iden

Meneropong Perkembangan Mahasiswa Baru UMK (1)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Di tengah kompetisi memerebutkan calon mahasiswa baru setiap Perguruan Tinggi (PT), termasuk Universitas Muria Kudus (UMK), tentu memerlukan strategi dan konsep promosi yang jitu. Metode dan strategi promosi yang tidak sekedar menarik minat mahasiswa, tetapi sekaligus menjadi alat penguji tingkat kapasitas dan kompetisi PT yang bersangkutan.

Dalam konteks ini, UMK telah mempersiapkan strategi promosi yang didasarkan pada basic need (kebutuhan dasar) pasar yang menjadi target perekrutan. Menyadari betapa penting informasi tentang keinginan dan kebutuhan masyarakat, strategi promosi yang dijalankan didasarkan pada inventarisasi informasi daya tarik dan minat masyarakat kepada UMK. Oleh karena itu, diperlukan instrumen riset untuk menilai kemampuan dan keinginan masyarakat yang menjadi target promosi.
 

Kegiatan promosi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan untuk menaikkkan pencitraan UMK. Dengan kegiatan promosi ini, masyarakat menjadi lebih memahami tentang kegiatan-kegiatan dan perkembangan yang dilakukan oleh UMK. Dengan demikian kepercayaan semakin bertambah seiring dengan meningkatnya citra di masyarakat.

Media promosi yang dilakukan antara lain kunjungan ke sekolah-sekolah menengah umum (SLTA), pembuatan baliho, spanduk, penyebaran brosur-brosur dan lain sebaginya, juga dilakukan dengan pola-pola kerjasama dengan media massa yang memiliki perwakilan wartawan di Kudus. Dengan pola kerjasama ini frekuensi pemberitaan tentang UMK menjadi meningkat. Di sisi lain dengan semakin meningkatnya pemberitaan tentang UMK merupakan media promosi yang efektif dan efisien. Sehingga dampaknya makin mulai dirasakan dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UMK

Di samping itu, untuk memberikan daya dukung promosi, UMK selama lima tahun (2005-2009) menerapkan program percepatan pengembangan kampus. Program ini secara garis besar dibagi menjadi dua bidang yaitu, ”Program Penambahan Sarana Prasarana Kampus” dan ”Peningkatan Program Bidang Akademik”.

Dalam lima tahun terakhir, setidaknya telah dibangun 4 (empat) bangunan besar, yang terdiri dari 3 (tiga) buah bangunan berlantai 4 (empat) dan 1 (satu) buah bangunan Masjid 3 (tiga) lantai. Gedung-gedung tersebut difungsikan sebagai Laboratorium Terpadu (Gedung Biru), Gedung Kuliah Bersama Paska Sarjana (Gedung Hijau), dan Gedung Kuliah Bersama Fakultas Hukum dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Gedung Oranye), dan tempat Ibadah (Masjid Darul ’Ilmi). Disamping itu, juga telah dilaksanakan program pengadaan kebutuhan perlengkapan alat-alat laboratorium, sarana penunjang, mebelair, komputer, kendaraan roda empat, dan perlengkapan kantor lainnya.

”Jika ada alumni yang melihat dan singgah di UMK, mereka akan berdecak kagum melihat kondisi UMK saat ini, jelas Zamhuri, Humas UMK. Perkembangan sarana kampus di UMK tersebut diimbangi dengan peningkatan layanan di bidang akademik. Setelah dibentuk Badan Penjaminan Mutu berdasarkan Surat Keputusan Rektor No 04A/R.UMK/Sek/Kep/D.09.04a/I/2008, tanggal 02 Januari 2008 geliat penjaminan mutu mulai terlihat. Hasilnya, mulai tahun 2008 UMK ditetapkan sebagai salah satu perguruan tinggi (PT) bermutu di tingkat nasional. Hal ini mengacu pada penilaian Tim Technical Assistance Quality Assurance dan Evaluasi Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Direktotal Jendral (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti). UMK termasuk salah satu dari 68 PT di Indonesia yang menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).(Hoery/Portal)