iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-  Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar berdirinya Negara Indonesia, dinilai mengkristal hingga tidak lagi dianggap sakti. Pasalnya, perilaku amoral para pemimpin dan ancaman disintegrasi bangsa semakin menjadi.
Hal itu mengemuka dalam seminar “Revitalisasi Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Melindungi generasi Bangsa” di Universitas Muria Kudus (UMK) pada Rabu (1/6). Seminar menghadirkan Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Edward Aritonang), Dosen IAIN Walisongo Semarang, Drs. Tafsir, MAg, Dosen Undip Semarang, Mochamad Yulianto, MSi,  serta Ketua Korda FKA-ESQ Kudus, Iskandar Wibawa, SH, MH. Rektor UMK, Prof. Dr. dr. Sarjadi, SP. PA. betindak sebagai keynote speaker seminar.
“Bukannya  Pancasila yang tidak sakti lagi, akan tetapi kita yang tidak mau merenungi dan menjadikannya sebagai landasar dan dasar dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kapolda Jateng, Edward Aritonang.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Karakter bangsa menjadi kebutuhan mendesak untuk ditanamkan pada generasi muda. Pasalnya, krisis keteladanan elit akan berdampak pada kebingungan generasi muda, termasuk mahasiswa.
“Mahasiswa sekarang ideologinya pragmatis dan hedonis karena semua fasilitas ada,” ujar Mochamad Yulianto, Msi dalam seminar bertema “Revitalisasi Pendidikan Karakter sebagai Upaya Melindungi Generasi Bangsa” di Universitas Muria Kudus (UMK) pada Rabu (1/6) kemarin.
Ideologi tersebut, lanjut dosen di Universitas Diponegoro tersebut, merupakan dampak dari globalisasi berikut bermacam rayuan gaya hidup baru yang diusung. Kemudahan dalam mengakses teknologi informasi disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebab utama. “Berbeda dengan zaman dahulu yang serba terbatas. Mahasiswanya pun kritis,” tuturnya.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Kompleksnya permasalah hidup di era modern, akan berpengaruh pada terus dibutuhkannya layanan bimbingan dan konseling. Hal itu diuangkapkan oleh Pakar Konseling dari Universitas pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof. Dr. Mohammad Surya dalam seminar nasional bertajuk  “Prospek Konselor di Masa Mendatang“.
Seminar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universits Muria Kudus (UMK) ini juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus, Drs. Sudjatmiko, M. Pd dan Kepala Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling UMK, Drs. Sucipto, M. Pd.
Menurut Surya, terdapat 13 bentuk layanan bimbingan konseling yang akan selalu dibutuhkan. Pertama, konseling perkawinan, konseling ini akan membantu setiap individu manusia untuk mencapai suasana kehidupan perkawinan yang bahagia dan efektif. Kedua, konseling keluarga yang bertujuan untuk menjadikan setiap keluarga menjadi bahagia dan sejahtera. Selanjutnya, ketiga adalah bimbingan yang akan memberikan layanan agar setiap individu dapat meraih kesuksesan karirnya, atau lebih sering disebut sebagai bimbingan karir.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Media pembelajaran di Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK) lebih lengkap setelah diresmikannya pendirian Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh Direktur Pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi bersama Rektor UMK, Prof. DR. dr. Sarjadi, Sp. PA. pada Jum’at (27/5).
Friderica berpesan agar Pojok BEI ditangani sedemikian rupa sehingga tidak mati di tengah jalan. “Aktif atau tidaknya tergantung pengelola. Yang jelas kami siap membantu terkait program-program pengembangannya,” ujar wanita kelahiran Cepu ini.
Di Pojok BEI, jelasnya, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori pada materi perkuliahan, namun mereka juga dapat langsung berinvestasi. Ia mencontohkan di beberapa perguruan tinggi yang telah menjalankannya.
“Di beberapa perguruan tinggi, mahasiswa secara berkelompok iuran secara patungan menanamkan saham. Uang dua juta bisa diinvestasikan,” ujarnya.