iden

Pentas Teater Tiga Koma

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Menyoal Kepedulian Orang Tua

UMK- Lampu menyala menyinari pria berkacamata yang tengah sibuk membaca Koran. Sejenak datang Ibu Lena menghampiri Pak Lena sambil membawakan secangkir kopi yang telah terseduh. Kemudian Ibu Lena duduk membangun obrolan hangat, dan semakin memanas ketika memperbincangkan minggatnya sang anak semata wayang yang sudah lima hari tak pulang. Itulah awal cerita pementasan produksi ketiga teater 3, (baca: tiga koma) yang dipentaskan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (06/05).
Lena dalam pementasan tersebut, merupakan seorang anak yang salah dalam memandang kepedulian orang tua terhadapnya. Lena yang masih remaja itu, berfikiran orang tuanya membiarkan dirinya, padahal orang tuanya merasa memberikan kebebasan bagi anak satu-satunya yang bernama Lena itu.
 

Dari rasa yang kontras itu, sehingga Lena merasa kurang diperhatikan dan memaksa ia nekat mengambil keputusan minggat dari rumah orang tuanya selama lima hari. Kurangnya komunikasi membuat hubungan anak-orang tua itu menjadikan Lena membenci orang tuanya.


Itulah inti pementasan yang sempat membuat puluhan penonton terhanyut dalam alur cerita naskah karya Muram Batu Bara dengan judul ’Lena Tak Pulang’ yang sarat pesan moral tentang kepedulian orang tua terhadap anak. Pementasan yang bertiket dua ribu per penonton itu di sutradai oleh anak tiga koma sendiri, Penceng (Yulian) Atmaja mahasiswa semester enam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (KIP-BI UMK).
”Dalam pementasan ini ada lima pemain, Deviana Intan Gadys Permata Hati (Lena), A. Saiful Anam (Pak Lena), Erma Khikmatul Laili (Bu Lena), Ikka Ayu Novia Kusumaningrum (temen Lena satu), Danny Lutvi Hidayat (teman Lena dua),” Jelas Pimpinan Produksi, Lya Akmalia. Lya merasa bersukur meski mengalami kesulitan dalam menggarap naskah itu, akhirnya mampu mementasan produksi ketiga yang dipimpinnya.
Banyak orang tua yang kurang bisa memahami anaknya bahkan mengabaikan pemikiran dan keinginan anak, meski orang tua mengaku sangat sayang pada anak-anaknya membuat “teater 3”, merasa tergugah menggarap naskah “Lena Tak Pulang” yang berdurasi 40 menit itu. (kholidin/Portal UMK)