iden

Sehat Jasmani, Raih Prestasi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Olah raga penting bagi kehidupan manusia. Falsafah Yunani berujar, mentsana in conpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kesehatan jasmani bisa dengan olah raga setiap harinya. Bahkan pendidikan jasmani (Penjas), olah raga dan kesehatan (Orkes) masuk dalam materi pelajaran siswa di sekolah.

Para siswa di sekolah tingkat dasar, dikenalkan bagaimana cara hidup sehat serta berprestasi mengikuti salah satu cabang olah raga. Pengetahuan betapa berarti fungsi pendidikan olah raga telah sudah dicanangkan di sekolah-sekolah.

Sejumlah guru berkumpul pun di Auditorium Universitas Muria Kudus (22/2) dalam Kelompok Kerja Guru Olah raga (KKGO) SD/MI se-Kudus. Para pelita pendidikan ini telah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pemahaman dan Pengembangan KTSP Penjas & Orkes tampak aktif. Mereka berinisiatif, para siswa dapat mengembangkan ketrampilan melalui olah raga.

 


Diantaranya, Buchori, guru SD 3 desa Terban Jekulo, Kudus. Dirinya membentuk tim atau klub kecil pengembangan prestasi olah raga siswa. Dari sana, dapat diseleksi terbaik se-kecamatan bila ada turnamen di Pobda misalnya. “Pemilihan kader berbakat diseleksi dulu,” kata mantan ketua Paguyuban Situs Patiayam ini.

Buchori yang sudah 25 tahun mengabdi sebagai guru ini merasa terdorong meningkatkan potensi anak didiknya. Namun, tak jarang ada kendala dari siswa maupun orang tua. Pelajaran olah raga kurang mendapat perhatian dan bersifat ekstrakulikuler. Belum lagi siswa merasa takut ketika masuk dalam permainan. Guru sekaligus pelatih Voley ini terus memotivasi siswa agar menghilangkan rasa takut.

Bahkan, dengan sukarela pria bertubuh sedang itu mengisihkan waktu untuk mengajar siswanya. Hari Jumat dan Minggu sudah ia rintis hingga kini tetap berjalan.

Peningkatan Kualitas Guru
Sementara itu, Ashari, dari PSDM Widyaiswara Jakarta, menuturkan KTSP sebuah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan satuan pendidikan sekolah. KTSP terdiri atas tujuan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, kalender dan silabus serta RPP.

Dalam kurikulum ini, kriteria ketuntasan minimal (KKM) siswa harus mencapai yang ditentukan setelah kegiatan belajar mengajar. Penetapan KKM sendiri meliputi kompleksitas (kesulitan dan kerumitan), kemampuan sumberdaya pendukung, dan kemampuan rata-rata siswa. Penetapan serta hasil KKM ini, nantinya menjadi bahan pertimbangan kenaikan kelas dan kelulusan.
Ketua KKGO Kudus, Supriyanto menambahkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas guru. Dirinya berharap, sekitar 300 guru menjadi peserta itu dapat menata muatan KBM (olah raga). “Kegiatan ini baru pertama kali,” jelasnya saat ditemui Portal UMK ini. (Ulin/Portal UMK)