iden

Galang Solidaritas Melalui Kurban

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Peringatan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah 1431 Hijriyah di Universitas Muria Kudus (UMK) dirayakan dengan penuh khidmad. Civitas UMK, maupun masyarakat sekitar kampus, melaksanakan sholat Idul Adha bersama-sama di masjid Darul ‘Ilmi.

Seusai sholat Idul Adha, panitia melakukan penyembelihan hewan qurban di lapangan basket Universitas Muria Kudus (UMK) sebanyak sepuluh ekor. “Sapinya ada tiga, yang dua dari pihak yayasan, satunya lagi dari partisipasi mahasiswa UMK. Sementara kambingnya ada tujuh ekor,” jelas ketua panitia qurban UKM Formi UMK, Muh Ali Mohtar.
“UMK sudah sejak tiga tahun yang lalu sudah menyembelih sapi. Kami sudah berkonsoltasi sama pembina untuk penyembelihan sapi. Mereka pun membolehkan untuk menyembelih sapi,” tambah Fauzi.

Pilihan menyembelih hewan sapi berbeda dengan kelaziman yang ada di masyarakat. Konon, sapi diannggap hewan suci umat Hindu. Sewaktu penyebaran Islam di Kudus, Sunan Kudus tetap tidak menyembelih sapi sebagai sikap penghormatan kepada para pengikut Hindu.

 

Dari hasil penyembelihan, terkumpul 1000 bungkus daging kurban yang siap di bagikan ke masyarakat sekitar kampus. “Kami telah melakukan pendataan sebelumnya pada masyarakat sekitar kampus, untuk mendistribusikan daging kurban ini melalui ketua RT setempat yang berjumlah sekitar sepuluh RT,” ujar mahasiswa pertanian semester tiga itu.

Selain pendistribusian secara langsung kepada warga, juga menggunakan kupon bagi unit-unit kegiatan kemahasiswaan yang ada di UMK. “Kalau dagingnya masih, seperti biasanya kita bagikan pada para tukang becak,” terang Mohtar.

Mohtar menambahkan, pelaksaan kurban tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, karena didukung oleh panitia yang memiliki sumber daya manusia yang baik, juga dalam pendistribusian daging pada masyarakat lebih merata. “UMK sudah memiliki solidaritas, dan menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar melalui qurban, sehingga tidak ada masyarakat sekitar yang terkucilkan,” tambah Muh Ali Mohtar. (Kholidin, Harun/Portal UMK).