iden

Butet Pentas “Kucing” di UMK

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK - Butet Kartaredjasa mementaskan monolog berjudul “Kucing” di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Jum’at (6/5) malam pukul 20.00 WIB.

“Kucing” merupakan adaptasi dari cerita pendek berjudul sama yang ditulis oleh Putu Wijaya. Lakon ini mengangkat kehidupan masyarakat kelas pekerja di pinggiran ibu kota. Ya, kisah tentang kehidupan masyarakat kelas pekerja yang dipusingkan dengan soal remeh temeh, namun mengganggu stabilitas keluarga. Meski begitu, kisah persoalan politik negeri pasti akan mendapat sentilan dari Butet.

Lokan ini pada Senin (2/5) kemarin juga dipentaskan Butet di Unika Soegiyapranata. Namun, bukan berarti ‘’Kucing’’ kali ini tiada perbedaan. Butet pastinya akan berimprovisasi.

 

Sekilas Sang Raja Monolog
Seniman kelahiran Jogjakarta, 21 November 1961 ini adalah anak dari Bagong Kussudiardjo, koreografer dan pelukis senior Indonesia. Djaduk Ferianto adalah saudaranya. Butet pernah bergabung di Teater Kita-Kita (1977), Teater SSRI (1978-1981), Sanggarbambu (1978-1981), Teater Dinasti (1982-1985), Teater Gandrik (1985-sekarang), Komunitas Pak Kanjeng (1993-1994), Teater Paku (1994), dan  Komunitas seni Kua Etnika (1995-sekarang). Butet merupakan aktor yang biasa memerankan pentas secara Monolog.
Pada tahun 1996, Butet mendirikan sebuah institusi periklanan dan studio grafis dengan nama Galang Communication. Lembaga itu kemudian dikembangkan dengan mendirikan Yayasan Galang. Galang ini bergerak dalam pelayanan kampanye publik untuk masalah-masalah kesehatan reproduksi berperspektif jender.

Butet terkenal lewat aksinya menirukan suara mantan presiden RI, Soeharto. Dalam acara Republik Mimpi ia berperan sebagai SBY (Si Butet Yogja) sebagai pameo presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia terkenal juga berkat perannya di beberapa film layar lebar seperti “Maskot” dan “Banyu Biru”. Selain itu, juga penampilannya di iklan televisi, dan sinetron.

Butet juga terlibat produksi pada beberapa film. Di antaranya adalah Petualangan Sherina (2000), Banyu Biru (2005), Koper (2006), Maskot (2006), Anak-Anak Borobudur (2007), Drupadi (2008), Jagad X Code (2009), Capres (Calo Presiden) (2009), Seleb Kota Jogja (SKJ) (2010).

Lakon monolog yang pernah Butet pentaskan di antaranya Racun Tembakau (1986), Lidah Pingsan (1997), Lidah (Masih) Pingsan (1998), Benggol Maling (1998), Raja Rimba Jadi Pawang (1999), Iblis Nganggur (1999), Guru Ngambeg (2000), Mayat Terhormat (2003), Matinya Toekang Kritik (2006), Sarimin (2007), Presiden Guyonan (2008), dan Kucing (2010).

Presiden Guyonan (2008) adalah satu-satunya buku yang pernah ia tulis. (Farih/Hoery-Portal)