iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KUDUS - Universitas Muria Kudus (UMK) mendapatkan hibah dari Pemkab Kudus sebanyak Rp 600 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di kampus.
Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, bantuan berupa hibah ini tentunya sangat bermanfaat bagi pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di UMK. "Ini akan bermanfaat bagi mahasiswa kedepannya," katanya usai penerimaan hibah di Pendapa Kudus kemarin (09/03).
Dalam sejarahnya, berdirinya UMK 40 tahun silam salah satunya karena dukungan dari Pemkab Kudus. Saat itu Pemkab Kudus memberikan tanah seluas enam hektar, sehingga UMK bisa berkembang terus sampai saat ini.
Untuk itu, pihaknya tentu mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Kudus yang sudah memberikan dukungan berupa dana hibah Rp 600 juta kepada UMK. "Kami akan menggunakannya untuk berbagai sarana dan prasarana yang perlu ditingkatkan," terangnya.
Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, ada 113 organisasi atau instansi yang mendapatkan hibah untuk tahun ini. Total anggaran hibah yang diberikan kepada 113 organisasi/instansi tersebut mencapai Rp 8,65 miliar.
Pihaknya berharap agar dana hibah yang diberikan bisa digunakan dengan baik, sehingga tujuan hibah bisa tepat sasaran. Karena dirinya tidak ingin anggaran yang diberikan tidak tepat sasaran.
Untuk itu, penerima dana hibah harus berkomitmen untuk menjalankan dana tersebut dengan baik. Jangan sampai ada penyimpangan, penggunaan atau pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan yang ada.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Hari ini, (8/6), Universitas Muria Kudus (UMK) mulai memberlakukan tatanan kehidupan baru atau new normal di kampus. Pemberlakuan tatanan normal baru mengacu Surat Edaran Rektor Nomor: 036/R.UMK/Kep/Sek/L.1601/VI/2020. Seluruh staf, dosen, dan karyawan mulai masuk kerja seperti biasa.

Rektor UMK Dr. Suparnyo., M.S. mengatakan pada fase new normal akan diberlakukan protokol kesehatan dan pemberlakuannya diawasi secara ketat. ”Kami mewajibkan seluruh staf, dosen, dan karyawan untuk mencuci tangan, memakai masker, serta pengecekan suhu badan. Selain itu, juga memberlakukan physical distancing dan juga social distancing,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah melaksanakan simulasi new normal itu dalam pelaksanaan salat Jumat berjamaah di masjid kampus, pada Jumat (5/6) lalu. ”Kemarin jamaahnya penuh. Mungkin karena sudah beberapa kali ditiadakan. Tetapi tetap kami berlakukan skema physical distancing. Antarjamaah diberi jarak satu meter,” jelasnya.

Sementara untuk mahasiswa, karena tinggal pelaksanaan ujian akhir semester pada (22/6) mendatang, maka akan tetap dilakukan secara online. ”Pelaksanaannya kan tidak hanya di akhir semester, di awal sampai di akhir semester bisa dilakukan penilaian,” imbuhnya.

Bagi mahasiswa yang tetap melakukan kegiatan seperti bimbingan, ujian proposal tetap bisa dijalankan. Juga untuk kegiatan yang tidak menimbulkan kerumunan massa. Dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sementara untuk pelaksanaan semester gasal 2020/2021, lanjutnya, akan dimulai September 2020 mendatang.

”Rencananya akan diberlakukan kesiapan new normal dalam proses perkuliahan. Mahasiswa nanti masuk separuh offline separuh online bergantian tiap pekan, yakni dengan melakukan jadwal kuliah secara bergantian. Untuk teknisnya masih kami kaji sambil melihat kondisi,” terangnya.

Sementara itu, penerimaan mahasiswa baru, selama masa pandemi, tetap dilaksanakan secara online maupun offline. Menurut data yang diterima dari panitia penerimaan mahasiswa baru, angka pendaftar di UMK tidak mengalami kenaikan. ”Dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama, pendaftar yang menggunakan skema DP (down payment) ada kenaikan. Pada 3 Juni tahun lalu sebayak 1122 pendaftar, sedangkan di tahun ini di tanggal yang sama sebanyak 1.136 pendaftar.

”Kami juga memberikan perlakuan khusus bagi mahasiswa yang sudah mendaftar di gelombang satu, tetapi belum melakukan pemberkasan karena pandemi. Maka akan tetap kami ikutkan dalam gelombang pertama. Dengan mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan ketentuan pada gelombang pertama,” pungkasnya. (Linfokom)

 


Sumber: [Radar Kudus] Universitas Muria Kudus Terapkan New Normal Hari Ini

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus menyalurkan alat pelindung diri (APD) ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Bantuan yang diberikan berupa baju coverall atau hazmat, face shield dan juga masker kain.

