iden

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK –  Universitas Muria Kudus (UMK) sudah memiliki keunikan untuk berkembang lebih besar ketika melihat visinya, cerdas, santun dan berjiwa wirausaha. Sementara untuk lulusan agar sukses, maka harus dikembangkan social skillnya.

Profesor Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, melihat visi yang dimiliki UMK jelas mengajarkan agar melatih mandiri. Untuk meuwjudkannya tentu harus bekerja keras. ”Keunikan ini sudah dimiliki UMK, tinggal dikembangkan saja,” katanya saat mengisi seminar dengan tema ‘bagaimana UMK mampu menguasai kecakapan 4.0’ di ruang seminar gedung J UMK Jumat (23/3/2019).

Perguruan tinggi merupakan tempat modern yang mampu berinovasi lebih hebat dibandingkan perusahaan atau pemerintahan. Sehingga yang ada di dalam perguruan tinggi, baik dosen maupun mahasiswa harus terus berfikir. Bisa dikatakan bahwa perguruan tinggi sangat komplek.

Untuk memiliki keunikan lain, UMK disarankan membuat jurusan yang memang tidak dimiliki universitas yang ada di sekitar UMK. Dengan keunikan tersebut diharapkan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain.

Sementara untuk lulusan perguruan tinggi, ternyata kelemahan lulusan perguruan tinggi berdasarkan survei justru kelemahan terbesar ada di kemampuan membaca. Maksudnya bukan berarti buta aksara, melainkan tidak memahami apa yang dibaca.

Misalnya pekerja diberikan manual operasi suatu mesin tidak bisa langsung memehami, justru lebih banyak harus dipraktekkan langsung agar menegrti. Hal itu menjadi kelemahan yang harus dijadikan perhatian.

Selain itu yang cukup miris adalah work habits, banyak mereka yang bekerja tidak memiliki inisiatif apa yang dikerjakan. Mereka hanya menunggu ketika diperintahkan apa yang akan dikerjakan oleh pimpinannya. ”kelemahan tersebut cukup serius, sehingga harus jadi perhatian,” jelasnya.

Dia menambahkan, agar mampu bersaing usai lulus, harus memiliki social skill yang kuat. Ketika memiliki social skill yang kuat dipastikan akan banyak perusahaan yang berminat menerima lulusan untuk bekerja.

Social skill yang harus dimiliki antara lain etika, mampu bekerja secara individu dan dalam tim, komunikasi yang baik dan yang paling penting adalah terus belajar. Karena perkembangan dunia kerja, pendidikan dan lainnya terjadi terus menerus.

Untuk itu, ketika ingin bertahan di revoluasi industri 4.0, maka harus memiliki keinginan untuk terus belajar. ”Perguruan tinggi yang baik menenamkan social skill tersebut kepada mahasiswanya,” imbuh mantan Dirjen Dikti 1997 – 2007.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, mahasiswa memang tidak cukup hanya diberikan materi di perkuliahan saja, untuk itu perlu didorong agar terus belajar dari berbagai sumber. Sehingga nantinya bisa bersaing dikancah global, semuanya harus dipersiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Dengan adanya revolusi industri 4.0 maka akan banyak bidang pekerjaan yang hilang, namun juga akan muncul pekerjaan baru yang belum kita ketahui. Karena revolusi industri akan menggabungkan teknologi dengan manusia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina UMK Wahyu Wardhana, SE, Msi, Akt mengatakan, untuk memebesarkan UMK dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Sehingga menghasilkan lulusan yang nantinya mampu bersaing secara global.

Untuk meningkatkan kapasitas diri di internal, tentunya harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. ”Jadi semuanya harus bahu membahu untuk mencapai tujuan yang baru,” imbuhnya.(linfokom).

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Pengembangan pendidikan membutuhkan kearifan lokal agar semakin kuat. Karena pengaruh hegemoni global membuat arah pendidikan serasa kehilangan ruang gerak, maka dibutuhkan nilai-nilai kearifan lokal.

Karena pendidikan yang berbasis kearifan lokal adalah pendidikan yang memanfaatkan nilai kearifan lokal yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara dam perilaku yang melembaga secara tradisional. ”Pendidikan harus mampu menjadi spirit agar bisa terus lebih baik,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Drs. Joko Susilo.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam seminar yang dilaksanakan oleh Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus di Gedung Rektorat lantai 4. Seminar tersebut mengambil tema ‘penguatan pendidikan berbasis local wisdom dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa di abad 21.

