iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Sebanyak enam kelompok Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) mempresentasikan hasil kegiatan yang dikirimkan pada Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Kegiatan ini terkait monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan Dikti atas 6 proposal yang dikirimkan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK).

Kegiatan ini termasuk rangkaian acara yang telah di tentukan oleh pihak Dikti. Monev dilakukan oleh Sri Utami dan Nila S. selaku utusan dari Dikti yang mengevaluasi proposal PMW UMK. Sebelumnya, mahasiswa mengirimkan proposal dan dievaluasi apakah program yang akan dilaksanakan layak atau tidak. Setelah dinyatakan layak, maka mahasiswa diharuskan magang di tempat yang sesuai dengan program yang akan dibuat.

Selain itu, selama program berjalan, perguruan tinggi bekerjasama dengan para pengusaha, baik UKM, koperasi maupun perusahaan besar. Pengusaha dilibatkan aktif untuk memberikan bimbingan praktis wirausaha, mulai dari pendidikan dan pelatihan, magang, penyusunan rencana bisnis, dan pendampingan terpadu.

Sehingga dibutuhkan sinergitas antara jenis usaha yang dikembangkan mahasiswa tersebut dan jenis usaha UKM pendamping. “Kita juga harus menghindari terjadinya persaingan yang tidak sehat antara mahasiswa dan UKM pendamping,” kata Pembantu Rektor III, Drs. Hendy Hendro HS.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Posisi Konsumen dalam Kenaikan TDL

UMK-Listrik adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat. Keberadaan listrik telah membantu banyak hal, mulai dari belajar, bekerja dan sebagainya. Masyarakat sebagai pengguna dan pemerintah sebagai produsen harus bisa bersinergi agar bisa menciptakan iklim usaha yang baik. Masyarakat senang dan pemerintah juga senang.

Sejak 1 Juli 2010, pemerintah menaikan darif dasar listrik yang membuat masyarakat terbebani, terlebih para pengusaha kecil menengah yang usahanya tergantung pada listrik.

Disisi lain, masyarakat sebagai konsumen listrik tidak mempunyai perlindungan yang jelas. Serta tidak ada pengawasan terhadap produk atau jasa sebelum jatuh ke tangan masyarakat. Kenyataan ini memungkinkan praktek monopoli akan membuka peluang bagi pemerintah untuk bersikap otoriter dalam harga dan pelayanan yang tidak tertata rapi.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Salah satu fungsi perguruan tinggi berupa pengabdian kepada masyarakat melalui penelitian teknologi tepat guna yang telah dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK), tetapi masyarakat kadang tidak bisa mengakses produk yang dihasilkan. Terlebih dalam pencarian mitra dengan masyarakat seringkali menemukan kesulitan mengandeng, karena masyarakat khawatir akan diberatkan. Padahal tujuan rekayasa teknologi itu mempermudah kehidupan.

Masruki Kabib, Dosen Fakultas Teknik Mesin UMK, mengungkapkan hal demikian. Pihaknya telah melakukan penelitian sekaligus hasilnya diabdikan untuk masyarakat, tetapi sampai saat ini jalinan tersebut kurang maksimal. "Setiap tahun fakultas kami menghasilkan sekitar 10 sampai 15 produk rekayasa teknologi dari berbagai bidang. Secara garis besar disesuasikan dengan kebutuhan masyarakat," katanya.


Jalinan kemitraan antara universitas dengan masyarakat memang perlu diperkuat, untuk memaksimalkan perannya. Maka, perlu terobosan dalam strategi pendekatan hasil penelitian. Menurutnya, jika saat ini pihak kampus yang banyak mendatangi masyarakat, sekarang bisa dicoba dengan membaliknya, masyarakat yang mendatangi kampus.

Sejalan dengan itu, Humas UMK, Zamhuri, mengapresiasi maksud tersebut dengan harapan produk teknologi yang dihasilkan benar-benar menyentuh masyarakat.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) tahun akademik 2010/2011 diwajibkan mengikuti pelatihan Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) yang dimulai sejak Minggu (19/9). Rencananya akan digelar selama 22 hari. Hal ini terkait kondisi teknis antara ruangan dan mahasiswa berjumlah 1.948 orang. "Setiap mahasiswa diwajibkan untuk ikut. Setiap mahasiswa akan dibekali materi ESQ selama dua hari," kata Ketua Panitia, Ir Endang Dwi Murrini, MP, Senin (20/9).

Menurut Rini, yang juga Kepala Lembaga Pendidikan (Lemdik) UMK, acara ini merupakan yang pertama kali diadakan, tahun lalu mahasiswa hanya dibekali tentang bagaimana menjadi pembelajar yang baik. "Kami bekali Quantum Leraning," tambah Rini.

Sementara itu, Pembantu Rektor I UMK Drs Masluri MM, kegiatan ESQ diadakan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya kesantunan dan akhlak seorang manusia dalam kehidupannya nanti. "Mahasiswa juga dituntut untuk benar, tidak hanya pintar," tegas Masluri.