iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Peringatan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah 1431 Hijriyah di Universitas Muria Kudus (UMK) dirayakan dengan penuh khidmad. Civitas UMK, maupun masyarakat sekitar kampus, melaksanakan sholat Idul Adha bersama-sama di masjid Darul ‘Ilmi.

Seusai sholat Idul Adha, panitia melakukan penyembelihan hewan qurban di lapangan basket Universitas Muria Kudus (UMK) sebanyak sepuluh ekor. “Sapinya ada tiga, yang dua dari pihak yayasan, satunya lagi dari partisipasi mahasiswa UMK. Sementara kambingnya ada tujuh ekor,” jelas ketua panitia qurban UKM Formi UMK, Muh Ali Mohtar.
“UMK sudah sejak tiga tahun yang lalu sudah menyembelih sapi. Kami sudah berkonsoltasi sama pembina untuk penyembelihan sapi. Mereka pun membolehkan untuk menyembelih sapi,” tambah Fauzi.

Pilihan menyembelih hewan sapi berbeda dengan kelaziman yang ada di masyarakat. Konon, sapi diannggap hewan suci umat Hindu. Sewaktu penyebaran Islam di Kudus, Sunan Kudus tetap tidak menyembelih sapi sebagai sikap penghormatan kepada para pengikut Hindu.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Magelang-Sebagai bentuk empati terhadap pengungsi Merapi, Fakultas Piskologi Universitas Muria Kudus (UMK) membentuk Tim Psikososial. Tim ini bertujuan melakukan pendampingan berupa konseling orang dewasa dan anak-anak. Selain itu, melakukan pendidikan popular berupa bimbingan belajar, menggambar, mengarang, permainan anak seperti puzzle, ular tangga, halma, menonton film dan permainan interaktif (outbound indoor) serta terapi healling dengan metode katarsis dan realita.

Sebelumnya, tim psikososial melakukan survai awal ke lokasi pendampingan dan melakukan pendekatan administrasi untuk ijin dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pendampingan psikososial. Lokasi yang dijadikan sebagai kegiatan pendampingan psikososial berada di Kecamatan Mungkid.

Tim terdiri dari satu dosen, sekaligus koordinator tim: M. Widjanarko, S.Psi, M.Si dan mahasiswa, M. Khasan, Nor Kholidin, Dina Wahyu Harini, Gunawan, Bambang Akhadi, Selamet Riyadi, Arie Erna Suryani, Atik Sulistiyani, Anik Nur Khaninah, Imam Khanafi dan Nano Yulianto. Anggota tim sebelum turun ke lapangan diberi pembekalan berupa teknik asesmen dan pendampingan psikososial khusus untuk pengungsi Merapi.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Adanya kebijakan sertifikasi guru yang dilakukan oleh pemerintah membuat seluruh guru bersertifikasi melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berfungsi menyelesaikan dan memperbaiki masalah yang timbul dalam dunia pendidikan.

Tim dari Program Studi (Progdi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) yang diketuai oleh Drs. Murtono, M.Pd mengadakan pelatihan dan pendampingan selama enam bulan di Kecamatan Jaken Kabupaten Pati. “Peserta kami sebanyak 50 orang yang dibagi menjadi delapan kelompok, peserta semua guru SD di Kecamatan Jaken,” jelas Murtono.

Pelatihan ini dilatari oleh banyaknya guru yang masih menggunakan metode mengajar klasik (sederhana). Sehingga kemampuan guru perlu ditambah agar dalam proses pembelajaran lebih kreatif. Untuk itu, dibutuhkan penelitian masalah yang dihadapi oleh guru. “Setiap kelas akan mempunyai masalah yang berbeda-beda sehingga memerlukan penyelesaiaan khusus,” tambah Murtono, staf pengajar PGSD ini.

Sertifikasi guru mengharuskan setiap guru melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Murtono, saat ini guru tak bisa menolak karena mereka harus bertanggung jawab atas dana yang cukup besar yang diberikan oleh pemerintah. Dari penelitian tersebut, diharapkan akan meningkatkan profesi guru.

Murtono menambahkan, pada 2012 ada wacana dana sertifikasi cair setelah guru mengirimkan proposal PTK. Setelah enam bulan kedua, penelitian selesai, dana sertifikasi baru dicairkan. “Wacana tersebut harus disikapi oleh setiap guru,” tegas dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia ini.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diadakan sekitar sepuluh hari menurut Murtono masih kurang, mengingat peserta hanya mendapatkan teori saja. “Realitanya, saat diceramahi bisa, namum ketika praktek dilapangan mereka buntu,” jelasnya.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Sebanyak sepuluh pelajar dan mahasiswa bersaing dalam ajang Indonesian Welding Competition (IWC) 2010, yang diadakan Kementerian Perindustrian RI. Rabu (27/10/10). Dari sepuluh peserta yang telah disaring dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut. Akhirnya Universitas Muria Kudus (UMK) yang diwakili Ahmad Priyono menyabet juara satu nasional untuk kategori pelajar dan mahasiswa.

Sebelum melangkah ketingkat nasional, Priyono harus menyisihkan 40 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY. Di tingkat Jateng dan DIY, Priyono juga menyabet juara satu untuk kategori yang sama.

“Cukup sulit untuk melangkah ke tingkat nasional,” tutur mahasiswa jurusan mesin Fakultas Teknik ini.

Persiapan dalam acara welding (mengelas) ini memang diakui Priyono cukup sulit. Pasalnya, perlu berbagai peralatan yang berstandar internasional yang beberapa masih belum dimiliki UMK. “Sehingga kami meminjam peralatan yang belum dimiliki UMK,” tambah mahasiswa yang pernah magang bekerja mengelas di Jepang selama tiga tahun ini.

Dia menambahkan, mempersiapkan mental merupakan hal yang terpenting. Mengingat banyaknya saingan yang lebih baik, baik dalam materi dan peralatan yang memadai.

Penilaian dalam IWC meliputi teori dan praktek. Teori merupakan hal tersulit bagi priyono. Sehingga nilai dalam teori dia mendapatkan nilai 12. Sedangkan praktek mendapatkan hasil yang memuaskan, 98,28, dan jumlah total 110. “Saya menyisihkan lawan dari wilayah Jatim, Bali dan NTB yang mendapatkan nilai 85,” jelas mahasiswa semester satu ini.

Kesulitan dalam tes teori terletak di bahasa yang digunakan, karena menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar soal dan jawaban. “Kami harap mahasiswa FT ditekankan dalam penguasaan bahasa Inggris karena kedepan semua akan merujuk secara internasional, termasuk bahasa,” tambahnya.