iden

Belum Ada Standar Kompetensi Dalam Kurikulum PBI SD

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Pengajaran Bahasa Inggris (PBI) dewasa ini telah diajarkan sampai pada Sekolah Dasar (SD).  Namun, kurikulum yang diajarkannya, terutama kelas 1-3 tidak sesuai dengan kurikulum yang ada di Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).  Hal ini dikemukakan oleh Itje Chodijah, MA, seorang konsultan pendidikan, dalam Workshop on Teaching English for Young Learners (TEYL) pada Rabu (15/12/10) di Islamic Center Hall Lt. 1 Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK) yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK.
Menurut Itje Chodijah, MA, bahwa PBI di Indonesia baru taraf muatan lokal bukan lagi menjadi materi pokok dalam pembelajaran. Menurut Itje pencantuman standar kompetensi dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) pada sekolah SD merupakan kesalahan fatal. Padahal menurut  Itje, salah satu pembuat kurikulum SD dalam bahasa inggris di Kemendiknas, kurikulum yang ada sekarang hanya pada kelas 4 dan 5 SD. Dan itu hanya kurikulum belum sampai pada sisi standar kompetensi.

Namun kenyataanya LKS yang beredar sekarang pada kelas 1 sampai 3 sudah mencantumkan standar kompetensi, padahal Kemendiknas belum mengeluarkan kurikulumnya. “Ini adalah pembohongan publik dan harus ditindak tegas,” tegas Itje.
Dalam workshop tersebut, Itje memberikan materi bagaimana mendidik Bahasa Inggris yang benar pada SD. Dia menganalogikan PBI dengan bahasa jawa. Menurutnya orang belajar bahasa tidak dengan menulis atau memakai aturan-atuaran terlebih dahulu, namun berbicara yang lebih didahulukan seperti belajar Bahasa Jawa. Pasalnya di Amerika sendiri anak bisa menyebutkan nama buah dan gambarnya dengan benar meski tulisannya salah itu sudah dikatakan benar. Jadi berbicara itu lebih dulu dari pada menulis.
Selanjutnya Itje mensimulasikan materi yang dia berikan dengan praktik. Peserta yang terdiri dari guru TK, SD, SMP, Mahasiswa dan Dosen harus bisa ikut interaksi dalam setiap simulasi pendidikan yang dia berikan. Harapnya guru Bahasa Inggris bisa memberikan pengajaran secara benar dan menyenangkan. (Harun/portal)