iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Penerimaan mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) tahun ajaran 2010 pada gelombang pertama telah melakukan proses daftar ulang (herregistrasi) pada 21 Juli lalu. Lebih dari 90% calon mahasiswa (cama) dari 1523 orang yang diterima pada gelombang pertama melakukan herregistrasi. Sampai berita ini diturunkan mahasiswa yang melakukan herregistrasi masih memenuhi antrian, terutama bagi cama yang dinyatakan diterima sebagai cadangan.
Mereka berasal dari Program Studi (Progdi) Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Memasuki tahun kedua penerimaan mahasiswa baru progdi PGSD merupakan progdi yang paling banyak dipilih cama. Lebih dari 1400 cama mendaftar pada program ini. Padahal kuota hanya 300 kursi cama. Sebanyak 37 orang dinyatankan diterima sebagai cama cadang Progdi PGSD.
Setelah proses herregistrasi selesai, cama cadangan progdi PGSD pada hari Jum’at, 23 Juli 2010 pukul 09.00 WIB menghadiri undangan UMK, cama dan walinya diundang untuk mendapatkan penjelasan tentang kelanjutan mereka sebagai cama cadangan Progdi PGSD. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Laboratorium Psikologi Gedung Rektorat Lantai 3.
Menurut Humas UMK Zamhuri, cama cadangan progdi PGSD diundang untuk memenuhi kuota cama progdi PGSD yang belum terpenuhi. :”Setelah memperoleh penjelasan dari UMK, cama yang tadinya cadangan, kemudian dinyatakan diterima sebagai cama Progdi PGSD dan melakukan herregistrasi pada 26-27 Juli pekan depan,” jelas Zamhuri. (Harun-Portal)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Ujian Akhir Semester (UAS) telah usai. Kini saatnya hati mahasiswa dag dig dug menanti nilai UAS keluar. Beberapa mahasiswa pun silih berganti, mengamati nilai yang tercantum di papan pengumuman. Walau masa liburan, tampak mahasiswa lalu lalang ke Seketariat Fakultas. “Yes, aku dapat nilai A,” ceplos spontan seorang mahasiswi Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan (FKIP) saat melihat nilainya.
Peranan nilai mata kuliah bagi mahasiswa memang sangat memengaruhi jumlah IPK. “Apalagi pada tahun mendatang, semua fakultas di Universitas Muria Kudus (UMK) akan mengikuti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) secara utuh”, kata Ir. Endang Dwi Murinie, Msi, Ketua Lembaga Pendidikan UMK.
Sebenarnya sistem KBK ini menjadi babak lanjutan dari kurikulum tahun 2003. Secara berkala pelaksanaan dalam penyempurnaan kurikulum telah dilaksanakan (Perguruan Tinggi) PT masing – masing. Seperti penyusunan bahan ajar, pembentukan team teaching, dan inovasi konsep dalam penyusunan kompetensi (siswa maupun dosen) dan sebagainya.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Universitas Muria Kudus (UMK) lolos seleksi proposal lengkap Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) B dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2010.
Melalui Surat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) nomor 810/D/T/2010, untuk kedua kalinya UMK memperolah pendanaan dari Dikti untuk program PHKI bersama dengan 78 Perguruan Tinggi (PT) Negeri maupun Swasta se-Indonesia.

Program PHKI B dimaksudkan sebagai upaya peningkatan akses, mutu, dan relevansi lulusan. Program studi yang terlibat pada kegiatan tersebut adalah Manajemen S1, Agroteknologi S1, Bimbingan dan Konseling S1, Ilmu Hukum S1, dan Sistem Informasi S1.

Sebelumnya, UMK pernah mendapatkan program pembiayaan PHKI A selama 3 tahun pada 2008. “Sampai tahun 2010 ini, program tersebut masih berjalan,” tambah Zamhuri.
Program PHKI A PHKI yang diperoleh UMK akan dipergunakan untuk membiayai tiga program antara lain; 1) Program pengembanga sistem pengelolaan sumber daya dan tata kelola PT, 2) Peningkatan kinerja dan kapasitas sistem informasi universitas yang terintegrasi, 3) Peningkatan kinerja dan kapasitas sistem penjaminan mutu


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-“Beasiswa yang diberikan di Universitas Muria Kudus (UMK) memiliki tujuan utama untuk membantu keberhasilan studi mahasiswa, terutama dari mereka yang berasal dari golongan ekonomi lemah. Hal itu sesuai dengan Undang-undang (UU) no.20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab V Pasal 12 ayat 1c,” ungkap Drs Hendy Hendro HS, M.Si, Pembantu Rektor 3 UMK, ketika ditanya soal pemberian beasiswa di UMK. Faktanya, beasiswa di UMK dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi mahasiswa, serta mendorong semangat belajar, karena masalah ekonomi bukan lagi halangan.

Menurut Hendy pemberian beasiswa juga berprinsip pada pemerataan pendidikan dan kesempatan belajar bagi seluruh masyarakat. Tujuan akhirnya tentu untuk mencetak lulusan UMK yang berkualitas dan berdaya saing. Pada dasarnya beasiswa UMK diberikan terutama pada mahasiswa dari latar belakang ekonomi lemah, tetapi berprestasi. “Prestasi di sini bukan hanya pada bidang akademis saja, tetapi juga non-akademis, contohnya bidang olahraga dan kesenian,” ujar Hendy.