iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Implementasi pelayanan publik pada era otonomi daerah kabupaten Jepara menjadi tema pada studium general (kuliah umum) Program Magister Ilmu Hukum Universitas Muria Kudus (UMK) pada Sabtu (03/04). Kuliah umum ini bertempat di lantai III Gedung Pasca Sarjana dengan pembicara Bupati Jepara, Drs. Hedro Martoyo, MM dan dipandu oleh ketua Program, DR. Suparnyo.

”Kegiatan Studium General adalah salah satu kegiatan akademik di Program Magister Ilmu Hukum UMK. Haparan kami, melalui kegiatan seperti ini, dapat menambah bekal ilmu dari kalangan praktisi, terutama dalam mata kuliah Hukum Pelayanan Publik,” jelas Suparnyo saat memberi pengantar.

Dasar-dasar hukum tentang Otonomi Daerah dan Pelayanan Publik menjadi materi bahasan Bupati Jepara dua periode tersebut. Menurut Hendro Martoyo, daerah Kabuoaten/Kota memiliki kewenangan, hak dan kewajiban untuk mengatur dan mengurusi sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan, sebagaimana datur dalam Undang-undang (UU) nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan United Nations Children’s and Fun (UNICEF) dan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah melakasanakan program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) atau Creating Learning Communities For Children (CLCC) 1999-2010. Program ini bertujuan memberikan fasilitas kepada personal kunci dari pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) untuk melakukan pengamatan langsug tentang implementasi program MBS khususnya pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM).

Setelah program ini berhasil, pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) akan mengambil alih program ini pada 2010 dengan pengarahan dari UNESCO. Pada tahun 2010 ini Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi salah satu Universitas di Indonesia yang berhasil mendapatkan program tersebut.

“Alhamdulillah, kami adalah salah satu universitas dari 8 universitas di Indonesia yang mendapatkan program ini. Di Jawa Tengah hanya kita yang mendapatkan program ini”, ujar, Dr. Sukiman, ketua program Studi PGSD FKIP.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Suasana duka meliputi pagi hari, hanya isak tangis dan doa hantarkan kepergiannya menghadap Allah Tuhan yang Maha Esa. Tak hanya keluarga yang merasa kehilangan, seluruh civitas Universitas Muria Kudus (UMK) berduka merasakan hal yang sama. Mei Darmawan menghadap Sang Pencipta di usia ke 54 tahun, dan di kebumikan Sabtu kemarin (27/03).

“Sulit untuk dijelaskan untuk menggambarkan kedukaan para sivitas UMK. Menurut penuturan Pembantu Rektor bidang administrasi dan keuangan, Iskandar Wibawa, SH., MH kepergia Mei Darmawan merupakan, kejadian yang tak terduga, karena sebelumnya Mei Darmawan masih mempersiapkan rencana kegiatan raker di Salatiga. “Namun pada saat acara dimulai, berhalangan hadir dan kabar terakhir yang kami terima saat raker berlangsung, kondisinya kritis dan akhirnya ada berita duka ini”, kata Iskandar.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kualitas tidak diraih karena kebetulan belaka, tetapi merupakan hasil dari tujuan jelas, perjuangan keras, panduan tepat, tindakan cerdas; kesemuanya adalah hasil memilih satu keputusan dari banyak alternatif dengan bijak
(William A. Foster, angkatan laut Amerika Serikat yang gugur pada Perang Dunia II)

 

Begitu juga yang dilakukan oleh Universitas Muria Kudus (UMK), yang berdiri sejak tahun 1980 untuk mengukuhkan diri menjadi salah satu perguruan tinggi yang diakui kualitasnya, dengan visi menjadi universitas kebudayaan. Prof Dr dr Sarjadi, SP.PA, Rektor UMK, mengungkapkan empat pilar untuk mewujudkan visi tersebut. Pilar pertama, UMK menciptakan budaya akademik dijiwai iman dan takwa pada Tuhan YME. Kedua, adanya pengembangan dan upaya menguasai IPTEK sesuai kemampuan mahasiswa. Ketiga, mengembangkan potensi mahasiswa untuk bekerjasama. Keempat, mengimbangi potensi mahasiswa dengan pengembangkan karakter, perilaku, dan etika. Kebudayaan di sini merujuk pada penanaman perilaku dan ilmu secara tepat, agar menjadi budaya.