iden

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

UMK - Webometric, salah satu lembaga pemeringkatan universitas-universitas di dunia menempatkan Universitas Muria Kudus pada urutan 114 universitas terbaik di Indonesia. Peringkat tersebut mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya.
Ketua UPT PSI UMK Fajar Nugraha, M.Kom mengatakan, pada Januari 2019, Wrbometric menempatkan UMK pada peringkat 167. Peringkat tersebut tentunya terus menajdi perhatian bersama dan terus berupaya lebih baik lagi. "Ternyata peringkat terus membaik," katanya kemarin.
Pada Januari 2020, Webometric menempatkan UMK pada peringkat 139, artinya ada kenaikan yang cukup bagus. Sehingga terus dilakukan perbaikan bersama agar peringkat UMK di Webometric semakin lebih baik lagi.
Hasilnya, pada Juli 2020, peringkat di Webometric cukup menggembirakan, sudah masuk pada peringkat 114. Untuk itu, diharapkan kedepan UMK bisa masuk dalam 100 besar universitas terbaik di Indonesia atau bahkan lebih.
Seperti diketahui, Webometric merupakan salah satu lembaga yang selalu melakukan pemeringkatan universitas-universitas di dunia. Baru-baru ini mengeluarkan hasil pemeringkatan terbaru, edisi Juli 2020. Lembaga pemeringkatan asal Spanyol tersebut mendasarkan penilaiannya pada empat aspek.
Empat aspek tersebut yakni Presence, visibility, transparancy, dan excellence. Dari empat komponen tersebut, aspek visibility atau jumlah jaringan eksternal yang terhubung ke laman web institusi merupakan bobot paling besar, yakni 50 persen.
Webometric merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi berbasis website, pihak Webometri meyakini kehadiran dan visibilitas website dapat diajdikan indikator kinerja global sebuah universitas. Pemeringkatan dilakukan oleh Cybermetric Lab yang merupakan kelompok penelitian milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), badan penelitian publik terbesar di Spanyol.
Sistem pemeringkatan Webometrics bertujuan untuk mempromosikan publikasi Web, mendukung inisiatif Open Access, mendukung akses elektronik untuk publikasi ilmiah dan materi akademik lainnya.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Pembelajaran di sekolah harus dilakukan secara daring sesuai aturan pemerintah, ada keunggulan dan kekurangan dari pembelajaran daring. Terutama bagi anak yang belajar di pendidikan anak usia dini (PAUD). Karena siswa masih kecil dan belum bisa mengikuti pembelajaran dari secara mandiri, berbeda dengan anak usia sekolah dasar (SD) dan seterusnya.
Kaprodi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) Pratomo Aji, M.Kom, MTA mengatakan, ketika pandemi covid-19 melanda dan diharuskan pembelajaran daring, banyak guru PAUD yang bingung dalam beradaptasi. "Akhirnya daring dilakukan secara sederhana dan minimalis, yakni memebrikan tugas melalui grup whatsapp (WA) kepada orang tua untuk dikerjakan anak," katanya kemarin.
Pemberian tugas tentu membuat orang tuas merasa anaknya hanya diberikan tugas terus menerus, akibatnya anak bisa menajdi stress. Apalagi banyak orang tua yang terbebani dengan peran barunya menajdu guru atau kurangnya kemampuan orang tua dalam menterjemahkan pembelajaran kepada anak.
