iden

Enam Kampus Jalin Kemitraan dengan Polda

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Enam perguruan tinggi di Jawa Tengah menjalin kemitraan dengan Polda Jawa Tengah dalam bentuk Forum Kemitraan Polisi Masyarakat dan Mahasiswa (FKPMM). Tiga di antaranya baru saja melakukan penandatangan kesepakan dengan Polda Jateng, Senin (20/12) malam, di Hotel Griptha Kudus.

Tiga perguruan tinggi adalah Universitas Muria Kudus, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jenderal Soerdirman. Tiga perguruan tinggi lainnya yang lebih dahulu menjalin kerjasama adalah Univeritas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, dan Univeritas Panca Sakti.

Forum kemitraan tersebut diresmikan dalam rangkaian Rapat Kerja Paguyuban Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Se Jawa Tengah, Senin (20/12) sampai Selasa (21/12), di Hotel Griptha. Menurut Ketua Paguyuban yang juga Pembantu Rektor III Unnes, Masruki, kemitraan yang dijalin guna memberikan keamanan dan kenyamanan mahasiswa dalam pembelajaran dan kehidupan sosial di lingkungan kampus.

Pendekatan budaya
"Forum kemitraan ini merupakan bentuk penanganan tindak kejahatan dengan pendekatan budaya yang diketui oleh tokoh masyarakat setempat. Unsur anggota lain adalah alim ulama, tokoh mahasiswa, serta pihak universitas. Unsur kepolisian berada sebagai pendukung saja," katanya.

Pihaknya yang telah merintis FKPMM di Unnes pada tahun 2007 merasakan manfaatnya. Tindak kejahatan yang melibatkan mahasiswa dengan masyarakat kerap diselesaikan dalam forum secara kekeluargaan. Namun, terkait kejahatan besar pihaknya menyerahkan kepada Kepolisian.

Menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Edward Aritonang kemitraan yang dijalin dengan kampus merupakan target Polda Jateng pada tahun 2010 yang tertuang dalam road map, yakni menjalin kemitraan dengan komunitas tokoh agama, kepala daerah. dan kampus.

Kampus, menurutnya, mempunyai potensi besar dalam merubah prilaku masyarakat dengan mengandalkan mahasiswa sebagai agen perubahan. Dengan FKPMM mahasiswa diharapkan tentram dalam menjalankan aktivitas belajarnya.  Karena fungsinya ikut menertibkan keamanan.

Ia menyoroti kasus kriminal yang terjadi di kampus paling menonjol adalah pencurian kendaraan bermotor. Di Semarang ia memukan 87 TKP dengan barang bukti 56 sepeda motor yang sebagian melibatkan mahasiswa sebagai pelaku di berbagai kampus.

Edward menolak bahwa kemitraan itu merupakan bentuk intervensi terhadap kampus dengan memata-matai setiap gerak gerik mahasiswa yang berpotensi mengancam pemerintahan dengan gerakan-gerakannya. Pasalnya, posisi kepolisian di sana hanya sebagai fasilitator ketika terjadi tindak kejahatan. "Tujuannya memberikan pelayanan keamanan kepada mahasiswa dalam melakukan aktivitas pembelajaran," tegasnya. (zaka/portal)

Kejahatan yang Menonjol di Kampus*

-Pencurian Kendaraan Bermotor

-Pencurian dengan Kekerasan

-Pencurian dengan Pemberatan

-Pencurian Biasa

-Penganiayaan

-Penyalahgunaan Narkoba

-Kejahatan Susila

 

*Sumber keterangan Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang.