iden

Kudus Programkan1000 Koperasi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mencanangkan program 1000 koperasi. Program tersebut akan diarahkan pada terbentuknya koperasi di setiap rukun warga (RW).
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kudus, Drs. H. Abdul Hamid, M.Pd,dalam Pelatihan Kader Posdaya di Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (22/3).
Menurut Hamid, untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan, pemerintah harus menggarap perekonomian hingga tingkat bawah, yaitu RW. Hamid menjelaskan, program ini ditelurkan untuk mengatasi masalah yang dialami UMKM di Kudus yang terdapat 10 ribu UMKM. “Mereka sering terkendala wadah dan modal,” katanya.
Tujuan dari program ini, kata Hamid, adalah untuk memberdayakan potensi ekonomi yang ada ditingkat RW dan menciptakan kesadaran masyarakat berkoperasi.

Mekanisme pelaksanaannya, kata Hamid, pemerintah daerah memulainya dengan mengeluarkan himbauan di setiap Rukun Tangga (RT) untuk membentuk kelompok koperasi.
Hamid menyosialisasikan untuk mengarahkan agar simpan pinjam yang ada di lembaga-lembaga desa didorong untuk menjadi koperasi. “Kami menyelipkan pesan-pesan terkait itu dalam rapat RW atau PKK,” katanya.

Program tersebut, menurut Mantan Kepala Disburpar Kudus ini, telah mendapat alokasi dana pada anggaran perubahan tahun 2011. “Kalau sudah terlaksana, nanti akan kami launching di sembilan kecamatan,” katanya.
Ia menambahkan, agar lebih mudah dalam pelaksanaannya, dinas terkait akan memberikan akte pendirian secara gratis. “Bahkan akan kami kasih dana stimulan,” katanya.
Hamid menyatakan, dana stimulan hanya dapat diperoleh oleh koperasi yang berbadan hukum. Saat ini, di Kabupaten Kudus terdapat 424 Koperasi yang telah berbadan hukum.
Kader Posdaya Wonosoco, Kecamatan Undaan Kudus, Sri Wati mengatakan, empat RT yang ada di desanya, masing-masing memiliki sekelompok koperasi. Akan tetapi, lanjutnya, modal yang dimiliki sedikit. ”Kami tidak tahu bagaimana cara mendapatkan dana,” katanya.
Ia menjelaskan, penghasilan mayoritas penduduk di Wonosoco adalah petani. Setiap tahun, lanjutnya, bisa dipastikan terjadi gagal panen. “Biasanya diakibatkan oleh banjir,” katanya memberi alasan.
Akibatnya, tambahnya, nominal penyertaan modal dari peserta kecil. Ia berharap agar pemerintah daerah dapat membantu persoalan yang dihadapi oleh kelompok koperasi. (Farih, Heory/Portal)