iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Ikatan Alumni  (IKA) Universitas Muria Kudus mengadakan kegiatan wayangan, wayangan tersebut mengangkat cerita dengan judul Wahyu Ketentreman. Dalang wayang langsung dari Ketua IKA UMK, Dr. Sunardi yang juga menjabat sebagai Asisten Ahli Bupati Kudus.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, keberadaan alumni yang terorganisir dengan baik sangat penting. Sehingga komunikasi bisa terus terjalin dengan universitas, karena sumbangsih alumni juga sangat penting bagi perkembangan universitas. ”Pemberdayaan alumni perlu dilakukan,” katanya saat memberikan sambutan Jumat (14/6/2019).

 Alumni juga perlu dimanfaatkan untuk pengembangan universitas, karena masukan dan lainnya sangat penting. Sehingga pertemuan alumni seperti yang dilakukan kali ini sangatlah positif.

Dirinya berharap, kepengurusan alumni bisa dibentuk di setiap kota, sehingga korodinasi akan lebih mudah. Nantinya juga bisa dijadikan ajang silaturrahim, bertukar ide, gagasan agar bisa saling membantu bagi alumni yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua IKA UMK Dr. Sunardi mengatakan, kegiatan ini memang dilakukan cukup mendadak, namun bisa dikatakan berjalan cukup baik. Tentunya berkat korodinasi dengan internal UMK.

Karena pihak universitas juga memberikan dukungan penuh dengan memfasiliatsi kegiatan tersebut sehingga berjalan lancar. Sehingga alumni UMK juga banyak yang datang dari berbagai fakultas atau jurusan.

Alumni yang hadir tidak hanya dari kalangan anak muda saja, namun yangs udah lulus lama juga turut hadir. ”Kami tentu berterimakasih atas kehadiran semua alumni, semoga kedepan bisa terus bersinergi,” terangnya.(linfokom)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus melakukan kegiatan Halal Bi Halal usai libur Lebaran, kali ini kegiatan juga dibarengi dengan rapat tebuka senat dies natalis UMK Ke-39. Banyak hal yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, termasuk peringkat UMK semakin baik yang dinilai oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggin (Kemenristekdikti).

Rector UMK Dr. Suparnyo, SH. MS mengatakan, momentum dies natalis merupakan momen yang harus disyukuri dan momen dimana harus terus bekerja keras. Tentunya untuk memajukan UMK agar terus lebih baik. ”Visi misi yang dimiliki harus dijalankan dengan baik,” katanya Kamis (13/6/2019).

Peringkat UMK secara nasional juga semakin baik, hal tersebut sesuai dengan pemeringkatan yang dilakukan Kemenristekdikti. Pada 2016 UMK menduduki peringkat 222, pada 2017 merosot ke peringkat 248 dan pada 2018 naik kembali diperingkat 151.

Pada 2017 mengalami penurunan peringkat, karena saat itu banyak program studi baru yang baru berjalan. Sehingga proses akreditasi masih belum selesai, sehingga peringkat di kemenristekdikti mengalami penurunan.

Ketua Yayasan Pembina UMk Wahyu Wardhana, SE. MSi., Akt mengatakan, dalam momentum halal bihalal, dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran rektorat, prodi dan lainnya yang berjuang hingga UMK tetap eksis sampai saat ini. ”Semoga koordinasi dan komunikasi semakin terjalin dengan baik,” terangnya.

Pihaknya juga membuka ruang diskusi selebar-lebarnya bagi semua unsur yang ada di UMK. Sehingga diharapkan banyak masukan kepada yayasan, tentunya semuanya bertujuan untuk memajukan UMK.

Sementara itu, KH. Dr. In'amuzzahidin, M.Ag dalam mauidoh khasanahnya mengatakan, orang beribadah bukan karena untuk mendapatkan surga, namun beribadah memang karena cinta. Sehingga ketika ada dosen atau karyawan yang bekerja hanya memikirkan akan mendapatkan apa ketika melakukan sesuatu, jelas tidak tepat. ”Itu dosen awam,” ujarnya.

Menurutnya, kinerja bukan hanya masalah gaji saja, melainkan untuk membangun UMK, karena UMK adalah rumah bagi semua yang ada di UMK. Sehingga harus dijaga bersama agar bisa maju bersama.

Dia mengakui kesibukan menjadi dosen, apalagi yang memiliki jabatan, mulai dari ngurusi akreditasi, mengajar dan lainnya. Sehingga harus memiliki kesabaran, namun jangan sampai berpikir mau melakukan sesuatu ketika ada uangnya. ”UMK rumah bersama, harus terus bekerja maksimal agar semakin baik,” imbuhnya.(linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