Kindisi tersebut akhirnya membuat pihaknya turut serta dalam menacri solusi, salahs atunya dengan melakukan kegiatan workshop pembelajaran daring dengan memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal. "Kami laksanakan workshop di PAUD Persada di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara 28 Juli lalu, saat ini amsih terus komunikasi," terangnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tanggungjawab akademisi kepada masyarakat dalam berkontribusi di dunia pendidikan. Ada dua narasumber yang disiapkan untuk workshop tersebut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Dosen Prodi SI Fakultas Teknik UMK selaku narasumber Syafiul Muzid, M.Cs mengatakan, berdasarkan panduan pembelajaran yang dikeluarkan Kemendikbud, untuk PAUD, selain pembelajaran dari juga bisa dilakukan dengan home visit dan terapi perkembangan anak usia dini.
Dari data Kemendikbud, hanya 13,2 persen PAUD yang melaksanakan pembelajaran dengan media daring selama pandemi. Artinya, guru harus segera merespon agar pembelajaran daring bisa maksimal. "Pembelajaran daring dituntut kreatif, agar tidak terkesan hanya memebrikan tuags saja," jelasnya.
Salah satunya, guru bisa membuat video sesuai materi pembelajaran, dalam pembuatan video jangan dilakukan asal-asalan. Namun harus tahu teknik pengambilan video, pencahayaan hingga suara. Sehingga akan lebih menarik siswa dalam belajar, tidak hanay memberikan tugas.
Pembuatan video dirasa sangat mudah, apalagi pengambilan video bisa menggunakan smartphone, bahkan sudah banyak apliaksi untuk edit video di smartphone. Dengan cara kreatif, maka pembelajaran daring tidak lagi garing atau membosankan.
Selain itu, dirinya juga mengajarkan agar menghidupkan suasana kelas daring, salah satunya dengan menyapa siswa setiap hari di dalam grup WA. memang cukup sepel, namun cara tersebut memberikan dampak besar bagi orang tua yang tergabung dalam grup WA tersebut. Karena merasa disapa atau diperhatikan dengan menanyakan keadaan siswa atau orang tua.
Nrasumber lainnya, Darmawan Wicaksono, M.Psi mengatakan, dalam pembelajaran daring, guru PAUD jangan sampai melupakan prinsip pendidikan anak usia dini, yakni belajar dan bermain. Sehingga materi atau tugas yang diebrikan jangan sampai melupakan unsur permainan, apalagi saat melaksanakan home visit.
Menurutnya, saat home visit perlu adanya permainan edukatif, sehingga anak terangsang untuk belajar. Karena jika tanpa permainan edukatif, dikhawatirkan pembelajaran saat home visit juga akan tidak menarik anak, karena konsepnya adalah belajar dan bermain.
Dia mengingatkan, untuk pembelajaran daring juga harus diwaspadai, karena penggunaan gadget terlalu lama akan berdampak buruk bagi anak. Orangtua juga harus memperhatikan jarak dan kontras cahaya dari layar gadget yang digunakan demi kesehatan mata anak.
Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Persada, Kholifah mengakui manfaat adanya workshop tersebut. Karena ilmu yang disampaikan memang sangat dibutuhkan, tujuannya tak lain agar guru semakin kreatif dan inovatif dalam pembelajaran daring. "Ada 20 guru yang ikut kegiatan ini, mungkin semua guru PAUD harus ikut kegiatan semacam ini," imbuhnya.(Humas-Linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kuus melakukan pelatihan kepada warga Desa Ploso, Kecamatan Jati yang berada dekat dengan Sungai Gelis. Mereka diberikan pelatihan cara menanam tanaman vertikultur, karena wilayah perkotaan untuk menanam dengan lahan luas sangat terbatas. Vertikultur menjadi salah satu solusi untuk mencukupi ketersediaan pangan.

