iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 2.300 orang mendaftar ke 30 perusahaan saat dilaksanakannya Universitas Muria Kudus (UMK) Job Fair 2019. Bahkan ada tiga perusahaan yang langsung melakukan tes psikologi dan wawancara sampai hari ini (Kamis/24/2019).

Sebelumnya sudah ada yang mendaftar secara online untuk UMK Job Fair 2019 sebanyak 2010 orang. Namun ternyata yang datang dan melamar di 30 perusahaan bisa mencapai 2.300 orang. ”Jumlah ini meningkatkan dibanding job fair sebelumnya,” kata Ketua Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) UMK Farid Noor Romadlon kemarin.

Job fair sebelumnya, jumlah orang yang mendaftar mencapai 1.176 orang, sehingga peningkatan pengunjung atau pelamar untuk job fair kali ini cukup tinggi. Bahkan bisa dikatakan mencapai dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Selain itu, ada juga tiga perusahaan yang langsung melaksanakan tahapan seleksi secara langsung saat job fair masih berjalan. Job fair dilaksanakan selama dua hari, mulai 22 sampai 23 Oktober 2019. ”Kami tentu menyiapkan loka si tes tersebut,” terangnya.

Sehingga job fair yang dilakukan memang agak berbeda, karena ada tes langsung, artinya tidak hanya menyerahkan surat lamaran semata. Melainkan juga langsung ada tahapan tes lanjutan, sehingga tidak harus ke perusahaannya langsung.

Namun untuk tes tersebut diserahkan kepada perusahaan yang ikut dalam job fair, ketika ada tes pihaknya akan fasilitasi. Namun ketika tidak ada tes on the spot, pihaknya juga mempersilahkan.

Salah satu pelamar, Aris mengatakan, dirinya datang ke UMK Job Fair 2019 memang untuk mencari pekerjaan. Karena selama ini dirinya belum bekerja tetap, amsih serabutan. ”Ingin dapat pekerjaan yang pasti, selama ini serabutan,” jelasnya.

Dirinya berharap dirinya mendapatkan panggilan dan bisa diterima di perusahaan yang dia lamar. Walaupun memang dirinya masih belum banyak pengalaman kerja di perusahaan, tapi dirinya siap untuk kerja keras dan belajar.(Linfokom-Humas)

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus bekerjasama dengan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Provinsi Jawa Tengah mengadakan seminar nasional. Dalam seminar tersebut, gurus BK harus melakukan update sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah. Apalagi mereka menghadapi generasi milenial.

Professor Dwi Yuwono Puji Sugiharto mengatakan, menghadapi generasi milenial tentu harus dilakukan dengan pendekatan baru, bukan dengan cara lama. Karena karakter mereka inginnya efektif dan efisien. ”Inginnya cepat, kalau lambat mereka akan kurang respon,” katanya saat seminar nasional yang dilaksanakan di ruang rapat lantai IV UMK Selasa (22/10/2019).

Mereka ketika konsultasi terkadang hanya ingin memantapkan sebuah pilihan yang akan dillakukan. Selain itu, ketika bertele-tele dalam memberikan nasehat, generasi milenial tidak tertarik. Sehingga guru harus melakukan update disesuaikan dengan kebutuhan.

Sehingga untuk update tersebut, tidak akan berhenti karena situasi juga terus berubah. Artinya, harus terus meningkatkan eksperimen agar mendapatkan pembaharuan dalam banyak hal, sesuai dengan yang diinginkan. ”Harus update dengan kondisi kekinian,” terangnya.