    UMK - Tiga mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) membuat inovasi berupa tempat sampah berbasis internet of things (IOT). Tempat sampah yang diberinama T-Smart++ bisa dibuka otomatis dan bisa mengirimkan notifikasi pemberitahuan ketika tempat sampah tersebut sudah penuh dan lokasi sampahnya. Selanjutnya petugas sampah bisa mengambil sampahnya, artinya pengambilan sampahnya sangat selektif dan tidak menumpuk.
   Tiga mahasiswa yang menemukan T-Smart++ yakni Novi Arimukti dan Arsya Yoga Pratama, keduanya mahsiswa jurusan Sistem Informasi (SI) dan Bagus Utomo yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro. Inovasi ciptaannya mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti dalam program pekan kreatifitas mahasiswa (PKM).
   Bagus Utomo mengatakan, temuan T-Smart++ berawal keresahan dirinya bersama kedua temannya saat melihat sampah yang menumpuk. penumpukan itu dikarenakan ada tempat sampah yang penuh, namun belum diambil karena tidak tahu lokasi mana saja tempat sampah yang sudah penuh. "Bahkan terkadang justru tempat sampah yang belum penuh diambil, sementara yang penuh belum diambil, akibatnya sampah semakin berbau menyengat," katanya.
   Dari keresahan itulah akhirnya muncul ide untuk membuat tempat sampah tersebut. Selama sebulan, akhirnya konsep sampah yang diinginkan terwujud, lalu dilakukan pembuatannya yang juga memakan waktu selama sebulan.
   Tempat sampah pintar berbasis IOT ini memiliki beberapa kelebihan, yakni ketika sudah penuh tempat sampah akan mengunci, selanjutnya memberikan notifikasi melalui HP android petugas sampah yang berisi tentang peringatan sampah penuh dan titik lokasinya. Sehingga memdahkan petugas sampah untuk mengetahui tempat sampah yang sudah penuh, sehingga bisa diprioritaskan untuk pengambilannya.
   Ada beberapa alat utama yang digunakan, yakni sensor jarak  HC SR04, sensor ini digunakan untuk membaca benda yang berada didepannya, selanjutnya mengirimkan ke motor servo untuk membuka dan menutup tempat sampah. Untuk membuka tempat sampah ketika penuh menggunakan kartu khusus agar bisa diambil sampahnya.
   Selanjutnya ada DF Player untuk mengeluarkan suara, ketika memasukkan sampah, langsung ada ucapan 'terimakasih telah membuang sampah ditempatnya'. Selain itu,ketika sampah penuh, ada ucapan 'maaf, tempat sampah sudah penuh' dan tutup tempat sampah tidak terbuka.
   Lalu ada komponen NodeMCU esp8266 yang berfungsi untuk mengimkan sinyal ke internet yang akan dihubungkan ke smartphone android. "Komponen paling penting adalah Arduino Nano yang berfungsi sebagai otak atau CPU yang digunakan untuk memasang seluruh komponen yang ada," terangnya.
   Dia berharap, dengan inovasi tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa digunakan pemerintah daerah, perusahaan dan lainnya dalam pengelolaan sampah. Sehingga diharapkan lingkungan bisa semakin bersih, tentunya diharapkan masyarakat bisa membaung sampah pada tempatnya.
   Sementara itu, Wakil Rektor III UMK Rohmad Winarso, ST. MT menambahkan, inovasi mahasiswa ini sudah lolos dalam program PKM Karya Cipta (KC). Pihaknya memang mendorong agar banyak mahasiswa mengikuti ajang bergengsi berupa PKM tersebut. Apalagi temuan dari mahasiswa sangat bermanfaat bagi masyarakat.
   Inovasi ini memang belum bisa dikatakan sempurna, namun inovasi ini menjadi awal, karena potensi untuk dikembangkan sangat besar. "Pihaknya juga sudah meminta agar inovasi tersebut dipatenkan," jelasnya. (Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 19 kelompok mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yang berhasil lolos dalam program kereatifitas mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia. Penilaian internal sudah dilakukan agar pelaksanaan PKM bisa maksimal.

Wakil Rektor III UMK Rochmad Winarso mengatakan, PKM yang didapatkan oleh UMK bisa dikatakan cukup banyak, karena ada universitas yang lebih besar justru PKM yang diterima dibawah UMK. ”Kami selama ini memang terus mendorong mahasiswa untuk mengikuti PKM,” katanya kemarin.

Karena PKM bisa merangsang agar mahasiswa mengeluarkan ide-ide kreatifnya yang bisa diaplikasikan di masyarakat. Sehingga bisa memberikan manfaat positif kepada mahasiswa dan tentunya masyarakat.

Ada tujuh jenis PKM yang bisa diikuti mahasiswa, PKM Penelitian, teridir dari Eksakta (PKM-PE) dan Sosial Humaniora (PKM-PSH) PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI).

Monev internal juga dilakukan dengan mengunjungi lokasi kegiatan atau produksi, sehingga bisa memastikan PKM dijalankan dengan baik. Karena nantinya ketika dinilai baik oleh pihak penyelenggara, maka lolos tingkat nasional.

Dari 19 PKM yang diterima, paling banyak adalah PKM Kewirausahaan yang mencapai 13 PKM dengan berbagai judul. Mulai dari usaha pembuatan sepatu dari kain torso khas Jepara, lampu anyaman bamboo, tas dari limbah sampah, tote bag dari kain perca batik Kudus, pemanfaatan bonggol pisang, hingga jasa layanan belajar untuk anak disleksia.

Sementara untuk PKM Pengabdian Masyarakat ada dua PKM, yakni pelatihan pembuatan limbah plastik menajdi souvenir kepada para difabel. Selain itu juga pelatihan peningkatan skil pijat bagi tuna netra.

Sementara untuk PKM-PE ada dua, yakni Tasmipopanas sebagai media penejrnih minyak jelantah dan Triptowash, formulasi obat kumru dari buah parijotho. Untuk PKM -PSH yakni peran perempuan samin dalam menjaga lingkungan. Sedangkan PKM KC ada satu, yakni T-Smart ++, tempat sampah pintar dilengkapi fitur pendeteksi lokasi berbasis internet of things.(Humas UMK)

Page 4 of 357