iden

UMK Gelar Workshop Hipnosis Untuk Penyembuhan

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK- Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Kuliah Umum berupa Workshop Hipnosis untuk Pemula di Ruang Seminar Gedung Rektorat lantai 4 pada Sabtu, (9/4).
Ketua Panitia Worshop, M. Widjanarko, S.Psi., M.Si, mengatakan, acara disambut penuh antusias oleh mahasiswa. “Mahasiswa sangat antusias. Buktinya, peserta melebih dari batas kuota yang ditetapkan oleh pihak fakultas,” ungkapnya.

Istilah hipnosis semakin populer di Masyarakat oleh sebab maraknya tayangan televisi yang menyuguhkan pertunjukan itu. Tayangan dikemas misterius. Hipnotis (baca: orang yang melakukan hipnosis) juga biasanya menggunakan berbagai atribut berwarna hitam. Acara hipnosis pun menyuguhkan jenis hypnosis pertunjukan dengan tema penipuan. Walhasil, berbekal informasi yang terbatas tersebut, berakibat munculnya prasangka negatif mengenai hipnosis. Hipnosis identik dengan penguasaan pikiran, di mana penghipnosis dipandang suka menipu atau mengerjai orang lain. Bahkan, dunia hitam kegelapan atau roh jahat diduga terlibat.
Hal di ataslah yang mendasari Fakultas Psikologi UMK menyelenggarakan worshop mengenai hipnosis. Peserta diberi  materi pengenalan, pemahaman, pengertian hipnosis, serta ketrampilan dasar hipnosis. Acara menghadirkan Master Degree, University for Peace Costa Rica- Phillppines, Endro Kristanto.

Endro membenarkan bahwa dalam keadaan terhipnosis orang dapat menyerahkan barang berharganya dan  memberitahukan segala rahasia orang bersangkutan. Namun begitu, hipnosis dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif.
“Hipnosis dapat digunakan untuk terapi psikologis untuk dapat meningkatkan motivasi seseorang dan  mendorongnya fokus pada tujuan yang ingin dicapai,” katanya.
Dalam penyampaian materi, terlebih dahulu mahasiswa diberi pengertian mengenai mitos dan demitosasi, serta usaha untuk mengubah mitos tentang hipnosis. Selain diberi materi, secara langsung mahasiswa diminta mempraktekkan bagaimana cara menghipnosis yang benar dan tidak merugikan pihak lain.
Endro menjelaskan, ada beberapa tahapan dalam melakukan hipnosis. Di antaranya; pendekatan, membangun kepercayaan, intruksi, tes sugestibilitas, menonaktifkan pikiran alam bawah sadar secara induksi, memberi sugesti, dan terakhir adalah membangunkan subyek.
Salah satu peserta workshop, mahasiswa Psikologi semester empat, Panji Mulyanti mengaku senang dapat mengikuti acara langka ini. “Kegiatan sangat bermanfaat. Pemikiran negatif tentang hipnotis pun berubah. Materi mengenai kajian psikologi terapan (KPT) juga bertambah,” ujar mahasiswa yang juga dipercaya menjadi koordinator Kajian Psikologi terapan (KPT) Insigt UMK. (Anik/Portal UMK)