iden

PT Sinergikan Posdaya Dengan Program Pemerintah

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Perguruan Tinggi (PT) berperan mensinergikan Posdaya dengan program pemerintah melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga).
Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono pada Pelatihan Kader Posdaya di Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (22/3) mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam rangka mensinergikan program Posdaya dan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, Posdaya bertujuan membentuk keluarga yang mandiri dan sejahtera melalui kegiatan-kegiatan utama yang digarap, yaitu lingkungan dan sosial ekonomi. Sementara pemerintah, lanjutnya, juga memiliki target pengentasan kemiskinan.
“Supaya maksimal, program KKN yang diselenggarakan harus memprioritaskan Posdaya yang lemah,” kata mantan Menkokesra ini.
Dalam seminar Pelatihan Kader Posdaya di Universitas Muria Kudus (UMK), Haryono mengatakan, pada awalnya di Jogjakarta, Universitas Gajah Mada (UGM) membangun 12 Posdaya. Karena melihat konsepnya sederhana dan bermanfaat, akhirnya pemerintah daerah merespon positif dengan memberikan anggaran. “Akhirnya yang berperan tidak hanya pemerintah daerah, tetapi mereka yang merasa mampu pun ikut serta,” tegasnya.

Ketua Panitia Pelatihan, Drs. Masturi, MM. mengatakan, pelatihan ini diselenggaran sebagai tindak lanjut dari tim KKN Posdaya UMK, yang di 27 desa di dua kebupaten (Kudus dan Pati) awal tahun ini. “Sudah tahun ini, KKN UMK kami fokuskan pada pendampingan Posdaya,” jelasnya.
Kader Posdaya Pesadi, Kecamatan Kayen Kabupaten Pati, Solikin mengatakan, Posdaya Desa Pesadi baru terbentuk setalah tim Universitas Muria Kudus menggelar KKN di sini. Namun, menurutnya kendala utama yang dihadapi adalah pendanaan. “Kebutuhan masyarakat banyak jadi sulit ketika harus mengeluarkan biaya untuk Posdaya,” katanya.
Sedangakn, pengurus Posdaya dari Kajen Pati, Endang mengatakan, belum ada sinergi antara pemerintah dengan kami. "Posdaya kami hampir gulung tikar. Karena ada KKN Posdaya UMK, kami jadi kembali semangat," katanya.
Senada dengan itu, pengelola PNPM Mandiri Kudus, Anang juga berharap Posdaya di Mejobo bisa sinergi dengan badan Koordinasi Penanaman Modal (BKM) sehingga pencapaian target lebih mudah.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN UMK di Desa Bumiayu, Kecamatan Wedari Jaksa Kabupaten Pati, Muhammad Reza Fajri mengatakan, program KKN Posdaya yang dilaksanakan pada Januari-Februari kemarin sangat menarik. “Kami bangga dapat memberikan ketrampilan kepada kader Posdaya,” katanya.
Mahasiswa Progdi Bahasa Inggris FKIP ini menambahkan, pada saat KKN, tim kami mengadakan pelatihan-pelatihan, di antaranya cara membuat kain planel menjadi sponer, ketela dibuat makanan tela-tela.
“Ke depan, KKN lebih bermanfaat difokuskan pada pemberian ketrampilan kepada masyarakat, bukan pada pembangunan fisik,” katanya. (Farih/Portal)