iden

Mahasiswa Perlu Berlatih Komunikasi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK- Ketrampilan komunikasi (communication skill) bagi mahasiswa sangat penting. Keberhasilan dalam penyampaian ide serta gagasan merupakan bukti dari kemampuan berkomunikasi.

Ketrampialn public speaking turut menunjang kesuksesan seseorang dalam interaksi dan komunikasi sosial. Demikian penjelasan Ahdi Riyono praktisi public speaking sekaligus dosen Bahasa Inggris FKIP pada portal UMK (10/5).

Selama ini, mahasiswa dalam memaparkan presentasi terdapat beberapa kelemahan. Menurut Ahdi mahasiswa kurang memahami teknik dan strategi ketika melakukan presentasi. Ahdi, mengutip pendapat Tantowi Yahya bahwa persiapan menyumbang 90 persen keberhasilan berbicara pada sebuah forum.

Menurut Ahdi, mahasiswa perlu mengetahui komponen ”Artikulasi dalam berbicara”, ”Nada suara”, ”Tempo” dan ”Volume” (ANTV) saat menjadi public viewer dan public speaker.


Sering terjadi miscommunication saat berbicara di muka umum. Karena itu, selain mengenal ANTV masih diperlukan sistem “Pendahuluan, Isi dan Kesimpulan” (PIK). Sistim PIK ini dapat menggunakan salam, cerita, kutipan, dan pertanyaan. Isi seharusnya harus sesuai dengan kebutuhan audiens dan kesimpulan dapat memberi ajakan yang bermanfaat bagi pendengar.

Biasanya pada saat presentasi, hanya beberapa audiens yang menguasai forum. “Ini kesalahan kelompok,” tambah Ahdi. Materi yang disampaikan harus seimbang dan semua pemateri memiliki porsi yang sama. Hal lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana seseorang mengatur kegugupan dan nervous. Agar para audien melihat sang pembicara benar – benar tidak sedang demam panggung.

Sementara itu, Saekhan Muchit salah seorang Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus saat menjadi juri “Presentation Contest 2010” di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), berbagi tips cara menulis makalah Karya Ilmiah. Ada empat bagian yang harus dipahami para mahasiswa dalam membuat makalah. Pertama, latar belakang memuat segala yang terjadi, antara realitas terjadi dan sebuah idealitas. “Dalam bab ini tidak ada target,” kata Saekhan kepada di hadapan peserta lomba.

Kedua, rumusan masalah, bersifat kalimat pertanyaan bukan deskripsi. Ketiga, kejelasan antara teori dengan pembahasan. Dan terakhir, penutup atau kesimpulan harus nyambung antara tulisan dan teori. Dan perlu ada sinkronisasi penyampaian dengan makalah (paper) dan penggunaan media visual seperti program software komputer dalam bentuk power point. (Ulin/Portal UMK)