iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Keluarnya Gayus Halomoan Tambunan dari dalam tahanan sebanyak 68 kali menjadi salah satu dari sekian fakta anomali potret penegakkan hukum di Indonesia. Hal ini menunjukkan hukum tidak berdaya dalam menghadapi kuatan di luar hukum. Menurut DR. Suparnyo, SH, MS, Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum, hal itu disebabkan karena hanya hukum tertulis yang digunakan di Indonesia dan itu menyebabkan ketidakadilan Hukum.
Untuk mencari jalan keluar dari keterpurukan hukum, menurut Suparnyo, lewat pendekatan tafsir “Hukum Progresif”. Hukum progresif dicetusnya oleh Profesor Satjipto Rahardjo. Gagasan hukum progresif muncul sebagai reaksi keprihatinan terhadap keadaan hukum di Indonesia yang carut marut sehingga muncul pendapat dari pengamat internasional hingga masyarakat awam bahwa sistem hukum Indonesia adalah yang terburuk di seluruh dunia.”Fakta yang tidak dapat dipungkiri adalah semakin tak berdayanya hukum Indonesia dalam upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tegas Suparnyo.

Prinsip utama yang menjadi landasan hukum progresif adalah “Hukum adalah untuk manusia”, bukan sebaliknya. Jadi manusialah yang merupakan titik sentral dari perhatian hukum progresif. Prinsip tersebut ingin menggeser landasar teori dari faktor hukum ke faktor manusia. Konsekuensinya hukum bukanlah merupakan sesuatu yang mutlak dan final tetapi selalu “dalam proses menjadi” (law as process, law in the making) .”Hukum Progesif menuju kualitas kesempurnaan dalam arti menjadi hukum yang berkeadilan, hukum yang mampu mewujudkan kesejahteran atau hukum yang peduli terhadap rakyat,” imbuh Suparnyo.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Menurunnya Bursa Efek Indonesia (BEI) dan meningkatnya inflasi Indonesia pada tahun 2011 menimbulkan kecemasan bagi pengamat dan pelaku usaha. Harga cabai yang pernah menembus harga Rp.120.000 ribu/kg bisa mengerek inflasi di Indonesia. Kecemasan serupa dirasakan oleh Febra Robiyanto, pengamat ekonomi, sekaligus staf pengajar dari Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (FE UMK).
Tidak hanya tingginya komoditas tertentu dari barang-barang kebutuhan pokok sebagai penyebab inflasi, menurut Febra, inflasi juga diperparah oleh terjadinya bencana alam diberbagai tempat di Indonesia “Banyak bencana yang menjadikan panen kita terganggu seperti gunung meletus dan banjir, sehingga suplay kebutuhan menjadi berkurang,” tambahnya.

Setidaknya, menurut Febra, ada empat komoditas  yang menjadi penyumbang terbesar terhadap angka inflasi di bulan Januari 2010 yaitu beras, gula pasir, minyak goreng dan cabe merah. Dalam hitungan Badan pusat statistik (BPS), beras saja sudah menyumbang inflasi 0,35%.

Sementara komoditas yang mengalami deflasi antara lain buah-buahan, emas, sandang, daging ayam dan telur. “Dalam laporan BPS banyak barang-barang yang justru deflasi karena ketersediaan barang yang cukup,” terang Febra. Menurut Febra, pemerintah harus bisa memberikan kontrol bagi pangan Indonesia. ”


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Keberadaan Blackberry di Indonesia mulai mendapatkan kritikan. Ini terkait dengan pelanggaran Research in Motion (RIM) selaku memilik Blackberry yang dianggap telah melanggar tidak kurang dari tiga undang-undang Indonesia.  Yakni, UU nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik (UU ITE), serta UU nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. “Kami mendukung penuh keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi (MENKOMINFO) Tifatul Sembiring,” ujar  Hera Setiawan, Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (FT UMK).
Menurut Hera keberadaan RIM sudah kelewat batas. Hal ini terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh RIM, terlebih soal server yang tidak ada di Indonesia. “Seharusnya server itu ada di Indonesia karena pemerintah akan lebih leluasa memonitoring dan mengevaluasi keberadan RIM dan juga tidak lupa pajak dari RIM,” jelas Hera.
Alasan RIM tidak mau mendirikan server di Indonesia, tambah Hera,  murni tentang bisnis. RIM beranggapan Indonesia hanya sebuah pasar dan tidak perlu mempunyai pabrik (baca; server) yang membutuhkan biaya besar. “Coba seandainya itu seperti motor yang harus membutuhkan suku cadang dan SDM di Indonesia, pasti RIM akan mendirikannya di Indonesia,” tambah Hera.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Keberadaan situs pornografi yang masih merajarela di Internet Indonesia masih menjadi maslah bagi kebanyakan orang tua. Untuk itu, Program Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (Progdi SI FT UMK) mengadakan pelatihan mikrotik guna menjadikan internet sehat di Indonesia pada Selasa (19/01/11) di laboraturium SI FT UMK. “Tujuan diselenggarakan workshop kali ini adalah untuk menjadikan internet sehat di Kudus,” kata Yusrul Hana, ketua panitia.
Peserta dalam workshop yang bekerjasama perusahaan internet pemerintah ini terdiri dari mahasiswa UMK dan masyarakat. Terlihat 40 peserta serius mengikuti workshop ini. “Kami terpaksa menolak mahasiswa yang masih ingin mendaftar karena keterbatasan komputer yang ada di laboraturium yang hanya memuat 40 orang,”terang Yusrul.
Peserta diajari teori mikrotik dan praktik menggunakannya. Yusuf Satyanegara menjadi satu-satunya pemateri dalam workshop ini mengatakan bahwa situs porno masih mudah untuk diakses di Indonesia meski pemerintah sudah memblokir. “Bahkan dengan kecanggihan jaringan internet, situs porno sudah menjalar ke facebook. Sehingga jika tidak diantisipasi sejak dini dikhawatirkan akan mengancam moral gererasi bangsa selanjutnya,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, hingga saat ini akses situs porno masih mudah. Setiap rumah atau orang yang memiliki jaringan internet bisa mengaksesnya. Seharusnya pemerintah bisa memfasilitasi memblokade laman yang bernuansa pronografi, karena sebenarnya upaya  ini sangat murah dan mudah dijalankan oleh siapapun, dengan perangkat lunak melalui Mikrotik.