iden

Dari Bedah Buku “Kasmaran”

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Membakar Asmara dengan Sang “Jendral”

UMK- Setiap manusia yang hidup di dunia memiliki rasa. Rasa untuk mencintai dan dicintai. Perasaan itu pula yang dialamai Anjani dalam novel “Kasmaran” karya Kafi Kurnia dan Dwitri Waluyo. Novel yang terbit pada Desember 2009 ini dibedah di Universitas Muria Kudus (UMK) pada Jum’at (02/07) di ruang seminar lantai 4 gedung rektorat.

Kegiatan ini diadakan oleh Redaksi Website UMK bekerjasama dengan Lembaga Studi Sosial dan Budaya (LS2B) Sumur Tolak serta Penerbit Akoer selaku penerbit novel “Kasmaran”.

Sebagai pembedah novel Dini Rama Dhania, S.Psi,M.Si, dosen Psikologi Universitas Muria Kudus dan Adithia Armitrianto Pegiat Sastra yang juga wartawan Suara Merdeka, sebagai moderator Zaki Amali.

Dalam pandangan Dhini, Novel ini merupakan novel yang realistis. Novel yang benar-benar terjadi di masyarakat. Terdapat konflik yang biasa terjadi di masyarakat, yaitu tentang keberadaan cinta pertama yang selalu mengiringi kehidupan.


Inti dalam novel ini, ketika cinta Anjani dan Seno yang sempat padam, hidup kembali setelah keduanya telah berumahtangga, dan berisiko untuk disatukan kembali. Anjani telah berani menerjang risiko dengan kembali pada cinta pertamanya dengan Seno.

Dhini menguraikan betapa pentingnya sebuah “nilai”. Menurut Dhini setiap hal kita kembalikan kepada nilainya. Maksud dari nilai tersebut adalah sebuah tujuan. Ketika orang merasa bahwa dia itu benar, namun melenceng dari nilai awal tersebut maka sebaiknya orang itu memikirkan kembali pemikirannya.

Novel ini, tambah dhini, bisa memberi gambaran kepada kita tentang bagaimana menentukan masa depan kita. Orang berumah tangga harus sudah siap lahir dan batin.

Sementara itu, Adhit memberi informasi bahwa novel ini merupakan kisah nyata yang betul-betul terjadi dengan mengambil tokoh fiksi nama-nama dari dunia pewayangan. Yang masih asli dari novel ini adalah cerita dan puisi-puisi yang ada di dalamnya. “Tokoh Seno adalah figur publik yang pernah jadi menteri di negara Indonesia yang berasal dari kalangan militer, “ jelas Adhit. Dalam novel tersebut Anjani menyelesai ketika memutuskan meninggalkan suami dan anak-anaknya hanya untuk kembali kepada cinta lama dengan Seno, sang jendral. Nah Lho. (Harun/Portal)