iden

Lahan Parkir Tidak Bisa dianggap Sepele

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Penataan parkir terus mengalami dilema. Tiap tahun volume kendaraan yang hilir mudik ke kampus semakin bertambah. Sementara lahan (area) parkir terbatas. Untuk mengatasi problem parkir memang tidak mudah. Tentu, di kemudian hari tidak semua kendaraan dapat tertampung, jika volumenya terus bertambah karena lahan parkir terbatas.

”Tidak mudah mengatur areal khusus parkir di Universitas Muria Kudus (UMK), karena kendaraan tiap tahun selalu bertambah seiring bertambahnya jumlah mahasiswa,” kata Khoriul Adib, petugas parkir di UMK. Keluhan Adib, tidaklah mengada-ngada, apalagi jika melihat kondisi di lapangan, para pengguna parkir acapkali tidak disiplin. Mereka lebih memilih lokasi yang dekat dengan tempat kegiatan. Akibatnya lahan parkir menjadi meluas ke seluruh sudut kampus. ”Padahal lahan khusus parkir sebetulnya masih bisa menampung,” tambah Adib.

 


Belum lagi kalau musim hujan tiba. Lahan parkir yang memang terletak di halaman depan kampus tidak jarang hanya dilewati oleh pengguna parkir, karena mereka lebih memilih tempat yang dekat untuk berteduh. Padahal di lahan parkir utama sudah ada peneduh baik yang berbentuk bangunan maupun peneduh dari pohon-pohon. Akibatnya, halaman gedung sering becek. ”Untuk mengatasi hal tersebut kita usahakan halaman gedung ada pavingnya,” tambah Fahrul Setyo, pelaksana pembangunan Yayasan Pembina Universitas Murai Kudus.

Pemasangan (paving) ini berfungsi mempercepat resapan air ke dalam tanah. Menurut Fahrul, sistem ini bermanfaat untuk merapikan halaman dan memudahkan air meresap. Pasir yang digunakan adalah Muntilan karena kebanyakan tak berlumut ketika musim penghujan tiba. Karena pasir diambil di daerah vulkanik. Sebelum paving dipasang, pemberian pasir agar permukaan paving merata.

Sementara itu, menurut koperasi Koperasi Karyawan UMK melalui ketuanya, Subarkah, sebagai pengelola tempat parkir UMK, menjelaskan, perluasan area parkir kampus sudah dipikirkan bersama. Ada penambahan tempat parkir di halaman kampus. Kami akan meminta ijin dari Pemerintah Kabupaten Kudus terlebih dahulu. Karena lahan yang digunakan tersebut statusnya milik pemerintah. ”Letaknya ada di depan halaman kampus UMK,” kata Subarkah.
(Ulin/Portal UMK)