iden
Previous Next

Uji Sertifikasi MCE dan MOS, UPT Komputer UMK Komitmen Berikan Pendidikan yang Ideal

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Komptuter Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan pelatihan untuk uji sertifikasi Microsoft Certified Educator (MCE) dan Microsoft Office Specialist (MOS) di laboratorium Komputer UMK, Sabtu (16/09/2023).

Kepala UPT Komputer UMK, Endang Supriyati, S.Kom., M.Kom. mengungkapkan, uji sertifikasi MCE ialah sertifikasi memvalidasi bahwa pendidik memiliki kompetensi literasi teknologi pendidik global yang diperlukan untuk memberikan pengalaman belajar yang kaya dan sesuai kebutuhan bagi siswa.

“Sertifikasi MCE sangat ideal bagi pendidik dalam pelatihan, fakultas perguruan tinggi pelatihan guru, dan pendidik layanan,” ungkapnya.

Tujuan dari kegiatan tersebut, lanjutnya, ialah agar tenaga pendidik yang ada di UMK bersertifikat langsung dari Microsoft, mengingat sertifikat yang dikeluarkan untuk tenaga pendidik nantinya langsung dari pihak Microsoft. Salah satunya bersertifikat Microsoft, Rekan Analis Data Power BI

Sebagai informasi, analis data BI yang hebat bekerja sama dengan pemangku kepentingan bisnis untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis. Mereka berkolaborasi dengan analis data perusahaan dan insinyur data untuk mengidentifikasi dan memperoleh data.

“Mereka juga mentransformasikan data, membuat model data, memvisualisasikan data, dan berbagi aset dengan menggunakan Power BI,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan agar pendidik di UMK bersertifikat Microsoft sebagai rekan ilmuwan data Azure. Kandidat sertifikasi Asosiasi Ilmuwan Data Azure harus memiliki keahlian di bidangnya dalam menerapkan ilmu data dan pembelajaran mesin untuk menerapkan dan menjalankan beban kerja pembelajaran mesin di Azure.

“Tanggungjawab untuk peran ini mencakup merancang dan menciptakan lingkungan kerja yang sesuai untuk beban kerja ilmu data; mengeksplorasi data; model pembelajaran mesin pelatihan; implementasi jaringan pipa; menjalankan pekerjaan untuk mempersiapkan produksi; dan mengelola, menerapkan, dan memantau solusi pembelajaran mesin yang skalabel,” urainya. (Humas-Linfokom)