Ketua Kepala UPT Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) UMK, Andy Prasetyo Utomo, S.Kom., M.T. mengatakan, untuk bantuan yang diberikan ke DKK Kudus cukup banyak. ”Karena memang Kudus menjadi salah satu rujukan pasien, sehingga butuh APD cukup banyak,” katanya kemarin.

Untuk APD yang diberikan memang berasal dari UMK dan juga sumbangan karyawan UMK yang dikelola dalam UMK Peduli. Selain itu, pembuatan sebagian AOD, seperti face shield dikerjakan oleh karyawan UMK sendiri, karena memang memiliki kemampuan tersebut.

Pembuatan face shield juga didukung dengan peralatan atau mesin yang ada di laboratorium teknik milik UMK. Sehingga pembuatan relatif lebih terbantu atau lebih mudah.

Untuk jumlah bantuan yang diberikan yakni, face shield sebanyak 400 buah, baju coverall atau hazmat sebanyak 130 buah dan masker kain sebanyak 400 buah. Semua langsung diserahkan ke kantor DKK Kudus.

Harapannya, DKK Kudus nantinya bisa mendistribusikan kepada mereka yang memang membutuhkan, baik rumah sakit hingga relawan penanganan penyebaran covid-19. ”Dengan penyerahan ke DKK, harapannya bisa tepat sasaran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DKK Kudus Joko Dwi Putranto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan UMK. Karena bantuan yang diebrikan akan sangat membantu.

Apalagi pihaknya juga ada relawan penangan covid-19 yang juga membutuhkan proteksi berupa APD. Bantuan tersebut diharapkan nantinya juga sangat bermanfaat bagi tenaga medis maupun relawan. ”Kami ada relawan cukup banyak, bantuan ini tentu akan sangat membantu,” jelasnya.

Untuk kondisi Kudus, kasus covid-19 memang mengalami kenaikan, namun diharapkan dengan keterlibatan banyak pihak, bisa terus ditekan. Kenaikan kasus tersebut juga banyak dari tenaga medis, namun kondisi tenaga medis yang dinyatakan positif covid19 kondisinya relatif baik.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Kuliah online masih dilakukan selama pandemi virus corona belum berakhir, beberapa cara dilakukan. Mulai dari membuat power point yang menarik hingga pembuatan video yang diunggah dii youtube agar memudahkan mahasiswa.

Salah satu dosen, Muhammad Arifin mengatakan, untuk pembelajaran online dirinya memilih cara agar efektif. Selain itu diharapkan tidak terlalu memakan kuota internet, sehingga bisa lebih berhemat dari sisi mahasiswa. ”Pembelajaran online yang saya lakukan tidak hanya lewat aplikasi zoom atau sejenisnya, ada cara lain,” katanya kemarin.

Dirinya biasanya akan membuat power point, lalu di upload di grup mahasiswa, dirinya meminta mahasiswa mempelajarinya sebaik mungkin. Ketika masih belum paham akan didiskusikan di dalam grup.

Ketika memang penjelasan tidak memungkinkan melalui cara mengetik di grup, maka dirinya akan membuat  video yang diuplaod di youtube. Lalu mahasiswa bisa membukanya, tentu diharapkan mahasiswa memiliki kuota internet youtube unlimited.

Karena banyak juga mahasiswa yang memiliki paket tersebut, sehingga akan lebih memudahkan dan lebih hemat bagi mahasiswa. ”Pada dasarnya, untuk pembelajaran online, saya mencari cara agar tidak memberatkan mahasiswa, namun tetap efektif,” terangnya.

Selain itu, untuk pembelajaran online lewat aplikasi zoom maupun google meet juga dilakukan, namun tidak terlalu sering. Karena dirinya memahami jika dua aplikasi tersebut memakan kuota internet cukup lumayan.

Namun pertemuan virtual melalui dua aplikasi tersebut perlu dilakukan, sehingga bisa bertatap muka langsung dengan mahasiswa. Sehingga ada komunikasi dua arah, walaupun tidak harus setiap proses pembelajaran online. ”Intinya saya cari cara agar mahasiswa juga nyaman,” ujarnya.

Dirinya tentu berharap kondisi seperti ini bisa segera berakhir, sehingga proses pembelajaran bisa kembali normal. Karena pembelajaran tentu akan lebih efektif ketika ada proses tatap mukanya, tidak hanya online saja. ”Namun dalam belajar, mahasiswa dituntut belajar mandiri, tidak hanya saat didalam kelas, baik belajar melalui internet, buku atau lainnya,” imbuhnya.(Linfokom-Humas)

 

 

Page 4 of 378