Kaprogdi Agroteknologi Fakultas Pertanian UMK Hendy Hendro Hadi Srijono M,Si mengatakan, pihaknya memang melakukan pengabdian masyarakat dengan pelatihan vertikultur di Desa Ploso, Kecamatan Jati Kudus. ”Lokasinya diperkotaan dan dekat dengan Sungai Gelis,” katanya kemarin.

Pihaknya juga menggandeng beberapa instansi terkait untuk pelaksanaan program tersebut, sehingga makin banyak yang terlibat akan semakin baik. Fokus pelatihan memang terkait vertikultur, karena yang sangat memungkinan dilakukan oleh warga yang tinggal di Kawasan perkotaan.

Salah satu pemateri pelatihan Dr. Endang Dewi Murrinie mengatakan, vertikultur berasal dari kata vertical dan culture, bisa diartikan dengan cara budidaya tanaman yang dilakukan secara vertical atau bertingkat, baik dalam ruangan maupun luar rungan. ”Banyak keuntungan yang didapat dengan budidaya vertikultur,” terangnya.

Salah satunya bisa dimanfaatkan pada area dengan lahan sempit, menambah area ruang terbuka hijau dan mengurangi polusi udara khususnya menyerap CO2. Selain itu memiliki nilai produktif jika dipilih tanaman yang menghasilkan sayuran, obat, buah dan lainnya, praktis dan mudah dilakukan serta bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Dia menambahkan, untuk tahapannya, ada empat tahap yang harus dilakukan. Pertama pembuatan wadah tanaman, penyiapan media tanam, penyiapan bahan tanam dan penanaman dan terakhir pemeliharaan.

Untuk wadah tanam bisa menggunakan limbah plastik rumah tangga yang ada, seperti yang berbahan plastik. Karena banyak limbah rumah tangga yang bisa dimanfaatkan Kembali sebagai wadah tanam.

Sementara untuk penyiapan media tanam, syarat media tanam yang baik adalah kaya bahan organic dan mampu menyimpan air. Seperti media yang digunakan salah satunya campuran antara tanah dan pupuk organic dengan perbandingan 1:1 atau 1:2. Media tersebut langsung dicampur merata dan kemudian dimasukkan dalam wadah tanam yang sudah disiapkan.

Dia menambahkan, vertikultur tidak hanya sekedar kebun vertical, namun ide tersebut akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sangat sempit sekalipun. Struktur vertical memudahkan pengguna membuat dan memeliharanya. Lalu, pertanian vertikultur juga menciptakan suasana alami yang menyenangkan.(humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muria Kudus (UMK) tengah menyiapkan program transfer kredit internasional atau international credit transfer (ICT) 2020 yang dilaksanakan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud. Program tersebut membuka peluang mahasiswa Indonesia untuk belajar di universitas luar negeri.
Kepala KUI UMK Mutohhar, M.Pd mengatakan, program ICT ini bertujuan untuk meningkatkan akses relevansi dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas. "Salah satu upayanya mewujudkan mahasiswa yang memiliki wawasan yang luas, orientasi inetrnasional dan kemampuan mengapresiasi ide dan pendapat orang lain," katanya kemarin.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di awal tahun 2020 telah mengeluarkan empat kebijakan mengenai Pendidikan tinggi yang terangkum dalam Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, diantaranya mengenai pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi negeri badan hukum, dan hak belajar 3 semester di luar program studi.
Untuk mendukung program Kampus Merdeka khususnya hak untuk belajar di luar program studi dan perguruan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menyelenggarakan Program Transfer Kredit Internasional sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi dan wawasan mahasiswa yang diperoleh melalui kerja sama antar lembaga pendidikan tinggi dalam dan luar negeri untuk mengantisipasi derasnya persaingan global dalam berbagai aspek.
Dengan adanya program ICT ini, tentu mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk belajar di luar negeri. Pihaknya sudah melakukan korodinasi dengan semua prodi yang ada, berapa mahasiswa yang minat untuk mengikuti program tersebut. "Kami ingin program ICT ini dimanfaat dengan baik," terangnya.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, untuk persyaratan umum UMK sudah memenuhinya, khusus untuk program ICT 2020 dilakukan secara daring. Mengingat pandemi masih belum usai, sehingga keputusan daring harus diambil.
Untuk persyaratan khusus yakni Prodi terakreditasi minimal B atau baik sekali. Lalu ada syarat khusus lagi yakni Prodi wajib mengakui semua kredit yang telah ditempuh peserta di perguruan tinggi penerima.
Sedangkan untuk persyaratan mahasiswa, mahasiswa program S1 dan S2, minimal semester tiga pada semester berjalan, dan terdaftar aktif sebagai mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS).
Selain itu, ada juga persyaratan memiliki sertifikat tOEFL dengan skor minimum 450 atau IELTS minimum 5.0 atau sertifikat kemampuan Bahasa Inggris lainnya yang setara lalu letter of acceptance (LoA) jika sudah ada.
Untuk tahun lalu, UMK sudah mengikuti program ICT tersebut, ada dua mahasiswa yang ikut program tersebut di Hatyai University, Thailnad. "Tahun ini rencana ada tujuh mahasiswa yang ikut program ICT sesuai dengan jatah dari Kemendikbud," imbuhnya.(Humas-Linfokom)

 

Page 4 of 386