iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KUDUS-Universitas Muria Kudus (UMK) Rabu (14/04) menggelar acara wisuda ke-44 untuk jenjang Pasca Sarjana (S2) Sarjana (S1) dan Diploma (D3). Adapun mahasiswa yang ikut wisuda sebanyak 245. Jumlah itu dari berbagai disiplin ilmu yang ada di UMK.

Menurut Humas UMK, Zamhuri, 245 mahasiswa yang akan diwisuda hari ini adalah dari Fakultas Ekonomi sebanyak 74, terdiri dari 21 berasal dari program studi (progdi) Manajemen (S2), 50 progdi Manajemen (S1) dan 3 mahasiswa dari progdi Akuntasi (D3); Fakultas Hukum progdi Ilmu Hukum ada 20 mahasiswa; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, terdiri dari 14 mahasiswa dari progdi Bimbingan dan Konseling dan 46 mahasiswa dari progdi pendidikan Bahasa Inggris; Fakultas Pertanian dari progdi Agroteknologi ada 3 mahasiswa; Fakultas Teknik ada 82 mahasiswa, terdiri dari 50 mahasiswa dari progdi Sistem Informasi (S1), 8 mahasiswa dari progdi Teknik Mesin (D3), dan 24 mahasiswa dari progdi Teknik Elektronika (D3); dan Fakultas Psikologi (S1) ada 6 mahasiswa yang ikut wisuda.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Penataan parkir terus mengalami dilema. Tiap tahun volume kendaraan yang hilir mudik ke kampus semakin bertambah. Sementara lahan (area) parkir terbatas. Untuk mengatasi problem parkir memang tidak mudah. Tentu, di kemudian hari tidak semua kendaraan dapat tertampung, jika volumenya terus bertambah karena lahan parkir terbatas.

”Tidak mudah mengatur areal khusus parkir di Universitas Muria Kudus (UMK), karena kendaraan tiap tahun selalu bertambah seiring bertambahnya jumlah mahasiswa,” kata Khoriul Adib, petugas parkir di UMK. Keluhan Adib, tidaklah mengada-ngada, apalagi jika melihat kondisi di lapangan, para pengguna parkir acapkali tidak disiplin. Mereka lebih memilih lokasi yang dekat dengan tempat kegiatan. Akibatnya lahan parkir menjadi meluas ke seluruh sudut kampus. ”Padahal lahan khusus parkir sebetulnya masih bisa menampung,” tambah Adib.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Muria Kudus (UMK) terus melakukan dorongan pada civitas akademika, terutama para dosen. Penelitian tidak hanya bermanfaat mengupas persoalan, tapi menambah keilmuan dan dapat memperdalam analisis para pengajar.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Penelitian, Drs. Taufik, SE saat ditemui Portal UMK di kantornya. Menurut Taufiq, dengan meneliti staf pengajar dapat menjalin kerjasama serta menambah kesejahteraan. Sebenarnya, anggaran dana atau pagu biaya penelitian dari eksternal sangat besar dan terbuka lebar. Dari program DP2M DIKTI, Kopertis dan lainnya semua itu dapat diakses para dosen. “Sifatnya kompetitif,” jelas Tauqiq.

Melalui Lemlit, UMK mampu merebut kesempatan peluang bergengsi di mata perguruan tinggi (PT) nasional. Beberapa program penelitian eksternal di antaranya, High Link DIKTI biaya penelitian sebesar 250 juta. Strategi Nasional (Stranas) juga pagu yang diberikan sekitar 26 juta.

Selanjutnya, program Hibah Pekerti yang menjalin kerjasama antar perguruan tinggi. Mitra kerja ini terdiri dari Tenaga Pemberi Managemen (TPM) yang biasanya dari PT yang sudah maju dan profesional. Sedangkan Tenaga Pelaksana Penelitian (TPP), PT yang belum memiliki spesialisasi kajian tertentu. Ada juga program Fundamental Bidang Keilmuan, dan masih banyak lagi.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK-Setelah berhasil mendapat Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) tema A, Universitas Muria Kudus (UMK) pada tahun ini menjadi salah satu Perguruan Tinggi (PT) dari 279 PT negeri maupun swasta di Indonesia yang lolos proposal awal. Melalui surat Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Tinggi (DIKTI) nomor : 07/D/T/2010 perihal hasil penyampaian hasil Proposal PHKI. UMK diundang untuk menyusun proposal lengkap.

Melalui surat dari Direktur Jendral (Dirjen) Fasli Jalal menyatakan, UMK diminta untuk mengikuti proses selanjutnya. Dirjen juga menekankan, proposal PTN/PTS 2010 yang lolos harus memenuhi persyaratan administratif sebagaimana yang ditentukan DIKTI.

Selain itu, untuk penyusunan proposal lengkap dan perbaikan, harus memerhatikan komentar reviewer saat pengajuan proposal awal. Seleksi pertama ini akan dilanjutkan dengan pengajuan proposal lengkap. Rencananya, bulan Juni mendatang akan dikumpulkan.