Dia menambahkan guru BK harus mampu memahami karakter generasi milenial. Seperti no gadget no life, suka yang serba cepat dan instan, memilih pengalaman daripada asset, multitasking, hingga kritis terhadap fenomena sosial. ”Sehingga jangan heran ketika ada SMK kemarin ikut demo,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, update ilmu memang harus terus dilakukan, disesuikan dengan kondisi yang ada. Saat ini memangs edang menghadapi generasi milenial, sehingga   harus disesuaikan juga. Terus menambah ilmu harus dilakukan, tidak boleh berhenti.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh undangan dan pemateri bisa hadir di UMK. Sehingga bisa mengetahui UMK lebih dekat, apalagi peserta seminar berasal dari kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.(linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kerjasama dengan PT Tokopedia, banyak hal yang akan dilaksanakan. Salah satunya pembuatan Tokopedia Corner yang nantinya bisa mendukung untuk meningkatkan jiwa wirausaha mahasiswa.
City Partner Performance PT Tokopedia Dewi Cahyaningrum mengatakan, UMK merupakan salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah yang dipilih untuk kerjasasama. Banyak kegiatan yang nantinya akan dijalankan ketika kerjasama sudah berjalan. ”Langkah pertama memang fokus dalam pembuatan Tokopedia Corner,” katanya kemarin.
Paling penting adanya Tokopedia Corner adalah untuk menemukan seller dan buyer, sehingga bisa dimanfaatkan mahasiswa UMK yang ingin berwirausaha. Untuk menemukan seller dan buyer dilakukan sampai tingkat daerah memang merupakan kebijakan perusahaan.
Untuk pembuatan Tokopedia Corner dibiayai langsung oleh PT Tokopedia. Namun pihaknya berharap sudah ada ruangan dan pihaknya akan menata interiornya. Tujuannya agar Tokopedia Corner tersebut bisa secepatnya berjalan. ”Tokopedia Corner ada, kerjasama yang lain akan bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Hal itu dilakukan mengingat banyaknya potensi yang ada di daerah, sementara selama ini ketika berbelanja di Tokopedia banyak yang diarahkan ke toko-toko yang ada di Jakarta. Sehingga kedepan diharapkan toko-toko di daerah juga bisa lebih hidup dengan kebijakan tersebut.
Saat ini sebenarnya sudah ada produk daerah yang berkembang, seperti saat temu keluarga tokopedia, ada penjual celana kolor dari Kudus yang untungnya bisa mencapai Rp 2 miliar. ”Dengan ekspansi ke daerah ini, produk daerah bisa terjual maksimal dan kami berharap mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi lebih besar lagi,” terangnya.
Selain pelatihan, ketika kerjasama sudah berjalan, juga ada kerjasama pemberian beasiswa kepada mahasiswa. Selanjutnya bisa juga untuk yang ingin berkarir di PT Tokopedia.
Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, untuk ruangan Tokopedia Corner, pihaknya akan menyiapkannya. Karena kerjasama ini sangat bagus, apalagi sesuai dengan visi misi UMK, Santun, Cerdas dan Berjiwa Wirausaha.
Pihaknya juga sudah mengumumkan kepada lulusan UMK saat wisuda tentang kerjasama tersebut. Karena sosialisasi perlu dilakukan agar mahasiswa yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi wirausaha bisa belajar lewat tokopedia Corner tersebut. ”Kami berharap, kerjasama ini bisa berjalan maksimal,” imbuhnya.(Linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan UMK Job Fair 2019 pada 22 – 23 Oktober. Kesempatan ini bisa digunakan, terutama alumni UMK yang mungkin belum mendapatkan pekerjaan atau menginginkan tantangan baru.

Kabah Pusat Karir PKPA UMK Dianing Ratna Wijayanti mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan untuk Job Fair 2019 tersebut dengan matang. Apalagi selama ini pihaknya juga memiliki kerjasama dan komunikasi yang baik dengan perusahaan yang ada. ”Kami sudah siapkan semua, dua hari pelaksanaannya,” katanya kemarin.

Untuk perusahaan yang sudah kerjasama dalam Job Fair 2019 tersebut ada sekitar 30 perusahaan. Sehingga banyak kesempatan bagi yang hadir mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan yang mengikuti Job Fair.

Acara tersebut dibuka untuk umum, perusahaan yang ikut tidak hanya mencari lulusan lulusan S1 saja, melainkan juga mencari lulusan SMA/SMK, D1 – D4 juga dibutuhkan. ”Pengunjung kami gratiskan, tidak ada biaya masuk,” terangnya.

Sementara lokasi Job Fair 2019 ini dilakukan di Gedung Auditorium UMK, sehingga cukup untuk kegiatan tersebut. Harapannya, banyak pengunjung yang hadir, terutama lulusan UMK. Apalagi 16 dan 17 Oktober ada proses wisuda.

Sehingga bagi yang masih belum memiliki pekerjaan dan penghasilan, bisa langsung mendftar di Job Fair. ”Semoga acara berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.(Linfokom-Humas)

Page 4 of 368