iden

Dongkrak Kapasitas Profesi Guru dengan PTK

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Adanya kebijakan sertifikasi guru yang dilakukan oleh pemerintah membuat seluruh guru bersertifikasi melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berfungsi menyelesaikan dan memperbaiki masalah yang timbul dalam dunia pendidikan.

Tim dari Program Studi (Progdi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) yang diketuai oleh Drs. Murtono, M.Pd mengadakan pelatihan dan pendampingan selama enam bulan di Kecamatan Jaken Kabupaten Pati. “Peserta kami sebanyak 50 orang yang dibagi menjadi delapan kelompok, peserta semua guru SD di Kecamatan Jaken,” jelas Murtono.

Pelatihan ini dilatari oleh banyaknya guru yang masih menggunakan metode mengajar klasik (sederhana). Sehingga kemampuan guru perlu ditambah agar dalam proses pembelajaran lebih kreatif. Untuk itu, dibutuhkan penelitian masalah yang dihadapi oleh guru. “Setiap kelas akan mempunyai masalah yang berbeda-beda sehingga memerlukan penyelesaiaan khusus,” tambah Murtono, staf pengajar PGSD ini.

Sertifikasi guru mengharuskan setiap guru melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Murtono, saat ini guru tak bisa menolak karena mereka harus bertanggung jawab atas dana yang cukup besar yang diberikan oleh pemerintah. Dari penelitian tersebut, diharapkan akan meningkatkan profesi guru.

Murtono menambahkan, pada 2012 ada wacana dana sertifikasi cair setelah guru mengirimkan proposal PTK. Setelah enam bulan kedua, penelitian selesai, dana sertifikasi baru dicairkan. “Wacana tersebut harus disikapi oleh setiap guru,” tegas dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia ini.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diadakan sekitar sepuluh hari menurut Murtono masih kurang, mengingat peserta hanya mendapatkan teori saja. “Realitanya, saat diceramahi bisa, namum ketika praktek dilapangan mereka buntu,” jelasnya.

Masih menurut Murtono, pada Oktober hingga Desember tim dari PGSD UMK memfokuskan pada pelatihan pembuatan proposal. Sedangkan Januari hingga Maret tim memfokuskan pada penelitian lapangan. Pada tahap kedua tim akan melakukan observasi di setiap sekolah yang dilakukan penelitian PTK. “Setelah itu kami rasa penting dan kami tanggapi dengan pengajuan proposal yang lebih lengkap,” jelas Murtono mengakhiri pembicaraannya dengan wartawan Portal UMK. (Agus/Portal)