iden

Fakultas Teknik UMK Kenalkan Teknologi Tepat Guna

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK- Salah satu fungsi perguruan tinggi berupa pengabdian kepada masyarakat melalui penelitian teknologi tepat guna yang telah dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK), tetapi masyarakat kadang tidak bisa mengakses produk yang dihasilkan. Terlebih dalam pencarian mitra dengan masyarakat seringkali menemukan kesulitan mengandeng, karena masyarakat khawatir akan diberatkan. Padahal tujuan rekayasa teknologi itu mempermudah kehidupan.

Masruki Kabib, Dosen Fakultas Teknik Mesin UMK, mengungkapkan hal demikian. Pihaknya telah melakukan penelitian sekaligus hasilnya diabdikan untuk masyarakat, tetapi sampai saat ini jalinan tersebut kurang maksimal. "Setiap tahun fakultas kami menghasilkan sekitar 10 sampai 15 produk rekayasa teknologi dari berbagai bidang. Secara garis besar disesuasikan dengan kebutuhan masyarakat," katanya.


Jalinan kemitraan antara universitas dengan masyarakat memang perlu diperkuat, untuk memaksimalkan perannya. Maka, perlu terobosan dalam strategi pendekatan hasil penelitian. Menurutnya, jika saat ini pihak kampus yang banyak mendatangi masyarakat, sekarang bisa dicoba dengan membaliknya, masyarakat yang mendatangi kampus.

Sejalan dengan itu, Humas UMK, Zamhuri, mengapresiasi maksud tersebut dengan harapan produk teknologi yang dihasilkan benar-benar menyentuh masyarakat.

Saat ini Fakultas Teknik telah menghasilkan berbagai mesin tetap guna, di antaranya adalah mesin Pencacah Botol Plastik, Pengerasan Kail Ikan, Pengasah Pisau, Penurun Kadar Air Madu, Penggepres Hasil Fermentasi Ketela Pohon, serta yang sedang dikerjakan mesin Penghasil Deterjen.

Lebih Murah
Di antara keunggulan produk teknologi tersebut adalah lebih murah dari produk teknologi serupa dipasaran. Selain itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemesan. Kabib, panggilannya, siap berkompetisi dengan produk luar yang sepadan. Karena produknya langsung mengena kebutuhan masyarakat. "100% produk lokal yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat," tegasnya.(Zaka-Portal)