iden

Teknologi Jejaring Sosial Harus Disikapi Secara Kritis

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK- Dampak jejaring sosial, terutama Short Message Service (sms), facebook dan twitter, mampu merubah perilaku masyarakat. Perilaku membentuk pola pikir dan berujung pada tumbuhnya nilai. Jika masyarakat tidak siap, maka media sosialisasi tersebut akan digunakan untuk hal yang remeh temeh. Sebab itu, teknologi jejaring sosial harus disikapi secara kritis.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Humas Universitas Muria Kudus (UMK), Zamhuri dalam Talk Show bertemakan “Di Balik Jejaring Sosial” di Auditorium UMK, Selasa (24/5). Selain Zamhuri, acara yang berlangsung sejak pukul  15.00 ini juga menghadirkan Arif Susanto Kepala Program Studi Teknik Informatika,  dan Roedhy Setiyawan, Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik, sebagai pembicara.
Zamhuri menjelaskan, saat ini masyarakat hanyut dalam “tsunami” teknologi. Hal ini menurutnya disebabkan masyarakat yang masih gagap teknologi. Kegagapan itu dapat  dilihat melalui bagaimana mereka memanfaatkan fasilitas up date status  dan komentar yang disediakan oleh facebook ataupun twitter.

 

Status misalnya, menurut dia, ditulis dengan bahasa lebay dan alay sehingga menyulitkan ketika dibaca. Kaidah dan aturan bahasa yang selama ini dipelajari, dilecehkan. “Parahnya, sebab otak dan hati yang kosong, yang ditampilkan malah anggota tubuhnya; wajah, dada, pantat, dan  dan lainnya. Sesuatu yang tanpa tujuan dan manfaat bukan?,” tegasnya dengan nada mempertanyakan.
Masyarakat gagap teknologi, Zamhuri gambarkan, bukan secara teknis pemakaian, namun krisis secara identitas. Krisis identitas inilah yang menurutnya menjadikan mereka tidak dapat memanfaatkan teknologi untuk tujuan mengangkat harkat dan nilai kemanusiaan. Padahal, teknologi digital memiliki sisi positif, yaitu kekuatan dalam memersuasi dan kecepatan publisitas. “Itu makanya Norman dan Sinta-Jojo mendadak terkenal berkat situs pertemanan. Karena situs pertemanan, Obama juga menang ” ujarnya.
Mahasiswa, lanjutnya, sebagai kaum terdidik seharusnya mampu memanfaatkan. Teknologi jejaring sosial harus disikapi secara kritis untuk pengembangan pengetahuan. “Bukannya melupakan tugas kuliah,” katanya.
Senada dengan Zamhuri, Kepala Program Studi Teknologi Informasi (TI) Fakultas Teknik UMK, Arif Susanto mengatakan, saat ini masyarakat sedang dijajah oleh teknologi. Pasalnya, perilaku masyarakat hanya menggunakan, tidak mengarah pada bagaimana menciptakan produk semacam.
Sedikit orang yang mampu memanfaatkan teknologi jejaring sosial. Menurut Arif, sebagai jejaring sosial, facebook atau twitter seharusnya dapat menggantikan bangunan jaringan lewat orang perorang. “Tidak hanya itu, jika mampu memanfaatkan, jejaring sosial juga berguna untuk membangun dan menyerap ide atau gagasan,” ujar Arif menyayangkan. (Farih/Hoery-Portal)