iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Keniscayaan Psikologi Indonesia agaknya bukan soal “Adanya”, tapi soal “Bagaimana Mengadakan”. Artinya, kita tak bisa sekadar berasumsi tentang adanya muatan lokal dari kasunyatan kajiwan (KK) sebagai seolah sudah eksis dalam konteks kehidupan budaya dan perilaku orang Indonesia. Tampaknya kita perlu dan harus menempatkan cara berpikir dan kecanggihan metodologik sebagai suatu conditio sine qua non yang tak dapat ditawar guna melegitimasikan manifesto keilmuan psikologik tentang KK Indonesia.
Salah satu sebab mengapa kesulitan mengadakan hal tersebut, antara lain ialah kurangnya pemahaman psikologik untuk meningkatkan kualitas pengajaran psikologi itu sendiri dalam konteks Indonesia. Menurut Gale, “The typical psychology degree on offer today falls very short of the ideal. A major problem, or cause of the problem, is that psychologists have not used psychology itself to design the degree”.
Andaikan saja para pengajar psikologi dan psikolog memiliki kecanggihan informasi dan metodologik,  mungkin mereka menjadi peka menangkap tantangan yang ada dan bersedia mengevaluasi kinerja mereka sendiri. Tanpa kedua hal, agaknya mereka sulit untuk mengoperasionalkan teori-teori psikologik, khususnya yang dikembangkan atas dasar penelitian eksperimental, atau melakukan pengujian terhadap teori yang bermasalah ketika dikontekstualisasikan secara lokal. Pernyataan ini dimunculkan oleh DR Edy Suhardono, M.Psi dalam kuliah umum yang digelar Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus  di Gedung Rektorat  ruang seminar lantai 4, pada hari Senin 27 Desember 2010.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Pernikahan sah secara agama Islam jika telah memenuhi rukun dan syarat, meski tidak dicatatkan kepada negara. Karena pencatatan hukumnya sunnah. Sehingga pelaku nikah sirri tidak bisa dipidanakan atau dipenjarakan. Justru akan menimbulkan dampak negatif, karena istri ditinggalkan dan tidak diberikan nafkah.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua MUI Kabupaten Kudus, KH Syafiq Naschan, dalam seminar gender bertema "Studi Kritis Wacana Pidana Nikah Sirri" yang diadakan oleh Pusat Studi Gender Universitas Muria Kudus, di gedung seminar lantai 4 UMK.
Hukum mencatatkan nikah sirri sama halnya dengan hukum mencatatkan hutang-piutang. Maka pelaku tidak bisa diberikan saksi, maksimal terkena ta'zir atau denda. "Negara tidak bisa memenjarakan pelaku nikah sirri, karena akan membuat masa depan istri suram," katanya.
Perlu Perlindungan
Meski sah secara agama, menurut Direktur Legal Resources Center Untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRJKJ-HAM) Semarang, Evarisan, menemukan fakta di lapangan bahwa secara sosial nikah sirri cacat. "Fakta di lapangan ditemukan bahwa istri dari pernikahan sirri mengalami gangguang psikis dan kekerasan fisik yang dilakukan oleh suaminya. Mental anak-anaknya juga “down”, karena mendapat perlakuan negatif saat bersekolah," jelas Eva.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-  Sebanyak 218 anak yatim piatu di Kudus mendapatkan santunan dari Universitas Muria Kudus (UMK) pada Sabtu (18/12), di Masjid Darul 'Ilmu UMK.  Penyerahan santunan ini tepat pada bulan muharram, bulan yang dianggap sakral bagi umat muslim. "Kami gunakan momentum ini membagi kebaikan dan kebahagiaan kepada anak-anak yang telah kehilangan kedua orang tuanya," ujar Zamhuri, Humas UMK.
Menurut  Zamhuri bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah, yakni dengan melakukan keutamaan santunan kepada anak yatim.  KH Kustur Faiz, penceramah dalam acara santuanan menyampaikan pesan agar anak yatim selalu berusaha memupuk semangat dan keyakinannya menyongsong hari depan yang gemilang.
Nabi Muhammad yang juga seorang yatim piatu dijadikannya sebagai contoh yang kongkrit tentang kehidupan seorang yatim piatu. Sejak kecil Nabi hidup tanpa orang tua, kemudian beranjak besar bekerja sebagai pedang. "Maka, sesungguhnya dibalik ketiadaan kedua orang tua Nabi Muhammad, Allah melakukan pembinaan secara langsung kepada beliau," tegasnya.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Enam perguruan tinggi di Jawa Tengah menjalin kemitraan dengan Polda Jawa Tengah dalam bentuk Forum Kemitraan Polisi Masyarakat dan Mahasiswa (FKPMM). Tiga di antaranya baru saja melakukan penandatangan kesepakan dengan Polda Jateng, Senin (20/12) malam, di Hotel Griptha Kudus.

Tiga perguruan tinggi adalah Universitas Muria Kudus, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jenderal Soerdirman. Tiga perguruan tinggi lainnya yang lebih dahulu menjalin kerjasama adalah Univeritas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, dan Univeritas Panca Sakti.

Forum kemitraan tersebut diresmikan dalam rangkaian Rapat Kerja Paguyuban Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Se Jawa Tengah, Senin (20/12) sampai Selasa (21/12), di Hotel Griptha. Menurut Ketua Paguyuban yang juga Pembantu Rektor III Unnes, Masruki, kemitraan yang dijalin guna memberikan keamanan dan kenyamanan mahasiswa dalam pembelajaran dan kehidupan sosial di lingkungan kampus.