iden

WALIKOTA SOLO BERBAGI KEBERHASILAN DALAM MENERTIBKAN PKL

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah perkotaan merupakan persoalan yang susah-susah gampang, melalui diskusi yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum, Universitas Muria Kudus (UMK) yang berlangsung di ruang seminar Gedung Rektorat lantai 4 UMK, Senin (21/2) dengan menghadirkan Walikota Surakarta, Ir Joko Widodo sebagai pembicaranya. Walikota Surakarta ini memberikan pengalaman tentang keberhasilannya dalam menangani ribuan PKL.
“Sudah empat periode Walikota sebelumnya belum dapat menertibkan PKL pada saat itu, mereka mengancam akan membakar balai kota jika mereka digusur,” terangnya dihadapan 70-an peserta diskusi. Menurutnya, cara yang diterapkan walikota sebelumnya lebih mengandalkan kekerasan yang terkesan tidak manusiawi. Namun, semenjak Walikota yang satu ini menjabat, ia memiliki cara yang berbeda dalam menangani pemindahan pedagang kaki lima ke tempat yang lebih tepat, seperti pada kasus PKL Monumen Banjarsari sebanyak 989 PKL yang sudah berada disitu selama 20 tahun lebih, mampu ditertibkan tanpa pemberontakan sedikitpun.
“Terlebih dahulu saya mengundang mereka untuk makan siang, makan malam, begitu seterusnya, dan pada pertemuan ke 54 kali dari situ saya dapat mengetahui apa yang mereka inginkan dan apa yang menjadi kekhawatiran mereka,” tuturnya dengan nada santai. Setelah itu PKL akhirnya mau dipindahkan ketempat yang berjarak 8 km dari tempat asal dengan dibuatkan pasar.

 

Meski Awalnya mereka ragu dan takut dagangan tidak laku, akhirnya mereka menyetujui dengan syarat jalan dilebarkan dan trayek angkutan harus melintasi area pasar yang baru, serta dijanjikan tempat baru tersebut akan diiklankan melalui TV lokal, koran lokal, dan dipasang pada pamflet yang disebar di seluruh kota selama empat bulan. Cara ini ternyata efektif dan diterapkan pula pada semua PKL yang berada di Gladag Langen Bogan, Ngarsapura Nigh Market, Pasar Kembang, Pasar Sidodadi, Pasar Windujenar, dan Pasar Gading. “Uniknya saat pembongkaran, para PKL justru membongkar sendiri lapaknya kemudian diangkut menggunakan truk yang telah disediakan oleh pihak Walikota, dari situ mereka merasa di-orangkan,” imbuhnya.
Dalam lima tahun Walikota yang kini menjabat periode ke dua, mengaku mampu membangun 15 pasar. Ia juga membangun taman Kalianyar yang dulunya hanya sebuah tanggul, taman Sekartaji  yang disitu ada 180 rumah kini dirubah menjadi taman kota.
“Seorang pemimpin yang perlu ditiru, karena beliau memiliki jiwa yang sederhana dan tetap mementingkan rakyatnya,” ujar peserta diskusi, Sulistiyanto yang juga sebagai mantan Presiden BEM Fakultas Psikologi UMK (Anik/Portal UMK).