iden

UMK Lestarikan Budaya Jigang

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kudus- Jiwa Jigang (Ngaji dan Dagang) telah tertanam di jiwa masyarakat Kudus sejak penyebaran Islam di Kudus. Usaha Kecil Menengah (UKM), sebagai salah satu sarana berdagang bagi mayoritas masyarakat Kudus, terbukti mampu bertahan ketika perekonomian Indonesia dihantam  krisis 1998.
Hal itu, menurut Ketua Panitia Muria Ekonomi Expo (MEE) 2011, M Wildan Hakiki, telah  menginspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (BEM FE UMK) untuk mengadakan Muria Ekonomi Expo 2011 (MEE 2011) di Gedung Wanita Ngasirah. Kegiatan akan berlangsung sejak 14 sampai 18 Juni 2011.
UKM, menurut Wildan,  secara mutlak menstimulus dinamika ekonomi Indonesia. Karakter UKM yang fleksibel dan cakap membuat UKM dapat direkayasa untuk menggantikan lingkungan bisnis lebih baik dari pada perusahan besar.

 

Kegiatan ini membantu bagi pelaku usaha UKM untuk memperkenalkan kepada khalayak luas produk andalan mereka. “Selama lima hari kedepan, kami targetkan ribuan orang akan berkunjung,” jelas Wildan. 
Peserta MEE 2011 sebanyak 20 UKM yang memiliki berbagai produk unggulan. “Mulai dari pakaian, sepatu, tas dan lain sebagainya, baik dari Kudus atau daerah sekitarnya,” tabah Wildan.
Itilah ngaji dalam akronim Jigang, oleh panitia penyelenggara MEE 2011, diartikan secara luas. Ngaji diartikan sebagai belajar berkompetisi. “Ngaji di MEE 2011 diartikan lomba. Lombanya bermacam-macam. Dari tingkat TK sampai tingkat Mahasiswa ada,” terang Wildan.
Pada hari pertama acara Ngaji, panitia menyelenggaran lomba mewarnai  dan menggambar untuk anak sekolah. Selain itu, beberapa lomba yang akan digelar di antaranya; lomba rebana, fashion show, lomba proposal kewirausahaan, lomba geguritan, lomba kaligrafi, lomba news report, dan story telling.
“Acara juga akan dimeriahkan pementasan wayang dangdut dari Jepara,” tambah Wildan. (Harun/Portal)