iden

Motivasi dari Mantan Miss Indonesia, Imelda Fransisca

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK- Sekitar 600 orang memenuhi Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), dengan wajah serius sekaligus terkagum-kagum mereka memperhatikan wanita dengan tinggi 172 cm, berambut panjang dan berparas cantik. Ya, itulah Imelda Fransisca, Miss Indonesia 2009 saat memaparkan materi di seminar yang diadakan oleh Program Studi (Progdi) Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK. Sabtu (20/02).
Acara dengan tema You Can Be Anything, Imelda memaparkan pengalamannya semasa kecil dengan lembut namun penuh semangat. Semua mata pun tertuju kepada wanita lulusan Ohio State University ini. Saat slide materi Imelda, semua orang termenung dan terpukau.
Dimulai dari kisah sedih semasa kecil. Kekerasan anak yang menimpa Imelda dilakukan oleh gurunya saat belajar di Singapura. “Saya sering mendapatkan perkataan yang membuat saya tidak percaya diri. Seperti, saya adalah orang yang tak tahu apa-apa, anak bodoh dan kata-kata yang merendahkan lainnya,” jelasnya.

 

Perkataan tersebut membuat duta pendidikan Sampoerna ini minder, sehingga tak hanya menyebabkan dampak buruk di sisi mental namun juga sisi fisik. Di sisi fisik, Imelda mengalami pola makan yang buruk. Sehingga menyebabkan obesitas, menstruasi tidak teratur, serta keropos tulang. “Ketika guru saya marah pada pagi hari, maka saya tidak dikasih makan sehari penuh. Sehingga, sebelum pulang saya makan banyak, tiga loyang pizza bisa saya habiskan dalam satu kali makan,” tambah Imelda.
Dampak tersebut dialami Imelda hingga Dia lulus SMA. Perubahan terjadi ketika Dia kuliah di Ohio State University. Di sana, dia berkenalan dengan dosen psikologi, dari dosen inilah dia mendapatkan semangat untuk menuju perubahan. Imelda pun lebih percaya diri, sehingga lulus dengan IP yang tinggi. “Bahkan orang tua dan teman tidak percaya kalau saya mendapatkan IP tinggi,” kenang Imelda.
Kendati demikian, Imelda juga memberikan semangat kepada seluruh peserta, dengan kerja keras, ketekunan dan berserah diri. Keberhasilan pasti akan dapat diraih. “Karena tanpa semua itu, anda tak akan bisa berbuat apa-apa,” tambahnya.
Pernyataan Imelda diamini oleh Dr. Sukiman selaku nara sumber pemdanping Imdela pada acara tersebut. Sukiman menghimbau agar jangan melihat semuanya dari puncak kesuksesan. Tapi, lihatlah bagaimana proses untuk mencapai kesuksesan tersebut. “proses itulah yang harus kita pelajari,” jelas Sukiman
Menurut Sukiman profesi guru merupakan pekerjaan mulia. Karena guru harus mempersiapkan anak untuk masa depan,. Namun, masa depaan bangsa tergantung perlakuan guru terhadap peserta didik. “Seperti yang dilakukan guru Imelda, merupakan tindakan guru yang salah besar,” tekan Sukiman.
Sukiman menambahkan, sebagai guru harus tahu kebutuhaan peserta didiknya. Agar mampu mengontrol, sekaligus member bimbingan kepada peserta didik untuk mencapai apa yang mereka inginkan.
Menurut Sumarwiyah, selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberi motivasi kepada masyarakat, sehingga berdampak positif bagi kehidupannya. “Sedangkan untuk mahasiswa, terutama jurusan BK, agar mengetahui bagaimana menghadapi anak bermasalah di saat mereka menjadi guru BK,” jelasnya. (Agus/Portal)