iden

Sapamaba UMK Memangkas Perpeloncoan

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Kegiatan Masa Perkenalan Mahasiswa Baru (Sapamaba) 2010 selama dua hari Kamis-Jum’at (26-27 Agustus 2010) diisi dengan materi bidang akademik. Pada 19 sampai 26 September akan diisi pelatihan ESQ ( Emotional Spiritual Quotient) seusia dengan jadwal yang sudah ditentukan. “Pada prinsipnya proses Sapamaba berorentasikan akedemik. Baik yang berupa pengenalan proses pembelajaran atupun tentang kemahasiswaan”, ujar Endang Dewi Murrinie, Wakil Ketua Panitia Sapamaba.

Kegiatan Sapamaba dimulai dengan prosesi “Sidang Senat Terbuka” dengan agenda “Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2010/2011”. Menurut Murrinie sidang senat hanya berlaku dua kali, yaitu pada waktu penerimaan mahasiswa baru dan wisuda. Selanjutnya, mahasiswa dikenalkan dengan kurikulum, organisasi fakultas dan lain-lain untuk memberikan pengetahuahan kepada mahasiswa, bagaimana cara belajar di UMK oleh Fakultas masing-masing.


Pembentukan karakter
Dalam kegiatan Sapamaba melibatkan mahasiswa senior, terutama yang aktif pada lembaga kemahasiswaan. Sebut saja Asha, pendambing mahasiswa Fakutas Hukum, berpendapat bahwa Sapamaba kali ini sudah bagus. Hal ini dikarenakan proses Sapamaba tidak ada perpeloncoan, namun fokus pada pembentukan karakter mahasiswa baru. Senada dengan Asya, Kiki panitia pendamping Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Proses di FKIP sangat bagus, mereka diberi pelatihan oleh dosen agar menjadi mahasiswa baru yang berkarakter.

Edi Santoso, mahasiswa baru FKIP, merasa senang dengan pelatian yang baru diterima. “Saya merasa mendapatkan informasi yang baik dengan mengikuti Sapamaba, karena saya bisa belajar untuk menjadi mahasiswa”, terang Edi.

Kegiatan yang menghilangkan metode perpeloncoaan ini dibuktikan dengan teguran panitia Sapamba pada mahasiswa pendapampig yang memberi tugas-tugas pada mahasiswa baru. Hadi Purnomo, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan teguran karena menugasi agar mahasiswa baru membawa koran dan sapu tangan. Hal senada juga di katakana Faishol, ketua BEM FIKP bahwa dia mendapatkan teguran karena menyuruh mahasiswa baru untuk membawa pita merah putih.

Sementara itu, Endang Dewi Muririnie, selaku perwakilan dari panitia universitas mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan peringatan sejak dini tentang pelarangan mahasiswa baru untuk diminta membawa apapun. ”Jadi seharusnya panitia dari mahasiswa harus berkonsulidasi tentang apa saja yang akan dibawa oleh mahasiswa baru. Jika memang pihak fakultas menginginkan untuk mempunyai kebijakan sendiri, maka itu harus dikomunikasikan sejak dini. Agar mahasiswa baru tidak usah repot-repot mencari barang yang akan dibawa”, jelas Rini. (Harun-Portal)