iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Enam perguruan tinggi di Jawa Tengah menjalin kemitraan dengan Polda Jawa Tengah dalam bentuk Forum Kemitraan Polisi Masyarakat dan Mahasiswa (FKPMM). Tiga di antaranya baru saja melakukan penandatangan kesepakan dengan Polda Jateng, Senin (20/12) malam, di Hotel Griptha Kudus.

Tiga perguruan tinggi adalah Universitas Muria Kudus, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jenderal Soerdirman. Tiga perguruan tinggi lainnya yang lebih dahulu menjalin kerjasama adalah Univeritas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, dan Univeritas Panca Sakti.

Forum kemitraan tersebut diresmikan dalam rangkaian Rapat Kerja Paguyuban Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Se Jawa Tengah, Senin (20/12) sampai Selasa (21/12), di Hotel Griptha. Menurut Ketua Paguyuban yang juga Pembantu Rektor III Unnes, Masruki, kemitraan yang dijalin guna memberikan keamanan dan kenyamanan mahasiswa dalam pembelajaran dan kehidupan sosial di lingkungan kampus.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Tanah sawah yang digunakan untuk budidaya tanaman padi dengan diterapkan pupuk organik secara berturut-turut akan menjadikan tanah gembur atau sangat melumpur. Sehingga unsur hara yang terkandung di dalam tanah lebih banyak dan membuat pertumbuhan padi lebih baik.
Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus dalam jangka  setahun terakhir ini di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo. Dosen Fakultas Pertanian Ir Supari MP mengatakan bahwa penggunaan pupuk organik haruslah konsisten.
Dia mencontohkan lahan penelitian 1Ha menjadi begitu gembur atau melumpur dengan konsisten memberikan pupuk organik secara berturut-turut pada musim tanam (MT) I, II, III pada tahun 2009 sampai 2010. Tanah melumpur menurut dia menandakan unsur hara banyak, sehingga membuat padi dapat tumbuh dengan baik. "Setiap satu hektar sawah butuh 3 ton pupuk organik," katanya.
Pada MT II, imbuhnya penggunaan pupuk organik dapat ditekan sampai 50 % dari takaran atau dosis perhektarnya.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Pengajaran Bahasa Inggris (PBI) dewasa ini telah diajarkan sampai pada Sekolah Dasar (SD).  Namun, kurikulum yang diajarkannya, terutama kelas 1-3 tidak sesuai dengan kurikulum yang ada di Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).  Hal ini dikemukakan oleh Itje Chodijah, MA, seorang konsultan pendidikan, dalam Workshop on Teaching English for Young Learners (TEYL) pada Rabu (15/12/10) di Islamic Center Hall Lt. 1 Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK) yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK.
Menurut Itje Chodijah, MA, bahwa PBI di Indonesia baru taraf muatan lokal bukan lagi menjadi materi pokok dalam pembelajaran. Menurut Itje pencantuman standar kompetensi dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) pada sekolah SD merupakan kesalahan fatal. Padahal menurut  Itje, salah satu pembuat kurikulum SD dalam bahasa inggris di Kemendiknas, kurikulum yang ada sekarang hanya pada kelas 4 dan 5 SD. Dan itu hanya kurikulum belum sampai pada sisi standar kompetensi.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pada hari Rabu – Juma’at, 8 – 10 Desember 2010 di Pondok Tingal, Magelang dua orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus, Nor Kholidin dan Mohammad Khasan mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan Pendampingan Psikososial Pasca Bencana yang diadakan oleh sekretariat JARING KAWAN (Jaringan Psikososial dan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Bencana) Fakultas Psikologi Unika Atmajaya, Jakarta.
Pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari Tlatah Bocah, Rumah Belajar PRB, Karinakas, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Semarang dan Universitas Atma Jaya, Jakarta serta Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang.
Materi pelatihan meliputi: pemetaan respon bencana-mulai dari Hyogo Framework for Action 2005-2015, konsep dasar manajemen bencana sampai metode PRA, pengenalan konsep pendekatan psikologis, dampak bencana dalam komunitas, konsep dasar pendampingan dan keahlian pendampingan.