iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Gejala perubahan yang ditandai dengan anomali musim berdampak daerah kering semakin kering dan daerah basah semakin basah. Hal ini merugikan petani sebab di daerah basah panen digagalkan oleh banjir, sementara di daerah kering tanaman tidak dapat tumbuh.
Hal ini serius dibahas dalam seminar bertema “Menyikapi Perubahan Iklim Global di Bidang Pertanian” di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Induk Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (28/07). Seminar yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalies UMK ke-31 tahun ini menghadirkan dua professor sebagai pembicara. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. H Suntoro Wongso Atmojo, MS dan Prof. Dr. Ir. Djoko Purnomo, MP, Staf pengajar Fakultas Pertanian UNS Surakarta.
Anomali musim, menurut Djoko Purnomo, berdampak pada tidak berlakunya pranoto mongso yang oleh petani dimanfaatkan sebagai petunjuk melakukan proses tanam. “Antisipasi harus dilakukan sebab pertanian merupakan penyedia bahan pangan kehidupan,” katanya.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Universitas Muria Kudus (UMK) membuka beasiswa pendidikan bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Beasiswa bersumber dari Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) tema B tahun 2011-2013 yang salah satu programnya adalah pengingkatan kualitas dan akses mahasiswa baru.
Sasaran dari beasiswa ini adalah siswa lulusan 2011 dari jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat). Mereka yang berprestasi dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengakses beasiswa ini.
Beasiswa diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi. Ketentuan masa beasiswa adalah selama delapan semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama enam semester untuk program Diploma III dengan ketentuan penerima beasiswa berstatus mahasiswa aktif.
“Uang sebesar Rp 500.000,- perbulan akan diberikan kepada mereka yang dinyatakan berhak mendapatkan dana beasiswa dan biaya pendidikan tersebut,” kata Ketua Program PHKI B UMK, Drs. Masluri, MM.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan beasiswa ini adalah siswa lulus pada tahun 2011, berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu secara ekonomi, calon penerima beasiswa mempunyai prestasi akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler yang diketahui oleh Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kabupaten/Kota.


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Persoalan Money Politic (politik uang) dalam pemilihan umum (Pemilu) selalu mendapat sorotan utama dalam membincang demokrasi di Indonesia. Uang sangat menentukan keberhasian proses pelaksanaan pemilu, baik tingkat nasional maupun daerah.
Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Menuju Pemilihan Umum kepala Daerah yang Bersih dan Demokratis” di Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (16/07). Seminar yang diselenggarakan oleh Program Magister Ilmu Hukum UMK ini menghadirkan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Dr. Hamdan Zoelva, SH MH, selaku keynote speaker. Pembicara dalam seminar tersebut adalah Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Endang Sulastri dan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Dr. Retno Saraswati, SH. MHum.
Hamdan menilai apabila pemerintah dinilai tidak dapat menyejahterakan rakyat, maka hal tersebut adalah muara dari proses pemilihan yang tidak sesuai amanat konstitusi. Amanat konstitusi agar pemilu berjalan atas dasar langsung, jurur, bebas dan adil belum sepenuhnya terlaksana.

 


User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK- Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar khitan massal pada Kamis (07/07). Tujuh anak dikhitan pada acara yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis UMK ke 31 tahun ini.
Sekretaris Yayasan Pembina UMK, Suhari dalam sambutannya mengatakan, tahun ini merupakan kali pertama UMK mengadakan khitanan massal. Sebenarnya, panitia memiliki target 31 anak untuk menjadi peserta. Maksudnya, jumlah bilangan disesuaikan dengan usia UMK. Namun, berbagai kendala, kegiatan berlangsung dengan tujuh peserta.
“Awalnya, ada 11 anak mendaftarkan diri. Namun, sehari menjelang pelaksanaan tinggal tujuh peserta yang tidak mundur,” kata Suhari menjelaskan.