iden

UMK- Tanpa terasa delapan tahun sudah Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (FPsi UMK) berdiri untuk mencerdaskan mahasiswanya melalui disiplin ilmu yang berhubungan dengan perilaku manusia. Ajang serangkaian peringatan sewindu yang salah satunya berbentuk lomba dari tingkatan Taman Kanak-kanak (TK) hingga dewasa yang berlangsung di Taman Krida GOR Wergu Wetan Kudus (23/05), di harapkan Fakultas Psikologi UMK ini bisa lebih aktif mengabdikan dirinya pada masyarakat.
“Sudah waktunya psikologi muncul ditengah-tengah masyarakat, misalnya melalui seminar atau workshop mendongeng untuk anak, lomba artikel remaja dengan tema yang berkaitan dengan kenakalan remaja,” kata Juri Lomba Mendogeng, Edi . Akan lebih mengena jika peran psikologinya pada masyarakat terutama untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan anak, yang menjadikan pengaruh positif pada diri anak, tambahnya.

 


UMK-Ibarat seorang pejuang yang akan bertempur di medan perang, mahasiswa pun membutuhkan “persenjataan” dan peralatan yang lengkap agar mampu “memenangkan” persaingan di dunia kerja. Pasalnya, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sekarang ini, lebih ketat dan membutuhkan banyak bekal yang memadai. Itu berarti, setiap institusi pendidikan, termasuk universitas senantiasa memerhatikan dan meningkatkan kualitasnya, sebagaimana halnya yang dilakukan oleh Universitas Muria Kudus (UMK).

Salah satu langkah nyata UMK untuk mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing adalah dengan mengadaptasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam proses pembelajaran.
 

 


UMK-Dalam sejarah, momen kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei 1908, dan ikrar “Sumpah Pemuda”, 28 oktober 1928.

Sejak saat itu, 20 Mei diperingati sebagai hari kebangkitan nasional.

Setelah lebih dari satu abad, tepatnya 102 tahun, nuansa Hari Kebangkitan Nasional tidak tidak terasa istemewa. Para pemuda sekarang seakan kehilangan konteks dengan hari yang bersejarah tersebut..

Sebut saja Amin, siswa kelas XII salah satu SLTA di Kudus, menilai masyarakat sekarang berlomba-lomba mengeksploitasi kekayaan tersebut, padahal kekayaan alam tersebut seharusnya digunakan untuk kesejahteraan bersama sebagai warga bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh ikrar Sumpah Pemuda.


UMK-Minat masyarakat terhadap profesi guru sangat besar. Hal ini terlihat dari tingginya calon mahasiswa yang mendaftar di Program Studi (Progdi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Univeritas Muria Kudus (UMK). Pada tahun
ajaran 2010/2011 UMK membuka pendaftaran S1 PGSD tahun ke-2. Pendaftaran dimulai pada Senin (3/5) sampai Rabu (30/6) untuk Gelombang pertama. Sedangkan gelombang kedua dimulai pada 5 juli sampai 7 Agustus 2010.

“Pada gelombang pertama ini Progdi PGSD peminatnya sangat tinggi dalam satu minggu hampir 800 orang pendartar. Hal sudah melebihi kapasitas daya tampung, padahal PGSD hanya akan menerima sekitar 180-200 mahasiswa” kata Zamhuri, Humas UMK.

Tingginya minat masyarakat terhadap PGSD seiring dengan terdongkraknya popularitas profesi guru. Dalam beberapa tahun terakhir profesi guru mendapatkan perhatian pemerintah terutama perbaikan tingkat kesejahteraan melalui kebijakan uji sertifikasi yang berkonsekuensi bertambahnya penghasilan guru dua kali lipat dari gaji sebelumnya.