iden

Manfaat Dongeng Pada Diri Anak

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Ada suatu ungkapan yang berbunyi ”Seorang Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Itulah paragraf pertama yang merupakan pengantar materi workshop mendongeng sebagai media pembelajaran, yang diselenggarakan Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus, Senin kemarin (09/08).
”Kalau seorang guru bisa bercerita atau mendongeng, berarti dia memiliki kedekatan emosional dengan anak didiknya”, Kata Kak Bimo, seorang pendongeng yang mengembangkan konsep dongeng edukatif. Dengan bercerita seorang pendidik akan terasa mudah dalam memasukkan nilai positif pada diri anak didik, sebagai instalasi benteng pertahanannya terhadap virus-virus yang tidak baik disekitar lingkungan anak tersebut.
”Bercerita kepada anak-anak memiliki beberapa fungsi yang amat penting”, Ujar pencipta dua rekor MURI melalui dongeng itu. Selain kedekatan antara pendidik dengan anak, mendongeng juga memiliki fungsi media penyampai pesan nilai moral dan agama yang efektif, pendidikan imajinasi atau fantasi, menyalurkan dan mengembangkan emosi, membantu proses peniruan perbuatan baik terhadap tokoh dalam cerita, memberikan dan memperkaya pengalaman batin, sarana hiburan dan penarik perhatian, menggugah minat baca, dan sarana membangun watak mulia.

 

Kak Bimo yakin, melalui metode bercerita para pengasuh mampu menularkan pengetahuannya dan menanamkan nilai budi pekerti yang luhur secara efektif, dan anak-anak pun akan menerimanya dengan senang hati. ”Sayangnya Indonesia sering di sindir para tokoh dunia, karena terlalu banyak menceritakan cerita fatalisme, serta banyak cerita tentang datangnya keajaiban melalui kata ”tiba-tiba” yang menjadikan generasi kita tidak memiliki jiwa kompetitif dan lebih senang pasrah pada nasib”, Kak Bimo menyayangkan keprihatinan tersebut.
Menurut David Mc Celland, nasib suatu bangsa dapat diperkirakan dua dasa warsa ke depan berdasarkan jenis cerita yang berkembang saat ini. “Indonesia kekurangan cerita untuk membangun watak dan karakter, atau akhlak ”, tutur pendongeng yang memiliki 172 ilustrasi suara tersebut.
“Dongeng is very good, kita jadi tahu manfaat dongeng, sehingga kita tidak sekedar mendongeng tapi memilih dongeng yang tepat guna bagi anak-anak”, ujar Atik Sulistiyani, salah satu peserta workshop mendongeng. Dalam mendongeng kak Bimo memberikan saran khusus, agar lebih banyak menggunakan bahasa yang mengarahkan imajinasi anak, memberikan cerita dengan resolusi konflik multi alternatif, serta menghindari virus fatalisme yang mampu melumpuhkan mental.
”Workshop yang di gelar oleh Fakultas Psikologi UMK tersebut merupakan bentuk kesadaran pihak fakultas akan pentingnya mendongeng pada anak-anak usia dini agar generasi penerus lebih baik, dan berkualitas”, ujar sekretaris Fakultas Psikologi UMK, M. Widjanarko. (Kholidin/Portal UMK).