iden

Mahasiswa Psikologi Mengikuti Pelatihan Psikososial Pasca Bencana Merapi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pada hari Rabu – Juma’at, 8 – 10 Desember 2010 di Pondok Tingal, Magelang dua orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus, Nor Kholidin dan Mohammad Khasan mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan Pendampingan Psikososial Pasca Bencana yang diadakan oleh sekretariat JARING KAWAN (Jaringan Psikososial dan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Bencana) Fakultas Psikologi Unika Atmajaya, Jakarta.
Pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari Tlatah Bocah, Rumah Belajar PRB, Karinakas, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Semarang dan Universitas Atma Jaya, Jakarta serta Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang.
Materi pelatihan meliputi: pemetaan respon bencana-mulai dari Hyogo Framework for Action 2005-2015, konsep dasar manajemen bencana sampai metode PRA, pengenalan konsep pendekatan psikologis, dampak bencana dalam komunitas, konsep dasar pendampingan dan keahlian pendampingan.

 

Suasana Pondok Tingal yang bernuansa etnik jawa menambah santai proses pelatihan, namun tidak mengurangi antusias peserta memahami setiap materi yang diberikan karena peserta memiliki kepedulian yang sama terhadap korban bencana (penyintas). Seperti memahami empati, focusing, memposisikan pendamping sebagai pendengar aktif bukan problem solver.
“Pelatihan ini menarik, tidak membosankan karena pembahasannya dari teori kemudian dipraktekkan dengan metode role play,” kata Khasan mahasiswa yang menjadi anggota Tim Psikososial Fakultas Psikologi UMK saat merespon bencana Merapi di Magelang. “Semakin terbuka wawasan dan menjadi bekal penting saat melakukan monitoring besok,” tambahnya.
Keesokannya, Sabtu 11 Desember 2010 keduanya, langsung melakukan jadwal monitoring yang dilakukan bersama oleh Tim Psikososial Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus di Dukuh Sumbersari, Kelurahan Mranggen, Kecamatan Srumbung, Magelang.
“Untuk mengetahui kondisi psikologis beberapa korban Merapi (laki-laki, perempuan dan anak) yang kita dampingi di posko Mungkid saat bencana Merapi meletus, “ kata Koordinator Tim, M. Widjanarko, juga melakukan asesmen untuk kebutuhan anak-anak. (Kholidin/Portal)