seperti kegiatan membatik.

Aksi membatik para mahasiswa UMK tersebut didukung oleh Hadi Susipto, selaku ketua Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus. Menurut Hadi, pihaknya mendukung dan memfasilitasi setiap kegiatan yang dilakukan oleh BEM FKIP yang berhubungan dengan Kebudayaan, termasuk membatik. “Terlebih membatik khas Kudus, tegas Hadi.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

COLO, UMK – Untuk menunjang pelaksanaan tugas mahasiswa dan dosen dalam bentuk proses belajar, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus merintis pendirian Laboratorium Sosial yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Penandatanganan kerjasama dengan Pemerintahan Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus yang diwakili oleh Kepala Desa, Bapak Khoirul Falah dan Dekan fakultas Psikologi, berlangsung pada hari Senin, 20 september 2010.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Sabtu (23/10) Universitas Muria Kudus (UMK) mewisuda 529 mahasiswa, dari program Sarjana S-1 dan Diploma III. Jumlah 529 mahasiswa yang akan diwisuda terdiri dari program studi manajemen (S-1) sebanyak 125; Akuntansi (D3) sebanyak 33; Ilmu Hukum (S-1) sebanyak 45; Bimbingan dan Konseling (S-1) sebanyak 78; Pendidikan Bahasa Inggris (S-1) sebanyak 159; Agroteknologi (S-1) ada 2; Teknik Sistem Informasi (S-1) sebanyak 64; Teknik Mesin (D3) ada 5; Teknik Elektro (D3) sebanyak 11; dan Psikologi (S-1) ada 7 lulusan.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UMK Nomor 15/AK.UMK/Kep/A.19.04/X/2010, 18 Oktober 2010, wisudawan terbaik Lulusan Program Sarjana S-1 dan Diploma Tiga Periode II Tahun 2010 UMK, adalah dari Fakultas Ekonomi diraih Roos Dyah Ockviawati (Manajemen) dengan IP 3,63 dan Dhian Eka Setianingsih (Akuntansi) dengan IP 3,64; Fakultas Hukum lulusan terbaik atas nama Achmad Abdul Aziz Muslim (Ilmu Hukum) dengan IP 3,74; pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (KIP) wisudawan terbaik diraih oleh Richma Hidayati (Bimbingan Konseling) dengan IP 3,54 dan Thomas Baharuddin Assyarofi (Pendidikan Bahasa Inggris) dengan IP 3,75; dan untuk Fakultas Teknik wisudawan terbaik diraih Ambar Setiyani (Sistem Informatika) dengan IP 3,85.
Rektor UMK Prof. Dr. dr. Sarjadi, Sp.PA, menegaskankan, bahwa keberhasilan para wisudawan ke-45 kali ini merupakan langkah awal untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan langkah berikutnya. ”Oleh karena itu hendaknya saudara agar tetap mawas diri mengingat tantangan yang lebih besar yang akan dihadapi,” pesan Prof Sarjadi, Retkor UMK.
Prof.Sarjadi juga menyinggung kualitas pendidikan. Menurut Prof. Sarjadi, sejarah panjang dunia pendidikan tinggi telah menunjukkan bahwa faktor utama tetap eksisnya suatu perguruan tinggi sangat ditentukan oleh mutu perguruan tinggi. Dari kacamata masyarakat mutu yang baik apabila lulusan perguruan tinggi tersebut bisa diterima masyarakat, bisa bekerja di masyarakat dan tidak menjadi beban masyarakat.