Untuk itu, pendidikan yang ada harus memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam banyak aspek, mulai dari aspek ekonomi, seni, budaya, sumber daya manusia, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi dan lainnya. Komponen tersebut dimasukkan dalam kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk bersaing ditingkat global.

Ketika pendidikan berbasis kearifan lokal, maka diharapkan ketika lulus nantinya bisa bermanfaat dalam pembangunan di masyarakat. Karena ketika terjun di masyarakat jelas harus memahami nilai-nilai kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing.

Selain itu, dirinya juga sangat bangga kepada mahasiswa Jurusan Matematikan FKIP UMK yang hadir. Karena selama ini matematika dianggap momok, padahal matematika sangat terkait dengan banyak ilmu.

Sebagai Kepala Disdikpora Kudus, dirinya sangat memahami akan kebutuhan guru matematikan, banyak sekolah yang membutuhkan. Sehingga dirinya yakin ketika lulus nanti, alumni jurusan matematika dan UMK secara umum mampu bersaing. ”Contohnya saya, alumni UMK bisa menjadi kepala dinas,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam hidup hilangkan rasa malu asal tindakan yang dilakukan membawa perubahan dandampak positif. Karena dari situlah seseorang akan bekerja keras dan terus belajar(linfokom)

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Sekitar seribu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus UMK) mengikuti kegiatan funwalk yang dilaksanakan Himapro Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMK. Kegiatan funwalk merupakan salah satu rangkain acara dalam rangka dies natalis akuntansi.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kegiatan funwalk ini merupakan kegiatan positif, terutama untuk menjaga kesehatan. Karena dengan kegiatan tersebut maka akan membuat kesehatan lebih terjaga. ”Olahraga tidak harus berat, aktivitas jalan juga bisa membuat bugar ketika memang rutin dilakukan,” katanya Jumat (22/3/2019).

Dengan kesehatan yang prima, akan aktivitas juga akan lebih nyaman dan akhirnya bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Untuk itu, menjagaksehatan harus dilakukan setiap saat.

Rektor juga mengimbau agar mahasiswa terus meningkatkan kapasitasnya selama ada di UMK. Harus bisa memaksimalkan sebaik mungkin proses belajarnya selama menjadi mahasiswa. “Fasilitas yang ada bisa digunakan dengan baik,” terangnya.

Selanjutnya usai lulus, harus mampu memberikan dampak positif dimana mahsiswa berada, baik di tempat kerja maupun di masyarakat. Sehingga kehadiran mahasiswa atau alumni memberikan manfaat.

Sebelum acara funwalk dimulai, Rektor UMK memotong tumpeng terlebih dahulu dan diberikan kepada dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tumpeng tersebut sebagai wujud rasa syukur atas dies natalis akuntansi.

Setelah dibuka, seluruh peserta langsung berjalan sesuai dengan rute yang telah dtentukan panitia. Ada beberapa doordprize yang disiapkan panitia bagi peserta yang beruntung.(linfokom)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Jurnal internasional menjadi salah satu hal penting bagi dosen di sebuah perguruan tinggi. Perkembangan harus terus diikuti, salah satunya dengan mengadakan workshop dan klinik penulisan.

Hal itulah yang dilakukan Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK). Dengan kegiatan tersebut diharapkan mampu memacu semua dosen agar artikelnya mampu tembus di jurnal inetrnasional lebih banyak lagi. Narasumber yang diundang yakni Prof. Dr. Yazid Basthomi, S. Pd, MA.

Kaprogdi PBI FKIP UMK Nurainingsih, M.Pd mengatakan, dalam penlusiana rtikel jurnal internasional tentu ada trik yang harus dilakukan. Tentunya yang paling utama adalah kualitas dari artikel itu sendiri.

Salah satu trik yang perlu diperhatikan ternyata terkait kultur, orang luar negeri suka dengan penjelasan langsung, tidak banyak pendahuluan atau basa-basi. Sementara orang Indonesia lebih suka basa-basi terlebih dahul.

Sehingga untuk amsuk jurnal internasional juga harus mengikuti kultur orang luar negeri yang lebih suka tidak bertele-tele atau tanpa basa-basi. ”Banyak hal yang didapat dari kegiatan tersebut,” terangnya.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dosen dalam menulis artikel untuk jurnal internsional dan paper publikasi internasional. Tentu diharapkan jumlah artikel untuk jurnal nasional bisa meningkat lagi.(linfokom)

 

Page 4 of 349