iden

Masalah Semakin Komplek, Konselor Menjadi Prospektif

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK- Kompleksnya permasalah hidup di era modern, akan berpengaruh pada terus dibutuhkannya layanan bimbingan dan konseling. Hal itu diuangkapkan oleh Pakar Konseling dari Universitas pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof. Dr. Mohammad Surya dalam seminar nasional bertajuk  “Prospek Konselor di Masa Mendatang“.
Seminar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universits Muria Kudus (UMK) ini juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus, Drs. Sudjatmiko, M. Pd dan Kepala Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling UMK, Drs. Sucipto, M. Pd.
Menurut Surya, terdapat 13 bentuk layanan bimbingan konseling yang akan selalu dibutuhkan. Pertama, konseling perkawinan, konseling ini akan membantu setiap individu manusia untuk mencapai suasana kehidupan perkawinan yang bahagia dan efektif. Kedua, konseling keluarga yang bertujuan untuk menjadikan setiap keluarga menjadi bahagia dan sejahtera. Selanjutnya, ketiga adalah bimbingan yang akan memberikan layanan agar setiap individu dapat meraih kesuksesan karirnya, atau lebih sering disebut sebagai bimbingan karir.

 

Urutan keempat, kata Surya, adalah bimbingan untuk para pecandu. Bimbingan seperti ini membantu individu yang mempunyai hambatan dan kecacatan agar dapat hidup seperti normal. Kelima, adalah konseling traumatik, yakni konseling untuk membantu menghilangkan trauma sehingga individu bisa menjalani hidup secara optimal. Pun bimbingan untuk dunia industri. “Konseling ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di dalam industri," ujarnya.
Konseling anak menempati konseling yang ketujuh. Keberadaannya untuk mengidentifikasi aspek-aspek perkembangan yang menjadi ciri-ciri khas pada anak-anak. Konseling remaja menjadi porsi kedelapan prospek konseling ke depan. "Perkembangan remaja yang labil perlu mendapatkan dukungan yang baik, karena mereka mengalami masa transisi untuk menjadi individu yang matang," tambah Surya.
Menempati urutan kesembilan adalah konselor pada bidang lansia. Konselor ini membimbing para individu yang telah mengalami transisi dari berbagai aspek (fisik, mental, seksual, sosial dsb) yang berpengaruh pada kondisi psikologis. Tidak lupa konseling untuk perempuan yang mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan lelaki menempati urutan kesepuluh. Para anak yang berkelainan juga membutuhkan konselor tersendiri. "Anak yang mengalami kelainan baik kelainan luar maupun dalam sangat perlu untuk di beri bimbingan," tambah Surya.
Konselor minoritas dan pensiun menempati urutan kesebelas dan keduabelas. Selanjutnya konselor terakhir merupakan konseling pertama di Indonesia. Konseling yang selama ini di kenal oleh masyarakat yakni konselor pada dunia pendidikan. "Tidak dimungkiri pendidikan adalah titik untuk kemajuan suatu bangsa. Untuk itu, dunia pendidikan membutuhkan sebuah bimbingan dan konseling agar proses pendidikan berjalan optimal," tambah Surya. (Harun/Hoery-Portal)