iden

Dari Bedah Buku Nicotine War di UMK :

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Obat NRT Tidak bisa Menghentikan Kebiasaan Merokok

UMK-Produk-produk NRT (Nicotine Replacement Therapy) yang diproduksi oleh industri farmasi tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok seseorang, karena kebiasaan merokok sangat tergantung dari keinginan dan dorongan seseorang. Menurut Prof Dr. dr. Sarjadi, Sp.PA, guru besar Fakultas Kedokteran UNDIP, yang juga Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), zat nikotin yang tergantung dalam rokok tidak bisa diganti dengan nikotin buatan dari industri farmasi.

Demikian salah satu poin penting Seminar Bedah Buku Nicotine War karya Hamilton yang diselenggarakan oleh Redaksi Website UMK pada Rabu (28/7) di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat.

Menurut Prof. Sarjadi Nikotin yang terkandung dalam rokok memiliki sifat negatif dan positif. “Sifat positif ini kemudian dikembangkan oleh industri rokok,” jelas Sarjadi. Dijelaskan oleh Sarjadi bahwah nikotin dosis kecil bertindak sebagai stimulan pada otak. Pada dosis yang lebih besar dan lama berefek pada sebagai depresant yang menghambat alur signal antar sel syarat.

Mengomentari buku “Nicotine War” karya Wanda Hamilton, Sarjadi menegaskan tidak menemukan korelasi antara judul buku “Nicotine War” dengan isi buku.
Sementara itu, Produser Eksekutif SCTV Rommy Fibri, yang menjadi nara sumber lainnya lebih menyoroti buku “Nicotine War” dari aspek jurnalistik. Menurut Rommy, buku tersebut yang paling mendominasi adalah kisah politik ekonomi perusahaan raksasa dunia dalam mengeruk keuntungan dari bisnis NRT.

Menurut Rommy di dalam buku itu dipertentangkan perusahaan farmasi dengan industri rokok. Sekilas membaca judul buku seolah terjadi peperangan besar. Tetapi di dalamnya tidak diterangkan bagaimana industri rokok melawan serangan dari industri farmasi.

“Memang di buku dijelaskan panjang lebar, bagaimana upaya perusahaan farmasi menghentikan industri rokok dengan memberikan terapi anti rokok dengan unsur nikotin di dalamnya, tetapi sayang buku ini tidak mengungkap pola penahanan diri industri rokok di tengah hiruk-pikuk serangan yang bertubi-tubi,” jelas Rommy.

Perang merebutkan berkah nikotin pernah terjadi pada masa lalu, menurut Rommy, akan terulang kembali dengan cara dan argumentasi yang baru. yang sudah terlampaui adalah melibatkan aspek politik dan hukum. Ke depan akan mengarah ke persoalan kesehatan. “Itu menjadi pintu untuk memerangi rokok pada masa mendatang,” jelas Rommy.

Sementara Dr. Ahmad tafsir, M.Ag., Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, memberikan argumentasi tentang fatwa yang pernah dikeluarkan oleh majelis tarjih Muhammadiyah. Menurut Tafsri fatwa tidak mengikut, boleh mengikuit boleh tidak. “Fatwa menjadi mengikat sudah jika sudah menjadi produk politik (hukum),” jelas Tafsir.

Bedah buku tersebut dihadiri diikuti oleh ratusan peserta, hadir pula Komandan Kodim Kudus, Letnan Kolonel Dwi Sunyata, kalangan industri dan perwakilan dinas instansi negeri dan swasta serta para mahasiswa.(Harun-Portal).