iden

Membentuk Wirausaha Baru Lewat PMW

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Sebanyak enam kelompok Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) mempresentasikan hasil kegiatan yang dikirimkan pada Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Kegiatan ini terkait monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan Dikti atas 6 proposal yang dikirimkan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK).

Kegiatan ini termasuk rangkaian acara yang telah di tentukan oleh pihak Dikti. Monev dilakukan oleh Sri Utami dan Nila S. selaku utusan dari Dikti yang mengevaluasi proposal PMW UMK. Sebelumnya, mahasiswa mengirimkan proposal dan dievaluasi apakah program yang akan dilaksanakan layak atau tidak. Setelah dinyatakan layak, maka mahasiswa diharuskan magang di tempat yang sesuai dengan program yang akan dibuat.

Selain itu, selama program berjalan, perguruan tinggi bekerjasama dengan para pengusaha, baik UKM, koperasi maupun perusahaan besar. Pengusaha dilibatkan aktif untuk memberikan bimbingan praktis wirausaha, mulai dari pendidikan dan pelatihan, magang, penyusunan rencana bisnis, dan pendampingan terpadu.

Sehingga dibutuhkan sinergitas antara jenis usaha yang dikembangkan mahasiswa tersebut dan jenis usaha UKM pendamping. “Kita juga harus menghindari terjadinya persaingan yang tidak sehat antara mahasiswa dan UKM pendamping,” kata Pembantu Rektor III, Drs. Hendy Hendro HS.


Menurut penjelasan Hendy, PMW ini bertujuan untuk memunculkan wirausaha baru yang berpendidikan tinggi, mendorong terbentuknya model pendidikan kewirausahaan di PT dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan kelembagaan pengelola kewirausahaan mahasiswa di PT.

Sedangkan manfaat bagi mahasiswa untuk memberikan soft skill dalam mengasah jiwa wirausaha dan menumbuhkan jiwa bisnis sehingga memiliki keberanian untuk memulai usaha. “Sehingga mahasiswa mampu membuat peluang usaha baru,” jelas Hendy.

Salah satu ketua PMW, Atika Nuraini membuat Puding Ciplukan Plus-Plus ini mendapatkan kendala terutama dipasokan bahan yang tumbuh musiman. “Ketika kami budidayakan ternyata cukup sulit,” tutur Atika.

Selain itu, ide pembuatan puding ciplukan tersebut ditiru oleh ibu-ibu di Kabupaten Purwodadi, sehingga persaingan kami semakin bertambah. “Tapi itu juga bisa dikatakan memberikan ide bagi ibu-ibu untuk membantu perekonomian mereka,” jelas Atika.

Menurut Atika, Puding Ciplukan Plus-Plus ciptaannya, mempunyai manfaat bagi kesehatan, mengurangi asam urat, mengurangi darah tinggi, memperlancar pencernaan, menghaluskan kulit, mencegah terjadinya sembelit, mengobati panas dalam, membantu menghambat pertumbuhan sel kanker dan membantu menurunkan kadar kolesterol. “Sekarang pemasaran kita hingga ke Purwodadi, Kudus dan Jepara,” jelas mahasiswa Bimbingan Konseling ini.(Agus/Portal)