iden

Internalisasi Kesadaran Ekologi Masyarakat

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Kesadaran (awareness) ekologi begitu penting bagi masyarakat. Apalagi kondisi alam terus mengalami degradasi dan kian memprihatinkan. Pada sisi lain, respon alam telah mulai diperlihatkan.

Kondisi tersebut mulai menebar ancaman bagi keselamatan manusia. Seperti bencana longsor dan banjir, Peristiwa banjir dan tanah longsor terjadi juga di Kabupaten Kudus, antara lain di Rahtawu, Setrokalangan dan Mejobo.

Demikian ilustrasi yang disampaikan M. Widjanarko, Dosen Fakukultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK), saat mengulas tentang kearifan lokal dan lingkungan.

Widjanarko menggambarkan kerusakan alam, terutama kerusakan hutan di Indonesia akibat illegal-logging dalam skala besar. Tahun 2006, data menunjukkan 1,9 juta hektar atau enam lapangan sepak bola/menit. Kerusakan hutan ini tak bisa dibiarkan begitu saja. “Karena itu, membangun kesadaran ekologi begitu penting. Hal ini diimbangi dengan proses internalisasi kesadaran ekosistem secara alami,” jelas Widjanarko.

Pemulihan ekosistem memang perlu digalakkan. seperti mengadakan penghijauan di hutan atau di daerah rawan bencana. Namun, kegiatan ini tidak memberi dampak signifikan. Salah satu alasannya karena tidak ada perawatan secara intensif. Sehingga bibit penghijauan yang ditanam hidupnya belum bisa dipastikan, karena kondisinya tak diketahui.

Diskusi kearifan lokal yang diadakan Oleh Kampung Inggris dan TBM Dua Srikandi Temulus ini mengangkat tema tentang “penyebab terjadinya bencana banjir”. Ketua Kampung Inggris, Muslimin, mengatakan, kegiatan tersebut untuk mencari pemahaman apakah banjir yang sering mampir di daerahnya itu merupakan kejadian alam atau karena ulah manusia.

Konklusi diskusi pun diserahkan pada peserta dalam mengamati lingkungan sekitar.”Diskusi semacam ini dapat menambah ilmu tentang kearifan lokal,” imbuh pria yang pernah menjabat Pemimpin Umum di Pena Kampus, UMK ini. (Ulin/Portal)